
Karena ia mengetahui kalau selama ini yang menjadi tulang punggung untuk membutuhi kehidupan mereka sehari-hari, hanya mengharapkan gaji Dewi yang bekerja sebagai office girl di kantor Zulkarnain group.
"Sudah!" kamu tidak perlu memikirkan biaya pengobatan kamu dan pengobatan Ibu. biarkan itu menjadi urusan Kakak yang penting kamu sembuh." ucap Dewi kepada adiknya dibalas anggukan dari adiknya lalu Dewi dan adik bungsunya langsung pergi ke Puskesmas yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
Dewi menyetop salah satu becak bermotor yang kebetulan lewat dari gang tempat tinggal mereka agar Dewi dan adiknya lebih cepat tiba di puskesmas terdekat. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit dengan menggunakan becak bermotor Dewi pun dan adiknya tiba di puskesmas padahal hari sudah pukul 14.30.
Dewi membopong adiknya masuk ke dalam puskesmas. Dokter Puskesmas yang melihat kedatangan Dewi dan adiknya pun langsung membantu anak laki-laki yang berusia 8 tahun itu, naik ke atas branker yang disediakan di Puskesmas itu. Kemudian dokter itu pun memeriksa kondisi kesehatan Sean.
Ketika dokter itu memeriksa kondisi kesehatan Sean, dokter itu menggelengkan kepalanya. Karena suhu tubuh Sean terlihat sangat tinggi. sehingga saat ini Sean harus mendapatkan pengobatan yang intensif sehingga dokter menganjurkan agar Sean dirawat inap di Rumah Sakit.
Karena dokter itu merasa kalau Sean mengalami DBD . Hal itu membuat dokter itu yang menganjurkan Dewi membawa adiknya langsung ke rumah sakit.
Deg...
Jantung Dewi berdegup kencang ketika dokter mengatakan kalau adiknya harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif.
"Memangnya adik saya sakit apa dokter?
"Menurut pemeriksaan saya, sepertinya Sean mengalami DBD. Tetapi untuk lebih akurat lebih baik di lakukan tes darah terlebih dahulu." ujar dokter yang bertugas di puskesmas itu.
Dewi menghela nafas berat. "Ya Alloh apa lagi ini?" dengan langkah gontai Dewi pun mencari Kendaraan untuk membawa adiknya kerumah sakit. Karena kondisi adiknya saat ini sudah semakin lemah. Padahal dokter sudah memberikan suntikan obat, untuk menurunkan demam yang di alami Sean.
"Trimakasih dokter!" ucap Dewi setelah menyelesaikan administrasinya ke pihak puskesmas.
"Dek sekarang kita kerumah sakit saja ya!"
"Tidak kak!"
"Kenapa!"
"Darimana uang kakak untuk pengobatan Sean? ibu saja masih dirumah sakit. Lebih baik kita pulang saja." ucap Sean sambil menatap kakaknya dengan tatapan sendu.
"Sudah, Kamu jangan kwatir. Biar itu menjadi urusan Kakak." sahut Dewi sambil langsung menyetop becak bermotor.
"Bang ke rumah sakit Permata Husada berapa bang?
"Ayo neng 15 ribu saja." ucap abang becak itu Dewi langsung membopong adiknya naik ke dalam becak bermotor yang sudah ia stop sebelumnya.
****
Calista dan Bisma memutuskan untuk kembali ke rumah. Setelah menghabiskan dua hari di hotel tempat mereka Pasca resepsi pernikahan mereka diadakan.
"Mas sepertinya mau dan tapi sudah menunggu kita di rumah lebih baik kita sekarang pulang deh." ujar Calista kepada suaminya Bisma.
Bisma langsung Meraih tubuh Calista kepelukannya. "Ya sayang,kita akan pulang sekarang. Apa sih yang nggak untuk kamu." ucap Bisma sambil langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Calista.
Kemudian pasangan suami istri itu yang baru 2 hari melangsungkan pernikahan itu pun langsung check out dari Hotel tempat mereka menginap.
Bisma langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style. Tentunya sebelum check out dari Hotel, ia sudah menghubungi Carlos sang asisten untuk membantu dirinya membawa barang bawaan mereka. Sekaligus menjemput Calista dan Bisma.
"Mas turunkan!" malu dilihat orang." ucap Calista memohon kepada suaminya agar menurunkannya dari gendongan Bisma. Bisma seolah tidak peduli dengan ocehan istrinya dan memilih terus berlalu meninggalkan kamar hotel itu.
Sementara Carlos yang melihat tingkah Bisma yang terlihat bucin terhadap istrinya, menggelengkan kepalanya. "Dasar Bos Bisma dulu saja ngelak mau nikah sama wanita sekarang benar-benar bucin." gerutu Carlos sambil mengembangkan senyumnya melihat Bisma yang terlihat sangat bucin kepada Calista.
Tiba di parkiran hotel Calista terus memohon kepada suaminya agar segera menurunkannya dari gendongan Bisma. Tetapi Bisma memilih tidak peduli kalau istrinya sudah merengek ingin diturunkan.
Ketika Carlos sudah tiba di depan lobby Hotel Bisma langsung membawa Calista masuk ke dalam mobil Lamborghini milik Bisma Yang dikendarai oleh Carlos Sendiri Sang asisten.
Calista mengembangkan senyumnya melihat tingkah suaminya yang seakan tidak ingin berpisah sedikitpun darinya. "Mas Kamu ini kenapa sih, seperti Calista tidak bisa jalan saja. Kan Calista juga punya kaki bisa jalan sendiri." ucap Calista sembari merenggut di hadapan suaminya.
"Memangnya kamu mau orang-orang melihat kamu jalannya seperti bebek, Karena rasa sakit akibat ulah Mas?" bisik Bisma tepat di telinga Calista membuat Calista langsung membulatkan matanya itu berarti suaminya sangat perhatian terhadapnya.
Bisma sangat paham kondisi Calista saat ini, Karena rasa nyeri yang dialami Calista pasca malam pertama yang mereka jalani. Calista masih merasakan nyeri di area sensitif miliknya. Hal itulah yang membuat Bisma langsung menggendong tubuh istrinya.
"Terima kasih Mas, kamu memang sangat mengerti kondisiku saat ini." ucap Calista sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bisma ketika dirinya mendapat kecupan hangat dari Calista.
Sejujurnya Bisma benar-benar belum mengetahui kalau Calista benaran cinta atau tidak kepadanya. Karena Calista belum pernah mengungkapkan isi hatinya kepada Bisma. Tetapi untuk saat ini Bisma sudah merasa cukup bahagia, setelah Apa yang dilakukan Calista kepadanya beberapa hari belakangan ini pasca pernikahan mereka sudah berlangsung.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit Calista dan Bisma pun tiba di rumah. terlihat Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain sudah menyambut kedatangan kedua insan yang baru mengucapkan janji suci pernikahan mereka di depan para saksi dan juga penghulu yang menikahkan mereka.
"Putra dan menantu Mami sudah datang." ucap Nyonya Katarina Dona sambil langsung menghampiri Calista dan juga Bisma. Calista langsung memberikan salam kepada Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain.
Terlihat Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain sangat bahagia melihat kedatangan Putra dan menantu mereka.
"Ayo kita masuk Sayang mom sudah memasak makanan kesukaan kamu." ucap Nyonya Kata Rina Dona kepada Calista dan juga Bisma.
Calista pun berjalan tepat di belakang Nyonya Katarina Dona. Ia khawatir kalau Nyonya Katarina Dona memperhatikan cara jalan Calista yang agak kesulitan untuk berjalan..Tetapi entah mengapa Nyonya Katarina Dona membalikan tubuhnya karena Calista tidak dapat mengimbangi langkah Nyonya Katarina Dona.
Nyonya Katarina Dona melihat Calista berjalan seperti kesulitan, langsung mengembangkan senyumnya. "Wah sebentar lagi aku pasti akan punya cucu." gumam Nyonya Katarina Dona di dalam hati.
" Sayang apa kamu sakit? tanya Nyonya Katarina Dona penasaran melihat Calista yang kesulitan berjalan. "Tidak mom Calista tidak sakit kok." sahut Calista sambil mengembangkan senyumnya. Sementara Bisma sudah tertawa cengengesan melihat interaksi kedua wanita berbeda generasi itu, wanita yang sangat Bisma cintai dan sayangi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏