I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 172. MENENANGKAN DIRI



Tuan Baskoro hanya terdiam. Sembari dirinya memikirkan dan mempertimbangkan apa yang dikatakan Carlos kepadanya. pengkhianatan yang dilakukan Nyonya Anjani begitu menyakitkan. Tetapi tidak bisa dipungkiri cinta Tuan Baskoro, begitu besar kepada Nyonya Anjani. Hingga saat ini Tuan Baskoro tidak pernah menikah dengan wanita lain, Setelah nyonya Anjani meninggalkannya begitu saja.


Merasa sudah cukup berbicara dengan Carlos Tuan Baskoro memilih untuk segera pergi ke sesuatu tempat. Tempat yang selama ini tempat Tuan Baskoro menenangkan diri ketika beban pikiran Tuan Baskoro sedang dilanda gundah gulana. Tuan Baskoro meminta kepada asisten pribadinya untuk segera menghantarkan Tuan Baskoro ke sebuah tempat yang lokasinya lumayan jauh dari kediaman Tuan Baskoro.


"Antarkan saya ke tempat biasa." perintah Tuan Baskoro kepada asistennya dibalas anggukan dari sang asisten.


"Baik Tuan!" sahutnya sambil langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju tempat yang dimaksud oleh Tuan Baskoro.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit, Tuan Baskoro dan sang asisten pribadi di sebuah danau yang terlihat cantik dan indah. Biasanya kalau Tuan Baskoro memiliki beban yang tidak ia pecahkan sendiri untuk menghibur dirinya ia selalu datang ke tempat itu membuat hatinya kembali membaik.


Tuan Baskoro turun dari mobil miliknya menelusuri lokasi Danau yang indah itu. terkadang Tuan Baskoro mengembangkan senyumnya ketika mengingat seseorang yang membuat dirinya merasa bahagia. Kketika mengingat hari mudanya.


****


Nyonya Anjani memutuskan untuk mengunjungi Carlos dan menantunya Dewi di rumah utama keluarga Baskoro. Sesuai dengan permintaan putranya Carlos.Ia tidak ingin mengecewakan Carlos. Apalagi Carlos sudah meminta kepada Nyonya Anjani, agar hari itu juga Nyonya Anjani datang mengunjungi Carlos.


Ketika Nyonya Anjani sudah tiba di rumah keluarga Baskoro, tampak rumah masih sepi. yang ada di sana hanyalah petugas keamanan dan beberapa orang asisten rumah tangga lainnya. Nyonya Anjani turun dari mobil miliknya lalu menghampiri security yang bertugas menjaga keamanan rumah utama keluarga Baskoro.


"Pak, siapa aja di rumah? kok terlihat sepi tanya Nyonya Anjani penasaran sambil berjalan menuju rumah utama keluarga Baskoro. "Nyonya Dewi ada di rumah, tetapi Tuan besar dan Tuan Muda Carlos tidak ada di rumah. Sepertinya mereka masih berada di kantor." sahut petugas keamanan itu dibalas anggukan dari Nyonya Anjani.


Nyonya Anjani masuk ke dalam rumah. Karena sang asisten rumah tangga yang bekerja di sana sudah membuka pintu untuk Nyonya Anjani. " Selamat sore Nyonya, sapa sang asisten rumah tangga itu sambil mengembangkan senyumnya.


" Selamat sore juga bi." sahut Nyonya Anjani singkat.


"Dimana menantuku Dewi?


"Nyonya muda, lagi istirahat di kamar nyonya. lebih baik nyonya Duduk agar bibi panggil." sahut asisten rumah tangga itu dan berlalu meninggalkan Nyonya Anjani disana.Dewi yang sudah mendapat informasi dari salah satu asisten rumah tangga di sana, kalau Nyonya Anjani sudah tiba di rumah, Dewi langsung menghampiri Nyonya Anjani dan memberi salam untuknya


". Bagaimana kabar kamu nak?" apa kamu baik-baik saja? tanya Nyonya Anjani penuh selidik.


"Alhamdulillah kondisi kami baik-baik saja. bagaimana dengan Mami apa Mami sudah baikan? Dewi balik bertanya kepada Nyonya Anjani.


"Ya beginilah, seperti yang kamu lihat. Mami disana sangat kesepian. Tidak ada yang menemani disana. Hanya beberapa asisten rumah tangga tanpa kehadirannya kamu dan juga Carlos." tampak nyonya Anjani meneteskan air matanya.


"Untuk apa harta kekayaan yang aku miliki, kalau aku jauh dari kalian anak menantu dan cucu Ku." ucap nyonya Anjani sambil terisak. Dewi langsung memeluk Nyonya Anjani berharap dengan memeluknya nyonya Anjani akan merasa sedikit lega.


Tiba-tiba suara klakson mobil masuk ke area rumah utama keluarga Baskoro. Tentunya Dewi sudah mengetahui mobil siapa yang memasuki pekarangan rumah utama keluarga Baskoro.Dewi beranjak dari tempat duduknya berniat untuk menyambut suaminya, suami yang sangat ia cintai.


"Kamu sudah pulang mas? ucap Dewi sambil memberi salam kepada suaminya Carlos mengecup kening Dewi.


"Iya sayang." sahut Carlos sambil mengelus Perut Dewi yang sudah mulai terlihat.


"Bagaimana Sayang apa dia merepotkanmu hari ini? tanya Carlos penuh selidik. Dewi menggelengkan kepalanya. Anak kita anak yang baik, dia tidak pernah merepotkan maminya." sahut Dewi sambil mengembangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.


Nyonya Anjani yang melihat keromantisan Carlos terhadap istrinya, mengembangkan senyumnya. " Ya Allah semoga kebahagiaan yang selalu menghampiri mereka." gumam nyonya Anjani dalam hati. Carlos yang baru menyadari kehadiran Nyonya Anjani di sana, memberi salam kepada Nyonya Anjani.


" Wow, ternyata Mami menepati janji." ucap Carlos sambil memberi kecupan hangat di wajah Nyonya Anjani.


" Alhamdulillah, kabar Carlos baik-baik saja mom, dan urusan kantor juga berjalan dengan lancar." ucap Carlos sambil meneliti seisi ruang tamu yang ada di kediaman Tuan Baskoro. Seolah Carlos mencari keberadaan seseorang di sana.


Tetapi netranya sama sekali tidak menemukan seseorang yang ia cari yaitu Tuan Baskoro. "Dimana Papi? Kenapa Papi tidak ada? bukankah Papi sudah pulang duluan? gumam Carlos sambil netranya terus meneliti seisi ruang tamu yang ada di rumah Tuan Baskoro.


"lagi cari siapa sih Sayang? kok celengak celengok seperti itu? tanya Dewi penasaran. "Papi dimana?


"Papi?


semenjak kepergian Papi, pagi tadi Papi sama sekali belum kembali ke rumah." sahut Dewi membuat Carlos terhenyak


"Loh terus kemana Papi? tadi saja pulang dari kantor cepat banget." ucap Carlos merasa heran.Tiba-tiba seorang asisten rumah tangga datang menghampiri mereka.


"Maaf Tuan, Nyonya makanannya sudah siap." ujar sang asisten rumah tangga itu datang menghampiri Carlos, Dewi, dan nyonya Anjani.


"Iya Bi, Tunggu sebentar ya masalahnya Papi belum pulang." sahut Carlos berharap Tuan Baskoro akan segera kembali ke rumah. Tetapi ketika ditunggu hingga sekitar 15 menit, yang ditunggu tak kunjung datang membuat Carlos sedikit khawatir terjadi sesuatu kepada Tuan Baskoro.


Carlos berniat untuk menghubungi nomor ponsel Tuan Baskoro.


Kering...


Kring....


Kring....


suara deringan ponsel milik Tuan Baskoro terdengar jelas di telinganya. Membuat lamunan Tuan Baskoro menjadi terganggu.


Tuan Baskoro melirik nomor ponsel yang menghubungi dirinya adalah nomor Carlos. putra satu-satunya. Dan Tuan Baskoro menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Carlos.


" Assalamualaikum Ada apa menghubungi Papi?


" loh Papi dimana? Dari tadi Papi pulang dari kantor bukannya pulang ke rumah? pertanyaan itu langsung dilontarkan oleh Carlos kepada tuan Baskoro. Tuan Baskoro langsung terkekeh mendengar pertanyaan putranya. Putra yang overprotektif terhadap Tuan Baskoro.


Karena Carlos kuatir akan kondisi Tuan Baskoro akhir-akhir Ini. "Kamu tenang saja, Papi baik-baik saja disini. Papi lagi cuci mata melihat wanita-wanita cantik di sini." canda Tuan Baskoro. Membuat Carlos terhenyak mendengar apa yang dikatakan oleh ayah kandungnya itu.


Padahal Ia tahu Tuan Baskoro. Tidak pernah melakukan hal yang diucapkan oleh Tuan Baskoro kepada Carlos. Membuat Carlos sedikitpun tidak yakin, akan apa yang diucapkan oleh Tuan Baskoro kepadanya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN