I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.77 MAKAN SEPERTI ANAK KECIL



Di kantor Zulkarnain Group terlihat Dewi sudah melakukan aktivitasnya seperti biasanya. "Dewi kita makan siang yuk. kebetulan aku membawa bekal lebih. kamu membawa bekal tidak? Kalau kamu tidak membawa kita makan bekalku saja." ajak Tiwi yang baru tiba menghampiri Dewi di pantry.


Dewi mengembangkan senyumnya. Ya hari ini Dewi tidak membawa bekal karena Dewi bangun terlalu kesiangan. "Terima kasih Tiwi Kamu Memang benar-benar sahabat yang paling pengertian. Tau aja kamu aku tidak membawa bekal." ucap Dewi sembari langsung menghampiri Tiwi yang sedang membuka kotak bekalnya. Kini kedua sahabat itu sedang menikmati menu makan siang bekal yang dibawa oleh Tiwi.


Suasana hati Dewi dan Tiwi begitu riang siang ini. Yang mana Dewi sudah merasa lega karna adik dan Ibunya sudah sembuh, setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit.


Ada canda dan tawa di pantry, ketika mereka sedang makan siang yang disiapkan oleh Tiwi. Tanpa mereka sadari Carlos memperhatikan interaksi kedua sahabat itu.


"Kalau lagi makan Jangan cikikikan. Nanti bisa nanti bisa keselek." suara bariton terdengar jelas di telinga kedua sahabat itu membuat Dewi dan Tiwi tiba-tiba langsung menghentikan tawanya.


Dan menoleh ke arah suara yang tiba-tiba mengomentari mereka berdua. "Eh ada Pak Carlos." ucap Dewi dan Tiwi sambil nyengir. "Kalian ini seperti anak kecil saja, makan sambil cikikikan. Tidak bagus makan sambil cikikikan." ucap Carlos membuat Dewi dan Tiwi mengerutkan keningnya.


"Namanya juga kita sedang menikmati hidup, walau kehidupan kita hanya hidup sederhana. tetapi kami menikmatinya. Tanpa beban walaupun hidup hanya pas-pasan." celutuk Tiwi sambil langsung tertawa ngakak.


Carlos menggelengkan kepalanya. Tiwi dan Dewi memang sifatnya hanya berbeda tipis. keduanya sama-sama suka bicara ceplas-ceplos. Begitu juga dengan Calista tetapi saat ini Calista sudah tidak bisa seperti dulu lagi, berkumpul dengan mereka. Setelah Calista memutuskan menikah dengan Bisma. dan menerima perjodohan yang dilakukan oleh Tuan Zulkarnaen dengan Pak Nando.


"Pak Carlos sudah makan belum? kalau belum silakan makan Pak. Tapi maaf jatah Bapak tidak ada di sini. Karena porsi yang saya bawa hanya cukup untuk dua orang saja. lagian makanan yang saya bawa, makanan kampung. Tidak cocok di lidah seperti pak Carlos dan pak Bisma. Kalian berdua kan beda tipis. " Celetuk Tiwi dan Dewi yang mampu membuat Carlos semakin kesal melihat Tiwi


"Siapa juga yang ingin meminta makanan kamu itu. Saya ke sini hanya ingin memberitahu kepada kalian tolong sediakan dua cangkir kopi keruangan Pak Nando. Setelah kalian selesai makan antarkan ke ruang Pak Nando." ucap Carlos memerintah Dewi atau Tiwi yang memang kebetulan tugas kedua wanita itu.


Dewi dan Tiwi saling pandang. Kemudian keduanya langsung menganggukkan kepalanya. " Pak Carlos tenang saja sebentar lagi kami akan menghantarkan kopi yang paling enak buatan Dewi." ucap Tiwi memuji Dewi di hadapan Carlos.


****


Tok....


Tok...


Tok...


Suara ketukan pintu ruang kerja Pak Nando terdengar jelas di telinga Kedua lelaki berbeda generasi itu.


"Masuk!" perintah Pak Nando dari dalam ruang kerjanya. Yang ternyata di ruangan Pak Nando ada Carlos dan juga Pak Nando sendiri. Entah sedang membahas apa, yang pasti Dewi tidak mengetahui hal itu.


"Selamat siang pak, ini kopi pesanan Bapak tadi." ucap Dewi sambil menyuguhkan dua cangkir kopi di meja kerja Pak Nando.


"Oh Trimakasih Dewi." sahut Pak Nando ramah.


"Bagaimana kondisi ibu kamu Apa sudah baikan? tanya Pak Nando kepada Dewi membuat Dewi langsung menganggukkan kepalanya.


"Syukurlah kalau begitu. Aku berada kondisi kesehatan ibu kamu baik-baik saja." ucap Pak Nando sambil mempersilahkan Dewi kembali melakukan tugasnya sebagai Office girl. Dewi meninggalkan ruang kerja Pak Nando setelah selesai menyuguhkan dua cangkir kopi pesanan Carlos.


Sepeninggalan Dewi, Pak Nando berbicara pribadi kepada Carlos.


"Bagaimana Carlos Apa kamu tidak ingin segera melepaskan masa lajangnya? seperti sahabat kamu Bisma? tiba-tiba Pak Nando melontarkan pertanyaan itu kepada Carlos. yang mana hubungan antara Carlos dengan Pak Nando memang cukup dekat, sama halnya dengan kedekatan antara Bisma dengan Carlos.


Carlos menghela nafas panjang.Ia tidak dapat menjawab pertanyaan Pak Nando, yang tiba-tiba menanyakan masalah wanita kepadanya. Padahal hal itu merupakan sesuatu yang tidak ingin dibahas oleh Carlos di setiap langkah hidupnya.


Setelah penghianatan ibunya kepada ayahnya membuat Carlos benar-benar trauma menjalin hubungan rumah tangga. Keretakan hubungan antara ibu dan ayah kandung Carlos, membuat dirinya enggan memutuskan menikah dengan wanita. Apalagi ibu kandung Carlos, telah meninggalkannya di usia kelas 6 SD dan memilih menikah dengan lelaki lain.


Carlos benar-benar tidak mengetahui permasalahan antara kedua orang tuanya. Karena menurut keterangan dari ayah kandung Carlos, Ibunya telah menghianati cinta ayahnya. Dan memilih meninggalkan Carlos dan ayahnya di saat keadaan mereka sedang terpuruk.


Hal itulah yang membuat Carlos enggan menjalin hubungan kepada wanita. Apalagi ketika Carlos melihat kehidupan ibu kandungnya saat ini sudah hidup bahagia bersama lelaki pilihannya. Tanpa mengingat sosok Carlos sedikitpun.


Sahabat baik Bisma itu, benar-benar memiliki masa kecil yang begitu rumit. Berbeda dengan Bisma. Bisma sempat trauma menjalin hubungan dengan wanita. Karena dirinya dikhianati oleh sang kekasih Alena namanya. Hingga suatu ketika Bisma memutuskan menikah dengan Calista.


Pak Nando memang tahu sedikit banyaknya permasalahan kehidupan keluarga Carlos. Sehingga ia pun mengerti mengapa hingga saat ini Carlos tidak melepas masa lajangnya. di usia yang sudah tidak muda, seumuran dengan Bisma. Membuat Pak Nando meminta kepada Carlos untuk segera mengikuti jejak Bisma.


"Ayolah Carlos, berdamailah dengan keadaan. Asal kamu ketahui tidak semua wanita sama seperti ibu kandung kamu. Lihat saya hampir 18 tahun menjalin rumah tangga dengan tante kamu Intan. Kami hidup bahagia walaupun kami tidak dikaruniai seorang anak. Tetapi Allah mengirimkan Calista kepada kami untuk menjawab kerinduan kami memiliki seorang anak.


Percayalah, kebahagiaan akan menghampirimu. Jika kamu benar-benar ingin berdamai dengan keadaan. Aku yakin suatu saat kamu pasti menemukan cinta yang tulus dari seorang wanita. Entah itu dari kalangan atas atau bawah kita tidak mengetahui.


Tetapi satu hal yang harus kamu ingat, jangan pernah melihat orang hanya dari segi ekonomi ras dan golongan. Tetapi lihatlah dari niat hatinya yang tulus menerima kamu apa adanya, dia mencintai kamu dengan tulus tanpa melihat harta kekayaan yang kamu miliki.


Saya yakin kamu pasti menemukan cinta sejatimu." ucap Pak Nando ketika Carlos dan Pak Nando berada di ruang kerja Pak Nando. Carlos menghela nafas panjang Ia pun akhirnya angkat bicara.


"Sejujurnya Ingin sekali aku untuk membuka hati kepada wanita. Tetapi aku tidak mengetahui wanita itu memiliki cinta atau tidak kepadaku. Entahlah mengapa tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang begitu menarik perhatianku kepadanya. Tetapi aku masih ragu dengan hatiku saat ini. Apakah aku mencintainya atau tidak. Atau hanya sekedar simpati saja." ucap Carlos kepada Pak Nando.


"Yakinkan hatimu. Aku yakin Tuhan akan menyediakan Wanita Yang terbaik bagimu. percayalah tidak semua wanita itu sama." ucap Pak Nando mengingatkan kepada Carlos bahwa tidak semua wanita sama seperti ibu kandungnya yang rela meninggalkan anaknya dan suaminya hanya untuk mengejar lelaki lain.


bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏