I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 34. KEJEBAK LUMPUR



"Tidak Alena, cukup aku tidak ada waktu untuk meladeni kamu." ucap Bisma. Kemudian Bisma langsung menarik tangan calista agar pergi meninggalkan Alena. "Sayang ayo kita pergi nanti telat." ucap Bisma sambil menatap tajam ke arah Alena.


"Aku tidak akan membiarkan wanita manapun merebut Mu dariku Bisma zulkarnain, aku akan menghabisi wanita itu. Tak Ada seorang wanita yang bisa merebut mu dariku, dan aku akan membuat hidupnya menjadi tidak tenang." gumam Alena dalam hati.


Beberapa menit kemudian, mereka menaiki pesawat karena sudah waktunya berangkat. Calista duduk tepat di sebelah Bisma. Di dalam pesawat, calista hanya diam tanpa berbicara apa-apa. Sehingga membuat Bisma bertanya-tanya.


"Kamu kenapa apa ada yang ingin kamu tanyakan kepadaku? tanya Bisma. Karna melihat Calista hanya terdiam.


"Tidak!" jawab calista singkat. lalu calista mengalihkan pandangannya ke arah jendela kaca pesawat, agar calista dapat melihat panorama indah ciptaan Tuhan.


"Apakah kamu tidak ingin bertanya siapa wanita tadi? Bisma balik bertanya.


"Tidak!" sahut Calista.


"Oh ya sudah." sahut bisma kesal. Karna Bisma tidak melihat ekspresi apa apa diwajah cantik calista.


"Apa dia tidak ada rasa cemburunya walau aku dipeluk wanita lain? apa di hatinya sedikit pun tidak ada aku?" tanya Bisma dalam hati.


****


Dua jam Kemudian pesawat yang mereka Tumpangi landing di bandara kualanamu Deli serdang Sumatra Utara. Di bandara mereka sudah disambut oleh beberapa orang asisten Bisma. Ya yang namanya punya banyak duit apapun akan bisa dilakukannya.


Karena perusahaan milik zulkarnain group memiliki anak cabang di kota medan. Dan juga kota bali. Jadi untuk menyediakan beberapa asisten untuk membantu perjalanan mereka, itu masalah gampang baginya.


Bahkan dengan hitungan menit, bisa dapat membeli mobil Alphard untuk mereka gunakan melakukan perjalanan ke desa Calista. Pak akses jalan menuju desa Calista rusak parah. Jadi mobil semahal itu sayang digunakan untuk perjalanan ke sana." ucap Calista.


"Tidak apa-apa, kalau rusak tinggal di perbaiki kan gampang." ucap Bisma dengan enteng.


" Ya, dasar mentang-mentang orang kaya." gumam calista dalam hati.Ia tidak ingin berdebat dengan Bisma sang pak bos, yang begitu menyebalkan.


Akhirnya mereka pun melakukan perjalanan menuju tanah kelahiran Calista, dan diikuti beberapa mobil asisten Bisma. Setelah melakukan perjalanan kurangi lebihnya empat jam dari kualanamu menuju tanah kelahiran calista, mereka hampir sampai disana.


" Ngapain kamu minta maaf sayang? kan kamu tidak salah apa-apa." jawab Bisma


Tampak badan Bisma sudah mulai kelelahan, karena melakukan perjalanan yang cukup jauh. Tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi terjebak lumpur. Sehingga mobil yang mereka tumpangi tidak bisa melanjutkan perjalanan.


Karena jalan menuju desa Calista sangat rusak dan belum pernah dibenahi pemerintah. Paling hanya masyarakat setempat yang mau bergotong-royong untuk menutupi lumpur lumpur yang dalam. Hal ini membuat beberapa asisten Bisma keluar dari mobil untuk mendorong mobil Alphard yang mereka tumpangi. Berharap mobil itu bisa berjalan kembali.


Tetapi sebelum mereka mendorong, Calista keluar terlebih dahulu.


" Sayang tidak perlu turun, biarkan asisten saja yang mendorongnya sayang." ujar Bisma Tetapi calista tetap turun untuk melihat jalan berlumpur.


Karna Calista tahu betul bagaimana jalan di desanya. Mau tidak mau Bisma juga ikut turun. Tiba-tiba sepasang suami istri itu menghampiri mereka. Ada apa ya kok rame-rame begini?" tanya pak doyan dan ibu Lina


Ini, pak mobil kami kejebak lumpur." ucap salah satu asisten Bisma menjelaskan kepada pak doyan dan bu lina. "Eh sepertinya aku kenal sama kamu." ucap bu lina kepada Calista.


"Ibu lina ini aku Calista." ucap calista sambil langsung berhamburan memeluk bu lina yang merupakan orang tua sahabatnya listra.


"Ya ampun bu, aku kangen banget sama ibu." ucap Calista sambil mengeratkan pelukannya ibu lina.


"Ibu apa kabar?" calista bertanya kepada ibu lina.


"Ibu baik saja nak." ucap ibu Lina, dan calista pun memberi salam kepada pak Doyan. "Calista mereka siapa?" tanya pak doyan dan bu lina kompak.


"Oh kenalin bu, ini mas Bisma calon suami calista." sahut calista memperkenalkan Bisma kepada Bu Lina dan pak Doyan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏