
Beberapa minggu kemudian acara wisuda diselenggarakan di kampus Calista. Calista dan Andita juga ikut di dalamnya.
"Sayang hari ini akhirnya kamu wisuda, ibu senang sekali akhirnya kamu dapat menyelesaikan studi Mu." ucap Bu intan kepada Calista.
Lalu ibu Intan mendandani Calista ala ala wisuda. Ya bu Intan memang pintar berdandan. Karena sebelum menikah bersama pak Nando, bu Intan bekerja di salon kecantikan MUA. "Pa... hari ini, papa bisa tidak masuk kantor? tanya ibu Intan kepada pak Nando.
"Iya Bu," semalam papa sudah izin kalau Papa dan Calista tidak masuk hari ini." Ucap pak Nando, membuat Bu intan merasa lega karena bu Intan ingin sekali mendampingi Calista,Saat Calista wisuda.
"Terimakasih pa, sudah menyempatkan waktu papa untuk menghadiri wisuda Calista." ucap Calista.
"Sudah kewajiban papa sayang untuk menghadiri wisuda kamu sayang. Kan kamu Putri papa satu-satunya.Sudah semestinya papa membahagiakanmu. dan juga Ibu kamu putri papa yang cantik." sahut pak Nando kepada Calista.
Setelah selesai bersiap Calista, Ibu intan dan Pak nandi berniat berangkat menuju kampus Gunadarma. "Putri ibu cantik sekali, lihat deh pa Putri kita cantik kan?" ucap bu Intan memuji kecantikan Calista. sembari bertanya kepada pak Nando.
"Ya tentu cantik dong sayang, kan kamu yang dandanin." ucap Pak Nando memuji istri tercintanya.
"Ih...papa, tanpa didandani Calista juga udah cantik kan!" He.....he....he,Calista terkekeh.
"Ya.... ya.... ya, memang Putri papa dari sononya sudah cantik. Apalagi sudah didandani sama ibu. Ya kan Bu? ucap Pak Nando kepada Calista dan juga Bu intan.
Drama pagi itu, telah usai Calista, Ibu intan dan Pak Nando pun berangkat ke kampus. Karena acara wisuda akan segera berlangsung pagi itu.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit mereka tiba di kampus Gunadarma. Terlihat para wisatawan wisudawati sudah ramai di kampus Gunadarma.
Terlihat para wisudawan wisudawati tampak antusias mengikuti acara Wisuda hari ini. Tak terkecuali Calista dengan Andita. Yang ikut serta dalam acara wisuda itu. Calista dan Andita Begitu bahagia karna mereka dapat menyelamatkan Studi mereka sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
****
Acara wisuda berjalan dengan lancar. Tanpa kendala apapun. Hingga tiba saatnya acara foto bersama. Andita datang menghampiri Calista. Lis, kita foto dulu ya, supaya ada kenang-kenangan." ucap Andita kepada Calista. "Ya sudah yuk kita foto bersama." sahut Andita. Akhirnya mereka pun berfoto bersama. Tidak lupa juga mengajak pak Nando dan bu Intan berfoto bersama.
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka yang sedang asik berfoto bersama dengan sahabat dan kedua orangtua angkatnya. "Selamat siang nona!"sapa sekretaris Hans. Sekretaris Hans merupakan sekretaris pribadi Bisma.
"Ya selamat siang sekretaris Hans, ada apa anda menghampiri saya kemari? tanya Calista."Oh Nona,saya datang kesini karena Tuan Bisma dan Tuan Zulkarnain memerintahkan saya untuk menjemput anda dan keluarga.
Karena mereka sudah menunggu Anda di restoran ternama yang ada lokasinya tidak jauh dari sini." Ucap sekretaris Hans kepada Calista. Membuat Calista bingung maksud dan tujuan Tuan Zulkarnain dan Bisma mengundang mereka di sebuah restoran ternama di kota ini.
'Memangnya ada apa ya sekretaris Hans? kok mereka menunggu saya? apa ada yang salah? tanya Calista kepada sekretaris Hans
"Tidak nona, dan Tuan Zulkarnain dan Tuan Bisma juga mengundang kedua orang tua Anda Nona." jelas sekretaris Hans kepada Calista.
"Sudah tidak apa-apa sayang, mungkin sekedar silaturahmi saja." jawab pak Nando. Padahal pak Nando sudah mengetahui apa tujuan Pak Bisma dan Tuan Zulkarnain mengundang mereka ke sana.
"Tapi saya belum ganti pakaian Saya." ucap Calista.
"Tidak perlu nona, "takutnya Tuan Zulkarnain dan Tuan Bisma terlalu lama menunggu.,x jawab sekretaris Hans.
"Ya sudah kita langsung ke sana saja." ucap pak Nando sembari masuk kedalam mobil Avanza milik pak Nando .Calista pun berpamitan kepada Andita sahabatnya. Ia tidak ingin kalau Andita mencarinya jika pergi tidak pamit.
Calista berlalu dari hadapan Andita setelah berpamitan kepada Andita. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit mereka pun tiba di restoran yang ditentukan oleh Tuan Zulkarnain dan Bisma. Disana sudah terlihat Tuan Zulkarnain dan Bisma sudah menunggu kedatangan mereka.
"Pa, ini ada apa sih kok tidak seperti biasanya Tuan Bisma dan Tuan Zulkarnain mengundang kita. Ada apa ini pak kok cuma mereka mengundang kita?"tanya Calista kembali kepada pak Nando. Karena masih belum mengerti mengapa big bos mengundang mereka siang itu, setelah acara wisuda Calista telah usai.
Selamat siang tuan Zulkarnain dan Tuan Bisma. Maaf sudah menunggu sapa pak Nando. Calista memberi salam kepada kedua Big bos itu. "Cantik banget ternyata perempuan kampung ini." gumam Bisma dalam hati.
"Silakan duduk pak Nando, Ibu intan, Calista." ucap Tuan Zulkarnain kepada mereka.
"Calista Sini nak, duduk di dekat papa."ucap Pak Nando mengajak Calista agar duduk di dekat pak Nando.Yang kebetulan tepat di depan Bisma. Itu membuat Calista kurang nyaman dengan tatapannya, yang selalu memandanginya.
"Dasar Bos gendeng, benar benar sadis bangat lihatnya." gumam Calista karna Bisma tidak berkedip memandangi Calista. Entah apa yang ada di hati Bisma, membuat Dirinya melihat Calista tanpa berkedip sedikitpun. Calista tidak mengetahuinya.
Sejujurnya Calista belum paham maksud dan Tujuan Tuan Zulkarnain dan Bisma mengundang mereka makan siang hari itu, setelah acara wisuda Calista telah usai. Padahal Calista sama sekali, belum mengganti busana Wisudanya.
Calista merasa kurang nyaman dengan tatapan Bisma terhadapnya.
"Bu, Calista ke kamar mandi dulu." bisik Calista tepat ditelinga Ibu intan, dibalas anggukan dari ibu intan.
Calista bangkit dari tempat duduknya. "Mau kemana sayang?" tanya pak Nando kepada Calista.
"Sebentar pa, sahut Calista sambil langsung pergi ke toilet. Karena Calista ingin menenangkan hatinya, yang sedari tadi penasaran akan apa maksud dan tujuan Tuan Bisma. Apalagi setelah melihat tatapan Bisma yang sulit di artikan membuat Calista sedikit kwatir.
"Ya Alloh ada apa ini? semoga saja tidak ada masalah apa apa? gumam Calista sambil melap keringatnya, yang sedari tadi bercucuran. Padahal AC restoran itu sangat dingin. Tetapi entah mengapa Calista merasa kekhawatirannya terlalu keterlaluan. Sehingga membuatnya nervous ketiak berhadapan dengan big bosnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
jangan lupa like, coment, vote dan hadiahnya ya Trimakasih....