I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 138 KWATIR



Menu makanan masakan Tiwi sudah siap untuk di santap. Makanan sudah tertata di meja makan. Terlihat Ibu Sarina dan Pak Khairul Hamzah begitu juga dengan Dokter Gibran sudah berada di ruang makan dan duduk ingin menikmati, menu makanan yang dimasak oleh Tiwi sore itu.


Dengan telaten, Tiwi melayani kedua orangtua Dokter Gibran dan juga Gibran. Ibu Sarina menatap Tiwi, membuat Tiwi merasa grogi


ketika ibu Sarinah mencicipi menu makanan yang dimasak oleh Dewi Ibu Sarinah menganggukkan kepalanya pertanda ia menyukai masakan yang dimasak oleh tim saat itu.


Tiwi Kamu bekerja di mana sekarang tanya ibu Sarina kepada Tiwi. Tiwi tidak langsung menjawab. Ia memilih terdiam sehingga dokter Gibran yang menjawab pertanyaan Ibu Sarina. "Tiwi bekerja di salah satu perusahaan ternama di kota ini. Tepatnya di perusahaan Zulkarnain Group. Milik suami Calista." ucap Gibran kepada Ibu Sarina dan Pak Khairul Hamzah


Calista?


"Maksud kamu Calista satu kampung kita, yang kedua orang tua dan kakaknya sudah meninggal? tanya ibu Sarina penasaran. Dokter Gibran menganggukkan kepalanya. pertanda tebakan Ibu Sarina benar adanya.


"Yang benar aja dong. Kamu serius?


"Ya ma....,Gibran tidak mungkin berbohong kepada Mama. Calista menikah dengan pengusaha kaya yang ada di kota ini. Sekarang hidup Calista kaya raya dan sangat bahagia, setelah diangkat menjadi anak angkat salah satu petinggi perusahaan Zulkarnain Group.


Calista kembali melanjutkan pendidikannya dan sambil bekerja di Zulkarnain Group menjadi seorang office girl. Tetapi karena Calista memang wanita yang baik dan tulus, sehingga Tuan Bisma diam-diam mencintai Calista.


Dan cinta Tuan Bisma direspon positif oleh Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona. sekalipun mereka memiliki segudang harta. Mereka tidak pernah memandang orang lain itu dari segi ekonomi dan juga pendidikan.


Tuan Zulkarnain justru sangat menginginkan Calista menjadi menantunya.Karena Tuan Zulkarnain benar benar mengetahui kalau Calista wanita yang tulus. Sehingga Tuan Zulkarnain dan Pak Nando orang tua angkat Calista sepakat untuk menikahkan keduanya.


Karena mereka mengetahui Bisma dan Calista saling mencintai. Dan saat ini Calista sudah menjadi Nyonya Bisma Zulkarnain yang telah berbahagia dan kabar terbaru dari keluarga pasangan Bisma dan Calista, calista sekarang sedang hamil pewaris zulkarnain group.


Gibran salut dengan Tuan Zulkarnain dan juga Nyonya Katarina Dona. Sepertinya di negara ini tidak ada yang mengimbangi harta kekayaannya. Tetapi ia tidak pernah mempermasalahkan Calista terlahir dari mana. Yang mereka inginkan hanyalah Cinta tulus Calista kepada Bisma." ucap Gibran berharap Ibu Sarina dan Pak Khairul paham maksud dan tujuan Dokter Gibran menuturkan kehidupan keluarga calista saat ini.


Sehingga Gibran menuturkan segala sikap baik Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona. Sekalipun mereka orang terpandang di negara ini, masih belum sebanding dengan keluarga Gibran.


Tetapi Gibran mengetahui kalau ibu Sarina selalu memandang orang dari segi ekonomi dan juga pendidikan. "Dewi,Tiwi dan Calista merupakan sahabat dekat bekerja di Zulkarnain Group. Saat ini Dewi sudah menikah dengan adik sepupu Bisma Zulkarnain. Pemilik restoran ternama di kota ini. dan dia juga memiliki aset seperti mobil dan juga hotel berbintang di kota ini.


Dewi merupakan tidak beda jauh dengan Tiwi dan juga Calista. Tetapi karena mereka memiliki hati seperti dewa sehingga Carlos dan Bisma memilih keduanya. Sama halnya sama seperti Gibran memilih Tiwi menjadi pendamping Gibran. Karena Gibran mengetahui Tiwi wanita yang sangat baik dan tulus mencintai Gibran." ucap dokter Gibran kepada Ibu Sarina dan juga Pak Khairul Hamzah


Pak Khairul Hamzah terdiam. Ia tidak menjawab sama sekali. Karena apa yang dikatakan dokter Gibran, itulah yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang tua yang hanya menginginkan kebahagiaan untuk anak-anak mereka.


Seharusnya orang tua tidak dapat memaksakan kehendaknya untuk memilih pendamping hidup setiap anak-anaknya. Berbeda selama ini yang dilakukan oleh ibu Sarina dan Pak Hamzah . Mereka selalu yang ingin memilih pendamping hidup Putra mereka sehingga Gibran merasa kurang percaya diri, jika mengenalkan wanita pilihannya menjadi pendamping hidupnya.


Entahlah pikiran Tiwi saat itu sudah entah ke mana-mana. Karena Ibu Sarina tak kunjung mengatakan apa-apa kepada Tiwi. Tetapi dari tatapan Ibu Sarina kepada Tiwi, seperti kurang bersahabat membuat Tiwi merasa tidak nyaman.


" Ya Allah sadis benar pandangan calon mertua gue. Bukakan hatinya ya Allah agar ibu Sarina merestui hubungan Tiwi dengan dokter tampan Tiwi." Tiwi bermonolog sendiri.


Hari sudah malam. Kini saatnya Tiwi berpamitan kepada Ibu Sarina dan Pak Khairul Hamzah, untuk segera kembali ke rumah orang tuanya. "Maaf Pak.... Bu..... sepertinya ini sudah pukul 08.00 malam, Calista pamit dulu. takut ayah dan ibu mencari Tiwi." ucap Tiwi sambil langsung memberi salam kepada Ibu Sarina dan Pak Khairul.


Ibu Sarina hanya menganggukkan kepalanya. Tidak ada niatan untuk menahan Tiwi. Mas Tiwi pamit dulu ya." ucap Dewi kepada dokter Gibran.


" Tunggu saya mas antar saja kamu."


"Tidak perlu mas. Tiwi sudah memesan ojek online. Kalau Mas mengantar Tiwi, nanti Mas pulangnya terlalu larut." sahut Tiwi sambil mengembangkan senyumnya menatap dokter Gibran dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Suara klakson ojek online terdengar jelas di telinga Tiwi. Itu pertanda ojek online pesanannya sudah datang dan bersedia menghantarkan Tiwi Ke mana tujuan Tiwi.


Dokter Gibran memaksa untuk menghantarkan Tiwi. Tetapi Tiwi menolak dengan tegas. Karena ia tidak ingin dokter Gibran pulang terlalu larut dari rumah keluarganya. Dokter Gibran tahu Tiwi kecewa dengan sikap ibu Sarina yang begitu cuek kepadanya.


Tiwi menaiki ojek online, lalu melambaikan tangannya ke arah dokter Gibran. Dokter Gibran menatap kepergian Tiwi sampai bayangan Tiwi benar-benar menghilang dari pandangannya.


Dokter Gibran terlalu masuk ke rumah menghampiri kedua orang tuanya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut dokter Gibran Ia hanya diam dan duduk di dekat Pak Khairul Hamzah dan ibu Sarina.


"Kamu ketemu dimana dengan Tiwi? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh ibu Sarina kepada dokter Gibran. "Bertemu di Zulkarnain Group ketika Gibran ingin menemui Calista di sana. Dan ternyata Calista sudah menikah dengan Bisma Zulkarnain,pemilik sah dari Zulkarnain Group.


Gibran mencintai Calista dengan tulus saat itu. Tetapi Mama menolak keras sehingga Gibran memilih untuk move on dari Calista. Tetapi untuk saat ini, Gibran sudah menerima wanita lain di hati Gibran selain Calista. Gibran saat ini sangat mencintai Tiwi.


Apapun alasannya Gibran akan menikahi Tiwi mau Ibu Restu atau tidak. Yang pasti Gibran sangat mencintainya." ucap dokter Gibran karena ia tahu kalau Ibu Sarina pasti akan tidak merestui hubungan dokter Gibran dengan Tiwi. Apalagi mereka sudah mengetahui siapa sosok Tiwi yang sebenarnya. Sehingga dokter Gibran memberikan ultimatum kepada kedua orangtuanya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏