
"Bagaimana dengan Akting Ku tadi ketika berada di pesta Pak Carlos apa sudah cocok menjadi pemain sinetron? tanya Dewi kepada Carlos ketika dirinya mengingat perannya saat berada di lokasi pesta ulang tahun Andika dan Angelina.
"Akting bagaimana maksudnya? tanya Carlos pura-pura tidak mengetahui. Sejujurnya Carlos merasa kecewa kalau kecupan yang dilakukan oleh Dewi kepada Carlos salah satu akting yang ia perankan Dewi saat itu.
"Akting meyakinkan kalau kita memang pasangan kekasih.
"Loh kok Akting?
"Memang kamu calon istri Ku."
"Calon istri?
"Memangnya kapan kita jadiannya?
"Semenjak kamu mencium Ku. Dan aku sudah menganggap itu merupakan jawaban dari pertanyaan aku sebelumnya sama kamu." ucap Carlos tetap Fokus menyetir mobil miliknya.
"Loh bukankah Mas tadi hanya berakting aja ketika di pesta? Dewi melakukan itu semua agar mereka yakin, kalau mas sudah mulai menerima seorang wanita di hati mas
"Ya mas menerima wanita di hati mas. Yaitu kamu." sahutnya tanpa menunggu Dewi menyelesaikan kata katanya.
Dewi hanya terdiam. Dan tidak menjawab apa apa lagi. Ia memilih untuk tidak menatap Carlos sedikitpun. Dan pandangannya beralih ke arah bahu jalan yang mereka lewati dan memilih menikmati pemandangan yang ada di bahu jalan daripada harus berdebat dengan Carlos. Ia merasa berdebat dengan atasannya itu tidak akan ada menangnya.
****
Di tempat lain terlihat Calista merasa dipermainkan oleh Bisma. Ia meminta kepada Alvin untuk segera mengurus kepulangan mereka ke tanah air. Calista tidak ingin melanjutkan liburan madu mereka di New Zealand.
"Saya ingin segera pulang ke tanah air. Tolong bantu mengurus kepulangan kami." ujar Calista kepada Alvin yang hanya menjadi pendengar perdebatan Bisma dengan Calista.
"Tapi mengapa harus pulang sekarang sayang?
"Tidak apa apa!" pengen pulang saja. Dan kita selesaikan masalah kita disana.
"Masalah apa maksudnya sayang? mas tidak ada hubungan apa apa lagi dengan wanita itu. Elsioni hanya masa lalu mas." ucap Bisma berusaha untuk meyakinkan Calista.
Bisma hanya menganggap Elsioni menjadi teman tidurnya ketika dia menginginkan pelepasan hasratnya, ketika di California. Kehidupan yang bebas membuat Bisma menjadi lelaki yang tak karuan. Apalagi setelah ditinggal sang kekasih untuk mengejar impian menjadi Model terkenal.
Hal itu, yang membuat Bisma menganggap wanita hanya mainan belaka.
"Okey sekarang kita pulang ke tanah air. Tapi kamu harus percaya sama mas kalah Elsioni hanya masa kelam mas saja ketika berada di California. Dan masa depan mas ada bersama kamu sayang." ucap Bisma terus berusaha untuk meyakinkan Calista.
"Berarti kita akan pulang hari ini juga. Tolong urus kepulangan Kami ya Alvin. Saya sudah sangat rindu sama Mami Katarina, papi dan juga Papa Nando dan ibu intan." ucap Calista sambil membereskan barang bawaan mereka.
Bisma hanya menatap istrinya memasukkan pakaian mereka kedalam koper. Bisma langsung memeluk Calista dari belakang.
"Lepaskan mas. Bau parfum wanita itu masih menyengat di tubuh Mu. Aku tidak Sudi di peluk lelaki yang sudah di ada bau parfum wanita di tubuhnya. " ucap Calista sambil berusaha melepaskan pelukannya dari Bisma.
"Ka lebih baik kakak mandi dan ganti pakaian deh. Dan jangan bawa pakaian itu lagi kembali ke Indonesia. " ujar Alvin setengah berbisik kepada Bisma yang sudah mendapatkan penolakan dari istrinya.
"Bisma langsung berlalu masuk ke kamar mandi. Sementara Alvin sudah berpamitan untuk mengurus kepulangan Bisma dan Calista ke tanah air. Setelah melakukan ritual mandinya. Bisma keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.
Mendapat pelukan dari suaminya membuat Calista terhenyak. Calista berusaha membalikkan badannya. "Jangan seperti ini mas, pakai dulu bajunya. Malu tau." ucap Calista sambil menatap dada bidang suaminya yang sudah terekspos di mata Calista.
"Ngapain harus malu dengan istri sendiri. Apa yang ada di tubuh mas kan milikmu sayang!"
Bisma langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis calista. Dari kecupan perlahan membuat Calista tidak dapat berontak. Tubuh Calista di peluk erat oleh Bisma yang sudah tidak tahan di diamkan oleh istrinya.
Kedatangan Elsioni membuat perjalanan bulan madu mereka di New Zealand membuat Calista tidak ingin menjadi hambar . Tetapi Bisma berusaha untuk memperbaiki segalanya. Ia tidak ingin membuat Calista kecewa dengan perjalanan bulan madu mereka. Wanita yang begitu Berarti buat Bisma. Ia tidak ingin kalau kamu beranggapan kalau Bisma memiliki hubungan dengan Elsioni.
" Mas jangan seperti ini. Bisma seolah tidak peduli. Ia terus memberikan kecupan hangat di bibir manis Calista.Perlahan kecupan itu turun ke jenjang leher Calista. "Sayang ayo jangan ditahan sayang Bersuara saja." ucapnya tangan Bisma mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Calista .
" Calista sudah mulai merespon gerakan suaminya dan itu membuat Bisma semakin melancarkan aksinya. Bisma tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Membuat Bisma semakin melancarkan aksinya.
"Calista menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan suaminya terhadapnya. Membuat Calista benar benar merasa terbang ke awan. Calista sudah mulai membalas kecupan Bisma. Entah karena emosi Calista membuat dirinya semakin ingin memuaskan suaminya.
Karna ia tidak ingin suaminya berpaling kepada Elsioni. Tidak menutup kemungkinan Elsioni akan berusaha untuk menggoda Bisma untuk kembali melakukan apa yang sudah mereka jalani ketika berada di California.
Calista memainkan adik kecil milik Bisma membuat Bisma merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Bisma menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan suaminya.
"Sayang lagi dong." ucap Bisma membuat Bisma semakin menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Calista kepadanya
"Sayang kamu memang sangat luar biasa istriku sayang." ucapnya sambil langsung mengungkung tubuh istrinya. Hingga Bisma tidak dapat menahan ingin melahap istrinya
" Hingga tubuh mereka menyatu disana.
" Bisma karna dirinya sudah mencapai puncaknya.
"Terimakasih sayang." ucap Bisma sambil memberikan kecupan hangat kepada Calista yang sudah merasa puas dengan pelayanan istrinya.
"Calista hanya diam dan mengangguk kepalanya.
"Jangan pernah berpikir yang tidak tidak sama mas. Kamu itu masa depan mas. Bukan siapa siapa. Mas sangat mencintai kamu sayang " ucap Bisma sambil kembali memberikan kecupan hangat di wajah cantik istrinya. Wanita yang sudah membuat Bisma benar benar tulus mencintai wanita.
Setelah sekian lama tidak percaya dengan yang namanya wanita. Ia merasa bersyukur dapat dipertemukan dengan Calista, setelah perjodohan yang dilakukan Tuan Zulkarnain dan Pak Nando. Entah karna Faktor kelelahan, Bisma dan Calista tertidur pulas siang itu.
Hingga mereka tidak menyadari, kalau tubuh mereka tanpa di balut sehelai benang pun.
"Sialan kakak tidak ada akhlak. Lagi bercinta dengan kakak ipar bukanya pintu dikunci duluan." kesal Alvin yang baru menyaksikan kedua sejoli sudah mengarungi alam mimpinya. Tanpa mengunci kamar yang mereka tempati.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih berkarya.
sambil menunggu karya ini up. Yuk mampir ke karya teman emak.