I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 86 KEPERGOK



"Kapan kalian akan mengadakan bulan madu? jangan bekerja melulu yang kalian pikirkan." mama juga ingin segera menimang Cucu." Ucap Nyonya Katarina Dona To the point kepada Bisma. Ketika Bisma dan keluarga sedang mencicipi menu makan malam. Bisma melirik ke arah Calista pertanda meminta pendapat dari istrinya.


Calista menggerdikkan bahunya dirinya pun tidak dapat berkomentar apa-apa saat ini. Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Bisma terdengar jelas di telinga penghuni ruang makan itu kebetulan ponsel Bisma ia taruh di meja. Bisma melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya. Tidak ada nomor yang tersimpan di kontak ponselnya.


"Nomor siapa ini?"gumam Bisma karena Bisma benar-benar tidak mengenal nomor ponsel yang menghubungi dirinya saat ini. Tetapi Bisma penasaran sehingga Bisma pun akhirnya mengangkat sambungan telepon selulernya.


Calista Tidak berkomentar apa-apa. Ia membiarkan suaminya mengangkat telepon seluler itu. Walaupun saat itu mereka sedang makan malam. Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung, suara wanita terdengar jelas di telinga Bisma.


"Hai sayang kamu lagi ngapain Pasti kamu sangat merindukan aku kan? tanya wanita yang ada dimasa lalu Bisma, di ujung telepon. Membuat Bisma mengerutkan keningnya. Ia tahu benar Siapa yang menghubungi nomor ponselnya malam ini Dari nada suara yang terdengar di dalam sambungan telepon.


Dari mana wanita murahan itu mengetahui nomor ponselku?" gumamnya dalam hati.Tetapi ponselnya tetap berada di daun telinganya mendengar sosok wanita berbicara dari ujung telepon.


"Jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi. Aku sudah hidup bahagia dengan wanita yang sangat aku cintai.


"Apa kamu yakin wanita yang menjadi istrimu benar-benar mencintaimu? atau hanya mencintai hartamu? kata-kata itu terlontar dari mulut manis wanita yang ada di ujung telepon.


"Maksud kamu apa? Saya yakin Istri saya sangat mencintai saya. Jangan kamu pernah memfitnah orang yang aku sayangi. Aku tidak suka. Kita sudah memilih jalan masing-masing. lupakan segalanya, kamu sendiri yang menghianati cinta ku saat itu. Terlihat jelas sekarang kamu jadi wanita yang terkenal.


Jangan pernah berniat untuk mengganggu hubungan Rumah tanggaku." ucap Bisma menegaskan kepada wanita yang ada di ujung telepon, lalu ia langsung mematikan sambungan telepon selulernya.


Karena Bisma tidak ingin berdebat di dalam telepon.


"Dasar wanita murahan!" Tidak bisa melihat kehidupanku Bahagia. Apa tidak cukup dia menghancurkan aku beberapa tahun yang lalu? gumamnya dalam hati sambil langsung memasukkan ponselnya ke saku celananya.


Suara ponselnya kini kembali berbunyi. Ini bukan lagi telepon seluler. Tetapi pesan Whatsapp yang dikirimkan wanita itu kepada Bisma. Bisma melihat pesan Whatsapp yang dikirimkan wanita yang sudah menghubunginya beberapa menit yang lalu.


"Kalau kamu sudah melihat foto ini, Apa kamu masih yakin istri kamu mencintai kamu?" pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Wanita di masa lalu Bisma sambil mengirimkan sebuah foto kepada Bisma. Membuat Bisma sedikit mengerutkan keningnya menatap Calista dengan tatapan yang sulit diartikan.


Bisma tidak membalas pesan Whatsapp itu. Ia justru hanya membaca dan melihat dengan teliti foto yang sudah dikirimkan oleh wanita yang menggangu ketenangannya. lalu Bisma kembali menghampiri Calista dan kedua orang tuanya untuk melanjutkan menghabiskan menu makan malam Saat itu.


"Mom.... pa...., Bisma naik ke atas dulu." ucap Bisma tanpa berpamitan kepada Calista membuat calista bingung dengan sikap aneh Bisma saat ini, yang tiba-tiba berubah ketika sudah menerima sambungan telepon seluler dari seseorang.


Calista pun menyelesaikan makan malamnya kemudian ia berpamitan untuk menyusul Bisma ke kamar.


"Kok ninggalin aku sih Mas di bawah? tanya Calista penasaran. Bisma tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti di hari-hari sebelumnya. Ketika Bisma mendiamkan Calista tanpa mengetahui yang sebenarnya.


Akhirnya Bisma pun memantapkan dirinya untuk mempertanyakan foto yang ada di layar ponselnya. Ia mendapat kiriman dari wanita yang ada di masa lalu Bisma.


"Tolong jelaskan ini sayang, mas tidak ingin suudzon. Mas ingin bertanya langsung kepadamu." ucap Bisma sambil memberikan ponselnya kepada Calista.


Ketika Calista melihat foto nya bersama Dokter Gibran yang sedang berpelukan, membuat Calista langsung mengembangkan senyumnya. Mas dapat dari mana ini foto?


"Tidak perlu kamu ketahui dari mana foto ini Mas dapatkan. Tetapi Tolong jelaskan apa maksudnya ini semua!" ucap Bisma sambil menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Suamiku sayang..... iya Calista memang berpelukan dengan dokter Gibran. Itu Karena rasa bahagia Calista saat Gibran memberitahu, kalau klinik yang sudah dibangun di desa sudah rampung. Dan tinggal menyediakan alat-alat medisnya saja.


Yang kebetulan proposal yang kami kirimkan ke pemerintah setempat, disetujui dan bersedia membantu dana pembangunan klinik impian kami. Sekarang kami hanya memikirkan dana untuk penyediaan alat-alat kesehatannya saja. Calista memeluk Gibran.


Karena rasa syukur Calista akhirnya cita-cita Kami bertiga terwujud jadi Mas Jangan berpikiran yang aneh-aneh deh." sahut Calista


"Mas tidak yakin kamu mencintai mas. karna kalau kamu memang benar-benar cinta kepada Mas, semenjak kita menikah kamu tidak pernah mengungkapkan rasa cintamu kepada mas." ucap Bisma menuntut Calista untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada suaminya.


"Mas......, rasa cinta yang kita miliki terhadap seseorang, tidak harus diungkapkan dengan kata-kata. Tetapi Mas dapat merasakan Apakah Calista benar-benar mencintai Mas atau tidak, dari sikap Calista sehari-hari terhadap Mas.


"Tapi mas, butuh kepastian dari kamu sayang. karena Mas belum pernah sama sekali mendengar kalau kamu mengatakan cinta kepada Mas." sahut Bisma dengan tatapan memohon.


Calista langsung memeluk suaminya lalu memberikan kecupan hangat di bibir ranum suaminya. Perlahan kecupan yang dilakukan semakin mendalam hingga lidah mereka saling bertautan di sana. "I love you my husband."bisik Calista tepat di telinga Bisma.


"Say it again honey ."ucap Bisma yang ingin mendengar ungkapan isi hati Calista terhadapnya."Aku mencintaimu suamiku Bisma Zulkarnain."ucap Calista dengan lantang membuat Bisma langsung menggendong tubuh Calista lalu memutar-mutarkan tubuh istrinya.


Ia begitu bahagia mendengar ungkapan rasa cinta Calista terhadapnya. Bisma mengira Calista sama sekali tidak mencintainya. karena perjodohan yang mereka jalani sepertinya ada unsur paksaan. Ketika Bisma mengancam kalau dirinya akan memecat Pak Nando dari kantor Zulkarnain group jika Calista saat itu tidak menerima perjodohannya.


Turunin Mas!" Bujuk Calista yang merasa sedikit takut karena Bisma selalu memutar memutarkan tubuhnya. Karena rasa bahagianya mendengar ungkapan isi hati Calista yang sebenernya.


Mendengar suara tarikan Bisma dan Calista dari dalam kamar, membuat Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain merasa khawatir kalau Bisma dan Calista itu sedang bertengkar.


Sehingga Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain langsung berlari masuk ke dalam kamar, karena kebetulan kamar yang ditempati oleh Bisma dan juga Calista sama sekali tidak terkunci.


Bahkan pintu terbuka lebar hingga Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona lebih leluasa masuk ke dalam kamar. Nyonya Katarina Dona langsung menutup mulutnya dengan Kedua telapak tangannya. Ketika melihat Putra dan menantunya seperti anak kecil yang sedang bermain puter putaran.


"Ya Allah Mom kira tadi kenapa kalian berteriak. Makanya Mom and dad kamu langsung berlari ke sini." gerutu Nyonya Katarina Dona melihat tingkah putranya yang seolah seperti anak kecil. Calista meminta kepada Bisma agar segera menurunkannya. Ia sembunyikan wajahnya di bahu Bisma.


"Sudah, tidak perlu malu. Yang penting kalian baik-baik saja. Mom kira kalian tadi berantem." gerutu Nyonya Katarina Dona sambil menatap Putra dan menantunya dengan tatapan yang penuh arti.


Sementara Tuan Zulkarnain pun tertawa ngakak melihat tingkah putranya. Ia mengingat di masa masa Meraka sewaktu masih muda seperti Bisma dan Calista. Masa lalu sama persis seperti yang ia lakukan kepada Nyonya Katarina Dona.


"Cie illeh Mom seperti tidak pernah muda saja. Dulu aja Papi muter-muterin kamu senangnya minta ampun." ucap Tuan Zulkarnain di hadapan Bisma dan juga Calista.


Membuat Bisma pun langsung tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan Tuan Zulkarnain. Sedangkan Calista hanya diam saja. wajahnya sudah merah merona bagai kepiting rebus karena kedua ayah dan ibu mertuanya memergoki mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏