I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 165. VIDEO VIRAL



Melihat kehadiran para wartawan berbondong-bondong masuk ke restoran itu, membuat Bisma terhenyak. Begitu juga dengan Nyonya Katarina Dona dan juga Calista. Banyak dari wartawan langsung melontarkan pertanyaannya mengenai video viral ketika Calista dicaci, dihina, dimaki oleh salah satu pemilik toko perlengkapan bayi yang ada di mall itu.


Membuat Calista terhenyak. " Video viral Apa maksudnya Mas? tanya Calista yang belum mengetahui Video viral tentang dirinya di media sosial. Salah satu wartawan itu menunjukkan video itu kepada Calista dan juga Bisma.


lalu Bisma pun mengklarifikasi video itu. Bahwa memang benar istrinya dihina oleh pemilik toko dan karyawan yang ada di sana . Karena miss komunikasi kepada Nyonya Katarina Dona. Nyonya Katarina Dona pun ikut angkat bicara memberitahu hal yang sebenarnya terjadi kepada para wartawan.


Yang ikut menyalahkan Bisma saat itu.


Ratusan ribu like dan komentar di salah satu akun media sosial yang meng-upload video Calista dihina, dicaci,dan dimaki.


salah satu pemilik toko yang ada di mall itu. wartawan melontarkan pertanyaan kepada Bisma.


"Maaf Tuan, Nyonya Calista istri Tuan, apa Tuan tidak memberikan fasilitas khusus untuk Nyonya Calista? tanya salah satu wartawan yang ingin meliput pemberitaan tentang Calista dan juga Bisma.


Bisma mengembangkan senyumnya. "Tidak mungkin seorang Bisma Zulkarnain tidak memberikan fasilitas khusus kepada istrinya. kalian tahu kan kalau mal ini milik saya sendiri. Saya selalu memberikan fasilitas kepada istri saya.


Sebelumnya Mami saya sudah memberitahu kepada kalian, kejadian yang sebenarnya kalau tas sandang milik istri saya dipegang oleh Nyonya Katarina Dona. Karena nyonya Katarina Dona tidak ingin istri saya kewalahan berjalan dengan menenteng tas sandang miliknya. Agar istri saya berjalan lebih leluasa karena istri saya saat ini sedang hamil tua.


Tetapi seperti yang diceritakan oleh Mami saya, ada salah satu sahabatnya yang datang menghampirinya, Sehingga Calista istri saya, tidak menyadari kalau Nyonya Katarina Dona masih berada di toko yang sama saat mereka memilih perlengkapan bayi di sana. Tetapi sepertinya Calista tidak menyukai barang-barang yang ada di sana, sehingga Calista pindah ke toko tempat istri saya dihina dan dicaci.


Padahal ATM kredit card dan fasilitas lainnya yang saya berikan kepada istri saya, berada di tas sandang miliknya, yang ada di Nyonya Katarina Dona Mami saya sendiri." sahut Bisma menerangkan kepada para wartawan yang berbondong-bondong datang untuk meliput pemberitaan video viral di sosial media. Tentang istri seorang CEO Zulkarnain group, dihina di mall miliknya sendiri. Membuat video itu langsung viral dalam hitungan menit.


Sementara di tempat lain, Tiwi yang sedang mengotak-atik ponselnya, terhenyak melihat pemberitaan tentang Calista yang viral di media sosial. Membuat Tiwi langsung menghubungi Dewi yang sedang berada di rumah sakit.


Mendapat kabar itu, Dewi pun terhenyak dan langsung membuka layar ponselnya walaupun saat ini, Dewi masih berbaring lemah di atas tempat tidur yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


Ketika Dewi sudah menemukan pemberitaan itu, Dewi langsung terhenyak seolah dirinya tidak percaya kalau yang di dalam video itu adalah wajah Calista. Ia pun langsung memberitahu kepada Carlos mengenai pemberitaan itu. Membuat Carlos sangat emosi


Ia pun ingin mencari tahu siapa pemilik toko itu yang berani mencaci memakai sang kakak iparnya sendiri.


"Kenapa?


" Ada apa?


" Mengapa kamu seperti emosi? tanya Tuan Baskoro kepada Carlos.


Carlos pun menunjukkan video viral itu kepada Tuan Baskoro membuat Tuan Baskoro tidak tinggal diam. Ia langsung menghubungi Tuan Zulkarnaen agar memberikan sanksi kepada pemilik toko yang ada di sana.


Kring....


kring.....


kring.....


Suara deringan ponsel milik Tuan Zulkarnain pun terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Tuan Baskoro yang menghubunginya sejujurnya.Tuan Zulkarnain belum mengetahui pemberitaan video viral tentang Calista yang ada di sosial media.


Tuan Zulkarnaen menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Tuan Baskoro.


"Hallo Assalamualaikum,ada apa menghubungiku? tanya Tuan Zulkarnain kepada tuan Baskoro.


Lalu Tuan Baskoro pun memberitahu maksud dan tujuannya menghubungi Tuan Zulkarnain saat itu. Membuat Tuan Zulkarnain terhenyak, karena ia sama sekali tidak mengetahui pemberitaan itu. lalu Tuan Zulkarnain menghidupkan televisi yang ada di hadapannya


Ia pun terhenyak pemberitaan itu sudah menyebar di dunia maya. "Aku tidak akan mengampuni siapapun yang menyakiti hati menantuku! Apalagi menantuku saat ini sedang hamil. Aku takut menantuku kepikiran dan aku tidak mau menantuku kenapa-kenapa." ucap Tuan Zulkarnain merasa sangat emosi melihat pemberitaan itu di layar televisi.


Setelah selesai berbicara dengan Tuan Baskoro, Tuan Zulkarnain langsung memutuskan sambungan telepon sebenarnya berniat ingin menghubungi Bisma.


Tuan Zulkarnain langsung menghubungi Bisma yang sedang berbicara kepada para wartawan yang menyerbu Bisma dan Calista saat berada di salah satu restoran. Bisma meraih ponselnya. Ia melihat nomor ponsel Tuan Zulkarnain yang menghubunginya.


Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, di hadapan para wartawan yang ada di sana. Bisma menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, sambil langsung menghidupkan speaker phone ponselnya. Agar semua yang ada di sana mendengar apa yang dibicarakan Bisma dan Tuan Zulkarnain.


"Dimana kamu? mengapa menantuku sampai mengalami seperti itu? Aku tidak akan mengampuni siapapun yang menyakiti hati menantuku, " blacklist pemilik toko itu dan jangan pernah memberikan pemilik toko itu membuka tokonya di mall milik kita di cabang manapun." perintah Tuan Zulkarnain kepada Bisma di hadapan para wartawan dan juga Calista.


"Siap Pi!" perintah Papi akan Bisma laksanakan. Karena Bisma juga tidak ingin kalau istri Bisma disakiti orang lain." sahut Bisma lalu langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Setelah selesai berbicara kepada tuan Zulkarnain. Terlihat bodyguard sudah bersiap untuk memboyong Bisma, Calista dan nyonya Katarina Dona keluar dari kerumunan para wartawan yang ada di sana.


Sehingga mereka pun akhirnya mengizinkan Bisma keluar dari sana dengan nyaman. Terlihat salah satu asisten Bisma memberikan sanksi kepada manajemen mall yang selama ini dipercayakan Bisma menjalankan Mall miliknya. "Maaf tuan kejadian ini saya tidak mengetahuinya." ucap Pihak manajemen Mall itu meminta maaf kepada asisten Bisma yang memberikan sanksi kepadanya.


"Maaf, karena ini memang tidak kesalahan kamu sepenuhnya, untuk itu kami tidak memecat kamu. Tetapi untuk bonus bulan ini tidak keluar." ucap asisten Bisma kepada manajemen mall yang selama ini dipercayakan Bisma.


" Pak Remon akhirnya merasa bersyukur kalau Bisma dan jajarannya tidak memecat dirinya, sebagai pimpinan mall yang selama ini dipercayakan oleh Bisma kepadanya. Ia pun berniat untuk meminta maaf kepada Calista atas kejadian yang menimpa Calista di mall itu.


"Ya sudah mulai sekarang, jika Nyonya Calista masuk ke mall Ini, berikan pelayanan eksklusif. Jangan biarkan orang menyakitinya." ujar asisten Bisma kepada Pak remon dibalas anggukan dari Pak remon lalu.


Antonio berlalu meninggalkan Pak remon di ruang kerjanya. Berniat menemui Bisma di rumah utama keluarga Zulkarnain. Ya saat ini Antonio lah pengganti Carlos yang menjadi asisten pribadi Bisma berada di Zulkarnain.


Antonio merupakan salah satu sahabat dan juga sepupu Bisma. Kakak kandung dari Wulan. Antonio berlalu dari ruang kerja Pak Remon. Ia berjalan menelusuri mall, lalu ia mengambil mobil miliknya yang terparkir di parkiran mall. Dan melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman keluarga Zulkarnain.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Antonio tiba di sana. Tampak Bisma dan Tuan Zulkarnain berbicara serius di hadapan Calista dan juga Nyonya Katarina Dona. "Permisi Om, ucap Antonio sambil berjalan menghampiri Bisma dan Tuan Zulkarnaen.


"Bagaimana Apa kamu sudah melakukan apa yang saya perintahkan?" tanya Tuan Zulkarnain kepada Antonio. Iya Om, om tenang saja. Semua perintah Om sudah Antonio laksanakan." sahut Antonio dengan tegas.


"Bagus kalau begitu, dengan memberikan pelajaran kepada mereka, mereka akan bisa berbenah diri dan tidak semena-mena." ucap Tuan Zulkarnain kepada Antonio dan Bisma.


"Maaf mom, Pi... Calista sepertinya merasa lelah. Calista duluan istirahat ya mom." mohon Calista kepada Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona. "Iya sayang, maaf ya sudah membuat kamu seperti ini." nyonya Katarina Dona menuntun Calista masuk ke kamar.


"Biarkan Bisma saja mom." ujar Bisma dibalas gelengan kepala dari Nyonya Katarina Dona. Karena nyonya Katarina Dona mengetahui, masih ada sesuatu hal penting yang ingin dibicarakan Tuan Zulkarnain kepada Bisma.


****


"Mas lihat deh, pemilik toko itu tidak tahu diri banget ya. Masa mereka menghina sahabatku Calista, Tidak tahu apa kalau Calista itu istri dari pemilik mall itu?" gerutu Tiwi kepada dokter Gibran yang belum mengetahui apa-apa tentang pemberitaan Calista.


"Maksud kamu apa sayang? mas tidak tahu apa yang kamu bicarakan." Tanya Dokter Gibran kepada Tiwi. " Mas belum mengetahui apa yang terjadi kepada Calista saat berada di Mall? pemberitaannya begitu viral di media sosial dan layar televisi." sahut Tiwi sambil memberikan layar ponselnya kepada suaminya agar suaminya mengetahui kabar terbaru, Apa yang dialami Calista saat berada di mall milik suami Calista


Melihat video viral itu dokter Gibran terhenyak. Dan merasa tidak tega melihat wajah Calista yang dihina, dicaci di sana. "Keterlaluan sekali mereka. Memangnya siapa mereka dibandingkan Bisma suami Calista?" dokter Gibran ikut menyalahkan pemilik toko. "Makanya mas, Tiwi geram sekali melihat pemilik toko yang tidak punya akhlak itu.


"Tiwi ingin langsung menghampiri Calista saat ini." ucap Tiwi sambil mengembangkan senyumnya mengedipkan matanya sebelah ke arah dokter Gibran. Dokter Gibran sudah paham maksud dan tujuan Tiwi kalau dirinya ingin bertemu dengan sahabatnya itu.


"Tidak perlu menggodaku seperti itu sayang. Mas tahu apa yang kamu inginkan sekarang. Lebih baik kamu bersiap langsung kita pergi ke sana." ujar dokter Gibran sambil mengembangkan senyumnya kepada Tiwi.


" Terima kasih suamiku Pak dokter yang tampan. Kamu memang suami yang sangat pengertian, tahu saja apa yang diinginkan istrimu." ucap Tiwi sambil mengalungkan tangannya di leher jenjang dokter Gibran, lalu memberikan kecupan hangat di bibir dokter Gibran.


Ehemmm...


Ibu Sarinah berdehem ketika melihat kemesraan Putra dan menantunya di sana. Ya Tiwi tidak menyadari keberadaan ibu Sarinah. Ia mengira kalau ibu Sarinah masih berada di kamar, sehingga ia berani bermesraan di ruang tamu.


Tiwi langsung melepaskan tangannya dari jenjang leher dokter Gibran. "Sayang lagi dong." pinta dokter Gibran berniat untuk menjahili istrinya. Tiwi langsung berlari masuk ke dalam kamar. Wajahnya sudah merah merona seperti kepiting rebus. Karena Ibu Sarinah memergoki dirinya sedang bermesraan dengan dokter Gibran.


"Kok Tiwi langsung lari? tanya ibu Sarinah kepada dokter Gibran. "Gara-gara mama tiba-tiba datang. Sepertinya Tiwi merasa malu." sahut dokter Gibran berterus terang kepada Ibu Sarinah. Membuat Ibu Sarinah langsung tertawa cengengesan.


"Ngapain harus malu? kan kamu suaminya? sudah wajar dong seperti itu, Tetapi kalau kalian belum sah, baru tidak bisa." ucap Ibu Sarinah kepada dokter Gibran membuat dokter Gibran menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mungkin Tiwi masih merasa sungkan bermesraan di hadapan mami." sahut dokter Gibran sambil langsung memeluk Ibu Sarinah. "Apa kamu merasa bahagia menikah dengan Tiwi? tanya Ibu Sarinah penuh dengan selidik.


" Iya ma, Gibran sangat bahagia menikah dengan Tiwi. Karena Tiwi wanita yang sangat baik. Ia begitu perhatian kepada Gibran. Belum pernah Gibran menemukan wanita seperti Tiwi yang tulus mencintai Gibran apa adanya." sahut Gibran sambil memeluk Ibu Sarinah .


"Alhamdulillah kalau kamu benar-benar bahagia menikah dengan Tiwi. Mama juga senang mendengarnya. Setelah mama lihat kesehariannya, Tiwi memang wanita yang sangat baik dan istri yang sholeh untuk kamu." sahut Ibu Sarinah memperhatikan Tiwi setiap hari. dan Tiwi benar benar perhatian penuh kepada dokter Gibran.


Sepertinya Tiwi ingin membuat Ibu Sarinah dan pak Khairul Hamzah merasa nyaman tinggal bersama mereka di Jakarta. Bahkan Tiwi menginginkan kalau ibu Sarinah dan Pak Khairul Hamzah, tetap tinggal di Jakarta. Tetapi ibu Sarinah tetap ingin kembali ke Sumatera, tempat kelahiran dokter Gibran.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN