I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.57 MERASA BAHAGIA



Pagi hari yang cerah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Malam itu tidur wanita yang Baru saja sah menjadi menantu keluarga Zulkarnain mulai bergeliat.


"Huyemmmm


Ia menggerak-gerakkan tubuhnya, untuk merenggangkan otot ototnya. Setelah aktivitas semalam bersama suaminya cukup menguras tenaganya.


Apalagi itu yang pertama sekali bagi wanita muda nan cantik itu. Ketika wanita cantik itu menyadari kalau dirinya tidur tanpa menggunakan sehelai benang pun ia pun terkejut bukan kepalang.


"A......ahk!" teriak Calista yang tiba-tiba melihat dirinya tidak menggunakan sehelai benang melekat ditubuhnya.


Apalagi ketika Calista melihat lelaki yang baru saja menikahinya tidur bersamanya di satu ranjang yang sama. Membuat dirinya semakin gugup. Seolah dirinya tidak percaya, kalau malam itu Calista sudah merelakan kesuciannya. Kepada lelaki yang sudah sah menjadi suaminya. Dimata agama dan hukum.


"Ada apa Sayang mengapa teriak?


Calista tidak langsung menjawab pertanyaan Bisma. Ia memilih untuk diam dan menundukkan kepalanya. Sambil membenahi selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Agar Bisma tidak melihat tubuh polos Calista.


Bisma mengembangkan senyumnya melihat tingkah istrinya yang seolah tidak percaya, kalau dirinya sudah sah menjadi Calista Bisma Zulkarnain. Ia bingung dengan apa yang terjadi kepada dirinya sendiri.


Calista ingin berlalu ke kamar mandi.


"Aduh sakit." ringis Calista ketika dirinya ingin bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Bisma mengembangkan senyumnya ia tahu betul rasa sakit yang dirasakan istrinya akibat ulahnya sendiri.


"Ada apa sayang?


"Hua....Hua...Hua" sakit mas tangis Calista membuat Bisma merasa tidak tega melihat istrinya meringis kesakitan akibat ulah Bisma sendiri.


"Bisma langsung loncat dengan hanya menggunakan celana kecil melekat di tubuh, membuat tubuh sixpek milik Bisma terlihat jelas Dimata Calista. Calista terpana melihat tubuh atletis Bisma yang merupakan baru saja menjadi suaminya.


Bisma langsung menggendong tubuh mungil istrinya masuk kedalam kamar mandi.


"Mas!"


"Sudah jangan membantah!" nanti habis mandi mas akan mengolesinya dengan salep. Agar rasa nyerinya berkurang. Pertama Tama memang sakit. Tapi lama lama kamu pasti suka kok." ucap Bisma sambil mengembangkan senyumnya.


Calista merengut ketika suaminya mengatakan kalau lama-lama dirinya akan menyukai segala apa yang mereka lakukan malam itu.


Calista langsung mengguyur tubuhnya yang sudah terasa pegal agar segera selesai melakukan ritual mandinya. mengingat kedua mempelai itu belum sarapan pagi padahal Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.


Biasanya setiap pagi Calista sarapan bersama ibu Intan dan juga Pak Nando sebelum pukul 08.00 pagi. Karena Calista harus segera berangkat ke kantor untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Zulkarnain group. Setelah selesai melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya Zulkarnain Group, ia langsung berlalu ke universitas tempat Calista menuntut ilmu.


"Bisma pun tidak ingin ketinggalan. Dia langsung mengguyur tubuhnya sesekali ia membantu Calista untuk menggosok tubuh istrinya. Terlihat pasangan yang sangat romantis membuat hati Bisma benar-benar bahagia saat ini.


Bisma ingin sekali melahap Calista saat berada di kamar mandi. Tetapi ketika Bisma mendengar keluhan Calista yang merasakan sakit yang amat di bagian area sensitif milik Calista, membuat Bisma mengurungkan niatnya dan langsung menyelesaikan ritual mandinya bersama Calista. Setelah kurang lebih 30 menit di dalam kamar mandi, pasangan kedua mahluk Tuhan yang sedang di mabuk asmaranya itu pun menyelesaikan ritual mandinya.


Calista keluar dengan menggunakan baju kimono yang sudah disediakan sebelumnya sementara Bisma keluar dengan menggunakan handuk kecil yang dililitkan di pinggangnya.


"Baru terasa segar. Ucap Bisma kepada Calista dibalas senyuman dari Calista.


"Terima kasih sayang atas semuanya yang sudah dilalui malam ini." ucap Bisma sembari langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik Calista.


Calista hanya tersenyum. Sesekali Calista meringis kesakitan.


"Mas kita pagi ini pulang kerumah?


"Kenapa sayang?"


"Aku malu mas?"


"Malu kenapa?


"Malu papi dan mami melihat jalan Calista seperti bebek. Habis masih sakit." ucap Calista dengan nada manja.


"Kamu jangan kwatir sayang!"kalau kamu belum ingin pulang, ya sudah kita nginap disini saja beberapa hari ini. lagian mas masih cuti juga kan?" ucap Bisma sambil meraih tubuh istrinya.


"Bisma langsung mengoles salep itu ke area sensitif milik Calista. Berharap agar rasa nyeri yang dirasakan oleh Calista dapat berkurang dengan bantuan salep yang dioleskan oleh Bisma.


"Bagaimana Sayang apa masih punya Bisma ketika Bisma sudah mengoleskan salep beberapa menit yang lalu.


"Sedikit lumayan Mas tapi masih perih tetapi tidak seperti sebelumnya."


"Kamu tenang saja ini hanya sementara waktu kok."kemudian Bisma langsung lulusan menu makanan sarapan pagi ke kamar yang mereka tempati karena ia tahu kalau Calista tidak mungkin keluar untuk sarapan pagi.


"Mas mau ke mana?


"Mas hanya ingin memesan sarapan pagi pagi untuk kita sayang. Kamu pasti lapar kan?


kandista menganggukkan kepalanya. Bisma berlalu dari kamar tentunya setelah menggunakan baju ganti yang sudah disediakan oleh Nyonya Katarina Dona sebelumnya.


Begitu juga dengan Calista, iya langsung menghubungkan baju ganti yang sudah disediakan oleh nanyakan Katarina Dona juga. dari awal sudah direncanakan oleh Nyonya katerina Dona agar malam pertama Bisma dan Calista berkesan.


Nyonya Katarina Dona ingin segera memiliki cucu di usianya yang sudah menginjak kurang lebih 60 tahun. Begitu juga dengan Tuan Zulkarnain ia ingin segera menggendong cucu dari hubungan Bisma dan Calista. Kehidupan bahagia Putra dan menantunya merupakan kebahagiaan yang begitu besar bagi Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.


Tuan Zulkarnain meyakini kalau Calista mampu merubah sikap Bisma yang dulunya, sering bermain-main dengan wanita saat berada di kota San Diego California. Setelah penghianatan yang dilakukan Alena. Sejak penghianatan yang dilakukan Alena, sehingga Bisma tidak pernah percaya apa itu Yang namanya Cinta.


Tetapi Ketika Tuan Zulkarnain berniat ingin menjodohkan Calista di usianya yang sudah tidak muda lagi, dibandingkan dengan Calista.


Bisma begitu semangat membuat dirinya melupakan segala apa yang terjadi di masa lalu.


Tetapi ada rasa khawatir di hati Tuan Zulkarnain.Tuan Zulkarnaen takut kalau sikap Bisma ketika berada di kota San Diego California akan terbawa-bawa ke dalam kehidupan rumah tangganya. Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona, terus berdoa agar kehidupan rumah tangga Bisma dan Calista menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.


Mereka tidak peduli dengan harta kekayaan mereka saat ini. Yang mereka pedulikan hanya kebahagiaan Bisma dan juga Calista. Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain sedikit khawatir. Kalau Calista tidak akan bertahan hidup berumah tangga dengan Bisma, Yang sifat Arogant Bisma. Membuat orang-orang yang ada di sekitarnya merasa tidak nyaman.


Tetapi Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona begitu percaya kalau Calista mampu melunakkan hati Putra mereka. Yang sudah membeku beberapa tahun belakangan ini.


Ada kebahagiaan tersendiri di hati Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona, setelah Calista menerima perjodohan yang mereka lakukan saat itu. Walaupun Bisma masih butuh perjuangan untuk mendapatkan hati Calista.


Bahkan segala keinginan Calista sebelum acara pernikahan itu berlangsung semua dituruti oleh Bisma. Hal itu yang membuat Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona merasa heran melihat putranya. Tidak pernah seorang Bisma Zulkarnain selalu menurut yang namanya kata-kata perempuan.


Tetapi kali ini putranya benar-benar menuruti segala keinginan Calista, selain dari melaksanakan acara pernikahan secara sederhana karena Bisma tidak boleh membantah kedua orang tuanya. Yang berkeinginan untuk melaksanakan acara pernikahannya secara mewah.


Karena bagaimanapun Bisma tidak boleh melarang kedua orang tuanya merasa bahagia dengan acara pernikahannya bersama Calista. Setelah Bisma memberikan penjelasan kepada Calista, Calista juga akhirnya mengerti dan paham maksud dan tujuan Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain melakukan pesta pernikahan Meraka dengan mewah.


Calista tidak mempermasalahkan acara pernikahan itu ternyata dilaksanakan dengan mewah. Tentunya itu karena keinginan kedua orang tua Bisma bukan Bisma yang melakukannya semua.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Bisma kembali ke kamar. Bisma sudah melihat istrinya tampak cantik dan anggun membuat Bisma semakin terpesona melihat kecantikan natural yang dimiliki istrinya.


"Wow kamu cantik banget sayang. Mas jadi pangling melihatnya tadi. Mas seperti yang tidak mengenal kamu, karena kamu sangat cantik ." ucap Bisma sambil meraih tubuh Calista kepelukannya. Ia memberikan kecupan demi kehidupan di wajah cantik dan bibir Calista. Membuat kelista kewalahan melihat tingkah romantis suaminya yang begitu agresif terhadapnya.


lebih baik kita makan sekarang, perut Calista sudah mulai keroncongan dan cacing-cacing yang ada di dalam perut Calista sudah pada berdemo meminta jatah." ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya dibalas tawa dari Bisma.


Pagi hari yang indah itu Bisma dan Calista menyicipi menu makanan yang disediakan di restoran tepatnya di restoran hotel yang mereka tempati. Tiba-tiba suara diringan ponsel Calista terdengar jelas di telinga Calista.


Setelah mereka selesai menyantap menu sarapan pagi pagi itu, Calista langsung meraih ponselnya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya nomor ponsel Tiwi.


"Ada apa ya Kok Tiwi menghubungiku pagi-pagi begini?" pertanyaan itu timbul di hati Calista.


Tetapi ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Calista.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏