I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 28 PERMINTAAN CALISTA



"Ya pak,"saya menerima perjodohan ini." jawab Calista singkat sambil menundukkan kepalanya. Ia tidak sanggup menatap Tuan Zulkarnain. Karena ia merasa membohongi dirinya sendiri. kalau sebenarnya Calista tidak menerima perjodohan itu. tidak ada sedikitpun rasa cinta di hati Calista terhadap Bisma.


Apalagi setelah perbuatan Bisma selama ini terhadapnya, membuatkan Calista benar-benar tidak memiliki rasa empati kepada Bisma.


"Benarkah? Terima kasih nak Calista. Sudah bersedia menerima perjodohan. Saya berharap pernikahan kalian langgeng. Ucap tuan Zulkarnain.


Sementara pak Nando sedikit ragu dengan jawaban Calista. "Beneran nak, kamu menerima perjodohan ini?" tanya pak Nando kepada Calista. "Ya pa Calista menerima perjodohan ini." jawab Calista singkat.


Setelah selesai membicarakan perjodohan. Calista dengan Bisma, Calista dan kedua orangtuanya pamit kepada Tuan Zulkarnain dan Nyonya Katarina Dona.


Sepertinya putri kami sudah mengabil keputusan. Dan saya rasa samai disini dulu pembicaraan kita hari ini Tuan Zulkarnain. mengingat hari sudah semakin sore." ucap Pak Nando sambil beranjak dari tempat duduknya berniat untuk pulang.


"Oh Ya, saya juga hampir lupa waktu.karena keasinan ngobrol bersama Pak Nando dan Ibu Intan."ucap Pak Zulkarnain kepada Pak Nando dan Bu Intan membuat mereka tertawa ngakak karna mereka tidak menyadari kalau hari sudah hampir malam.


****


Di dalam mobil Pak Nando belum puas dengan jawaban yang diberikan Calista di depan Tuan Zulkarnain tepatnya di restoran tempat mereka diundang oleh tuan Zulkarnain."Nak kamu beneran tidak apa-apa?


"Ya pa, tidak apa-apa yang penting Calista sudah bicara sama Pak Bisma, kalaupun Calista sudah menikah, Calista tetap bisa bekerja. Dan pernikahannya diadakan sederhana saja. Cukup dihadiri kerabat saja dan tetangga saja." jawab Calista.


"Memangnya kamu sudah membicarakannya sama Bisma tentang syarat yang kamu berikan?


"Belum sih pa," nanti aja deh bicara sama lelaki songong itu." sahut Calista. Membuat Pak Nando mengerutkan keningnya, ketika Calista mengatai Bisma lelaki Songgong.


Setelah tiba di rumah, Calista dan kedua orang tuanya masuk. "Pak.... Bu....., Calista langsung istirahat ya. Soalnya Calista agak capek nih." ucap Calista berpamitan kepada kedua orang tua angkatnya.


"Ya sudah nak, kamu langsung istirahat ya." jawab bu intan. Calista masuk ke kamar, Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah beberapa lama ini menemani tidurnya."Aduh capek banget hari ini." gumam Calista.


Setelah tenaga Calista sudah agak pulih, Calista langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sekitar lima bekas menit kemudian, Calista siap dengan ritual mandinya. Tiba-tiba Derigan ponselnya pun terdengar jelas di telinga Calista.


Kring....


Kring....


Kring.....


Calista melihat layar ponselnya. Bisma menghubungi nomor ponsel milik Calista. Calista langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Bisma.


"Hallo apa kamu sudah sampai di rumah?" tanya Bisma kepada Calista. Membuat Calista sedikit bingung dengan nada intonasi suara Bisma yang begitu lembut


"Ya kami sudah sampai. Kamu tidak usah khawatir. kami baik-baik saja kok." sahut Calista


"Baguslah kalau begitu." Ucap Bisma di dalam sambungan telepon selulernya. "Ada apa kamu menghubungiku?tanya Calista penuh selidik


"Besok kita pergi untuk Fitting baju. Papa menyuruhku untuk menghubungi kamu.


"Oh ya sudah lihat besok saja. Besok aku harus bekerja. Karena aku sudah cuti hari ini. Calista takut sang penguasa memecat Ku dan aku tidak punya pekerjaan lagi deh." jawab Calista agak ketus.


"Sudah kamu tidak perlu menyindir Ku." Ucap Bisma di dalam sambungan telepon selulernya


"Aku tidak menyindir siapa siapa kok." jawab Calista sambil tersenyum di ujung telepon. Karena berhasil membuat Bisma kesal.


"Oh ya aku ada satu permintaan mengenai perjodohan ini. Apa bisakah kamu penuhi?


"Apa itu kalau selagi bisa Aku penuhi pasti akan aku penuhi." jawab Bisma


"Aku mau pernikahan kita diadakan secara sederhana. Mungkin hanya dihadiri kerabat terdekat saja." pinta Calista kepada Bisma.


Bisma tidak langsung menjawab. Dia berpikir aneh nih perempuan satu ini. Semua wanita biasanya ingin merayakan pernikahannya dengan mewah. Ini malah tidak." dasar manusia aneh." gumamnya dalam hati.


"Hallo apa kau masih di sana? tanya Calista


"Oh iya iya jawab Bisma gugup


"Bagaimana dengan syarat ku apa bisa kamu penuhi? Calista balik bertanya kepada Bisma


"Nanti aku bicarakan dulu sama papa." jawab Bisma.


Calista memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak. Membuat Bisma sedikit kesal


Bersambung.....


hai.... hai... readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏