
Tiwi dengan telaten memberikan suapan demi suapan kepada Sean. Sesekali mereka bercanda gurau. Agar Sean tidak terfokus dengan Citra rasa menu makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit, kurang mengunggah selera.
Gibran yang melihat pemandangan itu pun mengembangkan senyumnya. "Wah dekat sekali Sean dengan Tiwi. Seperti kakak adik." guman Gibran dalam hati sembari terus memperhatikan interaksi Tiwi dengan Sean.
Di tempat lain, terlihat Calista memohon kepada suaminya agar keesokan paginya Bisma mengizinkannya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Ibu Sarah dan juga Sean. Calista ingin memberikan semangat kepada sahabatnya Dewi.
Karena selama ini Dewi benar-benar sahabat yang baik, selama Calista bekerja di kantor Zulkarnain group. Keadaan ekonomi keluarga Dewi dengan Calista memang sama-sama dari keluarga yang tidak mampu. Tetapi untungnya Calista mendapat suami yang baik seperti Bisma, orang kaya raya di kota ini.
Terlihat dari setiap bisnis yang dikelola oleh Bisma Zulkarnain, berkembang pesat di negara ini. Hingga wajah Bisma setiap hari menghiasi layar kaca karena keberhasilannya memimpin perusahaan Zulkarnain semakin berkembang.
Tetapi rasa perih di hati Calista ketika dirinya tinggal di desa, tepatnya di kawasan Sumatera Utara kehidupan itu masih terngiang di hati Calista. Hal itulah yang membuat dirinya ingin sekali membangun desanya yang tertinggal. Agar generasi penerus dari desa itu tidak merasakan hal yang sama lagi seperti yang dirasakan ketiga sahabat Calista, Gibran, dan juga Listra dari desa yang sama. Memiliki cita-cita yang sama untuk memajukan desa mereka yang tertinggal.
Calista sudah melakukan daya upayanya untuk membangun akses jalan dari kota ke desa tempat tinggal mereka yang selama ini belum di jamah pemerintah itu dilakukannya berkat bantuan suaminya Bisma.
"Mas boleh ya besok pagi kita ke rumah sakit untuk melihat kondisi Ibu Sarah dan juga Sean." mohon Calista kepada suaminya dengan nada Memelas. Ia pun langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang suaminya. Membuat Bisma tidak dapat menolak permintaan istrinya. Istri yang baru tiga hari sah di mata agama dan hukum.
Ia sayang!" kita besok pagi ke sana. Kamu tenang saja, tidak mungkin mas melarang kamu melihat kondisi kesehatan orang tua sahabat kamu sendiri. Lagian itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai pimpinan perusahaan dan nyonya perusahaan Zulkarnain group.
Sudah sewajarnya kita mengunjungi keluarga karyawan kita yang sakit." ucap Bisma Zulkarnain meyakinkan Calista agar Calista tidak meraung-raung memohon kepada Bisma kalau mereka menjenguk Ibu Sarah dan Sean
Karena sikap manja istrinya, Bisma langsung mengecup bibir manis Calista. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga Calista pun mulai membalas kecupan dari Bisma.
"Sayang kamu sudah mulai pintar ya." bisik Bisma tepat di telinga Calista. "Tentu sudah pintar dong sayang, kan sudah tiga hari belajar dari kamu."ucap Calista sambil tertawa cengengesan. Bisma pun mengembangkan senyumnya.
Ia pun Kembali mengecup bibir manis Calista. Membuat Calista mende$@h dan tidak dapat menahan de$@hanya lagi bibir mereka saling bertautan di sana. De$@han de$@han terdengar jelas di kamar itu. Mereka sampai lupa untuk menutup pintu kamar mereka.
Tiba-tiba Nyonya Katarina Dona ingin masuk ke dalam kamar berniat memanggil keduanya untuk membicarakan sesuatu hal. Tetapi karena nyonya Katarina Dona melihat Putra dan menantunya sedang bercumbu mesra. Sehingga Nyonya Katarina Dona memilih untuk tidak masuk ke dalam kamar Putra dan menantunya.
Tetapi Calista sudah terlanjur melihat nyonya Katarina Dona "Mami! pekik Calista sambil langsung melepas tautanya kepada Bisma. "Maaf, Mami sudah mengganggu kalian. Kalau kalian ingin bercinta lebih baik dikunci dulu kamarnya." ujar Nyonya Katarina Dona kepada Bisma dan juga Calista.
Membuat wajah Calista langsung memerah dan tersipu malu. "Sudah kalian lanjutkan aja, tidak perlu malu." ucap Nyonya Katarina Dona sambil langsung berlalu dari kamar Putra dan menantunya. Ini sih gara-gara Mas main nyerocos aja tanpa mengunci pintu. Kan jadi malu jadinya." ucap Calista sambil menatap suaminya dengan tatapan tajam.
"Sudahlah sayang!" tidak apa-apa Paling juga mereka mengerti. Mereka juga pernah muda seperti kita." ucap Bisma enteng membuat Calista menggelengkan kepalanya, mendengar apa yang dikatakan suaminya.
Bisma membuat Calista tidak dapat menahan de$@hanya sehingga Calista pun membuka rongga mulutnya. Agar Bisma lebih leluasa memainkan lidahnya di rongga mulut Calista. Sehingga lidah mereka saling bertautan di sana.
Tangan Bisma sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar Calista. Bisma menuntun tangan Calista untuk memainkan adik kecilnya. Calista pun melakukan apa yang dituntun oleh suaminya. Karena ia tidak ingin membuat suaminya kecewa terhadapnya.
Hingga bagian adik kecil milik Bisma pun langsung lancang depan. Membuat Calista semakin melancarkan aksinya, tangan Bisma sudah mulai menjalar ke area sensitif milik Calista. Membuat Calista pun semakin mende$@h. Ia pun tidak mau kalah dengan suaminya Begitu juga dengan Bisma.
Ia sudah merasakan sensasi yang sangat luar biasa dari gerakan demi gerakan yang dilakukan suaminya. Bisma pun langsung menggendong tubuh istrinya naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size itu.
Perlahan satu persatu kain yang melekat di tubuh mereka sudah tidak ada lagi. Hingga keduanya tidak menggunakan sehelai benang pun membuat lekuk tubuh milik Calista terlihat jelas di mata Bisma.
Begitu juga dengan tubuh Bisma. Calista menikmati pemandangan indah ciptaan Tuhan. Dada bidang Bisma bagai candu buat Calista. Ia pun terus memainkan tangannya di bagian dada dan juga bagian adik kecil Bisma. Membuat Bisma semakin mende$@h dan selalu meminta Calista untuk mempercepat gerakannya.
Merasa sudah tidak tahan lagi, membalikkan tubuh Calista. Dan langsung memainkan adik kecilnya di area Goa milik Calista perlahan Bisma mulai memainkan adik kecilnya di sana hingga Calista benar-benar merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
Bisma yang sudah tidak tahan lagi membuat adik kecilnya langsung menyemburkan lahar kental tepat di area goa milik Calista "Ahhhhhh.... suara Bisma terdengar jelas di telinga Calista. Itu artinya suaminya sudah mencapai puncaknya.
"Terima kasih sayang untuk semuanya. Kamu benar-benar wanita yang sangat luar biasa. Sejujurnya ini bukan yang pertama kali buat Bisma. Tetapi bagi Calista ini yang pertama sekali. Bisma langsung mengecup kening Calista.
"Mas sangat mencintaimu Sayang." ucap Bisma sambil memberikan kecupan hangat di wajah dan kening Calista.
"Aku juga sangat mencintaimu mas!" sahut Calista sambil membalas kecupan dari suaminya. Membuat Bisma merasa sangat bahagia memiliki istri seperti Calista, yang sangat pengertian terhadapnya.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bisma. setelah menikah dengan Calista. Hatinya benar-benar dipenuhi kebahagiaan. Seolah dirinya lupa akan penghianatan Alena di masa lalu.
Sudah beberapa tahun silam Bisma menutup hatinya kepada setiap wanita. Tetapi entah mengapa setelah bertemu dengan Calista, perasaan jatuh cinta kembali timbul di hatinya. Sama seperti yang ia rasakan saat jatuh cinta pada pandangan pertama.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏