I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 114. LAMARAN



Setelah melakukan perjalanan beberapa menit kemudian, rombongan keluarga Carlos tiba di depan gang rumah kontrakan yang ditempati oleh keluarga Dewi. Calista sudah beberapa kali ke rumah Dewi, ketika masih bekerja di Zulkarnain Group.


Tampak Tuan Zulkarnain, Tuan Baskoro, Bisma dan Carlos sudah berjalan menelusuri gang kecil Dimana tempat tinggal Keluarga Dewi berada.


"Sayang tunggu dong!" panggil Bisma ketika melihat Calista sudah jalan terlebih dahulu meninggalkan Bisma di sana. Calista membalikkan Tubuhnya menatap Bisma yang sudah tampak cemberut Karna Calista meninggalkannya.


Calista mengebangkan senyumnya. Cepat dong mas, masa kalah sama papi dan mami."gerutu Calista melihat langkah suaminya menelusuri gang kecil masuk rumah kontrakan yang di tempati Dewi.


"Jangan ngejek dong!" gimana tidak lambat jalanan sempit seperti ini, tidak bisa berpapasan dengan orang." gerutu Bisma.


"Susah jangan mengeluh. Dulu aja, ketika mas berada di kampung Calista, mas jago tuh. Kenapa sekarang jadi letoy begini?


"Entahlah sayang, badan mas seolah mudah sekali lelah." ucap Bisma karna beberapa hari belakangan ini, Bisma lebih mudah lelah daripada sebelumnya.


"Tapi Calista selalu nyediain vitamin untuk mas. Apa mas tidak meminumnya?


"Minum sih tapi entah mengapa kepala mas juga agak pusing." ucapnya membuat Calista sedikit kwatir kepada suaminya.


Sehingga Calista memilih untuk berjalan bersamaan dengan Bisma sampai tiba dirumah keluarga Dewi.Salah satu sahabat baik Calista selama berada di kota Jakarta.


****


"Assalamualaikum!" sapa Calista ketika sudah tiba di rumah kontrakan Keluarga Dewi.


Mia keluar berniat untuk membuka pintu. Karena ia tahu suara yang menyapa mereka dari luar suara Calista.


Ketika Mia membuka pintu, Mia terhenyak melihat kehadiran Calista dan ada beberapa orang petinggi perusahaan Zulkarnain Group berada di teras rumah mereka.


"Eh ka Calista!" Ada apa nih rame-rame datang kesini? tanya Mia penasaran.


"Kamu tidak mempersilahkan kami masuk dulu baru melontarkan pertanyaan kamu?" tanya Calista sambil mengembangkan senyumnya.


Mia menepuk jidatnya. Astaghfirullah Aku sampai lupa Karena terkejut melihat kehadiran kakak dan keluarga besar di sini."ucap Mia sambil mempersilahkan keluarga besar Zulkarnain masuk ke rumah kontrakan sederhana yang mereka tempati.


Mia memanggil Ibu Sarah yang sedang beberes di dapur. Setelah pesanan ibu-ibu pengajian sudah selesai dan diantar oleh Dewi. Karena kebetulan hari itu weekend jadi Dewi tidak pergi ke kantor melakukan aktivitas seperti biasanya.


Ibu Sarah terhenyak melihat kehadiran orang penting di Zulkarnain Group datang Kerumah mereka. Ibu Sarah sama sekali tidak tahu apa maksud dan tujuan keluarga Zulkarnain datang ke rumah kontrakan sederhana yang mereka tempati.


Ibu Sarah mempersilahkan keluarga besar zulkarnain duduk di atas tikar yang sudah digerai oleh Mia. "Sebelumnya maaf Tuan, Nyonya, kita hanya bisa duduk di sini. Karena kami tidak memiliki apa-apa hanya beginilah dirumah kami ini." ucap Ibu Sarah meminta maaf kepada keluarga besar zulkarnain yang hadir di sana.


"Maaf Tuan Nyonya Kalau boleh tahu ada apa sehingga Tuan dan nyonya sampai repot repot datang ke rumah kami ini?" tanya ibu saraf kepada tuan Zulkarnain, Tuan Baskoro dan juga Nyonya Katarina Donna.


Sementara Bisma, Carlos dan Calista Hanya duduk Mendengar pembicaraan orang tua mereka. Mia datang dari dapur dengan membawakan beberapa cangkir kopi dan pisang goreng disuguhkan untuk tamu mereka yang datang.


Mia sama sekali tidak mengetahui apa maksud tujuan mereka datang ke rumah. "Dimana Dewi? tanya Calista kepada Mia.


"Kak Dewi tadi pergi mengantar gorengan pesanan ibu-ibu pengajian. Ya lumayan untuk tambah-tambah biaya kehidupan kami sehari-hari." ucap Mia kepada Calista.


Calista mengangguk paham. Ia tahu betul beban yang dipikul Dewi selama ini. Apalagi setelah kondisi kesehatan ibu Sarah semakin menurun, membuat Dewi harus lebih bekerja keras untuk membiayai kehidupan keluarga mereka.


Terlihat Dewi sudah tiba dengan menggayuh sepeda. "Assalamualaikum!" Sapa Dewi yang belum mengetahui kehadiran keluarga Carlos di sana.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh!" sahut orang-orang yang ada di sana. Membuat Dewi terkejut melihat keramaian yang ada di rumah mereka.


"Loh ada tamu Bu!" ucap Dewi sembari memberi salam kepada orang-orang yang ada di sana. Kemudian Dewi berpamitan berlalu dari sana berniat untuk membersihkan diri. Mia menghampiri Dewi." Kak kok lama banget ngantar pesanan gorengannya?" tanya Mia kepada Dewi.


"Tadi ada ibu-ibu pengajian mengajak Kakak ngobrol sebentar. Jadi kakak agak lama deh." "Oh iya mereka ada apa datang ke rumah kita? tanya Dewi yang tidak mengetahui maksud dan tujuan keluarga Zulkarnain datang ke rumah kontrakan mereka.


" Mia juga tidak tahu, tiba-tiba saja mereka datang ke sini rame-rame." ucap Mia yang sambil menggerdikkan bahunya. Dewi berlalu masuk ke kamar mandi berniat untuk melakukan ritual mandinya.


Beberapa menit di dalam kamar mandi, Ia pun keluar dan menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan di rumah. Rambut panjang Dewi diikat ekor kuda. Wajahnya hanya dipoles bedak baby seperti biasanya. Tak ada olesan make up di wajahnya.


Ia tampak polos dan seperti hari-hari sebelumnya. Tetapi itu tidak mengurangi kecantikan yang dimiliki Dewi, walaupun Tamu yang datang ke rumah mereka merupakan tamu terhormat, petinggi petinggi perusahaan ternama di negara ini. Dewi selalu tampil apa adanya.


Tuan Zulkarnain dan Tuan Baskoro pun memberitahu kepada Ibu Sarah mengenai maksud dan tujuan kedatangan mereka datang ke sana. Membuat Ibu Sarah mengerutkan keningnya.


Ibu Sarah bingung tiba-tiba saja keluarga Carlos datang melamar putrinya. Padahal selama ini Dewi tidak pernah memberitahu apa apa mengenai hubungannya dengan carlos. Yang ibu Sarah ketahui, kalau Carlos itu merupakan atasan Dewi di kantor Zulkarnain group.


Tidak ada hubungan khusus diantara mereka. Carlos juga sebelumnya tidak memberitahu apa apa kepada Ibu Sarah. Membuat ibu Sarah merasa tidak percaya, kalau maksud dan tujuan keluarga mereka datang untuk melamar dewi menjadi pendamping hidup Carlos.


Apalagi Ibu Sarah merasa tidak yakin, kalau Keluarga Carlos akan menerima putrinya sebagai menantu mereka. Mengingat kondisi ekonomi mereka tidak sebanding dengan Keluarga Carlos. Ibu Sarah tidak ingin rumah tangga putrinya akan menjadi berantakan karna keadaan keluarga Carlos tidak ada bandingannya dengan keluarga Dewi


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏