I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 92. MERASA BAHAGIA



Sayang apa kamu sangat bahagia di sini? tanya Bisma kepada istrinya. "Tentu Calista sangat bahagia Mas. Ini salah satu impian Calista." sahut Calista.


"Mas tubuh Calista gerah dan sudah lengket. Calista mandi ya." ucap Calista sambil berlalu mengambil handuk yang sudah di sediakan oleh pihak hotel.


Bisma menganggukkan kepalanya. Menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta. Calista berlaku ke kamar mandi. Berniat untuk membersihkan diri. Ia mengira kalau Bisma belum ingin melakukan ritual mandinya. Tatapi ia salah. Justru Bisma yang sudah lebih dulu berada di dalam kamar mandi, tanpa menutup pintu kamar mandi.


"Astaga mas! ngagetin Calista saja." gerutu calista melihat suaminya sudah bertelanjang dada disana.


"Mas keluar deh, Calista mau mandi nih." celetuk Calista.


"Memangnya siapa yang melarang kamu mandi sayang?


"Memang tidak ada yang melarang mas. Tetapi dengan adanya mas di dalam kamar mandi ini, mana mungkin Calista bisa mandi." gerutu Calista


"Memangnya kenapa kalau mandi bareng sayang?


" Yang ada malah tidak jadi mandi mas." sahut Calista. Tetapi Bisma justru mas bodoh. Bahkan dengan tidak ada rasa malu.Ia langsung mengunci kamar mandi, dan membuka seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya.


Hingga Tubuh sixpack Milik Bisma terlihat jelas di mata Calista.


"Aaa.... mas gila apa? teriak Calista


"Kok gila?


"Pakai handuk Mu mas. Calista keluar saja deh, Mas saja yang mandi duluan." Ucap Bisma sambil berlalu ingin meninggalkan Bisma di dalam kamar mandi.


Dengan sigap, Bisma langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya. Mau ke mana Sayang?


"Keluar!" terus mau ke mana lagi? ucap Calista sambil memonyongkan bibirnya.


"Jangan seperti buat Mas gemas sayang nanti kamu langsung mas lahap." ucap Bisma sembari langsung memberikan kecupan hangat di bibir Calista. Perlahan kecupan itu semakin mendalam.


Bisma *****@* bibir manis Calista. Calista hanya terpaku mendapat serangan tiba-tiba dari suami. Hingga Calista pun merasakan desiran hebat di tubuhnya. Perlahan demi perlahan kecupan itu beralih ke jenjang leher Calista. Hingga desiran hebat tubuh Calista kini sudah berada di lantai. Entah bagaimana caranya bisa dapat menanggalkan itu semua.


Calista sudah tidak dapat memberontak. Ia memilih pasrah dan menikmati gerakan yang dilakukan suaminya. Hingga Calista sudah mulai mengeluarkan de$@hannya. Hal itu membuat Bisma semakin memancarkan aksinya.


Bisma Kembali Mengecup bibir Calista.Perlahan Turun ke bawah hingga jenjang leher milik Calista. Tangannya sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar Calista. Hingga Calista semakin mendesah.


"Mas.....!"


"Ya sayang, bersuaralah tidak perlu malu. Mas ini aku suami Kamu. Bisik Bisma ditelinga Calista sambil terus tangannya bergerilya di gunung kembar milik Calista. sesekali ia yang memberikan kecupan hangat di sana. Dan membuat tanda merah dan bagian gunung kembar milik Calista pertanda kepemilikannya.


"Mas.....!"


"Ya sayang...


Bisma semakin melancarkan aksinya hingga Calista memberanikan diri memberikan kecupan hangat di dada bidang Suaminya dan membuat tanda merah disana, pertanda kepemilikannya. Tangan Calista sudah mulai memainkan adik kecil suaminya.


"Hingga Bisma merasakan sensasi yang sangat luar biasa. "Ah.... sayang plesss lagi, common baby." de$@h Bisma membuat Calista semakin melancarkan aksinya. Calista terus memainkan jemarinya di bagian adik kecil milik Bisma.


Hingga Bisma tidak dapat menahan hasratnya lagi.


Bisma langsung menunggangi Calista dan memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai yang terdalam milik Calista. Auh.....pelan mas....Auh!" de$@h Calista membuat Bisma semakin melancarkan aksinya.


Calista menganggukkan kepalanya. Ia terus memde$@h membuat Bisma semakin memperdalam gerakannya.


"Auh...." ucak Bisma pertanda Bisma sudah mencapai puncaknya. Dan keduanya sudah mencapai puncak masing masing. Gaya yang sangat luar biasa.Kamu semakin pintar sayang. Mas sangat bahagia sekali." ucap Bisma sembari merekatkan pelukannya kepada Calista.


"Thanks my Wife anda I love you." ucap Bisma


"I love you too my husband." sahutnya. keduanya langsung melakukan ritual mandinya. Karna tubuh mereka sudah kelelahan dengan cepat pasangan suami istri itu menyelesaikan ritual mandinya.


****


Eh Dewi, Tuan Bisma kemana? kok yang ada di ruang pak Bisma Tuan Zulkarnain? tanya Tiwi penasaran. Dewi mengerikan bahunya pertanda Dewi juga tidak mengetahui keberadaan Bisma dan Calista saat ini.


Sebelumnya Calista belum memberi kabar kepada Dewi dan Tiwi. kalau Calista dan wisma saat ini sedang melakukan perjalanan bulan madu ke New Zealand negara Selandia Baru.


"Kemana Calista dan Tuan Bisma ya? kedua sahabat itu bertanya-tanya sendiri. Tiba-tiba Carlos datang menghampiri keduanya.


"Eh Pak Carlos mau tanya dong Tuan Bisma dan Calista dimana ya? kok Tuan Zulkarnain yang ada di ruang kerja Tuan Bisma? tanya Tiwi kepada Carlos.


"Memangnya kakak ipar belum memberitahu sama kalian kalau mereka Hari ini berangkat bulan lalu ke New Zealand?


"Apa?


"Bulan madu?


"New Zealand?


Carlos menganggukkan kepalanya. Pak Carlos Serius? kalau Calista dan Tuan Bisma pergi ke New Zealand? timpal Dewi yang belum percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh Carlos kepada mereka.


"Ya, mereka berangkat tadi pagi dengan menggunakan jet pribadi milik Tuan Zulkarnain." sahut Carlos sambil menatap Dewi dengan tatapan seksama.


"Cie ....illeh Kalau cinta katakan saja cinta Pak Karno Jangan menatap sahabatku begitu saja dari kejauhan. Curi-curi pandang gitu," ucap Dewi berniat untuk menjahili Carlos.


"Kamu apa-apaan sih Dewi bicaranya ngawur melulu.


"Kok ngawur sih?


"Kan memang benar kalau cinta ya dikatakan aja Cinta Jangan dipendam begitu saja nanti bisa-bisa disambar orang." celetuk Tiwi hingga membuat Dewi melototkan matanya.


"Bicara sama kamu tidak pernah ada minangnya. kita selalu kalah dan kamu selalu memiliki jawaban tentang apa yang kita bicarakan. Lebih baik aku melakukan tugasku sendiri daripada harus meneladanimu." gerutu Carlos sambil berlalu dari hadapan Tiwi dan Dewi.


Sepeninggalan Carlos, Dewi menggerutu kepada Tiwi. "Kamu bisa nggak sih kalau bicara itu dijaga sedikit saja?" Kamu pikir aku tidak malu? seolah-olah kalau mempromosikanku kepada Pak Carlos." ucap Dewi yang tidak terima segala apa yang dikatakan Tiwi kepada Carlos.


"Aku tidak salah Dewi. Memang pak Carlos mencintaimu aku dengan sendiri ketika Pak Carlos berbicara dengan Tuan Bisma. Pak Carlos nya saja yang bacul. Tidak berani mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya kepada kamu. Dari awal kan sudah aku katakan kalau Pak Carlos benar-benar cinta sama kamu." Ucap Dewi menegaskan kepada Dewi.


Dewi hanya menggelengkan kepalanya saja lalu berlalu meninggalkan Tiwi di sana. Berniat untuk menyelesaikan tugasnya berharap kerjanya cepat selesai dan ia pulang menemani Ibu dan adik-adiknya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏