
Keesokan harinya, Tuan Zulkarnain menghubungi Tuan Baskoro mengenai rencana mereka yang akan melamar Dewi menjadi pendamping hidup Carlos. Ketika Tuan Baskoro mendapatkan sambungan telepon seluler dari kakaknya. Dan memberitahu Kalau Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona Ingin melamar seorang wanita untuk menjadi pendamping hidup putranya Carlos, Tuan Baskoro begitu bahagia.
Tuan Baskoro pun setuju Kalau pernikahan Carlos dipercepat dan dilakukan secara besar-besaran. Karena Carlos merupakan Putra tunggal dari Tuan Baskoro, sekalipun ibu kandung Carlos tidak akan menghadiri pesta pernikahan putranya.
Pagi itu Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain sudah mempersiapkan segalanya yang dibutuhkan untuk acara lamaran ke rumah kontrakan keluarga Dewi.
Padahal sebelumnya Carlos belum memberitahu kepada Dewi dan ibu Sarah mengenai rencana lamaran yang akan dilakukan keluarganya.
Kini Tuan Zulkarnain, Nyonya Katarina Dona Tuan Baskoro, Bisma, Calista dan Carlos sudah berada di dalam mobil menuju rumah yang ditempati oleh keluarga Dewi.
"Apa kamu mengetahui tempat tinggal Dewi?" tanya Tuan Baskoro kepada Carlos.
"Tidak mungkin Carlos tidak mengetahui tempat tinggal wanita yang sangat ia cintai. Om ada-ada saja." Celetuk Bisma ketika mendengar pertanyaan Tuan Baskoro kepada Carlos.
"Jadi kamu sudah sering berkunjung ke rumah calon menantuku dan bertemu dengan calon mertua kamu? kalau begitu, kenapa kamu tidak pernah memberitahu papa? dan jika kamu memberitahu kepada papa, papa tidak akan menuduh kamu belok." ucap Tuan Baskoro kepada Carlos sambil tertawa ngakak.
"Ibu Sarah belum mengetahui kalau Carlos mencintai Dewi. Ibu Sarah hanya mengetahui kalau Carlos hanyalah atasan Dewi bukan kekasihnya.
"Jadi maksud kamu Ibu Sarah belum mengetahui hubungan kalian sama sekali? pertanyaan kembali ditujukan Tuan Baskoro kepada Carlos.
Bisma langsung tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan Carlos. Kalau ibu Sarah belum mengetahui hubungan keduanya.
"Mas kok tertawa seperti itu sih? tanya Calista ketika mendengar suara tawa Bisma menggema di dalam mobil.
"Mas jangan ngomong seperti itu. Dulu saja waktu melamar Calista, belum tentu juga kan Calista terima waktu itu. Kalau mas tidak mengancam Calista akan memecat papa Nando jika Calista tidak menerima lamaran mas.
Jika mas tidak mengancam waktu itu, pasti Calista tidak menerima lamaran Mas." bisik Calista yang mampu membuat Bisma membulatkan matanya. "Jadi kamu terpaksa nih Sayang menerima lamaran mas? tanya Bisma sembari memonyongkan bibirnya.
Calista mengembangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan penuh arti. Ia pun langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya. Yang sudah tampak cemberut ketika Calista mengatakan kalau dirinya menerima lamaran Bisma saat itu karena ada unsur paksaan.
"Sudah, tidak perlu cemberut seperti itu. Jelek lihatnya!" ucap Calista sambil tertawa cengengesan. Sementara Tuan Baskoro dan Tuan Zulkarnain hanya menggelengkan kepalanya menatap interaksi anak-anak mereka.
" Sudah dewasa saja, kalian masih bertingkah seperti bocah." Gerutu Nyonya Katarina Dona membuat para lelaki paruh baya itu pun langsung tertawa ngakak. Melihat tingkah putra dan menantu mereka saling ejek.
"Sudah sudah!" sebentar lagi kita akan sampai. Tolong jaga sikap kalian disana. Jangan bertingkah seperti bocah. umur sudah hampir kepala empat saja masih bertingkah seperti anak kecil. Malu sama Calista yang umurnya masih jauh lebih muda dari kalian. Tapi pola pikir dan cara bicaranya lebih dewasa dibandingkan Putra putra mami yang dua ini." gerutu Nyonya Katarina Donna.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
MAMPIR JUGA KEKARYA BARU EMAK"JODOH DI USIA SENJA "( marokkap dung matua)