
"Sayang besok kita akan foto prewedding dan sepertinya Mas sudah menentukan siapa fotografernya.
" Kamu serius Mas? besok kita akan mengadakan sesi foto prewedding? tanya Tiwi yang belum percaya apa yang dikatakan oleh dokter Gibran.
"Ya sayang, tidak mungkin mas membohongi kamu. Mas sudah janjian kepada fotografer dan kita mengadakan foto prewedding di di salah satu tempat yang indah direkomendasikan oleh Nyonya Katarina Dona.
"Jadi Nyonya Katarina Dona juga yang merekomendasikan lokasi sesi foto prewedding kita?
"Ya sayang, sepertinya Nyonya Katarina Dona ingin sekali ikut mengurus pesta pernikahan kita. dan setelah mas lihat dari Foto foto prewedding bisma di lokasi yang sama. Sepertinya cukup menarik dan indah." ucap Dokter Gibran.
Tiwi ikut saja deh Mas. Bagaimana bagusnya. yang penting cinta dan sayang Mas tetap Kepada Tiwi. Jangan pernah berpaling dariku ya Mas.
"Ketika Mas sudah memutuskan untuk menikahi kamu, tidak ada terbesit di hati Mas untuk menghianati cinta kamu sayang. karena kamu satu-satunya wanita yang mampu membuat hati Mas move on dari seorang wanita.
Tentunya kamu sudah mengetahui wanita itu siapa. Dari awal kita menjalin hubungan sudah memberitahu kepada kamu, kalau mas dulunya sangat mencintai Calista. Tetapi dengan adanya kamu hadir di kehidupan mas, membuat cinta masih benar-benar move on dari Calista.
"Percayalah, Mas tidak akan pernah menghianatimu sayang." dokter Gibran meraih tubuh Tiwi. Tiwi merasa bahagia dicintai seorang dokter tampan seperti dokter Gibran. Padahal sebelumnya Tiwi sama sekali tidak pernah terpikir untuk memiliki suami seorang dokter.
Tetapi Mungkin Tuhan mengirimkan jodoh kepada Tiwi seorang dokter tampan seperti dokter Gibran.
"Mas....., jika kita sudah menikah, apa Tiwi masih bisa bekerja di zulkarnain group? tanya Tiwi. Berharap dokter Gibran mengizinkannya bekerja di Zulkarnain Group.
Sebagai seorang suami, selagi mampu untuk membiayai kehidupan rumah tangga sehari-hari. Walaupun hidup tidak mewah Tetapi setidaknya mampu. Tidak akan pernah membiarkan istrinya bekerja. Karena tugas seorang istri itu mengurus rumah tangga dan melayani suaminya.
Tidak mungkin mas membiarkan kamu bekerja banting tulang di Zulkarnain group lagi sebagai office girl di sana. Mas masih mampu membiayai kehidupan kita sayang. Untuk apa Mas menikahi kamu, kalau mas tetap membiarkan kamu bekerja.
Apa artinya seorang suami kalau tidak dapat menafkahi istri dan anak-anaknya? jadi Mas mohon stop berharap tetap bekerja di Zulkarnain Group. jika kita sudah menikah, tugasmu nanti hanya mengurus rumah tangga, melayani Mas dan juga mengurus anak-anak kita kelak. Itu bukan pekerjaan yang mudah. Itu pekerjaan yang paling sulit kita kerjakan.
Karena tidak mudah bagi wanita mengurus rumah tangga. Kamu lihat sendiri kan sayang, Calista yang sudah berpendidikan sarjana saja, Bisma menghentikannya bekerja. Karena Bisma merasa mampu menafkahinya.
Begitu juga dengan Dewi. Dewi berhenti bekerja di perusahaan Zulkarnain Group yang satu profesi dengan Mu. Karena Carlos masih mampu membiayai kehidupan mereka. Sama-sama seperti Mas. Mas masih bisa membiayai kehidupan rumah tangga kita kelak."ucap dokter Gibran kepada Tiwi. membuat Tiwi langsung terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Apa kamu kecewa dengan keputusan Mas? Tanya Dokter Gibran karena melihat raut wajah Tiwi seperti kurang bersahabat.
"Tidak Mas. Karena tugas seorang istri menurut kepada suaminya. Tiwi hanya takut saja jika kelak nanti Tiwi tidak berpendapatan lagi,Tiwi tidak bisa beli sesuatu yang Tiwi diinginkan seperti hari-hari sebelumnya. Apalagi mas tahu sendiri Tiwi paling doyan yang namanya bepergian entah kemana seperti anak kecil." ucap Tiwi Sambil tertawa cengengesan membuat suasana yang tegang menjadi menghangat.
Dokter Gibran mengacak-acak rambut Tiwi. "Kamu ini membuat jantung Mas hampir copot. Melihat raut wajahmu yang tadi kurang bersahabat, ketika Mas mengatakan kalau kamu tidak bisa bekerja lagi. Memangnya kamu pikir calon suami kamu ini tidak akan mampu membiayai kehidupan kamu dan membutuhkan segala keinginan kamu? tanya dokter Gibran kepada Tiwi dibalas gelengan kepala dari Tiwi
****
"Mas sepertinya Papi memanggil Mas deh. ucap Dewi ketika mendengar suara Tuan Baskoro memanggil Carlos.
" Ah masa iya sayang?
"Iya Mas, lebih baik Mas lihat dulu deh. Siapa tahu ada yang penting yang ingin Papi bicarakan kepada mas.
Tapi ini sudah malam sayang, sudah sewajarnya Papi istirahat. Tidak mungkin Papi memanggil Mas." ucap Carlos kepada Dewi tiba-tiba suara ketukan pintu kembali terdengar jelas di telinga Carlos. Membuat Carlos yakin apa yang dikatakan istrinya.
Carlos bangkit dari tempat duduknya. Ya saat ini Carlos belum membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tetapi ia masih sibuk mengotak-atik laptopnya melihat laporan keuangan restoran miliknya.
Carlos membuka pintu. "Ada apa pi? kok malam-malam seperti ini Papi memanggil Carlos?" tanya Carlos penuh selidik.
"Memangnya ada apa Pi? kok sepertinya Papi terlihat khawatir?
"Tidak bagus pembicaraan ini didengar istri kamu. lebih baik kita berbicara di ruang kerja Papi." ujarnya sambil berlalu meninggalkan Carlos di sana.
Carlos berpamitan kepada Dewi untuk menemui Tuan Baskoro.
"Sayang sepertinya ada sesuatu yang ingin Papi bicarakan kepada mas. Tidak apa-apa kan, Mas tinggal dulu? ucap Carlos kepada istrinya Dewi.
" Tidak apa-apa Mas.
Carlos berlalu meninggalkan Dewi di kamar. Ia pun menemui Tuan Baskoro di ruang kerjanya.
"Ada apa Pi? sepertinya Papi terlihat khawatir. tanya Carlos kepada Tuan Baskoro yang tampak raut wajah Tuan Baskoro begitu kurang bersahabat.
"Mami kamu?
"Mami?
"Memangnya Mami kenapa Pi?
"Ada seseorang yang menghubungi Papi dan memberitahu kabar terbaru tentang Mami kamu. Sungguh tragis. Saat ini Mami kamu sedang sekarat di rumah sakit akibat kecelakaan yang menimpanya.
Jujur Papi terkejut mendengarnya. Papi sebenarnya masih belum bisa menerima penghianatan yang Mami kamu lakukan. Tetapi seseorang memohon kepada Papi. agar kita membantu mami kamu. Mami kamu membutuhkan golongan darah yang sama dengannya.
Dan golongan darah itu tidak ada di rumah sakit tempat mami kamu dirawat. Mereka sudah mencari persediaan darah yang sama golongan darahnya dengan Mami kamu. Tapi naas di PMI juga golongan darah yang sama dengan mami kamu, kosong.
Jika kamu bersedia menolong mami kamu, Papi mengizinkan. Walaupun Pali belum bisa memaafkan penghianatan yang mami kamu lakukan. Tetapi bagaimanapun dia wanita yang melahirkanmu ke dunia ini." ucap Tuan Baskoro kepada Carlos.
Membuat Carlos terhenyak mendengar apa yang dikatakan Tuan Baskoro kepadanya. Kalau saat ini ibu kandung Carlos telah sekarat di rumah sakit memperjuangkan hidupnya.
"Apa suaminya tidak dapat membantunya Pi? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh Carlos kepada tuan Baskoro.
"Bagaimana mungkin bisa membantu, saat ini ayah tiri kamu sudah meninggal dunia.
"Papi serius?
"Ya orang kepercayaan Papi yang memberitahu segalanya. Dan saat ini Mami kamu masih berjuang mempertahankan hidupnya. Tuan Baskoro berharap kalau Carlos bersedia mendonorkan darahnya kepada mantan istrinya itu.
Tampak Carlos berpikir sejenak. Ia tidak ingin buru buru mengambil keputusan. Apa yang harus Carlos lakukan Pi? jujur Carlos masih sakit dan kecewa kepada mami. Yang sanggup meninggalkan Carlos bersama Papi.
Padahal kala itu Carlos masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tapi apa yang Mami lakukan? Dia pergi meninggalkan kita demi untuk hidup bersama lelaki yang lebih kaya dari Papi. Rasa kecewa Carlos masih tergores Pi" Carlos memberitahu apa yang ada di dalam isi hatinya kepada Tuan Baskoro.
"Pikirkan matang-matang. Bagaimanapun itu Mami kamu, yang telah melahirkanmu ke dunia ini." Tuan Baskoro mengingatkan kepada Carlos kalau wanita yang membutuhkan pertolongannya, merupakan orang yang sudah melahirkan Carlos hingga Carlos ada di dunia ini. Carlos hanya terdiam tidak dapat menjawab apa-apa.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏