I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 54 JANUR KUNING



"Ya bu!" Terima kasih sudah menjadi bagian hidup Calista selama ini. Jujur kalau tidak ada Papa dan ibu, mungkin Calista tidak tahu bagaimana menjalani hidup ini. Terima kasih sudah menjadi bagian hidup Calista Bu....pa," ucap Calista sambil meneteskan air matanya. Karena Calista sangat menyayangi Pak Nando dan juga Bu Intan yang sudah beberapa tahun belakangan ini hidup bersama Calista.


Disela sela Perdebatan antara Gibran, Tiwi, Dewi listra berlalu meninggalkan ketiganya disana. Begitu juga dengan Wulan yang terlihat ingin memberikan tegur sapa kepada para tamu undangan yang hadir disana.


Listra meminta kepada MC yang betugas acara pesta resepsi pernikahan Calista dan juga Bisma, agar memanggil Gibran untuk menyumbangkan sebuah lagu di acara pesta pernikahan teman kecilnya.


Karena listra sangat mengetahui kalau suara Gibran enak di dengar. Listra mengetahui itu semua, saat berada di desa. Kala itu Gibran sering menyayikan lagu kesukaannya sambil memetik gitar di teras rumah dan di setiap acara di sekolah Meraka.


Panggilan dari pembawa acara resepsi pernikahan Bisma dan Calista pun terdengar jelas di telinga Gibran hingga Calista dan Bisma juga ikut terhenyak mendengar nama Gibran di panggil untuk mengisi acara resepsi pernikahan Bisma dan Calista, disela sela artis papan atas menyumbangkan suara merdu mereka.


Gibran tidak kalah terkejut mendengar namanya di panggil. Tetapi listra langsung mendorong tubuh Gibran, agar segera naik Ake atas panggung yang terlihat megah dan mewah itu.


"Loh kok ada namaku di panggil sih?


"Sudah sana, kamu tidak ingin menghibur acara pernikahan sahabat kita." celetuk listra kepada Gibran. Padahal listra sendiri yang meminta pembawa acara , agar mempersilahkan Gibran untuk menyumbangkan suaranya.


Gibran pun tidak bisa menolak, karna MC yang bertugas disana sudah beberapa kali memanggilnya.


"Ini ada apa sih? gerutu Gibran sambil berjalan ke atas panggung. Gibran memilih lagu sama seperti yang ia rasakan saat ini lagu dari Adipati ala outhor Morata


" Janur kuning "


Selamat tinggal kekasih Yang Ku Sayang


Hari ini hari pernikahan mu.


Selamat tinggal, selamat tinggal kekasihku.


Ku doakan kau bahagia selamanya.


Janur kuning di depan rumahmu, sungguh menyesakkan.


Ku ucapkan Selamat dan bahagia


walau hati perih.


Surat undangan pernikahanmu sungguh menyesakkan.


Ku ucapkan Selamat dan bahagia walau hati perih.


Selamat tinggal kekasih yang kusayang.


Hari ini hari pernikahan mu.


selamat tinggal selamat tinggal kekasihku.


Ku doakan engkau bahagia selamanya.


Janur kuning di depan rumahmu sungguh menyesakkan Ku ucapkan Selamat dan bahagia walau hati ini perih.


surat undangan pernikahan Mu.


sungguh menyesakkan.


Deraian air mata Gibran mengalir deras di pipinya ketika dirinya menyayikan lagu yang meluapkan isi hatinya dalam sebuah lagu ketika dirinya ditinggal menikah oleh Calista. Padahal Gibran sangat mencintai Calista, semenjak Gibran mengenal namanya Cinta.


Merasa sudah tidak sanggup lagi melanjutkan lagu yang ia nyanyikan. Ia pun akhirnya menyudahinya dan langsung turun dari panggung berlalu ke belakang panggung agar setiap orang yang hadir di sana, tidak menyadari kalau lagu itu, merupakan luapan isi hatinya terhadap Calista. Yang meninggalkan dirinya memilih menikah dengan lelaki lain dibandingkan dirinya.


Calista tahu betul kalau Gibran menyanyikan lagu itu untuk meluapkan isi hatinya terhadapmu sehingga ia pun memalingkan wajahnya ketika Gibran menyanyikan lagu itu tepat di hari pernikahan Calista dengan Bisma.


Bisma menatap istrinya. Ia bertanya-tanya dalam hati. "Bagaimana perasaan Calista saat ini, ketika ia mendengar suara lagu luapan isi hati Gibran terhadapnya. Bisma juga mengerti mengapa Gibran menyanyikan lagu itu di acara pernikahannya.


Tetapi ia tidak peduli akan perasaan Gibran sama sekali. Yang ia inginkan Bagaimana supaya membuat Calista hidup bahagia bersamanya tanpa dibayang-bayangi rasa cinta yang dimiliki Gibran terhadap Calista.


"Siapa yang memintanya menyanyi di panggung?


"Apa dia sendiri yang ingin menyanyikan lagu itu di panggung agar aku merasa gelisah?


"Apa tidak ada lagu lain lagi yang akan dia nyanyikan di acara pesta pernikahanku? "Mengapa harus lagu itu yang ia nyanyikan? pasti ada seseorang yang memintanya menyanyi di panggung." Calista bermonolog sendiri.


Sejujurnya listra tidak berniat untuk meminta Gibran menyanyikan lagu luapan isi hatinya. Ia hanya ingin Gibran mengisi acara dengan suara merdunya yang selama ini sudah dirindukan Listra. listra tahu betul kalau Gibran Memang mencintai Calista. Tetapi bukan berarti ia mengetahui kalau Gibran hingga saat ini masih mencintai Calista walaupun Calista sudah menikah dengan lelaki lain.


"Sayang kita perlu bicara nanti!" ucap Bisma membuat Calista mengernyit


"Memangnya mau bicara apa mas?" sahut Calista tepat di telinga Bisma.


"Nanti saja setelah acara pernikahan Kita Telah usai. Tidak enak di hadapan para tamu undangan kita berbicara secara pribadi apalagi tamu undangan masih terlihat ramai yang berdatangan.


Terlihat Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona menghampiri Bisma dan juga Calista.


"Kalian benar-benar serasi. Papi dan Mami sangat bahagia melihat kalian bersanding seperti ini. Semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah." ucap Tian Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona sambil memberikan kado terindah pernikahan Bisma dan Calista.


Tuan Zulkarnain memberikan kado pernikahan untuk Bisma dan Calista satu unit rumah mewah yang lokasinya di kawasan elit kota Jakarta.


"Oh ia sebagai hadiah pernikahan kalian dari mom dan papi, mam berikan ini deh untuk kalian." ucap nyonya Katarina Dona sambil memberikan kunci rumah yang sudah di siapkan oleh Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.


"Mom, tidak perlu seperti ini kali, mom ucap Calista sambil mengebangkan senyumnya.


"Tidak!" sayang ini hadiah dari mom dan papi." sahut nyonya Katrina Dona. Calista terdiam, sekilas ia melirik kearah Bisma.


"Sudah Sayang terima saja!" pekik Bisma sambil mengebangkan senyumnya.


Dari kejauhan terlihat Tiwi dan Dewi datang menghampiri kedua mempelai. "Eh pak bos, jaga ya sahabat baikku. Jangan sampai pak bos menyakiti hati sahabat kami. Kalau bos sampai menyakiti hatinya. Maka kami berdua yang akan lawan bos. Walaupun pak bos itu bos kami di kantor.


Pak bos, menjadi bos hanya di kantor. Tapi kalau di luar kantor kita sama saja." pekik Tiwi dan Dewi membuat Bisma bergidik ngeri mendengar ancaman kedua singa betina itu.


"Ya Allah!" seuzon bangat sih. Siapa juga yang ingin menyakiti istriku yang cantik ini." ucap Bisma memuji kecantikan istrinya di depan para Tiwi dan Dewi tetapi dapat didengar tamu undangan yang berada di dekat mereka.


"Ya sudah kita lihat saja nanti. Nanti kalau dia berani menyakiti kamu Lis, kasih tau ke kita supaya kita kasi pelajaran." ucap Tiwi membuat Calista dan Bisma tertawa cengengesan mendengar ocehan sahabat sahabatnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA 🙏🙏🙏🙏🙏