
"Kalau Mami ingin mengetahuinya lakukan saja video call, kan mudah zaman sekarang mom!" Ini bukan seperti zaman kita pacaran dulu. Harus surat-suratan dan menunggunya juga cukup lama.
Kalau sekarang kan sudah mudah istriku sayang." ucap Dian Zulkarnain sembari langsung memberikan kecupan hangat di wajah istrinya.
"Papi ini," seperti anak muda saja. Ingat umur Pi, sudah tua. Sebentar lagi kita punya menantu dan cucu." ucap Nyonya Katarina Dona sambil terkekeh.
Nyonya Katarina Dona langsung melakukan video call kepada Bisma. Ketika sambungan video call nyonya Katarina Dona sudah tersambung kepada Bisma. Terlihat Bisma, Wulan, Calista dan juga listra sedang duduk bersama diruang khusus keluarga yang ada di hotel Milik Bisma.
"Hello mom!" sapa Bisma sambil mengebangkan senyumnya melihat wajah Nyonya Katarina Dona di layar ponselnya.
"Eh putra mami, kok ngak jadi pulang hari ini?" tanya nyonya Katarina Dona.
"Tadi kan Bisma sudah ngomong sama papa kalau Bisma dan calon mantu mami yang cantik ini tidak jadi pulang hari ini." ucap bisma dalam sambungan video call nya dengan nyonya Katarina Dona.
"Oh ya dimana menantu mami? mami ingin bicara sama menantu mami." ucap Nyonya Katarina Donna.
Bisma mengalihkan kamera ponselnya kearah Calista. Agar nyonya Katarina Donna dapat melihat sosok Calista yang sedang asik ngobrol bersama Wulan dan listra.
"Sayang, ini Mami ingin bicara sama kamu." ucap Bisma kepada Calista sambil memberikan ponselnya kepada Calista.
Calista merek ponsel itu dan ia melihat kalau yang tampil di layar ponsel milik Bisma merupakan Nyonya Katarina Dona.
"Hai Sayang kamu lagi ngapain?
"Tidak lagi ngapa-ngapain mom" Hanya ngobrol saja bersama Wulan dan Listra di sini.
"Ada apa mam?
"Bagaimana keadaan mami di sana apa baik-baik saja?
"Alhamdulillah Mami baik di sini sayang.
bagaimana dengan kalian di sana?
"Kami juga sehat mom, Wulan juga sehat."sahut Calista
"Syukurlah kalau kalian baik-baik saja di sana. jangan lama-lama pulangnya ya sayang!" Mami sudah kangen sama kalian. Apalagi pernikahan kalian sudah tinggal menunggu hari. Masih banyak yang harus dipersiapkan dalam acara pernikahan kalian." ujar Nyonya Katarina Dona kepada Calista.
"Mami Tenang saja Calista dan Mas Bisma besok pagi juga langsung berangkat dari Medan ke Jakarta." ucap Calista di dalam sambungan telepon selulernya.
Setelah selesai berbicara dengan Calista di dalam sambungan video call. Nyonya Katarina Dona memutuskan sambungan telepon selulernya. Kemudian Calista kembali menyerahkan ponsel mirip Bisma kepadanya.
"Sepertinya Mami sudah tidak sabar ingin menjadikan kamu jadi menantunya sayang." ucap Bisma kepada Calista sambil mengembangkan senyumnya. sementara listra terlihat bahagia melihat sahabatnya hidup bahagia bersama calon suaminya.
Apalagi listra melihat sosok Bisma sangat mencintai Calista. Padahal listra belum mengetahui kalau Calista dijodohkan oleh Tuan Zulkarnain kepada putranya Bisma. yang sampai saat ini Calista belum bisa mencintai Bisma dengan segenap hati.
Tetapi Calista sudah berjanji di dalam hati untuk berusaha mencintai Bisma. Terlihat dari sikap dan tingkah laku Calista terhadap Bisma, tidak seperti sebelumnya yang selalu menjawab Bisma dengan Ketus.
Pembicaraan keempat makhluk tuhan itu pun berhenti ketika listrik melirik jarum jam yang ada di pergelangan Tangannya sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. itu artinya listra harus segera kembali ke tempat tinggal yang disediakan oleh Wulan kepadanya.
Salah satu fasilitas seorang chef diberikan oleh Wulan. Tempat tinggal untuk listra
Calista mengangguk paham akan situasi saat ini pasti listra butuh istirahat setelah 1 harian beraktivitas di restoran milik calon suaminya sendiri yang dikelola oleh Wulan adik sepupu.
"Berikan nomor ponsel barumu kepadaku agar aku dapat menghubungimu kapanpun ucap Calista kepada listra. listra langsung menyalin nomor ponsel milik Calista ke nomor ponselnya."
"Terima kasih siapa tahu besok kalian pulang, hubungi saya terlebih dahulu agar aku dapat melihat kepergian kalian." ujar listra kepada sahabatnya Calista.
"Pasti akan aku hubungi kamu. kamu tenang saja
listra pun akhirnya berlalu dari hotel milik Bisma. Sementara Wulan juga berpamitan setelah meminta salah satu asistennya untuk mempersiapkan kamar VVIP khusus untuk pemilik Hotel.
"Bersenang-senanglah di sini. Semoga tidur kalian nyenyak." ucap bulan sambil mengembangkan senyumnya.
"Sayang lebih baik kita langsung istirahat. Karena kita besok pagi harus segera berangkat ke Jakarta, sesuai dengan apa yang dikatakan Mami." ucap Bisma sambil langsung menarik tangan Calista masuk kedalam kamar yang sudah disiapkan Wulan untuk Bisma dan Calista.
"Sayang, kita tidur didalam satu kamar? tanya Calista merasa heran karena kamar yang disediakan oleh bulan hanya satu kamar saja untuk mereka berdua.
"Ya Sayang, kan tidak apa apa!" Lagian kamar ini tidak pernah ada yang menempati selain Mas. Karena kamar ini khusus untuk mas jika Mas berkunjung ke Medan.
"Tapi kita belum ada ikatan pernikahan Mas. bagaimana mungkin Wulan dan Mas berpikir kita tidur bersama.
"Sudah kamu tenang saja kamu tidak bakalan Mas apa-apain kok sebelum kita resmi menikah di mata hukum dan agama. kamu jangan khawatir Sayang. Lagian kita juga sudah pernah tidur bareng kan ketika berada di desa. Apa Mas ngapa-ngapain kamu? tidak kan?
Calista menggelengkan kepalanya. Pertanda apa yang dikatakan oleh Bisma benar adanya. Kalau Bisma tidak berbuat macam-macam kepadanya. Ketika mereka tidur bersama sewaktu di desa.
Calista pun akhirnya masuk ke dalam kamar dia langsung masuk ke dalam kamar mandi yuk niat untuk membersihkan diri. sebelumnya Calista sudah membawa baju ganti ke kamar mandi. Mengingat Bisma berada di dalam satu kamar dengannya.
Bisma mengembangkan senyumnya melihat tingkah Calista sekolah ketakutan kepada Bisma. Calista sangat khawatir jika terjadi sesuatu di antara mereka sebelum acara pernikahan dilangsungkan.
"Benar-benar wanita polos. Jarang sekali wanita seperti calon istriku ini ditemukan saat ini. Untung saja Papa menjodohkanku dengan Calista. Sepertinya aku sudah sangat mencintai wanita polos ini."gumam Bisma dalam hati sembari terus menatap ketutup kamar mandi.
Setelah Calista selesai melakukan ritual mandinya. Ia pun keluar dengan sudah menggunakan pakaian lengkap.
"Emangnya kamu bisa pakai pakaian di kamar mandi?
"Apa tidak basah?
"Tidak!" Bagaimana kalau ketika berada di desa mandinya harus pergi ke sungai dan pakai basahan di sana.
Bisma terkekeh mendengar jawaban polos Calista kepadanya. Apalagi ketika Calista pernah mengajari Bisma, makan dengan menggunakan tangannya tanpa sendok membuat pengalaman baru bagi Bisma.
Bisma sangat bersyukur dapat bersama dengan Calista. Pilihan papa dan Mami Memang benar-benar tidak salah." gumam Bisma dalam hati.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏