I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.27 KEPUTUSAN YANG BERAT



Selesai makan siang tuan Zulkarnain membuka pembicaraan."Nak Calista bagaimana acara wisudanya apa berjalan dengan lancar? Tanya Tuan Zulkarnain kepada Calista yang sedari tadi kurang merasa nyaman berada disana, dengan tatapan Bisma.


"Biasa saja pak, lancar tidak ada kendala apa-apa." jawab Calista singkat.


"Oh ya kamu tahu tidak mengapa saya mengundang kamu dan orangtua kamu kemarin?"


"Tidak pak," saya tidak tahu sama sekali. Calista justru terkejut melihat kedatangan sekretaris Hans ke kampus. Dan berkata kalau sekretaris Hans anda utus menjemput kami di kampus. Jujur saya penasaran mengapa Bapak mengundang kami maka siang di restoran mahal seperti ini." Ucap Calista berterus terang kepada tuan Zulkarnain.


"Begini nak Calista saya mengundang kamu dan keluarga kamu datang kesini ingin membicarakan kalau saya ingin menjodohkan anak saya Bisma dengan nak Calista. Itu pun kalau nak Calista berkenan. Tetapi saya sangat berharap kalau nak Calista menjadi menantu saya. Karena menurut saya hanya nak Calista yang mampu mencairkan hati anak saya." ucap Tuan Zulkarnain main to the point'.


"Apa dijodohin? Bapak bisa saja bercandanya. apa zaman sekarang masih ada perjodohan pak? seperti zaman Siti Nurbaya saja. lagian mana mungkin pak Bisma mau sama saya. secara pak Bisma sangat benci banget sama saya." jawab Calista.


"Kamu kok ngomongnya begitu bukannya kamu selalu buat saya kesal hah? timpal Bisma tidak mau disalahkan.


"Is....anda sendiri yang tidak pernah melihat sisi baik orang lain, dasar laki-laki sombong!"


"Apa kamu bilang aku lelaki sombong? Tanya es kutub utara itu kepada Calista.


Karena tidak terima dengan pernyataan Calista mengatakan bahwa dirinya lelaki sombong. "Ya memang Tuan Bisma adalah manusia paling sombong sedunia dan tidak pernah mengucapkan terima kasih walaupun sudah ditolong orang lain." jawab Calista tanpa takut sama siapapun.


Calista mengeluarkan segala unek-uneknya tentang CEO es kutub utara itu dihadapan Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona. Mendengar argument mereka berdua, tuan Zulkarnain dan pak Nando tertawa cekikikan.


"Biasanya ya, yang papa tahu kalau benci bisa berubah jadi cinta." ucap Pak Nando dan tuan Zulkarnain kompak.


"Papa!" panggil Calista memelas sambil melihat ke arah pak Nando. "Jadi bagaimana nak kamu setuju dengan perjodohan ini? pokoknya papa tidak menerima penolakan ucap tuan Zulkarnain kepada Bisma.


"Terserah papa aja deh," gimana baiknya aku ikut saja." ucap es kutub utara itu pasrah akan keputusan Tuan Zulkarnain.


"Ih apa-apaan sih," pak Bisma pasrah saja." gumam Calista.Memangnya siapa yang mau sama orang seperti kamu udah songong belagu." umpat Calista dalam hati.


Tiba-tiba Tuan Zulkarnain juga bertanya kepada Calista, bagaimana menurutmu nak Calista apa kamu bersedia menerima perjodohan ini? tanya Tuan Zulkarnain kepada Calista.


"Sebelumnya saya minta maaf pak," bagaimana kami bisa menikah sementara diantara kami tidak ada rasa cinta. Bukankah pernikahan itu sakral dan tidak bisa dibuat main-main?


Bagi saya pernikahan itu sangat sakral dan tidak untuk coba-coba. Saya tidak mau kalau pernikahanku ada masalah nantinya. Ya saya memang orang miskin dan anak yatim piatu yang diangkat oleh papa Nando dan ibu intan menjadi anak angkat mereka, dan saya terlahir dari desa terpencil.


Tetapi di dalam benak saya tidak pernah terpikir kalau saya menikah hanya karena harta, tahta, dan jabatan.


Bagaimana bisa bapak berpikir ingin menjodohkan saya dengan orang yang sangat membenci saya?" maaf sepertinya perjodohan ini harus dipikirkan kembali." ucap calista kepada Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.


"Maaf tidak ada niat saya untuk menyinggung perasaan kamu. Tetapi bapak benar-benar ingin kalau kamu menjadi menantu saya. Saya tidak pernah memandang orang dari segi ekonomi, Ras dan golongan. Tetapi hatinya yang tulus dan baik yang saya cari dan itu ada di diri kamu nak"jawab Tuan Zulkarnain membuat Calista terdiam.


"Iya pak saya tahu itu bahwa bapak orang yang sangat baik dan tulus tetapi.... Calista tidak melanjutkan kata kata katanya


"Tetapi apa nak Calista? tanya Tuan Zulkarnain. Calista kembali terdiam dan tidak menjawab apa-apa.


Tiba-tiba es kutub utara itu menarik tangan Calista untuk meninggalkan mereka. Calista hanya menurut. "Heh mau ke mana kamu menarik tanganku hah? sakit tahu. Jadi laki-laki kok kasar banget sih?"gerutu Calista membuat Bisma mengerutkan keningnya.


Setelah tiba di taman di dekat restoran. Si es kutub utara itu menghentikan langkahnya seketika Calista juga terhenti.


"Apa maksudmu berkata seperti itu kepada papa saya hah?bentak Bisma


"Perkataan yang seperti apa maksudmu? aku nggak ngerti. Memangnya kenyataannya seperti itu kan? Kamu benar-benar sangat membenciku. Bahkan setiap apa yang aku kerjakan di kantor selalu salah di matamu.


Bisma terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa."Aduh gimana ini perlakuanku yang kasar sama dia membuat dia beranggapan kalau aku membencinya." gumam Bisma dalam hati.


"Kenapa diam tanya Calista ingin mengintimidasi si CEO songong itu.


"Pokoknya terima saja perjodohan ini." ucap Bisma.


"Apa maksudmu menyuruh saya menerima perjodohan ini? agar kamu bisa menyiksaku ya? tanya Calista mengintimidasi.


"Berhenti berpikir negatif tentang saya nona Calista!" bentak Bisma kepada Calista membuat nyali Calista sedikit menciut dan tidak berani memandang Bisma. Calista terdiam dan *******-***** jari tangannya karena sudah melihat kemarahan Bisma.


"Ih mampus aku manusia es kutub utara ini sudah emosi. apa aku keterlaluan ya?" gumam Calista dalam hati."


"Sudah saya tidak terima penolakan pokoknya minggu depan kita harus menikah dan persiapkan dirimu." ucap Bisma.


"Kalau aku tidak mau terus kamu mau apa?" Jawab Calista menentang Bisma.


"Kalau kamu tidak mau karir papa kamu tamat. Makanya terima saja perjodohan ini. kamu tahu kan aku bisa melakukan apa saja?" ucap Bisma kepada Calista membuat Calista sedikit bingung mengambil keputusan.


Apalagi setelah Bisma mengancam kalau karir pak Nando akan di ujung tanduk jika dirinya menolak perjodohan itu. ia tidak ingin membuat pak Nando kehilangan pekerjaannya hanya karena ia menolak perjodohan itu. Apalagi selama ini pak Nando sudah begitu baik kepadanya begitu juga dengan ibu intan.


"Iya aku tahu anda sangat berkuasa. Bahkan di dunia pemerintahan juga Anda bisa atur. namanya Anda orang kaya. Ya bisalah melakukan apa-apa tidak seperti saya hanya seorang OG dan kuliah dengan hanya mengandalkan beasiswa.


"Tetapi satu hal yang anda tahu Tuan Bisma yang terhormat. Tidak semua orang tergila-gila dengan uang anda. Dan saya juga tidak munafik kalau saya juga membutuhkan uang.Tetapi saya bukan cewek matre. "Camkan itu!" Tuan Bisma Zulkarnain yang terhormat." jawab Calista dengan suara agak meninggi.


"Terserah kamu mau bilang apa. Yang penting minggu depan kita menikah dan tidak ada penolakan." ucap Bisma menegaskan permintaannya.


"Bodoh amat terserah Anda tuan Bisma Zulkarnain." ucap Calista lalu Calista pergi menemui pak Nando dan Bu intan.


"Sayang kok kamu sendirian?Dimana nak Bisma? tanya bu Intan kepada Calista.


"Oh tadi pak Bisma ke toilet Bu." jawab Calista ngeles. Beberapa menit kemudian Bisma datang bergabung bersama mereka.


"Bagaimana nak Yanti apakah nak Yanti sudah punya keputusan?" tanya Tuan Zulkarnain kepada Calista. Calista melirik ke arah pak Nando dan bu intan. "Ya Allah kalau saya menolak perjodohan ini bagaimana dengan nasib pak Nando aku tidak mau mengecewakan mereka." gumam Calista dalam hati.


"Selama ini mereka sudah menganggap Calista seperti anak kandung mereka bagaimana mungkin Calista mengecewakan mereka." gumam Calista dalam hati. Iya khawatir kalau Bisma benar-benar melakukan ancamannya kepada pak Nando.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏