
Hari sudah hampir malam, membuat keluarga besar Baskoro dan keluarga Zulkarnain segera meninggalkan Ballroom. Tentunya, setelah mereka memastikan semuanya sudah aman dan berjalan dengan lancar.
Terlihat Carlos dan Dewi sudah bersiap dijemput boleh sang supir pribadi Tuan Baskoro. Agar mereka segera kembali ke rumah utama keluarga Baskoro. "Aduh sepertinya kalau sudah tiba dirumah aku pasti akan langsung berbaring untuk merenggangkan otot otot Ku yang sudah terasa pegal dan ngilu semua " keluh Dewi.
"Sabar saja sayang, mas pasti akan memberikan pijatan yang luar biasa." ucap Carlos sambil tersenyum jahil. Dewi mencubit pinggang sang suami yang mulai berbicara ngawur kepadanya. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit pasangan suami istri itu sudah tiba dirumah keluarga Tuan Baskoro. Begitu juga dengan keluarga Zulkarnain sudah tiba disana.
Ada rona bahagia dihati Tuan Baskoro, ketika melihat putranya sudah sah menjadi seorang suami. Momen yang selama ini di nanti nantikan Tuan Baskoro selama ini. Para asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Baskoro, terlihat antusias untuk memberikan selamat kepada sang majikan.
"Selamat ya Tuan atas pernikahannya bersama nyonya Muda." ucap salah satu asisten rumah tangga yang bertugas disana.
"Terimakasih Bi." sahutnya sambil mengebangkan senyumya menatap sang asisten rumah tangga yang sudah di anggap Carlos seperti ibu kandungnya. Karna selama ini Bi Tun yang merawat Carlos semenjak kecil.
"Sepertinya Dewi sudah ngantuk dan sudah capek juga lebih baik kita istirahat mas." ucap Dewi kepada suaminya.
Carlos pun beranjak dari tempat duduknya ia melihat Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Itu berarti orang-orang di rumah sudah masuk ke kamar dan istirahat.
"Sayang tunggu!"Panggil Carlos kepada Dewi yang sudah lebih dulu berjalan masuk menuju kamar.
"Cepat dong Mas!" aku sudah ngantuk pengen istirahat."
"Carlos langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya. Tanpa memperdulikan keluarga mereka belum masuk dalam kamar.
"Mas Lihat dong ini kita belum di kamar!"ucap Dewi kepada suaminya.
"Tidak apa-apa kan kita sudah halal!"Ucap Carlos sambil mengembangkan senyumnya.
Dewi langsung menarik tangan suaminya masuk ke dalam kamar. Dewi merasa malu kalau anggota keluarga lainnya melihat dirinya sedang bermesraan dengan suaminya Carlos
"Mas Lain kali kalau mau bermesraan lihat situasi dong. Di rumah kan masih rame. Bukan hanya kita berdua saja! apa mas tidak malu kalau Papi dan Om Zulkarnain melihat kita seperti tadi?"
"Biarin aja!" kan mereka juga pernah mengalami hal yang sama seperti kita." ucap Carlos tidak mau kalah kepada istrinya.
Karena tidak mau berdebat dengan suaminya Dewi pun berlalu dan masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan dirinya sebelum tidur.
Tetapi ketika Dewi keluar dari kamar mandi, Ia dikejutkan dengan sosok suaminya yang langsung menggendong tubuhnya.
"Mas turunin dong!"pinta Dewi dengan lembut kepada suaminya
Tetapi Carlos tidak menggubris dan langsung mengecup bibir manis Dewi hingga Dewi tidak bisa berkutik.
"Kamu jangan nakal!"Mas sudah lama menunggu saat seperti ini sayang" ucap Carlos sambil kembali mengecup bibir manis Dewi. Perlahan ciuman itu semakin mendalam.
"Mas... maafin Dewi, Dewi sama sekali belum paham yang seperti ini. Kan Mas tahu sendiri kalau Dewi belum berpengalaman dan belum pernah pacaran sama sekali
"Iya sayang?"
"Tuntun Dewi ya Mas!"ucap Dewi sambil menatap suaminya dengan tatapan mendalam.
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga mereka membuat mereka merasa terganggu.
"Aduh siapa lagi sih ini yang mengganggu?"Gerutu Carlos sambil berdiri untuk membukakan pintu.
"Ada apa Bi!" kok malam-malam ganggu?
"Begini Den Carlos,tadi ada seseorang yang menelpon, Tetapi ketika diangkat selalu dimatikan Bibi Kwatir Den!" ada seseorang yang berniat jahat ke rumah ini."ucap asisten rumah tangga yang sudah lama menemani keluarga Baskoro.
Tiba-tiba suara deringan telepon pun kembali berbunyi membuat Carlos langsung mengangkat telepon.
"Iya halo selamat malam ada yang bisa kami bantu?"jawab Carlos dalam sambungan telepon.
"Tetapi orang yang nelepon ke rumah Tuan Baskoro sama sekali tidak menjawab. Membuat Carlos sedikit geram dan kesal. karena telepon itu sudah mengganggu dirinya.
"Siapa sih nih orang nelpon malam-malam nggak tahu apa orang istirahat! kesal Carlos dalam hati sambil kembali menghampiri istrinya. Ia pun langsung menggantung telepon itu, agar tidak bisa telepon masuk lagi ke kamarnya.
"Ada apa mas?"
"Tidak apa-apa sayang hanya ada orang iseng aja.."
"Jangan dong Kan tadi nanggung?"
"Sudah besok aja dilanjutkan. Kan lebih nikmat kalau tubuh fresh!" Lagian saat ini badan Dewi masih capek mas." ucap Dewi kepada suaminya Carlos
Carlos tidak mau egois, Ia pun membiarkan istrinya istirahat dengan tenang. Carlos tahu kalau Dewi benar-benar capek mengingat aktivitas mereka seharian begitu melelahkan.
"Ya sudah tidak apa-apa kamu istirahat saja." ucap Carlos agar Dewi dapat istirahat dan langsung berbaring disampingnya.
"Terima kasih ya Mas!" Mas sudah sangat pengertian sama Dewi
"Sama-sama sayang!" lagian Mas kan tahu kalau kita benar benar capek, jadi tidak apa-apa istirahat dulu.
Tidak Berapa lama Dewi Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya, di pelukan sang suaminya. Carlos melihat wajah polos istrinya pun mengembangkan senyumnya.
"Alangkah bahagianya hati ini mendapatkan kamu sayang Wanita berhati Dewi sepertimu Sama seperti nama kamu." Gumam Carlos dalam hati Karena ia merasa sangat beruntung memiliki Dewi
Besok paginya Dewi terbangun dari tidurnya Ia pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri, Ia pun pergi ke dapur untuk menghampiri Bibi atau sekedar membantu membuatkan sarapan untuk anggota keluarga.
"Pagi Bi!" sapa Dewi ramah
"Pagi juga non!" kok pagi-pagi sekali Sudah masuk ke dapur? Apa ada yang bisa bibi dibantu non?"
"Tidak bi?" Justru Dewi ingin membantu Bibi memasak.
"Oh ya Bi!" biasanya di keluarga ini sarapan paginya apa ya Bi"
"Sebenarnya tidak ada yang khusus non. Apa saja kalau masakannya enak dimakan juga." sahut asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Baskoro
"Ya sudah bi!" biar Dewi bantu masak sarapan ya bi!" bibi lebih baik ngerjain yang lain saja." Ujar Dewi kepada asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di kediaman Baskoro.
"Tapi non!" bibi takut kalau den Carlos nanti marah kepada bibi.
"Tidak Bi!" Bibi tenang saja, lebih baik bibi ngerjain yang lain saja." ucap Dewi sambil langsung mengambil bahan makanan yang ada di kulkas yang dapat di olah untuk sarapan pagi.
Dewi seperti biasanya jika tidak ada bahan makanan di kulkas yang dapat dioleh , ia selalu membuat jurus Pamungkas nya, Dewi memasak nasi goreng pakai ikan asin dan juga telur dadar.
"Ternyata tidak ada lagi bahan makanan untuk diolah!"gumam Dewi di dalam hati.
Jalan satu-satunya untuk membuat sarapan adalah nasi goreng. Ia pun dengan sigap membuat bumbu mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng.
Setelah kurang lebih satu jam bergelut di dapur Dewi menyelesaikan masakannya. Dewi menghidangkannya di atas meja. Agar seluruh anggota keluarga segera dapat menikmati sarapan pagi.
Dewi menghidangkan nasi goreng buatannya di atas meja dilengkapi dengan lalapan sayuran.
"Wah sudah selesai non?"
"Sudah. Kita tunggu mereka keluar saja agar kita sarapan bareng?"
"Waduh non sepertinya nasi gorengnya enak banget!"
"Kalau bibi mau, itu masih ada kok." ucap Dewi sambil menunjukkan piring yang berisi nasi goreng yang di sisihkannya khusus untuk asisten rumah tangga.
"Serius non!" itu buat Bibi?"
"Iya dong Bi!" makanya Dewi pisahkan agar bibi dapat juga!'
"Terima kasih banyak non!
"Sama-sama bi. Semoga Bibi menyukainya.
bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏💙