I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 52. MERASA GERAH



"Mas, nanti dulu ngomongnya, lihat tuh tamu undangan sudah berdatangan untuk sekedar mengucapkan selamat kepada kita." bisik Calista


"Kok panggil Mas sih?"


"Panggil sayang dong kan sudah sah menjadi suami kamu sayang!" ucap Bisma sembari langsung mengecup wajah cantik Calista tanpa peduli kepada orang orang yang hadir disana yang ingin memberi salam kepada calista dan Bisma.


"Mas tidak lihat apa orang-orang sudah pada rame berdatangan ke lokasi resepsi pernikahan kita, nggak sabaran banget sih."gerutu Calista yang melihat suaminya begitu agresif terhadapnya.


"Biarin saja, paling juga mereka mengerti."


"Ngak disini juga kali mas, ngak lihat tuh wartawan sudah pada repot meliput acara pesta pernikahan kita?


"Kan dari awal Calista sudah ngomong sama mas, suapan tidak menyelenggarakan pesta pernikahan kita dengan mewah seperti ini. Apalagi mengundang para wartawan yang meliput acara resepsi pernikahan kita."ucap Calista kepada Bisma membuat Bisma langsung terdiam.


Karena memang benar Calista sudah membuat permohonan kepada Bisma Kalau acara pernikahan mereka diadakan secara sederhana dan tidak mengundang para wartawan yang akan meliput pernikahan mereka.


Karena Calista cukup tahu setiap hari wajah Bisma selalu menghiasi layar kaca.Apalagi Bisma merupakan salah satu pengusaha kaya yang dapat mengembangkan perusahaan milik keluarganya menjadi sangat berkembang di dunia bisnis.Dan tidak dapat dikalahkan para pesaing bisnis lainnya.


Bahkan banyak dari perusahaan perusahaan lainnya yang ingin bekerjasama dengan perusahaan yang di pimpin oleh Bisma. Karena perusahaan Zulkarnain Group merupakan perusahan besar dan berpengaruh di negeri ini. Membuat para pebisnis lainnya. berlomba untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Bisma.


"Seharusnya kamu itu bersyukur memiliki suami kaya dan terkenal seperti mas. Bukan Malah menggerutu seperti itu, apalagi Disoroti para wartawan yang ingin meliput acara pesta pernikahan kita yang mewah ini. Tentunya kamu tahu kamu menikah dengan siapa. Tidak mungkin papa membiarkan acara pernikahan kita dilaksanakan secara sederhana.


Apa kata kolega b bisnis Zulkarnain group, jika mereka mengetahui acara pernikahan sang pewaris Bisma Zulkarnain menyelenggarakan pesta pernikahannya secara sederhana seperti permintaan kamu.


" Apa kamu tidak ingin menjaga harkat dan martabat keluarga Zulkarnain? atau hanya keegoisan kamu aja yang akan kamu bawakan? Bisma sudah mulai gerah melihat Calista yang sedari tadi menggerutu melihat k acara pernikahan mereka diadakan secara mewah dan diadakan di hotel berbintang milik keluarga Zulkarnain Group.


Calista langsung terdiam. Sejujurnya Calista Bukan tidak ingin menjaga harkat dan martabat keluarga Zulkarnain. Tetapi ia justru ingin menjaga itu semua. jika kolega bisnis Zulkarnain Group mengetahui sang pewaris zulkarnain group menikahi gadis biasa seperti dirinya, tidak menutup kemungkinan para kolega bisnis dan juga khalayak ramai menilai selera Bisma Zulkarnain cukup rendah seperti Calista.


Ia tidak ingin Bisma dan juga keluarga besar Zulkarnain malu karena Calista. Ia juga tidak ingin dipandang memiliki pendamping hidup yang tidak sepadan dengan keluarga Zulkarnain.


Hal itu yang dijaga Calista sehingga dirinya tidak ingin pernikahan mereka diadakan secara mewah dan diliput para wartawan lain. Berbeda dengan pola pikir Bisma. Ia mengira kalau Calista tidak ingin menjaga harkat derajat dan martabat keluarga mereka dengan permintaan Calista.


Tanpa ia sadari air bening mengalir begitu saja di pipi Calista. Hal itu menjadi sorotan para wartawan langsung berdatangan untuk memberikan pertanyaan dan pertanyaan kepada Bisma dan juga Calista. Sontak Calista langsung memalingkan wajahnya dari para wartawan dan juga para tamu undangan yang ada di sana.


Calista berusaha menenangkan dirinya untuk menghadapi para tamu undangan dan juga wartawan yang turut hadir di sana.


"Happy wedding Tuan Bisma dan Nona Calista Hermawan." ucap salah satu wartawan yang meliput acara pesta pernikahan Bisma dan Calista.


"Bagaimana perasaan non Calista setelah bersanding dengan Tuan Bisma Zulkarnain apa anda merasa bahagia?" pertanyaan itu langsung dilontarkan wartawan itu kepada Calista.


Membuat Calista sedikit gugup menjawab pertanyaan itu. Ia sekilas melirik ke arah Bisma. Tetapi Bisma seolah tidak mengetahui lirikan Calista kepadanya.


"Alhamdulillah saya sangat bahagia menikah dengan suami saya Bisma Zulkarnain. Karena saya sangat mencintainya dan suami saya juga mencintai saya." ucap Calista dengan lantang di hadapan para wartawan.


"Saya menangis karena saya sangat bahagia dapat bersanding dengan mas Bisma, lelaki yang mengisi hatiku." ucap Calista dihadapan para wartawan dan para tamu undangan yang hadir disana.


Tuan Zulkarnain dan Nyonya Katarina Dona Begitu juga dengan Pak Nando dan ibu Intan merasa bahagia mendengar jawaban dari Calista di hadapan para tamu undangan dan wartawan.


"Wah papa bangga kepada menantu kita mom!" ucap Tian Zulkarnain kepada istri nyonya Katarina Dona. Yang masih memandang putra dan menantunya berinteraksi dengan para tamu undangan dan wartawan.


Bisma mengembangkan senyumnya mendengar apa yang dikatakan Calista kepada para wartawan yang hadir di sana. walaupun dirinya tidak mengetahui isi hati Calista saat ini sebenarnya. Apakah Calista benar-benar mencintainya atau tidak.


Yang pasti Calista saat ini sudah membuat dirinya bahagia. Dengan mengatakan kepada para wartawan yang hadir di sana kalau Calista sangat mencintai Bisma.


"Bagaimana perasaan Tuan Bisma Zulkarnain yang terhormat, menikah dengan Nona Calista yang cukup cantik ini? apakah Tuan Bisma Zulkarnain sangat bahagia bersanding dengan wanita cantik yang ada di sebelah Tuan Bisma?" sekarang giliran Bisma yang mendapat pertanyaan dari para wartawan.


"Saya pasti bahagia menikah dengan wanita yang sangat saya cintai. Walaupun para wartawan mengetahui kalau istri saya merupakan bukan dari kalangan pebisnis seperti keluarga Zulkarnain. Tetapi bagi saya cinta dan kasih sayang itu tidak harus melihat segi ekonomi, suku, ras, dan golongan.


Yang pasti Istri saya sangat mencintai saya dan peduli kepada saya dan juga keluarga. saya tidak peduli istri saya berasal dari mana dan terlahir di mana. Yang penting bagi saya, Saya sangat mencintai istri saya apa adanya.


Dan istri saya juga mencintai saya apa adanya." ucap Bisma Zulkarnain dibalas tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir di sana. Itu berarti bertamu undangan sangat takjub dan salut kepada Bisma Zulkarnain yang tidak memandang orang dari segi ekonomi, ras dan golongan.


Terlihat para wartawan sudah sibuk meliput segala acara resepsi pernikahan Bisma dan juga Calista. listra yang melihat pesta pernikahan Calista yang sangat mewah, Ia sangat takjub melihat acara itu yang dihadiri para kolegabisnis kalangan atas.


acara pernikahan mewah itu juga dihadiri artis papan atas. Untuk menghibur para tamu undangan. Tentunya itu sudah di atar oleh sekretaris Hans dan Carlos Begitu juga dengan Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona. Yang ingin menyelenggarakan pesta pernikahan Bisma dengan mewah .


Listra tidak menyangka Calista mendapat suami seperti Bisma. Ia pun langsung menghampiri Calista." Selamat ya Calista, Tuan Bisma, Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah." ucap listra sambil memeluk Calista.


Tanpa mereka air bening mengalir begitu saja di pipi kedua wanita cantik itu. "Kamu tidak lupakan misi kita dulu? bisik listra tepat di telinga Calista. Calista menganggukkan kepalanya kalau dirinya benar-benar tidak lupa apa yang dikatakannya, kalau mereka dulu memiliki cita-cita untuk memajukan desa mereka yang tertinggal.


"Kamu tenang saja, Aku akan berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik untuk kemajuan desa kita. Agar generasi penerus dari desa kita tidak mengalami hal yang sama seperti yang kita alami." ucap Calista tepat di telinga listra.


Tetapi Bisma masih tetap mendengar apa yang dibicarakan kedua wanita itu. listra menghapus Air mata Calista yang mengalir diwajah cantik sahabatnya. "Jangan menangis. Kamu harus bahagia dengan pernikahan kamu." ucap listra sambil berlalu dari pelaminan setelah mengucapkan selamat kepada Calista dan juga Bisma.


Tak lupa, listra juga memberikan kado terindah kepada sahabatnya. "Terima kasih listra kamu sudah hadir di acara pesta pernikahan kami." ucap Bisma dan Calista kompak. listra mengembangkan senyumnya sambil langsung menganggukkan kepalanya berlalu dari hadapan Calista dan Bisma.


Karena ia tidak ingin para tamu undangan lainnya, terlalu lama menunggu listra memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏