
Bisma membawa Calista Ke salah satu restoran ternama yang ada di mall miliknya. Ia tahu saat ini istrinya pasti sudah lapar, Setelah beberapa jam berniat berbelanja di mall itu. Tetapi kekecewaan menghampiri Calista ketika salah satu pemilik toko tempat penjual perlengkapan bayi mencaci dan menghinanya. Membuat Calista merasa dirinya tidak memiliki harga diri di hadapan para orang-orang yang berbelanja saat itu.
"Kamu kenapa sayang? jangan terlalu dipikirkan. Anak buah Mas sudah membereskan semuanya." ujar Bisma sambil memberikan kecupan hangat di punggung tangan Calista. Calista hanya terdiam dan menatap Bisma dan nyonya Katrina Dona secara bergantian.
Sebenarnya Mami yang salah. Mami tidak menjaga Calista saat berbelanja. Padahal tas sandang Calista berada sama Mami. Karena Mami tidak ingin Calista berjalan kewalahan sambil menenteng tas sandang miliknya. Apalagi perut Calista sudah membuncit." ucap Nyonya Katarina Dona kepada Bisma.
"Tidak mom, Calista yang salah. Tidak memperhatikan mami ikut Calista atau tidak. Tetapi karena kebodohan Calista, makanya Calista dihina dan dicaci di sana. Mungkin itu sudah terbiasa Calista terima cacian semenjak kecil, Sehingga sampai sekarang Calista juga mendapat hinaan dan cacian." sahut Calista sambil meneteskan air matanya mengingat kalau berada di desa, kerap sekali sang rentenir Tempat kedua orang tuanya meminjam uang, Calista mendapat cacian dan makian.
"Jangan seperti ini sayang," mas tidak akan mengampuni siapapun yang berani menyakiti hatimu." ucap Bisma sambil meraih tubuh Calista kepelukannya.
" Salah kamu juga, Mengapa kamu tidak memberitahu kepada manajemen Mall ini kalau Calista istri kamu? nyonya Katarina Dona menyalahkan Bisma tidak memberitahu kepada manajemen mall milik Bisma kalau Calista merupakan istrinya.
Jika manajemen mall ini sudah mengetahui, kalau Calista ini istri kamu, maka tidak ada seorangpun yang berani mencaci dan menghina menantuku." ucap Nyonya Katarina Dona kepada Bisma Yang merasa kesal menantunya dihina dan dicaci di mall milik keluarga Zulkarnain sendiri.
Bisma menghela Kenapa berat. lalu Bisma langsung menghubungi salah satu asistennya untuk memberitahu kepada manajemen mall tersebut, jika Calista masuk ke dalam mall miliknya, harus mendapatkan pelayanan yang eksklusif. Sang asisten pun melaksanakan apa yang diperintahkan Bisma.
"Sudahlah!" semuanya sudah terjadi.Ini juga tidak hanya kesalahanmu saja. Mami juga salah disini." ucap Nyonya Katarina Dona kepada Calista. "Tidak apa-apa mom, Calista hanya sedih aja." ucap Calista sambil mengelus perutnya yang membuncit.
Membuat Nyonya Katarina Dona dan Bisma semakin merasa bersalah. Bisma langsung berjongkok berbicara kepada anak yang ada di rahim Calista. "Maafkan papi ya nak, hari ini Mami kamu sangat sedih. Tetapi Papi berjanji Papi akan memberikan kebahagiaan kepada Mami kamu. Baik-baik di dalam ya sayang."
Bisma meminta maaf kepada anak yang ada di rahim Calista, seolah-olah anak yang ada di rahim calista dapat mendengar apa yang dibicarakan Bisma kepadanya.
Melihat tingkah konyol suaminya, akhirnya Calista pun tertawa cengengesan membuat hati Bisma bernafas lega. Akhirnya Bisma dapat mengembalikan senyuman istrinya." Ya sudah kita nikmati saja makan siang ini pasti kamu sudah lapar kan sayang. Makan yang banyak, soalnya makanan yang kamu makan buat anak kita yang ada di dalam sini, butuh asupan gizi yang cukup." ujar Bisma sambil mengelus perut Calista yang sudah membuncit.
Nyonya Katarina Dona mengembangkan senyumnya melihat interaksi Bisma yang begitu perhatian kepada Calista. Nyonya Katarina Dona teringat akan masa lalu yang sudah dilewati Nyonya Katarina Dona dengan Tuan Zulkarnain, kala Nyonya Katarina Dona sedang hamil Bisma.
Tuan Zulkarnain begitu posesif kepada Nyonya Katarina Dona, dan ia juga sangat perhatian. Tuan Zulkarnain tidak pernah membiarkan Nyonya Katarina sedih saat Nyonya Katarina Dona sedang hamil. Sama seperti yang dilakukan oleh Bisma kepada Calista, yang tidak ingin membuat istrinya kekurangan perhatian darinya.
"Ya Allah, sifat suami hamba sama persis sama putranya yang begitu perhatian terhadap istrinya." gumam Nyonya Katarina Dona dalam hati sambil terus memperhatikan interaksi Bisma dan Calista.
Kali ini Bisma yang melayani Calista. Biasanya Calista yang selalu melayani suaminya. Tetapi untuk saat ini, Bisma ingin memberikan pelayanan eksklusif kepada istrinya.
Tidak apa-apa sayang, ini pelayan khusus dari Mas sahut Bisma. "Biarin saja Nak Calista, Ya begitulah Bisma kalau sudah bucin kepada wanita. Sama seperti Papi saat Mami hamil suami kamu Bisma. Mami tidak pernah diperbolehkan melakukan apa-apa. Dan Mami diminta istirahat total.
Bahkan makanan Mami saja Papi yang semua menyediakan. Untuk mandi saja Papi membantu mami. Entahlah mungkin turunan dari Papinya. Papi tidak pernah membiarkan Mami sedih. Apalagi waktu Mami sedang hamil. Papi ekstra perhatian Kepada Mami." ucap Nyonya Katarina Dona kepada Calista dan Bisma Zulkarnain.
"Namanya juga istrinya, pasti perhatian. Apalagi sedang hamil." gerutu Bisma kepada Nyonya Katarina. "Iya Papi kamu memang Cinta Mati kepada mami. Kalau tidak percaya tanya aja sama papi." ujar Nyonya katerina Dona Sambil tertawa cengengesan.
Membuat Calista pun ikutan tertawa. Ia dapat membayangkan cerita Nyonya Katarina Dona saat hamil suaminya. "Jadi kamu jangan merasa sungkan Calista karena begitulah. Mami juga seperti itu dulu. Selalu tidak bisa ini, tidak bisa itu, tidak bisa mengerjakan yang ini. Yang pasti mereka hanya ingin membiarkan kita istirahat total dan menikmati hidup.
Jika kita menginginkan sesuatu, tinggal panggil asisten rumah tangga atau Panggil suami kamu sendiri. Sama seperti Mami di masa lalu." ucap Nyonya Katarina Dona Sambil tertawa cengengesan.
Calista menikmati canda gurau Ibu mertuanya siang itu. Sambil memakan menu makan siang yang ada di hadapannya. Ia merasa bahagia mendapat suami yang begitu perhatian dan sayang kepadanya. Begitu juga dengan ibu mertuanya yang begitu sayang dan perhatian kepada Calista.
"Ya Allah aku bersyukur memiliki suami yang baik dan begitu perhatian kepadaku. Ibu mertuaku juga begitu perhatian membuat kebahagiaanku semakin berlipat-lipat ganda." gumam Calista dalam hati sambil terus memakan makan siang yang ada di hadapannya sampai ludes tanpa sisa.
Membuat Bisma mengembangkan senyumnya. " Nah gitu dong, kalau kamu menghabiskan menu makanan yang ada di hadapan kamu, pasti gizi anak kita yang ada di dalam sini, tidak akan kurang." ucap Bisma sambil mengelus perut Calista yang membuncit.
Tiba-tiba beberapa dari wartawan datang menghampiri Bisma yang sedang ada di salah satu restoran ternama di mall itu. Ternyata ada seseorang yang merekam kejadian yang ada di toko perlengkapan bayi itu.
Ketika Calista mendapat cacian dan makian dari pemilik toko dan pegawai toko yang bekerja di sana. Video itu langsung viral di media sosial setelah di upload seseorang di salah satu akun media sosial. Membuat para wartawan langsung menyerbu Bisma dan Calista yang masih berada di mall itu.
Bisma yang di kenal seorang pengusaha kaya raya membuat orang orang tidak percaya kalau istrinya di hina di mall miliknya sendiri. Hingga para wartawan ingin langsung meliput Video viral itu.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN