I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 73. BERCANDA RIA



Di tempat lain terlihat Dewi masih setia menemani Ibu dan adiknya di rumah sakit. Berharap keduanya cepat pulih kembali. Agar Dewi dapat melaksanakan tugasnya kembali di perusahaan yang Bisma pimpin. Tempat di mana Dewi selama ini mengais rezeki untuk keluarganya.


Kehidupan yang kejam membentuk Dewi menjadi seorang wanita yang mandiri dan tangguh. Menggantikan posisi seorang ayah itu tidak mudah bagi Dewi. Menjadi tulang punggung keluarga. Kini itu dirasakan Dewi ketika sudah kehilangan ayahnya.


Tetapi Dewi melakukan itu semua dengan ikhlas. Dia tidak pernah mengeluh hal apapun kepada Tuhan, atas jalan hidupnya. Ia tetap bersyukur, hingga saat ini masih diberikan Allah perlindungan kepada keluarganya setelah ditinggalkan ayahnya.


"Bu hari ini kita sudah bisa pulang dari rumah sakit ini. Seperti yang Dokter katakan sebelumnya." ucap Dewi kepada ibu Sarah.


"Alhamdulillah kalau begitu. Ibu bersyukur akhirnya ibu dapat kembali ke rumah.


" Ya Bu, Ibu sudah bisa pulang ke rumah. Tetapi ibu harus janji tidak boleh kecapean dan harus istirahat total." ujar Dewi kepada Ibu Sarah karena Dewi tidak ingin terjadi sesuatu lagi kepada Ibu Sarah.Ibu harus benar-benar istirahat total, tolong menjaga kesehatan.


Dewi tidak tahu harus bagaimana jika terjadi sesuatu kepada ibu."ucap Dewi sambil memeluk ibunya. Sean yang sedari tadi memperhatikan interaksi kakaknya dengan ibunya mengurai air mata.


Ia tahu persis walaupun masih duduk di bangku SD. Tetapi Sean mengerti beban yang dirasakan kakaknya. Apalagi ketika ibu Sarah dan Sean berada di rumah sakit, membuat beban Dewi semakin bertambah. Hal itulah yang membuat sayang merasa kasihan kepada Dewi.


Dokter Gibran menghampiri Ibu Sarah untuk pemeriksaan terakhir di rumah sakit. "Hallo selamat siang Ibu Sarah, Bagaimana kondisinya saat ini apa sudah merasa baikan? Tanya Dokter Gibran sambil memeriksa kondisi kesehatan ibu Sarah.


"Alhamdulillah sepertinya sudah semakin membaik dokter. Apa benar saya sudah diperbolehkan pulang hari ini? dokter Gibran mengembangkan senyumnya menatap Ibu Sarah dengan tatapan penuh arti.


Dokter Gibran mengganggukan kepalanya. "Ya Bu. Ibu tenang saja, Hari ini Ibu sudah boleh pulang. Tetapi ibu harus rajin makan obat dan periksa sesuai jadwal yang saya berikan datang untuk konsultasi ke dokter." ucap dokter Gibran sambil menatap Dewi dan ibu Sarah secara bergantian.


Tiba-tiba Carlos datang masuk ke dalam ruang rawat inap Ibu Sarah dan juga Sean.


"Hai jagoan....,bagaimana kondisimu saat ini Apa kamu sudah baikan? tanya Carlos ketika Carlos sudah berada di sana.


"Eh kak Carlos datang. Alhamdulillah Kak kondisiku sekarang sudah semakin membaik. "Wah Bagus dong kalau begitu. Berarti hari ini kamu sudah bisa pulang dong. Kalau begitu kita tos dulu deh, ucap Carlos sambil mengangkat telapak tangannya dan tangan kedua berbeda generasi itu pun saling berjabatan.


Dewi yang melihat interaksi kedekatan Carlos dengan Sean pun mengembangkan senyumnya. Seolah mereka sudah lama kenal. Padahal Baru satu Minggu yang lalu yang kenal dengan Carlos. Tetapi keduanya sudah terlihat akrab.


Dokter Gibran mengembangkan senyumnya menatap Carlos dengan Sean Yang sepertinya begitu dekat." Wah pasti Sean sebentar lagi bisa juga pulang. Nanti setelah dokter Iskandar datang memeriksanya, kamu tanyakan saja kepada dokter Iskandar." ucap Dokter Gibran sembari berpamitan kepada Dewi dan ibu Sarah. Karena dokter Gibran masih memiliki pasien yang lain untuk diperiksanya hari itu juga.


"Hei..... Dewi, jadikan tante Sarah pulang hari ini? tiba-tiba Tiwi main nyelonong masuk ke dalam ruang rawat inap Ibu Sarah. Membuat setiap orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh ke arah Tati.


"Masya Allah Kak Tiwi, Kakak ini bagaimana sih, datang bukannya ngetuk pintu, malah mainnya masuk bikin orang terkejut saja." gerutu Sean yang merasa terkejut melihat kehadiran Tati tiba tiba disana.


"Eh bocah kecil, Bagaimana kondisimu sekarang Apa kau sudah baikan? cepat sembuh dong, biar kita bisa main-main lagi. Kamu ingin lama-lama di rumah sakit ini? Kakak mah ogah berada di rumah sakit. Makanya Kakak kuat olahraga dan makan sayuran. Tidak seperti kamu bocah kecil,


"Kalau ngomong itu mbok di rem sedikit kenapa."Celetuk Carlos yang mampu membuat Tati menatap Carlos dengan tatapan tajam.


"Urusan lo apa?


Carlos menggelengkan kepala"Jadi cewek tidak ada lembut-lembutnya sama sekali. mana ada lelaki yang mau kepada cewek sepertimu yang ngomong asalan saja."ucap Carlos membuat Tiwi langsung menatap Carlos dengan tatapan elang.


Sementara Dewi dan dokter Gibran menggelengkan kepala melihat Tiwi yang sedari tadi berdebat dengan Carlos. "Sudah, jangan ribut-ribut ini di rumah sakit mbok suara kamu dikecilin sikit." ujar Gibran kepada Tiwi yang mampu membuat Tiwi langsung nyengir.


" Eh ada dokter tampan di sini, Bagaimana dokter tampan kondisi tanteku Apa dia sudah baik-baik saja?. Gibran mengembangkan senyumnya menatap Tiwi dengan tatapan yang penuh arti.


Sementara Dewi hanya mengembangkan senyumnya melihat Tiwi yang asal bicara kepada setiap orang. Tetapi hal itulah yang membuat Dewi menyukai sosok Tiwi, yang asal cepat-ceplos berbicara. Tetapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Tiwi wanita yang sangat baik. Ia rela berkorban untuk siapa saja. Bahkan ia selalu membantu Dewi dalam segala hal, Jika ia mampu.


"Dokter tampan, mau dong diperiksa sama Dokter tampan. Lumayan kan kena sentuhan tangan dokter tampan."ucap Tiwi membuat Dewi dan orang-orang yang hadir di sana langsung tertawa ngakak. Tentunya Tiwi mengatakan itu hanya bercanda. Tetapi dapat membuat suasana semakin menghangat.


"Boleh. Kamu datang saja ke ruangan saya. kan kita hanya berdua saja di sana.Lebih enak kan?" ucap Gibran membuat orang-orang di sana pun ikut tertawa ngakak tentunya orang-orang yang di sana juga mengetahui kalau Gibran sedang bercanda sama halnya yang dilakukan Tiwi.


"Sudah tenang saja minta aja langsung nomor whatsapp-nya dokter tampan ini, ujar Mia yang tiba-tiba masuk ke ruang rawat inap Ibu Sarah, setelah pulang dari sekolah.Itu terlihat jelas Mia masih mengenakan seragam sekolahnya.


"Benar juga tuh!" Celetuk Tiwi yang mampu membuat Gibran langsung mengembangkan senyumnya.


"Boleh kan dokter tampan meminta nomor WhatsApp Dokter tampan? talking talking gitu." Celetuk Tiwi sambil nyengir.


Dokter Gibran langsung meraih ponsel milik Tiwi dan membuat nomor whatsapp-nya di nomor kontak ponsel Tiwi. Sontak Mia langsung tertawa ngakak melihat dokter Gibran memberikan nomor whatsapp-nya begitu saja dengan mudah kepada Tati.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏


sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak ceritanya seru loh