
"Terima kasih Mas. lagi-lagi Dewi keluarga Dewi, kembali merepotkan mas." ucap Dewi mulai angkat bicara kepada Carlos.
"Jangan berbicara seperti itu. Mas akan melakukan apapun untuk melindungi kamu dan keluarga kamu." ucap Carlos kepada Dewi sambil kembali memeluk Dewi.
"Eh tunggu dulu, tadi kak Carlos manggil ka Dewi apa?
"Sayang? dan kak Dewi panggil kak Carlos mas?
"Kak Dewi pacaran dengan Kak Carlos? tanya Mia kepo ketika mendengar Carlos memanggil Dewi dengan panggilan sayang.
"Kamu salah dengar kali."ucap Dewi mengalihkan pembicaraan agar Mia tidak mengorek-orek hubungannya dengan Carlos. Memangnya kenapa kalau saya memanggil Dewi dengan panggilan sayang? apa kamu keberatan? tanya Carlos sambil nyengir.
Ia tahu persis sifat Mia selama ini. Jika Mia tidak mendapatkan jawaban yang pas. Mia akan selalu berusaha mencari tau. Bagaimanapun mereka menutupi dari Mia, Mia pasti akan berusaha mencari tahu hubungan apa antara Carlos dengan Dewi. Padahal sampai saat ini, Dewi belum menerima Carlos menjadi pendamping hidupnya.
"Tentu saya tidak keberatan. Tetapi jangan hanya di omongan saja. Maunya itu benar adanya. Kalau Kak Carlos benar-benar sayang kepada Kak Dewi." ucap Mia sambil mengembangkan senyumnya.
Sementara Ibu Sarah sudah menetap Mia dengan tatapan tajam. Karena Mia terlalu lancang berbicara kepada atasan Dewi. Padahal Carlos sudah menjadi dewa penolong mereka beberapa kali, semenjak Ibu Sarah dan Sean harus mendapatkan perawatan yang intensif dari rumah sakit.
"Kamu kalau bicara itu direm sedikit. Jangan asal berbicara dan asal keluar saja. Kamu itu sudah besar sudah SMA. Seharusnya kamu tahu sama siapa kamu berbicara. Jangan kamu samakan kamu berbicara dengan Sean kepada Pak Carlos." ujar Ibu Sarah kepada Mia yang ceplas-ceplos berbicara kepada Carlos.
" Sudah Bu," tidak apa-apa. Itu tidak masalah bagiku. Itu berarti dia merasa dekat denganku dan sudah menganggap aku seperti kakaknya sendiri. Aku menyukai cara bicara Mia yang cepat-ceplos dan berbicara apa yang ada didalam hatinya.
Carlos lebih menyukai seperti Mia. bicara apa adanya daripada harus diam tetapi makan dalam." ucap Carlos sambil tertawa cengengesan. " Nah itu bisa Ibu dengar. Kan kalau Kak Carlos tidak masalah dengan ucapanku." ucap Mia membuat Ibu Sarah langsung terdiam.
Sean yang sudah dari tadi menjadi pendengar pun menatap Carlos dengan tatapan penuh tanya. Entah apa yang ada di dalam pikiran Sean saat ini. Yang pasti Ia hanya ingin yang terbaik buat kakaknya Dewi dan juga keluarganya.
Impian Sean ingin membahagiakan ibu dan kakaknya. Menjadi seorang sarjana merupakan impian yang begitu besar baginya. Tetapi menjadi seorang sarjana itu butuh perjuangan dan butuh biaya yang cukup besar
Ia menatap kakaknya Dewi yang sudah tampak begitu berjuang untuk kehidupan mereka. Sehingga saya tidak ingin membebani pikiran kakaknya. Hai jagoan Mengapa kamu menatapku seperti itu? apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan kepada kakak? tanya Carlos menghampiri Sean.
Sean hanya terdiam sembari terus memperhatikan Dewi dan Carlos secara bergantian. Entah apa yang ada di dalam pikiran Sean Saat ini. Yang pasti sepertinya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan kepada Dewi kakaknya.
Sementara Mia membereskan barang-barang yang sudah dirusak anak buah Pak Lase agar rumah yang mereka tempati kembali rapi seperti semula.
"Tidak ada apa-apa Kak. hanya saja Sean penasaran saja Mengapa Kakak begitu baik kepada keluarga kami. Padahal jelas-jelas kakak tahu, kalau Kami tidak akan pernah bisa mengembalikan uang milik kakak yang sudah Kakak berikan kepada Pak lase untuk membayar hutang-hutang keluarga kami.
Untuk biaya kehidupan kami sehari hari saja kami terkadang harus ngutang dulu diwarung tetangga sebelum kek Dewi gajian. Bagaimana kami bisa mengembalikan uang kakak yang jumlahnya begitu besar." ucap Sean yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.
"Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Belajarlah yang sungguh-sungguh. Jika kamu lulus dengan nilai terbaik, maka tidak menutup kemungkinan Kamu pasti bisa kuliah mendapatkan beasiswa. Lebih baik belajar dengan giat dan jangan pernah memikirkan apa-apa untuk kebutuhan keluarga ini. Biarkan Kak Dewi dan kakak yang akan memikirkannya." ujar Mia sambil mengembangkan senyumnya menghampiri Sean.
Sean menatap kedua kakaknya secara bergantian. Sesekali pandangannya beralih ke ibu Sarah yang hanya bengong dan tidak dapat membayangkan apa yang akan dirasakan putrinya jika Carlos saat itu tidak datang tepat waktu.
Ibu sarah juga masih penasaran kemana uang itu Sehingga suaminya memiliki hutang yang sangat banyak kepada sang rentenir yang terkenal kejam seperti Pak Lase. Padahal selama ini Ibu Sarah tidak mengetahui kalau almarhum suaminya memiliki hutang kepada pak lase.
"Sean kamu masih terlalu kecil untuk memikirkan hal itu. lebih baik kamu Fokus belajar. Agar kelak kamu berhasil dapat membuat kakak dan ibu bangga." ujar Dewi sambil mengembangkan senyumnya dan meminta Sean agar segera mengerjakan PR yang diberikan Guru kepadanya. Sean berlalu meninggalkan Dewi, Carlos, Mia dan ibu Sarah. Melakukan apa yang di katakan kakaknya.
"Kok bisa mas datang tepat waktu ke sini menolong Dewi? tanya Dewi ketika mereka sudah duduk di kursi lusuh yang selama ini menemani hari-hari mereka di rumah kontrakan yang mereka tempati.
"Sebenarnya Pak Nando yang memberitahu kepadaku. Tetapi Pak Nando juga mengetahuinya dari Tiwi, ketika Mia menghubungi Tiwi untuk memberitahu apa yang terjadi di keluarga ini. Sehingga aku langsung datang ke sini untuk mencari tahu yang sebenarnya yang terjadi." ucap Carlos memberitahu kepada Dewi Bagaimana dirinya bisa ada di sana Ketika pak Lase sedang berusaha menariknya keluar untuk dijadikan asisten rumah tangga di rumah Pak lase sebagai pengganti membayar hutang hutang almarhum ayahnya.
"Terimakasih Mas!" mungkin kalau tidak ada Mas entah apa yang sudah terjadi kepada keluarga ini. Jujur untuk saat ini Dewi belum bisa membayar uang itu. Tetapi Dewi berjanji akan membayarnya dengan uang Dewi bekerja di Zulkarnaen group.
"Memangnya siapa yang meminta bayaran dariMu Sayang?" Mas tulus memberikannya asalkan kamu tidak diapa-apain lelaki tua bangka yang tidak tahu diri itu." ucap Carlos tidak dapat membayangkan apa yang akan dilakukan Pak Lase terhadap Dewi di rumahnya. Mas tidak akan membiarkan lelaki Tua Bangka itu memperlakukan kamu sesukanya. Mamanya siapa dia sehingga memperlakukan kamu seenak jidatnya saja?
"Tidak Mas!" Dewi tidak dapat menerima bantuan mas begitu saja. Apapun ceritanya Dewi pasti akan kembalikan uang Mas." ucap Dewi berusaha meyakinkan Carlos bahwa dirinya dapat mengembalikan uang Carlos yang sudah diberikannya kepada Pak lase."
Dari awal sudah saya katakan. Mas tidak pernah meminta apa-apa dari Mu. Mas tulus membantu keluarga ini. Jujur dari keluarga ini Mas mengetahui bagaimana hidup bahagia, walaupun kehidupan kita hanya sederhana saja. Daripada memiliki harta kekayaan tetapi kehidupan keluarga tidak bahagia seperti yang aku rasakan saat ini.
Semenjak kepergian ibuku. Meninggalkan ayahku dan memilih menikah dengan lelaki lain, kehidupanku terasa hampa dan seperti tidak memiliki tujuan hidup. Bahkan aku sendiri tidak percaya yang namanya cinta sejati.
Semenjak kepergian ibuku. Ibuku tidak pernah peduli padaku. Seharusnya aku masih membutuhkan belaian kasih sayang seorang ibu saat itu. Tetapi aku tidak mendapatkannya dari ibu kandungku sendiri. Apalagi ayahku memilih untuk tidak menikah lagi dan membesarkan Aku seorang diri, hanya dibantu oleh asisten rumah tangga yang selama ini menemani hari-hariku.
Asisten rumah tangga itu sudah aku anggap seperti keluarga sendiri. Sekalipun dirinya tidak memiliki hubungan darah denganku. Di keluarga ini saya dapat belajar hidup bahagia, walaupun keadaan ekonomi hanya pas-pasan dan sederhana saja." ucap Carlos sembari membayangkan Bagaimana kehidupan masa kecilnya yang tidak mendapat Belaian kasih sayang dari seorang ibu, yang tega meninggalkannya begitu saja bersama ayah kandungnya.
Entah apa salahku sehingga Tuhan menghukum Ku seperti ini. Padahal ini sesuatu yang tidak aku inginkan." ucap Carlos berterus terang kepada Dewi. Kalau kebahagiaannya ia temukan di keluarga Dewi. dan Carlos sudah merasa sudah begitu dekat dengan Dewi. Membuat Carlos perlahan demi perlahan kembali percaya kepada wanita.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, HADIAH NYA Ya