
"Kakak?
"Iya pemilik apartemen ini kakak Ku. kenapa? kok Sepertinya kamu terkejut kalau Kak Alena itu kakakku? tanya Alexa sambil menatap lelaki yang duduk bersama sang kakak.
"loh kalian saling kenal?
"Ya, dulu kami sama-sama bekerja di Singapura."sahut Alexa tanpa ada niatan memberitahu kepada sang kakak. Kalau lelaki yang duduk bersama kakaknya merupakan lelaki di masa lalu Alexa.
Alena sama sekali tidak mengetahui kalau Robin merupakan lelaki masa lalu Alexa, Ketika masih tinggal di kota Changi Singapura. Robin dan Alexa pura-pura tidak memiliki hubungan khusus sebelum bertemu dengan Alena. Alexa tidak ingin membuat sang kakak kecewa. Jika mengetahui Robin adalah mantan kekasihnya.
Apalagi yang meninggalkan Robin kala itu adalah Alexa sendiri. Alexa memutuskan hubungannya dengan Robin, karena ingin menyelesaikan misinya. Sesuai dengan rencana Alena dan Alexa sebelumnya. Alexa sangat menyayangi Alena.
Jika seseorang menyakiti Alena. Alexa tidak akan tinggal diam. Ia rela berkorban demi kebahagiaan sang kakak. Termasuk rela meninggalkan pekerjaannya di kota Changi Singapura untuk bekerja di perusahaan Zulkarnain group, berharap rencana mereka berhasil dengan cara Alexa bekerja di perusahaan Zulkarnain Group.
Mereka mengira, jika Alexa bekerja di perusahaan Zulkarnain Group maka Alexa akan lebih mudah untuk menghancurkan kehidupan Bisma Zulkarnain lelaki yang pernah ada di masa lalu Alena. Mendapat penolakan dari Bisma, ketika Alena pergi ke kantor Zulkarnain Group, Alena merasa tidak terima.
Sehingga Alena meminta bantuan kepada sang adik untuk membalaskan dendam kepada Bisma dan Calista. Alexa memberitahu apa yang dialaminya di kantor Zulkarnain group hari ini kepada sang kakak. Alena mendengar itu semua, Alena kecewa.
Tetapi Alexa meyakinkan Alena, jika dirinya menjalankan rencana B maka rencananya pasti akan berhasil. "Pokoknya kakak tidak mau tahu, yang pasti kamu harus berhasil menghancurkan kehidupan keluarga Bisma dan Calista yang sudah berani beraninya menghinaku di depan para karyawan yang bekerja di Zulkarnain Group." ucap Alena kepada Alexa.
" Kakak Tenang saja. Semua serahkan kepadaku." ujarnya sambil menatap Robin dengan Tatapan yang sulit diartikan. Alena berlalu ke kamar untuk mengambil sesuatu. Saat itu, Alexa memohon kepada Robin untuk tidak memberitahu hubungan mereka di masa lalu.
Dan Alexa juga memohon agar Robin tidak pernah memainkan perasaan sang kakak. "Aku tidak akan mengampunimu, Jika kamu berniat untuk menyakiti kakakku."Ancam Alexa kepada Robin dibalas senyum sinis dari Robin.
"Siapa juga yang ingin menjalin hubungan dengan kakak kamu. Kakak kamu saja yang meminta aku datang ke apartemennya. katanya dia kesepian, Aku seorang lelaki normal, tidak mungkin aku menolak sementara ada makanan yang lezat yang tak berbayar." sahut Robin dengan senyum sinis membuat Alexa naik Pitam.
"Saya tidak akan mengampunimu Jika kamu berani macam-macam kepada kakakku." ucap Alexa tepat di telinga Robin rahang Alexa mengeras memperingatkan Robin agar tidak menyakiti Alena.
"Jangan pernah mengancamku. Aku tidak suka. Lebih baik kamu katakan kepada kakak kamu yang bloon itu, agar tidak mengganggu kehidupanku. Dia yang selalu mengejar-ngejar ku." ucap Robin yang mampu membuat Alexa semakin emosi.
Alexa ingin memberikan tamparan di wajah tampan Robin. Tetapi Alena keburu datang sehingga Alexa harus kembali menurunkan tangannya ia berusaha menetralisir emosinya.
"Kalian ini kenapa sih? sepertinya tegang banget santai aja dong." ucap Alena yang tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh Robin dan Alexa.
"Tidak apa-apa Kak, tadinya aku ingin memberikan peringatan kepada lelaki songong ini. Aku katakan kepadanya untuk tidak menyakiti hati kakak. Karena Robin merupakan teman saya saat berada di kota Changi Singapura. sahut Alexa berbohong.
Alena mengembangkan senyumnya ia bahagia mendengar jawaban adiknya, kalau Alexa mendukung hubungan antara Alena dan Robin. Robin tersenyum sekalipun tersenyuman itu dipaksakan. Akhirnya Robin berpamitan meninggalkan kedua adik kakak itu. Karena Robin tidak ingin mendengar apa yang mereka bahas kali ini.
"Ini sudah sore, Lebih baik aku pulang dulu ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan." ucap Robin berpamitan kepada Alexa dan juga Alena.
" Terima kasih sayang, besok kamu pasti datang ke sini lagi kan?" tanya Alena sambil mengalungkan tangannya ke leher jenjang Robin.
"Ya dong sayang, kamu tenang saja aku pasti akan datang ke sini untuk menghangatkan tubuh kamu." bisiknya tepat di telinga Alena. Alena tersenyum sumringah mendengar jawaban Robin. Robin melambaikan tangannya meninggalkan adik kakak itu di apartemen yang selama ini ditempati oleh Alena.
Sepeninggalan Robin, Alexa bertanya kepada Alena. "Kakak sudah berapa lama menjalin hubungan dengan Robin? tanya Alexa penuh selidik. "Baru satu bulan." sahut Alena singkat dibalas anggukan dari Alexa.
Justru ia menyukai cara Calista untuk memberikan pelajaran kepada wanita yang berniat menggoda suaminya. Bisma merasa Calista benar-benar sayang dan cinta terhadapnya. Sehingga Calista mampu melakukan hal itu.
"Terima kasih sayang kamu sudah melakukan hal yang tepat." ucap Bisma kepada Calista.
"Memangnya mas tidak marah kalau Calista memecat sekretaris mas yang seksi itu?" sahut Calista sambil nyengir.
"Tidak sayang. Memangnya kamu pikir Mas akan tertarik dengan wanita seperti itu? lelaki yang otaknya masih normal tidak akan menyukai wanita yang senang mengumbar auratnya. Lain halnya kalau lelaki yang otaknya mesum saja. Pasti akan menyukai wanita yang mengumbar auratnya. " ucap Bisma sambil meraih Calista ke pelukannya.
"Terima kasih Mas. kamu sudah menjaga hatimu untukku." ucap Calista sambil langsung memberi kecupan hangat di bibir manis suaminya. "Kamu sudah mulai pintar iya sayang, Sudah berani menggoda Mas." ucap Bisma sambil langsung membalas kecupan dari istrinya.
Entah mengapa akhir-akhir ini Calista lebih agresif dibandingkan sebelumnya. Tetapi ketika Calista dan Bisma berkonsultasi kepada dokter kandungan, dokter kandungan mengatakan itu hal biasa untuk wanita yang hamil muda. Ada rasa bahagia di hati Bisma Ketika istrinya sedang hamil. Bisma sering mendapatkan kejutan-kejutan yang luar biasa dari istrinya.
Perlahan kecupan itu semakin mendalam. hingga lidah kedua insan itu saling bertautan di sana. Tiba-tiba Tiwi masuk ke ruang kerja Bisma. Membuat Calista dan Bisma sontak melepaskan pagutannya.
"Ya Allah kalau lagi bermesraan itu pintu ditutup. Kenapa? kan mata Tiwi jadi ternoda melihat tingkah museum kalian berdua." gerutu Tiwi sambil menutup kedua matanya dengan menggunakan telapak tangannya.
"Eh tidak perlu lebay seperti itu, kamu saja sudah melihat pura-pura kamu tutup matamu."Celetuk Calista Sambil tertawa cengengesan.
"Ngapain kamu ke sini?
"Dompet aku ketinggalan, terus aku tidak bawa bekal. Pinjam duit kamu dong Calista lima puluh ribu aja." ucap Tiwi Sambil tertawa cengengesan.
Bisma langsung tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan Tiwi kepada Calista. Sementara Calista hanya nyinyir mendengar apa yang dikatakan sahabatnya.
"Kok bisa kamu ketinggalan dompet?
"Aku bangun kesiangan. Jadi buru-buru berangkat ke kantor. Eh nyatanya dompet ketinggalan." sahut Tiwi sambil nyengir..
Bisma merogoh dompet yang ada di saku celananya. "Nih tidak perlu minjem segala." ucap Bisma sambil menyodorkan beberapa Uang pecahan seratus ribu.
"Banyak bener nih bos. Aku kan hanya minta lima puluh ribu saja.
"Sudah, ambil saja anggap aja itu rezeki untukmu. sahut Bisma
"Ya sudah deh kalau di paksa. Sering-sering ya pak Bos." ucap Tiwi sambil langsung berlari keluar ruang kerja Bisma. Bisma dan Calista hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tiwi yang terkadang membuat mereka berdua gemas.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏