I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 179.BAWA AKU KEPADA SUAMIKU



Hati Calista selalu tidak bisa tenang walaupun Tuan Zulkarnain sudah mengatakan kalau Bisma baik baik saja. Entah Mengapa Firasat Calista mengatakan terjadi sesuatu kepada Suaminya. Hingga calista meminta kepada salah satu karyawan di Zulkarnain Group untuk mencari tahu tentang suaminya.


Tuan Zulkarnain sengaja meminta kepada Carlos agar menyetop media untuk tidak menyorot pemberitaan tentang Bisma saat ini. Karna itu bisa membuat pesaing bisnis Bisma akan memanfaatkan keadaan. Dan hal itu yang tidak diinginkan oleh Tuan Zulkarnain.


Dan untuk sementara waktu, Tuan Zulkarnain juga meminta Carlos untuk tetap menangani Zulkarnain Group. Sebelum Bisma dapat melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan Zulkarnain Group. Carlos tidak dapat menolak permintaan Tuan Zulkarnain.


Dan itu pun disetujui oleh Tuan Baskoro sendiri. Sebagai pengganti Carlos di perusahaan miliknya, untuk sementara waktu Tuan Baskoro akan kembali turun tangan menangani perusahaan milik Carlos. Selama Carlos menangani perusahaan Zulkarnain Group. Menggantikan Bisma


Kedekatan hubungan kekeluargaan antara Tuan Baskoro dan Tuan Zulkarnain memang sangat dekat. Mereka selalu saling bahu membahu, dalam dunia bisnis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk ketika Nyonya Anjani meninggalkan Tuan Baskoro. Nyonya Katarina Dona yang berperan untuk selalu merawat dan memperhatikan Carlos.


Bahkan ketika Carlos masih kecil. Carlos memanggil Nyonya Katarina Dona dengan panggilan Mami. Karena yang ia tahu suaminya saat itu Nyonya Katarina Dona. Carlos mengetahui hal yang sebenarnya setelah ia duduk di bangku SMA. Di situ Tuan Baskoro memberitahu segalanya. Tentang Siapa ibu kandung Carlos yang sebenarnya.


Awalnya Carlos tidak Terima sekaligus terpukul mendengar kenyataan yang sebenarnya. Tetapi seiring seiring berjalannya waktu Carlos semakin dewasa. Ia pun akhirnya terima kenyataan yang sebenarnya.


Calista tidak sabar menunggu kabar dari salah satu karyawan yang bertugas di Zulkarnain mencari tahu tentang Bisma. Calista akhirnya menghubungi nomor ponsel milik Carlos.


Kring.....


Kring....


Kring....


Suara dering ponsel milik Carlos terdengar jelas di telinga. Ia melihat nomor ponsel Calista yang menghubunginya. Carlos bingung harus mengangkat atau tidak. Carlos tampak ragu memberitahu hal yang sebenarnya kepada Calista.


Tetapi karena Calista terus menghubungi nomor ponsel Carlos. Carlos akhirnya menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Calista.


"Hallo assalamualaikum kakak ipar!" Sapa Carlos berusaha untuk menjawab lebih tenang.


"Kamu di mana sekarang jangan membohongiku." teriak Calista dari ujung telepon. Carlos bingung menjawab apa kepada Calista.


"Kamu dimana Tuan Carlos Bin Baskoro yang terhormat, tolong jangan membohongiku. Semua kalian membohongiku. " tangis Calista di ujung telepon. Karena Calista sudah mendapatkan kabar Kalau kondisi Bisma saat ini sangat memprihatinkan.


Tentunya Carlos bingung dari mana Calista mengetahui kabar tentang Carlos. Padahal Carlos sudah meminta kepada setiap media agar tidak menyorot kondisi Bisma saat ini.


"Kakak ipar Tenang saja sebentar lagi Carlos akan tiba di rumah utama." Sahut Carlos sambil langsung berlari ke dalam mobil miliknya, yang terparkir di parkiran rumah sakit.


Carlos melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Zulkarnain. Hingga 30 menit kemudian, Carlos tiba di rumah utama keluarga Zulkarnaen. Tanpa Calista di sana sedang menangis sesunggukan sambil terus menggendong tubuh putranya.


Melihat kedatangan Carlos. Calista langsung mendongakkan kepalanya dan bangkit dari tempat duduknya. "Bawa kami bertemu dengan Mas Bisma!" Jangan pernah membohongiku. Aku tahu pasti terjadi sesuatu kepada Mas Bisma. Kalau tidak terjadi sesuatu kepadanya, Pasti Mas Bisma Sudah kembali ke rumah ini.


Mas Bisma sangat mencintaiku dan menyayangi Putra kami. Mas Bisma sudah berjanji ia akan segera kembali Jika urusan di puncak Telah usai. Tangis Calista membuat Carlos merasa tidak tega melihat tangis Calista.


Janji Bisma kepada Calista, akan segera kembali jika urusannya dipuncak sudah selesai, Bisma akan segera pulang. Janji itu yang dipegang Calista, membuat Carlos tidak dapat membohongi Calista saat ini.


Carlos pun memberitahu hal yang sebenarnya terjadi kepada Calista. Kalau saat ini Bisma sudah berada di rumah sakit dan ditangani oleh dokter Gibran dan dokter ahli lainnya. Carlos juga memberitahu kalau operasi yang dijalani Bisma sudah berhasil dilakukan oleh dokter Gibran.


Membuat Calista semakin menangis histeris. merasa di bohongi oleh orang orang terdekatnya. "Pertemukan aku dengan suamiku!" mohon Calista. Rasa trauma yang dialami Calista. Ketika kejadian yang menimpa keluarganya saat berada di desa. Membuat Calista semakin mengkhawatirkan Bisma dan takut kehilangan Bisma lelaki yang sangat ia sayangi.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN