
"Ada apa ini?
"Kok ada acara tangis tangis segala? tanya Carlos yang baru tiba di kantor.
"Eh Pak Carlos!" sahut Dewi sambil menatap Carlos dengan tatapan yang sulit di Artikan.
"Ada apa wi?
"Ini Tiwi lagi sedih ditinggal dokter tampannya pergi ke Sumatera. Sepertinya orang tua Dokter Gibran sedang sakit. Sehingga ibunya meminta dokter Gibran agar segera pulang ke Desa. ucap Dewi memberitahu kepada Pak Carlos Mengapa pagi itu Tiwi sedih dan menangis dipelukan Dewi.
Pak Carlos mengembangkan senyumnya menatap Tiwi dengan mata sebabnya. "Sudah tidak perlu dipikirkan. Kalau dia benar-benar cinta sama kamu, pasti dia akan kembali lagi. kamu jangan khawatir. Sekarang sudah mudah Jika kamu merindukan orang yang kamu cintai, tinggal lakukan video call atau telepon seluler kan mudah." ucap Carlos kepada Tiwi yang belum memahami Bagaimana rasanya ditinggal sang kekasih.
Tiwi hanya diam. dan Membayangkan Bagaimana jika Dokter Gibran tidak akan kembali ke Jakarta lagi. Apalagi Tiwi mengetahui cita-cita Dokter Gibran sudah tercapai membangun satu klinik di desanya. Tiwi khawatir Kalau dokter Gibran akan pindah tugas ke klinik yang mereka bangun sendiri bersama Calista dan juga listra.
Tiwi menghela nafas berat. Seolah dirinya tidak ingin melakukan aktivitasnya hari ini. Ia meminta izin kepada Carlos, Kalau hari ini Tiwi pulang lebih awal. Carlos paham akan kondisi Tiwi kali ini. Sehingga Carlos pun mengizinkan Tiwi untuk pulang lebih awal. Karena sepertinya Tiwi tidak konsentrasi untuk melakukan aktivitasnya.
Setelah berpamitan kepada Carlos dan juga Dewi. Tiwi berlalu dari kantor Zulkarnain group menuju rumah kedua orang tuanya, yang sudah lama menemani hari-hari Tiwi selamat berada di kota Jakarta.
"lebay kali itu si Tiwi." ucap Carlos Sambil tertawa cengengesan. "Kok lebay sih Pak? bagaimana tidak sedih? ditinggal kekasihnya pas lagi sayang-sayangnya." ucap Dewi sambil menatap Carlos dengan tatapan tajam karena sudah mengatai sahabatnya terlalu lebay.
Carlos langsung terdiam ketika mendengar jawaban Dewi, kalau Tiwi ditinggal oleh Dokter Gibran sedang sayang-sayangnya kepada dokter Gibran. "Ampun jangan menatapku seperti itu. Aku minta maaf deh." ucap Carlos Sambil tertawa cengengesan yang melihat pandangan Dewi menatapnya dengan tatapan tajam.
"Makanya Lain kali kalau ngomong itu dipikir Dulu. Bagaimana jika itu terjadi kepada Pak Carlos? Apa Pak Carlos tidak akan sedih ditinggal kekasih Ketika pak carlos lagi benar-benar sayang dan cinta kepada wanita itu? seharusnya Pak Carlos tidak tertawa seperti itu dan bisa merasakan seperti yang dirasakan Tiwi saat ini. Bukan malah tertawa mengatai Tiwi terlalu lebay.
"Ya deh, saya minta maaf." ucap Carlos sembari mengangkat kedua jarinya ke atas udara. Dewi menggelengkan kepalanya melihat tingkah Carlos seolah seperti anak ABG. "Sudah tua saja tingkah seperti anak ABG." gerutu Dewi sambil berlalu meninggalkan Carlos di sana menuju pantry.
Carlos yang tidak setuju dikatai anak ABG pun mengejar Dewi sampai ke pantry. "Apa kamu bilang tadi?
" Saya anak ABG? nanti kamu akan saya lamar langsung di hadapan Ibu Sarah baru kamu tahu." ucap Carlos sembari langsung tertawa ngakak melihat raut wajah Dewi yang tampak kesal melihatnya.
Daripada Dewi meladeni ocehan Pak Carlos yang tidak berfaedah itu, lebih baik aku membuatkan kopi untukku." ucap Dewi sembari membuatkan secangkir kopi untuk menghilangkan dahaganya. "Buatin juga dong untuk calon suami kamu ini ." ucap Carlos percaya diri yang mengatakan kalau dirinya calon suami Dewi.
Dewi akhirnya tertawa."Jangan terlalu percaya diri amat ngatain pak Carlos calon suamiku. Memangnya kapan kita jadian ya?" "Semenjak kamu mencium Ku di pesta. Aku sudah menganggap Mu benar-benar sayang dan cinta kepadaku. Sekalipun kamu tidak mengungkapkannya secara langsung. Buktinya kamu dengan enteng mencium Ku di hadapan orang banyak ketika berada di pesta." ucap Carlos
Wajah Dewi kini memerah bagai kepiting rebus.Mengingat dirinya berani mencium Carlos ketika berada di pesta ulang tahun pernikahan sahabat Carlos yaitu Andika dan Angelica. "Aku melakukannya karena terpaksa.
"Terpaksa?
"Iya!"
"Memangnya siapa yang memaksamu melakukan itu?
Karena kamu sudah terlanjur berakting dan mengatakan kalau aku calon istrimu di sana.
Carlos langsung terdiam. Karena memang benar. Ketika pesta ulang tahun pernikahan Andika dan Angelica, Carlos mengaku kepada teman-temannya yang hadir di sana, kalau Dewi merupakan calon istrinya. Karena ia tidak ingin diolok-olok oleh sahabatnya yang mengatai dirinya tidak menyukai wanita Justru lebih menyukai sesama jenis.
Hal itulah yang membuat Carlos pada saat itu harus membohongi sahabat-sahabatnya. Setiap kali ada reuni dan pesta ulang tahun para sahabatnya, Carlos tidak pernah datang bersama wanita. Justru Ia datang bersama Bisma atau sahabatnya yang lain. Yang pasti bukan wanita.
emak kasih ilustrasi visual Carlos ya lagi berusaha menggoda Dewi
Hal itulah yang membuat sahabat-sahabatnya mengatai Carlos menyukai sesama jenis. Bosan dituduh belok, membuat Carlos hari itu harus berakting seperti memiliki kekasih yaitu Dewi. Dewi yang paham akan situasi Carlos saat itu, mengikuti drama yang dilakoni oleh Carlos
Sebenarnya Kalau boleh jujur, aku tidak ingin melakukan itu hanya berakting saja. Karena aku benar-benar mencintaimu Dewi. Aku akan menunggumu sampai Kamu siap untuk menerima cintaku. Sampai kapanpun aku tetap menunggu kamu. Sampai kamu menerima cintaku." ucap Carlos sambil mengembangkan senyumnya, menatap Dewi dengan tatapan penuh arti.
Dewi terdiam. Sejujurnya Dewi juga memiliki perasaan yang sama seperti yang dirasakan Carlos terhadapnya. Tetapi ia enggan menjalani segalanya. Karena Dewi tahu masih banyak beban yang ia pikul saat ini. Karena selama ini Dewi lah yang menjadi tulang punggung di keluarga mereka.
ilustrasi visual Dewi lagi tersenyum menatap Carlos
Dewi bekerja keras untuk dapat menyekolahkan kedua adiknya. Berharap kedua adiknya dapat sukses dan meraih impian mereka masing-masing. Carlos sudah mengetahui kalau Dewi yang menjadi tulang punggung keluarga mereka. Hal itulah yang membuat Carlos semakin sayang dan cinta kepada Dewi.
Dewi merupakan wanita tangguh yang mampu menjalani hidupnya sekalipun kehidupan kejam yang menyelimuti hari-hari Dewi bersama keluarga mereka. Tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana, tidak menjadi hambatan untuk Dewi tetap bersyukur dan melakukan apa saja untuk dapat melakukan yang terbaik kepada keluarganya.
Tanpa mereka sadari Pak Nando sudah Mendengar pembicaraan keduanya. Karena pada saat itu Pak Nando ingin meminta Tiwi membuatkan secangkir kopi. Tetapi ketika pak Nando tidak tau keberadaan Tiwi, sehingga Pak Nando memutuskan untuk membuat kopi sendiri.
" Kalau sudah cinta Kenapa tidak langsung menikah saja?" celetuk Pak Nando membuat keduanya langsung terhenyak menatap kehadiran Pak Nando di sana. Carlos langsung mengembangkan senyumnya menatap Pak Nando dengan tatapan seksama.
"Sudah nak Carlos, langsung lamar saja. apalagi yang mau ditunggu? jarang-jarang ada wanita cantik dan tangguh seperti Dewi kita dapatkan di jaman sekarang ini. Jujur ketiga wanita hebat yang ada di kantor ini. Calista Dewi dan Tiwi merupakan tiga wanita andalan Zulkarnain Group.
Sekalipun Dewi dan Tiwi di sini hanya sebagai office girl. Tetapi tidak menjadi penghambat bagi mereka untuk membahagiakan keluarga mereka. Jujur saya salut melihat ketiga wanita ini." ucap Pak Nando sambil langsung menyeruput kopi yang sudah ia buat.
"Saya pamit dulu!" kalian lanjutkan saja pembicaraan kalian sebelum Bisma ada di kantor ini." ucap Pak Nando sambil langsung tertawa cengengesan berlalu meninggalkan Carlos dan Dewi di pantry.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA.
MAMPIR JUGA KEKARYA BARU EMAK "JODOH DI USIA SENJA ( marokkap dung matua)