I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 167. CALISTA LAHIRAN



DUA BULAN KEMUDIAN.


Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Terlihat Calista sudah mulai gelisah perutnya mules dan keram. Membuat Calista tidak dapat tidur dengan nyenyak. Ia tidak ingin mengganggu tidur suaminya. Karena ia sangat mengetahui Bisma beberapa hari terakhir ini sangat sibuk di kantor.


Karena jadwal di kantor yang begitu padat. membuat Calista merasa tidak tega mengganggu tidur suami. Dan memilih untuk berusaha menahan rasa sakit yang ada di perutnya. Tetapi semakin lama Calista semakin tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi.


Tiba-tiba air mengalir deras dari bagian kewanitaan Calista. Membuat Calista sangat panik. Ia Pun menjerit minta tolong karena sakit yang sangat luar biasa ia rasakan di bagian perutnya. Bisma langsung bangkit dari tidurnya mendengar suara jeritan istrinya.


Bisma langsung menghampiri Calista yang berniat ingin ke kamar mandi.


"Ada apa sayang kamu kenapa? wajah kamu sangat pucat sayang.


"Entahlah Mas perutku terasa mules dan seperti mau buang air besar. Tetapi setiap kali Calista masuk ke kamar mandi. tak kunjung keluar. Bahkan baru saja air mengalir dari kewanitaan ku." sahut Calista yang belum mengetahui kalau Sudah saatnya Calista melakukan persalinan.


Bisma terbanyak melihat istrinya saat ini merintih kesakitan. Bisma menggendong tubu istrinya keluar dari kamar, dan berteriak minta tolong. Berharap Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain mendengar suaranya. Nyonya Katarina Dona yang mendengar suara jeritan putranya pun, langsung terlihat bangkit dari tidurnya. Mencari suara jeritan itu berasal dari mana.


Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain terhenyak melihat Bisma sudah menggendong tubuh istrinya."Ada apa Nak?" tanya Nyonya katarina Dona kepada Bisma. "Perut Calista terasa sakit dan keram. Bisma juga memberitahu apa yang dikatakan Calista kepadanya.


"Ya Allah kamu kenapa tidak memberitahu mami? ini istri kamu sudah mau melahirkan. lebih baik sekarang kita langsung pergi ke rumah sakit." ujar Nyonya Katarina Dona sambil langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit.


Tuan Zulkarnain membantu Bisma membuka pintu mobil, agar Bisma dapat leluasa membawa Calista masuk ke dalam mobil. Sang sopir pribadi pun langsung bersiap untuk melajukan mobilnya setelah Calista Bisma, Tuan Zulkarnaen, dan juga Nyonya Eliana berada di dalam mobil.


Sementara sebelumnya Nyonya Katarina Dona sudah meminta kepada asisten rumah tangga yang bekerja di sana untuk menghantarkan apa saja yang diperlukan saat melakukan persalinan nanti.


"Mas sakit.... , teriak Calista karena merasakan rasa sakit yang amat dahsyat di bagian perutnya. Iya Sayang, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit. Kamu tahan ya." bujuk Bisma sambil terus memberikan kecupan hangat di kening istrinya berharap istrinya kuat.


"Tapi sepertinya Calista tidak tahan lagi Mas." ucap Calista sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan.


"Kamu harus bertahan sayang demi anak kita dan demi mas. Mas yakin kamu bisa. kamu wanita yang kuat yang mampu merasakan sakit yang begitu dahsyat. Mas tahu itu Sayang ucap Bisma sembari terus mengelus perut Calista berharap ketika Bisma mengelus perut Calista. Berharap rasa sakit yang dirasakan Calista berkurang.


Jeritan tangis Calista kembali terdengar jelas di telinga Bisma, dan nyonya katarina Dona Begitu juga dengan Tuan Zulkarnain. Membuat Bisma merasa tidak tega melihat istrinya. "Mom ini bagaimana?tangis Bisma yang sudah mulai mengkhawatirkan istrinya.


"Kamu jangan khawatir, kita berdoa saja semoga Calista dan bayi yang ada di dalam kandungannya baik-baik saja." ujar Nyonya Katarina Dona menenangkan Putra dan menantunya.


Bisma merasa khawatir melihat istrinya sudah mulai lemah terlihat keringat Calista bercucuran akibat menahan rasa sakit yang begitu luar biasa ia rasakan. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit lamanya, mereka tiba di rumah sakit terdekat dari kediaman rumah utama keluarga Zulkarnain.


Bisma langsung menggendong tubuh istrinya. Berteriak minta tolong kepada dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu. Dokter langsung datang menghampiri Bisma dan membaringkan tubuh Calista di atas branker yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.


Ketika dokter sudah memeriksa kondisi Calista, dokter pun mengatakan kepada Bisma kalau Calista harus segera melakukan persalinan saat itu juga."Maaf Tuan Bisma, sepertinya istri Anda harus segera melakukan persalinan saat ini." ucap dokter itu kepada Bisma.


"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya. Saya tidak ingin istri dan anak saya kenapa-kenapa." ucap Bisma memohon kepada dokter itu agar menyelamatkan istri dan anaknya.


Kini Calista sudah dibawa ke ruang persalinan. Terlihat dokter ahli di bidangnya sudah datang memeriksa kondisi Calista saat ini. Ketika dokter sudah memeriksa kondisi Calista, dokter itu mengembangkan senyumnya.


"Wah Anda sangat luar biasa nyonya, ini pembukaan sudah pembukaan delapan.Itu berarti sebentar lagi proses persalinannya akan segera kita mulai." ucap dokter itu sambil mengelus perut Calista yang terasa sakit. Berharap ketika dokter itu mengelus perut Calista, Calista merasa sedikit nyaman.


Calista menjerit minta tolong kepada dokter karena rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Ia juga meminta kepada suster agar suaminya ikut masuk menemani dirinya melakukan persalinan. Dan suster itu pun mengembangkan senyumnya, lalu melakukan perintah seperti yang dikatakan oleh Calista. Suster itu pun memanggil Bisma


"Dengan Tuan Bisma!" Panggil Suster itu.


"Iya saya suster, Sahut Bisma panik.


"Tuan, diminta istri Tuan untuk tetap menemaninya di ruang bersalin." ujar Suster itu kepada Bisma. Bisma menatap Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain. Sejujurnya Bisma tidak sanggup untuk melihat darah. Apalagi itu darah istrinya sendiri.


Tetapi untuk saat ini, Bisma harus melakukannya demi istri yang sangat ia cintai. Sementara Nyonya Katarina Dona menghubungi nomor ponsel ibu Intan untuk memberitahu kalau saat ini Calista sudah berada di rumah sakit. Berharap Ibu Intan dan Pak Nando berdoa agar persalinan Calista lancar.


Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung kepada Ibu Intan, Ibu Intan terhenyak melihat nomor ponsel Nyonya Katarina Dona, yang menghubungi dirinya. Padahal jam masih pukul 03.00 dini hari.


Karena merasa khawatir, Ibu Intan langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Katarina Dona.


"Waalaikumsalam, Ibu Intan ini saya Katarina Dona, ingin memberitahu kalau saat ini Calista sudah berada di rumah sakit. Dan sepertinya Calista akan segera melakukan persalinan ucap nyonya katarina Dona memberitahu kepada Ibu Intan.


Ibu Intan terhenyak, lalu membangunkan suaminya Pak Nando yang masih tertidur pulas di sampingnya. Setelah selesai berbicara dengan Ibu Intan, Nyonya Katarina Dona memutuskan sambungan telepon selulernya. Dan kembali Ingin melihat situasi di dalam ruang bersalin. Tetapi tim medis tidak memperbolehkan Nyonya Katarina Dona masuk ke ruang.


Sementara Ibu Intan, langsung membangunkan Pak Nando dan memberitahu kabar terbaru tentang Calista. Kalau saat ini, Calista sudah berada di rumah sakit dan akan melakukan persalinan.


Pak Nando dan Ibu Intan saat itu juga langsung shalat berjamaah untuk meminta kepada Alloh agar persalinan Calista saat itu berjalan dengan lancar.


Sementara di ruang bersalin terlihat Calista sudah berusaha untuk menahan rasa sakit yang ia rasakan. Dokter kembali memeriksa kondisi bayi yang ada di dalam kandungan Calista.


Tampak Calista merintih kesakitan. "Mas ......sakit." jerit Calista membuat hati Bisma bagai tersayat pisau tajam. Karna Bisma merasa tidak tega melihat istrinya kesakitan. Tetapi Bisma tidak bisa berbuat apa apa. Ia hanya berharap kalau Calista dan bayinya sehat dan proses persalinannya lancar tanpa kendala apapun.


Dokter meriksa posisi bayi Calista. Yang ternyata posisi bayi Calista sudah pembukaan sempurna.


"Wah pembukaannya sudah sempurna kita akan segera lakukan persalinan. Segera persiapkan semua." Ucap dokter yang bertugas menangani Calista kepada suster. lalu dokter membantu persalinan Calista dan memandu Calista untuk mengejan sewaktu ada reaksi bayi ingin keluar.


"Ayo nyonya kamu nyonya pasti bisa, terus satu......dua.....tiga" Calista dipandu oleh dokter untuk mengejan. Tapi belum juga berhasil. Hal itu membuat Calista kekurangan tenaga. "Ayo sayang kamu pasti bisa kamu wanitaku yang paling kuat dan mami the best buat putra putri kita kelak. ucap Bisma untuk menyemangati Calista sambil mengecup kening Calista


Calista kembali bersemangat untuk mengejan agar bayinya segera lahir. "Satu ......dua.....tiga"dokter kembali memandu Calista mengejan. Sampai beberapa kali dokter memandu calista mengejan. Tetapi belum juga lahir. "Nyonya harus kuat kepala bayinya sudah kelihatan kasian bayinya terjepit, nyonya mengejan jangan setengah-setengah. ngejanya dengan napas panjang." Ujar dokter memberitahu trik mengejan agar segera berhasil.


Calista melakukan instruksi dari dokter dan suster. Akhirnya perjuangan Calista tidak sia sia. "Oek.... oek ....oek " tangis bayi laki laki terdengar jelas ditelinga Bisma membuat Bisma sangat bahagia akan kehadiran putranya. "Selamat ya Tuan Bisma, bayi anda laki laki." ucap dokter memberitahu kalau bayi calista berjenis kelamin laki laki.


"Trimakasih dokter, trimakasih suster, kalian sudah membantu persalinan istri saya." ucap Bisma berterimakasih kepada suster dan dokter yang menangani Calista.


"Sama sama pak, ini Sudah tugas kami kok." sahut Dokter Eka yang menangani persalinan Calista. Setelah membereskan persalinan, saatnya Calista dipindahkan keruang rawat inap VVIP yang berada dirumah sakit.


"Sayang..... trimakasih kamu sudah memberikan kado terindah buat mas." ucap Bisma sambil mengecup kening Calista


"Sama sama mas." sahut Calista sambil berusaha mengembangkan senyumnya


"Oh iya mas mami kita mana? tanya Calista kepada suaminya mencari keberadaan Nyonya katarina


"Mami ada di luar dengan papi didepan menunggu kehadiran putra kita sayang" sahut Bisma kepada Calista.


"Suruh masuk aja mas...."ucap Calista


"Belum bisa sayang, karna ini masih diruang bersalin. Sebentar lagi kamu dipindahkan keruang VVIP. Mereka masih mempersiapkannya. kata Bisma kepada Morina.


Sementara ditempat lain, Ibu intan yang sudah mendapat informasi dari nyonya katarina Dona, Bahwa Calista sudah melahirkan, Ibu intan dan Pak Nando langsung menuju rumah sakit. Tempat Calista bersalin. Sekitar 30 menit kemudian Ibu intan dan Pak Nando tiba dirumah sakit. Mereka langsung menuju ruang VVIP.


"Selamat ya sayang." ucap nyonya Katarina Dona sambil mencium pipi kanan pipi kiri calista, setelah Calista dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP


"Ia mom," sahut Calista sambil berusaha mengembangkan senyumnya.


"Oh iya cucu mami mana sayang?" tanya nyonya Katarina Dona


" Masih diruang bayi mom, Bayinya sehat kok" jawab Bisma sambil tersenyum bahagia


Lalu nyonya Katarina Dona meminta agar suster membawa bayinya ke ruang rawat inap calista untuk sekedar melihat cucunya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏