
Perjalanan bulan madu mereka kali ini nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain yang merencanakannya. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Calista dan Bisma. "Siapa sih pagi-pagi sekali sudah mengganggu?" gerutu Bisma sembari beranjak bangkit dari pembaringannya.
Bisma membuka pintu. Bisma melihat sosok Nyonya Katarina Dona berada di sana. Ada apa sih mom pagi-pagi begini sudah mengganggu?" gerutu Bisma sambil menatap Nyonya Katarina Dona.
"Maaf sudah mengganggu acara kalian pagi pagi begini. Tapi ini sudah pagi-pagi masih bercinta saja." gerutu Nyonya Katarina Dona. "Papi kamu sudah menyiapkan jet pribadi untuk perjalanan bulan madu kalian. Pagi ini kalian segera bersiap. Karena asisten Papi akan menjemput kalian satu jam lagi."
" Memangnya kami akan bulan madu ke mana mom?
" Nanti juga kalian tahu. Yang pasti Kalian pasti menyukai tempatnya. dan ketika kalian sudah pulang dari sana, bawa oleh-oleh yang begitu berarti untuk mami dan papi." ucap Nyonya Katarina Dona.
Membuat Bisma bingung. Oleh-oleh apa yang dimaksud Nyonya Katarina Dona. katakan saja mom, oleh-oleh apa yang harus kami bawakan dari sana? jangan berteka-teki seperti itu.
Nyonya Katarina Dona langsung menjewer daun telinga Bisma. "Aduh sakit mom." keluh Bisma yang mendapat jeweran dari Nyonya Katarina Dona. Kamu memang lelaki bodoh Atau memang pura-pura bodoh? kamu tidak mudah lagi. Sudah tua aja pun tingkah seperti bocah." ucap Nyonya katarina Dona.
Yang mampu membuat Calista langsung tertawa ngakak. "Sayang bantuin Mas dong, masa tertawa begitu!" gerutu Bisma. Calista menghampiri suaminya. Sudah mas tidak apa apa." ucap Calista sambil mengelus pundak suaminya.
"Sayang, katakan kepada suamimu ini, jangan terlalu bodoh jadi lelaki." ucap Nyonya Katarina Dona kepada Calista.
" Bodohnya di mana mom? memang Mami yang membuat teka-teki. Ditanya oleh-oleh apa yang dibawa dari sana nanti, malah mom mengatakan Bisma lelaki bodoh.
"Ah sudahlah!" mami males melihat putra kebodohan putra mami." ucap Nyonya Katarina Dona sambil langsung meninggalkan Bisma dan Calista di sana. "Ingat pagi ini, kalian akan dijemput anak buah Papi kamu." teriak Nyonya Katarina Dona setelah sedikit jauh dari kamar Bisma juga Calista.
"Apa coba maksud mami tadi sayang?" tanya Bisma kepada istrinya. Calista mengerdikkan bahunya. Itu pertanda dia tidak paham maksud dari Nyonya Katarina Dona. Pagi itu Bisma dan Calista pun bersiap untuk berangkat bulan madu.
Terlihat sang asisten Tuan Zulkarnain ,sudah menunggu keduanya di ruang tamu. "Apa semuanya sudah siap sayang?" tanya Bisma sambil memperhatikan koper yang sudah dipersiapkan Calista.
"Sudah Mas Sepertinya kita sudah bisa berangkat. Nggak enak membuat asisten Papi terlalu lama menunggu kita." sahut Calista sambil menyeret kopernya keluar kamar. "Sini sayang, mas saja yang mengangkatnya." ucap Bisma sembari meraih koper dari tangan Calista.
Keduanya berjalan menyusuri anak tangga. "Bagaimana, Apa kalian sudah siap berangkat?" tanya Nyonya Katarina Dona dengan Tuan Zulkarnain. Bisma mengembangkan senyumnya. lalu menganggukkan kepalanya.
"Maaf Pi....Mom....,Memangnya kami berbulan madu ke mana?" tanya Bisma masih penasaran.
"Kalau diberitahu sekarang, tidak kejutan dong." ucap Tuan Zulkarnain. Bisma hanya terdiam mengikuti skenario Tuan Zulkarnain dengan Nyonya Katarina Dona.
Kali ini sang asisten Tuan Zulkarnain pun, langsung menaikkan barang bawaan Bisma dan Calista ke dalam mobil. Berniat mereka akan segera berangkat ke bandara, tujuan new Zealand. Kota yang belum pernah dijalani oleh Bisma.
Karena selama ini Bisma hanya menghabiskan hari-harinya di California kota San Diego. Ketika Bisma masih sendiri. kehidupan kelam Bisma berada di California. setelah ditinggal kekasih Alena. Kehidupan Bisma saat di California bebas melakukan apa saja yang ia inginkan. Termasuk bermain-main dengan wanita, itu sudah hal biasa bagi Bisma. Saat belum bertemu dengan Calista.
Bisma berpamitan kepada tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona. "Mom....Dad...,kami pamit ya." ucap Bisma sambil memberi salam kepada Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain.
Calista hanya menatap sang ibu mertua dengan tatapan penuh arti. Lalu ia mengembangkan senyumnya. Sejujurnya Calista begitu bahagia mendapatkan kado terindah dari ibu mertuanya. Berupa paket perjalanan bulan madu ke new Zealand.
Membuat Calista merasa bahagia. Tidak pernah terpikir olehnya. Calista dapat pergi sampai ke new Zealand. Negara Selandia baru yang ingin dijalaninya selama ini. Karena ia selalu melihat foto-foto tempat wisata yang ada di new Zealand begitu indah dipandang mata.
Termasuk ketika Calista menonton film Bollywood yang syutingnya berada di new Zealand. Membuat sosok Calista memiliki impian untuk pergi menikmati tempat wisata yang ada di new Zealand.
Kini pasangan suami istri itu, sudah berada di bandara menuju jet pribadi yang sudah disediakan Tuan Zulkarnain. Ya kali ini perjalanan mereka Pasti akan membuat Calista bahagia. "Sayang apa kamu bahagia kita pergi bulan madu?" tanya Bisma kepada Calista.
"Iya dong Mas. Calista bahagia sekali. Calista tidak menyangka dapat bulan madu bersama Mas."sahut Calista sambil berjalan bergandengan tangan bersama Bisma. mereka masuk ke dalam jet pribadi setelah mendapat izin terbang dari pihak bandara.
Pilot, Copilot dengan pramugarinya, mempersilahkan Calista dan Bisma masuk ke Dalam jet pribadi. Ahar mereka segera berangkat meninggalkan bandara Sukarno Hatta. Beberapa menit kemudian pesawat meninggalkan Bandara Soekarno Hatta.
Didalam jet pribadi milik Tuan Zulkarnain, Calista begitu takjub dengan kemewahan dan fasilitas yang ada di dalam jet pribadi itu.
"Mas, sebanyak apa sih harta papi? kok sampai memiliki jet pribadi? tanya Calista kepada suaminya.
Calista memang belum mengetahui sebanyak apa harta kekayaan ayah mertuanya, yang akan di wariskan kepada suaminya.
"Memangnya kenapa sayang?
"Heran saja mas. Papi memiliki jet pribadi semewah ini. Pasti harganya mahal." ucap Calista sambil terus menelisik seisi ruangan jet pribadi milik ayah mertuanya.
"Jadi selama ini kamu meragukan suami kamu ini, tidak mampu membantu kalian untuk mewujudkan impian kalian? tanya Bisma sambil terus mengelus rambut Calista yang terurai panjang.
"Tidak mas, Calista tidak pernah kok meragukan kemampuan suamiku." sahut Calista sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang Bisma.
****
Sedangkan Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain yang berada di rumah utama keluarga Zulkarnain, berharap Bisma dan Calista akan membawa kabar gembira. Ketika mereka pulang dari perjalanan bulan madu mereka."Mudah-mudahan setelah pulang dari liburan bulan madu, mereka membawa kabar bahagia untuk kita ya Mas." ucap Nyonya Katarina Dona kepada Tuan Zulkarnain dibalas anggukan dari tuan Zulkarnain sambil meraih tubuh istrinya kepelukannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏🙏