I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 66 ISTERI IDAMAN



Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bisma. setelah menikah dengan Calista. Hatinya benar-benar dipenuhi kebahagiaan. Seolah dirinya lupa akan penghianatan Alena di masa lalu.


Sudah beberapa tahun silam Bisma menutup hatinya kepada setiap wanita. Tetapi entah mengapa setelah bertemu dengan Calista, perasaan jatuh cinta kembali timbul di hatinya. Sama seperti yang ia rasakan saat jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Aku yakin kamu memang wanita yang dikirimkan Allah kepadaku untuk menjadi pendamping hidupku di usiaku yang sudah tidak muda ini." guman Bisma sambil menatap istrinya dengan tatapan mendalam.


Perbandingan usia Bisma dan Calista terpaut jauh berbeda 9 tahun. Itu tidak menjadi masalah bagi Calista. Yang penting baginya saat ini mereka sama-sama saling mencintai dan memahami antara satu dan yang lain.


"Apalagi saat ini Bisma benar-benar ingin menjalin hubungan rumah tangganya dengan serius. Bisma berusaha untuk mencuri hati Calista. Karena ia tahu betul kalau Calista saat ini belum benar-benar sepenuhnya mencintai Bisma.


Karena pernikahan mereka terjadi akibat perjodohan yang dilakukan oleh Tuan Zulkarnain dan Pak Fernando yang merupakan orang tua angkat Calista.


Bisma khawatir Calista menerima pernikahan ini dengan terpaksa. Karena awalnya Bisma mengancam Calista untuk memecat Pak Nando dari kantor Zulkarnain group dari kedudukannya.


Membuat Calista tiba-tiba menyetujui perjodohan itu. Bisma juga tahu Calista menerima perjodohan itu karena membalas Budi baik Pak Nando dan Ibu Intan yang sudah menerimanya sebagai anak kandung mereka sendiri. Ia tidak ingin membuat tak pernah dan Ibu Intan kecewa.


Entah karena faktor kelelahan, Bisma Langsung tertidur pulas Di samping Calista. sementara Calista berlangsung berlalu masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah satu jam bermain bersama suaminya


Calista sudah dipenuhi keringat yang membuat Calista merasa tidak nyaman untuk istirahat. Sehingga Calista memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu baru, ia kembali membaringkan tubuhnya tepat di samping suaminya.


"Mungkin dia kelelahan." gumam Calista dalam hati. Sambil memperhatikan Bisma dengan seksama. "Tampan sekali ternyata suamiku, aku sangat beruntung memiliki suami seperti dia. Dia selalu menuruti apa yang aku inginkan.


Padahal siapalah aku dibandingkan dia. Aku tidak ada apa-apanya. mengapa dia memilih aku menjadi pendamping hidupnya? Apakah benar dia benar-benar cinta kepadaku? Calista bermonolog sendiri sambil menatap suaminya dengan tatapan mendalam.


Kemudian ia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dengan menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan saat tidur di rumah. Entah karena faktor kelelahan, kini Calista menyusun tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


Pagi hari yang cerah, matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Calista terbangun dari tidurnya. Ia masih melihat suaminya berbaring, tertidur pulas di sana. Ia tidak ingin mengganggu tidur suaminya.


Calista memilih bangkit dari tempat tidurnya setelah melirik jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi. "Allahu akbar aku terlambat bangun. Menantu semacam apa aku ini. Bangun pagi terlambat, Apa kata mami dan Papi nanti!" gumam Calista dalam hati Sambil langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Setiap Calista sengaja mempersingkat ritual mandinya. Kemudian Ia pun mengenakan pakaian yang santai yang biasa digunakan di rumah, agar pergerakannya lebih leluasa.


Setelah terlihat rapi dan bersih, Calista Turun ke bawah menghampiri asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Zulkarnain. terlihat tidak ada seorangpun penghuni rumah, selain asisten rumah tangga di sana.


Membuat Calista langsung menganggukkan kepalanya. Pertanda ia paham kalau ayah dan ibu mertuanya rajin berolahraga. Sehingga tetap terlihat bugar dan awet muda.


Calista langsung membantu asisten rumah tangga itu untuk menyiapkan menu sarapan pagi. Sudah, Biarkan saya saja Non. lebih baik non istirahat saja di ruang tamu.ujae asisten rumah tangga itu kepada Calista. Tetapi Calista yang sudah biasa mengerjakan pekerjaan dapur, Ia tetap tidak tinggal diam.


Ia pun mengembangkan senyumnya. "Sudah lah bi, tidak apa-apa. Lagian pekerjaan seperti ini biasa Calista kerjakan. Toh Calista juga terlahir dari rakyat jelata. He....he....he, Calista tertawa sambil menatap asisten rumah tangga itu dengan tatapan penuh arti.


Hati asisten rumah tangga itu menjadi menghangat. Karena ia mengetahui kalau Calista wanita periang dan bersahabat kepada setiap orang. Hingga para asisten rumah tangga yang ada di sana pun datang ke dapur, mendengar suara tawa Calista dan asisten rumah tangga yang bertugas untuk menyiapkan sarapan pagi, Pagi ini.


"Ada apa sih? sepertinya tertawa kalian menyenangkan." ucap asisten rumah tangga yang baru beberapa bulan bekerja di sana. Ini non Calista tidak ingin tinggal diam. Non Calista ingin membantu bibi memasak sarapan pagi, untuk keluarga ini." ucap Bi Rasmi kepada rekannya.


Para asisten rumah tangga yang melihat Calista cekatan, menyiapkan menu sarapan pagi, Mereka pun menganggukkan kepalanya pertanda Mereka senang memiliki tuan rumah atau nyonya rumah sebaik dan sederhana seperti Calista.


Tidak seperti mantan kekasih Bisma yang selalu ingin merendahkan setiap asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Zulkarnain. Setiap kali Alena datang ke rumah utama keluarga Zulkarnain, ketika Bisma masih menjalin hubungan dengan Alena. Para asisten rumah tangga selalu mendapat bentakan dan hinaan dari Alena.


Lain halnya dengan Calista. Hanya tawa dan canda yang ada di antara mereka. Tidak ada perbedaan antara Nyonya rumah dan asisten rumah tangga di sana. Membuat suasana dapur itu pun menjadi menghangat. Tanpa Calista sadari, Tuan Zulkarnain dan Nyonya katarina dona sudah memperhatikan interaksi Calista dengan para asisten rumah tangga yang bekerja di sana. Begitu juga melihat Calista dengan cekatan menyiapkan menu sarapan pagi buat keluarga Zulkarnain.


Lihat pi, menantu kita benar-benar bersahabat kepada setiap asisten rumah tangga yang di sini. Apalagi dia membantu mereka menyiapkan menu sarapan pagi untuk kita. Itu artinya dia benar-benar menantu idaman." bisik Nyonya Katarina Dona tepat di telinga.


Tuan Zulkarnain menganggukkan kepalanya, sambil mengembangkan senyumnya. menatap Calista dengan cekatan menyusun menu makanan di meja makan. Ternyata Bisma juga sudah berada di sana. Calista sama sekali tidak menyadari kalau Bisma dan kedua ibu dan ayah mertuanya sudah memperhatikan interaksinya dengan para asisten rumah tangga di sana.


"Ya Alloh istri aku ternyata benar-benar istri idaman." gumam Bisma dalam hati sembari langsung melangkah duduk di meja makan. Wah sepertinya ini enak banget nih Sayang." ucap Bisma sambil langsung duduk membuat Calista terhenyak melihat Bisma yang tiba-tiba hadir di sana.


Waduh Mas bikin kaget Calista saja. Habis Mas terbangun dicari-cari kamu tidak ada. eh sudah ada di sini menyiapkan sarapan pagi untuk suami tercinta." ucap Bisma sambil langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik Calista.


Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain pun tidak ingin ketinggalan. Ya Mereka pun langsung duduk bersama Bisma dan Calista di sana. Untuk menyantap menu sarapan pagi buatan nak Calista sepertinya enak banget. Sudah lama papi tidak memakan makanan enak ini." ucap Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona sambil langsung menyantap menu makanan yang ada di hadapan mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏