
Bisma terkekeh mendengar jawaban polos Calista kepadanya. Apalagi ketika Calista pernah mengajari Bisma, makan dengan menggunakan tangannya tanpa sendok membuat pengalaman baru bagi Bisma.
Bisma sangat bersyukur dapat bersama dengan Calista. Pilihan papa dan Mami Memang benar-benar tidak salah." gumam Bisma dalam hati.
Bisma langsung masuk ke kamar mandi setelah Calista menyelesaikan ritual mandinya. Semetara Calista menyiapkan pakaian ganti untuk Bisma yang ada di dalam koper milik Bisma.
Kemudian Calista merebahkan tubuhnya di atas ranjang berukuran king size itu. Mengingat tubuh Calista sudah terlihat kelelahan. Setelah perjalanan yang mereka lakukan mulai dari desa menuju kota Medan.
Ia tidak menyadari karena Bisma sudah keluar dari kamar mandi, dengan hanya menggunakan hantu kecil yang dililitkan di pinggangnya.
Ketika Calista membalikkan tubuhnya alangkah terhenyak Calista melihat sosok Bisma sudah berada di hadapannya dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Membuat dada bidang milik Bisma terlihat jelas Dimata Calista.
"Ahk....., Teriak Calista sambil langsung menutup matanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya. Sontak Bisma langsung tertawa ngakak mendengar suara teriakan Calista.
"Kamu kenapa sayang? seperti lihat setan saja. Memangnya aku setan apa ?ucap Bisma pura pura tidak tau, mengapa Calista berteriak
"Sayang pakai baju dong ah?" pekik Calista sambil membalikkan tubuhnya kearah dinding.
"Ternoda mataku melihat semuanya." ucap Calista.
"Melihat apa sayang?
"Ah sudah lah mas pakai aja bajunya kenapa? sudah di siapin juga." ujar Calista.
"Ah ngapain juga pakai baju, toh juga tinggal tidur." ucap Bisma sambil memakai celana pendeknya. Lalu langsung membaringkan tubuhnya disamping Calista. Membuat Calista sontak menggeser tubuhnya ke arah dinding kamar Itu.
"Sayang!" memangnya mas bau ya? kok sampai segitunya? ucap Bisma sambil meraih tubuh Calista kepelukannya. membuat Calista langsung tersentak melihat tingkah Bisma terhadapnya ia khawatir Bisma akan merebut kehormatan Calista yang selama ini Calista.
"Mas jangan seperti ini kita belum ada ikatan pernikahan." ucap Calista karena dirinya sangat khawatir kalau semua tidak dapat menahan dirinya apalagi saat ini hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada membuat roti sore terlihat jelas di mata Calista.
"Sudah kamu jangan khawatir. Mas tidak akan ngapa-ngapain kamu. Biarkan saja kamu tidur seperti ini. Mas akan tidur nyenyak Jika kamu berada di pelukan mas." ucap Bisma kepada Calista. Membuat Calista mengerutkan keningnya. Ia tidak percaya begitu saja akan ucapan Bisma. Calista tetap berjaga-jaga Jika Bisma berbuat nekat terhadapnya.
Jantung Calista berdegup kencang. Ketika kepalanya sudah mulai bersandar di Dada bidang Bisma. Tentunya itu keinginan Bisma sendiri. Tetapi Calista berusaha menetralisir jantungnya, agar tidak terlalu berdegup di dalam pelukan Bisma. Karena dalam waktu dekat Calista akan menjadi istri Bisma. Sesuai dengan yang sudah direncanakan oleh Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.
Sungguh kebahagiaan tersendiri di hati Bisma dapat bersama Calista malam ini. Tanpa mereka sadari, Calista pun sepertinya akhirnya merasa nyaman di pelukan Bisma. hingga dirinya benar-benar tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Tidak berapa lama Bisma juga mulai terlelap tidur dengan memeluk sang calon istri Calista.
****
Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Tidur wanita muda bersama calon suaminya masih terlelap mengarungi alam mimpinya. Hingga suara Deringan ponsel milik Bisma mengganggu tidur keduanya.
Kring .....
Kring....
Membuat tidur Bisma menjadi terganggu. Ia melirik di layar ponselnya kalau yang menghubungi Bisma kali ini, merupakan asistennya yang mengurus perjalanan mereka dari Medan ke Jakarta.
Bisma langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada asistennya.
"Hallo katakan Mengapa kamu menghubungiku pagi pagi begini? apa kamu tidak tau kalau saya masih tidur?" ucap Bisma kepada asistennya tanpa melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya atau di layar ponselnya.
"Maaf tuan penerbangan Tuan tinggal menunggu 3 jam lagi. Jadi saya harap Tuan bersiap-siap berangkat ke bandara. Membuat Bisma langsung tersentak mendengar apa yang dikatakan asistennya. Kalau mereka harus segera berangkat ke bandara karena penerbangan mereka tinggal 3 jam lagi.
"Sayang ini memangnya sudah jam berapa?" Tanya Bisma kepada Calista membuat Calista langsung sontak Melihat jarum jam yang ada di layar ponselnya.
Calista menepuk jidatnya dengan menggunakan telapak tangannya. "Ya Allah ternyata Sekarang sudah pukul 09.00 pagi. Aku sampai lupa banget saking nyenyaknya tidur." ucap Calista sambil nyengir.
"Itu berarti kamu tidur di pelukan Mas merasa nyaman. Sehingga tidurnya sangat lelap sampai kamu lupa bangun. Begitu juga dengan mas sepertinya Mas lelap tidurnya. Karena mas memeluk kamu." ucap Bisma kepada Calista membuat Calista langsung menatap Bisma dengan tatapan penuh arti.
Sementara di tempat lain, Wulan dan listra sudah mempersiapkan menu sarapan pagi untuk Bisma dan juga Calista. Wulan dan listra tidak ingin membuat Bisma dan Calista kecewa kembali ke Jakarta.
Karena tidak mendapat pelayanan khusus dari seorang Wulan adik sepupu Bisma sendiri dan juga listra yang merupakan sahabat dekat Calista.
Jujur sepertinya aku tidak ingin lagi berpisah dengan sahabatku Calista. Karena selama ini hanya Calista lah yang selalu mengerti akan aku. Tidak pernah aku temui seorang sahabat seperti Calista. Yang kuat menghadapi masalah sepahit apapun.
Jujur Jika aku berada di posisi Calista, aku pasti tidak akan mampu menjalani hidup seperti yang dialami oleh Calista. listra menceritakan seluk beluk keluarga Calista hingga Calista sampai berada di Jakarta.
Mendengar cerita mengenai Calista, Wulan semakin merasa bersalah kepada dirinya sendiri. Yang tidak pernah merasa cukup ataupun merasa bersyukur akan apa yang sudah dirasakannya dan dinikmatinya sekarang.
Apalagi setelah Bisma mempercayakan hotel dan restoran milik Bisma terhadapnya membuat hidup Wulan begitu berarti.
"Ya Allah ternyata aku selama ini kurang bersyukur akan apa yang aku dapatkan yang diberikan Allah kepadaku." ucap Wulan di hadapan listra
"Kita memang tidak menyadari kesalahan kita selama ini, yang selalu merasa kurang dan tidak pernah bersyukur akan apa yang sudah kita dapatkan sekarang. Dari Calista aku banyak belajar sehingga Aku belajar dengan sungguh-sungguh seperti yang dikatakan Calista kepadaku.
Cita-cita terbesar Calista dulu, ingin memajukan desa kami. Supaya lebih maju dan tidak tertinggal. Syukur sekarang desa sudah mulai dibangun dengan bantuan Pak Bisma. Aku tidak menyangka kalau Calista akan memiliki suami sekaya Tuan Bisma." ucap listra kepada Wulan membuat Wulan mengembangkan senyumnya.
"Itulah hidup. Kita tidak akan pernah tahu rencana Allah terhadap kita. Yang penting sekarang Semoga kita dapat berguna untuk orang-orang banyak. Sama seperti yang Calista katakan sebelumnya." ucap Wulan
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏