
"Eh Pak Bisma!" Maaf ada yang bisa kami bantu pak?" tanya Tiwi dan Dewi berusaha mengembangkan senyumnya.
Bisma langsung menarik tangan Calista. tanpa menjawab pertanyaan Tiwi dan Dewi
"Ikut aku!" ucap Bisma dengan nada yang lembut. Tidak seperti biasanya membuat Tiwi dan Dewi mengerutkan keningnya, mendengar suara Bisma yang begitu lembut kepada Calista.
Padahal selama ini Bisma selalu memperlakukan Calista dengan kasar. Bahkan setiap apa yang di kerjakan Calista selalu salah di matanya.
"Kamu ngapain di pantry sayang? tugas kamu menjadi asistenku bukan menjadi OG lagi."ucap Bisma kepada Calista sambil menatap Calista dengan tatapan penuh cinta
"Bukan mas, hanya saja Calista rindu kepada mereka berdua. Sudah beberapa hari aku tinggalin. Biasanya kami bercanda gurau selama bekerja di kantor ini kalau jam istirahat.
Mereka sahabat baikku di kota ini. Bahkan dari mereka juga aku pernah menginjakkan kaki di mall, hingga aku bertemu dengan kamu dan mendapat hukuman dari kamu saat itu juga. Tetapi jujur itu pengalaman pertamaku, makan di salah satu restoran junk food di kota ini. ucap Calista berterus terang kepada Bisma membuat Bisma langsung tertawa ngakak mendengar cerita polos Calista.
"Mas kok ketawa? memangnya ada yang lucu? aku rasa tidak. Justru adanya manusia katrok seperti aku. Daripada malu-maluin mas, lebih baik kamu berpikir deh untuk menikahi aku. Nanti kamu bisa malu karena aku Kemaro." ucap Calista sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu ini ngomong apa sih sayang?
"Mas tertawa Bukan karena apa, tetapi karena mas bahagia mendengar kamu berbicara jujur. Kepolosanmu dan kejujuranmu yang membuat mas semakin jatuh cinta kepadamu.
"Apa?
"Cinta?
"Calista nggak salah denger nih?
"Sepertinya seorang Bisma tidak mudah mencintai perempuan wanita kampungan seperti Calista.
Kamu saja terpaksa menikah dengan Calista. Bukan? akibat kesepakatan Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona kepada Pak Nando dan juga Ibu Intan." ucap Calista menuduh Bisma menikahinya hanya karena perjodohan.
"Saya tidak akan pernah menikahi seorang wanita Kalau saya tidak benar-benar mencintainya. Tolong ingat itu. Saya bukan lelaki seperti yang kamu pikirkan. Dari awal sudah saya katakan Saya menikahimu bukan karena perjodohan yang dilakukan papa dan juga Pak Nando.
Tetapi karena saya memang benar-benar jatuh cinta kepadamu.
Calista menatap Bisma dengan tatapan penuh tanya. Ia mencoba mencari kebohongan di mata Bisma. Tetapi ia sama sekali tidak menemukan kebohongan di sana.
"Sudah tidak perlu dibahas. lebih baik persiapkan dirimu. Kita pergi menemui fotografer yang akan melakukan foto prewedding untuk pernikahan kita." ucap Bisma kepada Calista.
"Sekarang?
"Ya sayang tidak mungkin minggu depan. pesta pernikahan kita saja sudah minggu depan." ucap Bisma kepada Calista.
" Mas ada sesuatu yang ingin Calista bicarakan kepada mas.
"Apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku sayang?bicaralah
"Tiwi sudah lama sangat mencintai mas. Bahkan dia selalu mendambakan mas itu menjadi pendamping hidupnya.
Bahkan Calista juga bilang kepada Dewi dan Tiwi kalau Calista lebih baik jomblo seumur hidup daripada harus menjadi kekasih Mas. Jika di dunia ini laki-laki hanyalah mas seorang.
Calista khawatir Tiwi kecewa kepada Calista. Karena Calista mengetahui kalau Tiwi benar-benar jatuh cinta kepada mas." ucap Calista berterus terang kepada Bisma.
"Kamu seperti tidak tahu Dewi saja dari dulu. sebelum kamu beritahu, saya juga sudah mengetahui itu. Tetapi saya sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa kepadanya. Bukan karena dirinya Hanya bekerja sebagai seorang OG.
Tetapi jujur, sedikit saja pun tidak ada perasaan Mas terhadapnya. Bisma Zulkarnain hanya jatuh cinta kepada Calista Hermawan. titik. Tidak boleh diganggu gugat dan Jangan membantah.
hanya itu saja yang ada di hati. ini selain dari mami Katarina Dona hanya nama Calista Hermawan yang ada di hati ini tidak perlu banyak komentar. ucap Bisma mengultimatum kalau Calista tidak akan membicarakan wanita lain di hadapannya lagi apalagi itu Tiwi.
"Terserah Mas aja deh, hanya Calista khawatir saja dia kecewa kepada Calista.
"Kalau masalah itu kamu tidak perlu khawatir. Mas akan memberikan pengertian kepada Tiwi.
Jadi tenangkan saja pikiranmu, lebih baik kita sekarang berangkat menemui fotografer. karena sepertinya fotografernya sudah menunggu kita di lokasi pemotretan." ucap Bisma kepada Calista sambil langsung menarik tangan Calista keluar dari ruangannya.
Bisma dan Calista masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Tanpa Calista sadari ternyata Tiwi dan Dewi mengikuti keduanya
"Kemana Pak Bisma dengan Calista? sepertinya ada sesuatu yang mereka rahasiakan dari kita. Atau jangan-jangan Bos Bisma dan Calista memiliki hubungan khusus? gumam Tiwi dan Dewi ketika melihat Calista dan Bisma sudah masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.
Setelah tiba di lobby, Carlos yang mengendarai mobil milik Bisma pun sudah datang menghampiri keduanya. Bisma langsung membuka mobil miliknya agar Calista dapat masuk dengan leluasa masuk kedalam mobil. Bisma sengaja membuka pintu mobil.
Setelah Bisma dan Calista masuk ke dalam mobil, Carlos melajukan mobil ke arah jalan raya menuju tempat dilaksanakannya foto prewedding Bisma dengan Calista.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit, Mereka pun akhirnya tiba di lokasi. terlihat fotografi yang bertugas dan juga Mua yang disewa khusus untuk merias Calista agar terlihat cantik dan menawan.
"Selamat siang tuan!" sapa fotografer itu kepada Bisma sambil memberi salam kepada Bisma dan juga Calista. Terlihat Mua datang menghampiri Calista untuk merias Calista.
Setelah semuanya sudah terlihat cantik dan lokasinya sudah di tata dengan rapi, foto prewedding pun akhirnya berjalan dengan lancar tanpa harus menunda-nunda waktu.
"Mudah-mudahan hasil foto preweddingnya cantik ya sayang." ucap Bisma kepada Calista.
"Tentu cantik dong Tuan. Nyonya Calista juga terlihat cantik walaupun make up nya hanya tipis dan natural. Inner beauty terlihat jelas di sini. Aku menyukai sosok wanita seperti nona ini." ucap fotografer dan juga Mua yang bertugas merias Calista.
Sore itu Bisma dan Calista kembali ke kantor. sementara Tiwi dan Dewi sudah sangat penasaran ketika mereka melihat Calista masuk ke dalam mobil milik Tuan Zulkarnain.
Mereka semakin curiga ketika Tiwi dan Dewi melihat Bisma membukakan pintu mobil untuk Calista dan mempersilahkan Calista masuk terlebih dahulu kemudian Bisma masuk .
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏