I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.145 DRAMA DI CAFE



Dokter Gibran berniat untuk menemui Tiwi di Zulkarnain Group. Ia tidak mengetahui kalau Ibu Sarina juga berada disana. Padahal dokter Gibran ingin mengajak Tiwi pergi ke suatu tempat untuk membicarakan hal penting mengenai rencana dokter Gibran yang ingin melamar Tiwi.


Karena dokter Gibran sudah bertekad walaupun tidak diberikan Restu oleh kedua orang tuanya untuk pernikahannya dengan Tiwi, Ia tetap akan menikahi Tiwi. Karena menurut dokter Gibran prinsip kedua orang tuanya sangat salah. Yang hanya menilai orang dari segi ekonomi dan pendidikan saja.


Mereka tidak pernah menilai orang dari akhlak dan juga taat agamanya. Yang penting bagi kedua orang tua dokter Gibran, dokter Gibran menikah dengan wanita yang sepadan dengan mereka. Padahal masih banyak yang lebih kaya dibandingkan mereka. Ibu Sarinah selalu ingin memiliki menantu dari kalangan atas.


****


Eh dokter tampan. Mau cari Tiwi ya?" tanya petugas keamanan yang berjaga saat itu di Zulkarnain Group. Dokter Gibran mengembangkan senyumnya, ketika ia sudah tiba di kantor Zulkarnain Group dan disapa oleh petugas keamanan di sana.


"Iya tiwinya ada tidak? Tanya Dokter Gibran kepada petugas keamanan itu.


"Ada sih, tapi mereka pergi ke cafe yang ada di kantor ini bersama Calista dan ibu Sarinah." sahut petugas keamanan itu kepada dokter Gibran.


"Apa?


"Ibu Sarinah?


"Yang benar saja dong jangan, bercanda." gerutu dokter Gibran merasa kalau petugas keamanan itu mencandai dirinya.


"Tidak kok pak dokter. Ibu Sarinah, non Calista Tiwi pergi ke cafe. Kalau dokter tidak percaya langsung saja ke sana." ujar petugas keamanan itu kepada dokter Gibran dokter. Gibran langsung berlalu meninggalkan petugas keamanan itu berniat untuk menemui Tiwi yang ada di cafe, seperti yang diberitahu oleh petugas keamanan itu.


Ketika dokter Gibran sudah tiba di sana, dokter Gibran terhenyak melihat ibu Sarinah yang sedang menikmati makanan yang ada di hadapannya, bersama Calista, Tiwi, dan juga Bisma.


"Ibu kok bisa ada di sini ya?" gumamnya dalam hati sembari berjalan menghampiri Ibu Sarinah yang sedang asyik menikmati menu makanan yang disediakan di cafe itu.


"Ibu! sapa dokter Gibran.


"loh Kamu ke sini juga? Apa kamu tidak ke rumah sakit? tanya ibu Sarinah penuh dengan selidik.


Gibran baru pulang dari rumah sakit. Sekarang Gibran ingin menemui Tiwi karena ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengannya. "Mau bicara apa sih? lebih baik kamu bicarakan saja di sini, daripada buang-buang waktu pergi entah ke mana." celetup Ibu Sarinah yang tidak ingin ditinggalkan putranya bersama Tiwi.


Dokter Gibran menggelengkan kepalanya. Ini urusan pribadi Tiwi dan Gibran.


Tidak mungkin semua orang harus mengetahui masalah pribadi Kami." ucap dokter Gibran berharap Ibu Sarina paham maksud dari perkataan dokter Gibran. Tetapi ibu Sarinah tetap ingin dokter Gibran berada di sana. Sehingga Tiwi pun tidak dapat menolak Begitu juga dengan dokter Gibran.


Tiwi harus lebih bersabar menghadapi Ibu Sarinah yang tampak kurang menyukai kehadirannya di kehidupan dokter Gibran. Entahlah pola pikir manusia memang berbeda-beda. Begitu juga dengan ibu Sarinah, walaupun Calista berusaha memberikan pandangan kepada Ibu Sarinah tetapi sepertinya sulit bagi ibu Sarinah menerima Tiwi yang hanya terlahir dari keluarga sederhana.


Dokter Gibran Duduk di dekat Tiwi. "Bicaralah Jika ada yang ingin kamu bicarakan. Hanya ada ibu dan Calista..Begitu juga dengan Bisma di sini, sudah anggap keluarga juga bukan?" ucap Ibu Sarinah yang tidak diingin ditinggalkan oleh putranya.


Dokter Gibran pun menggelengkan kepalanya "Ibu Apapun Yang terjadi mau Ibu restui atau tidak, Gibran akan menikahi Tiwi wanita yang mampu menaklukkan hati Gibran. Gibran sangat mencintai Tiwi. Begitu juga dengan Tiwi mencintai Gibran. Jadi tolong pahami Gibran Bu. Restui Gibran dengan Tiwi." mohon dokter Gibran kepada Ibu Sarinah di hadapan Calista dan juga Bisma.


Bisma sangat paham perasaan dokter Gibran saat ini. Begitu juga dengan Calista yang sangat memahami apa yang ada di dalam hati Tiwi saat ini. Pastilah di hati Tiwi berkecamuk tak dapat mengungkapkan apa-apa.


Calista mengelus pundak Tiwi berharap ia bersabar menerima apa keputusan Ibu Sarinah.


"Kamu ini kalau melamar anak orang jangan di tempat seperti ini. lebih baik kamu langsung lamar anak perempuan orang langsung ke rumah orang tuanya."ucap Ibu Sarinah dengan nada tinggi, yang dapat membuat nyali Tiwi menjadi menciut sekaligus merasa lega.


Itu artinya Ibu Sarinah mulai bisa menerima Tiwi menjadi calon menantunya. "Pasti Bu! Gibran pasti akan melamar Tiwi ke rumah kedua orang tuanya. Ibu tenang saja sebentar lagi ibu akan memiliki menantu dan cucu


" sahut dokter Gibran percaya diri.


Ibu serius mengizinkan Gibran menikah dengan Tiwi? Tanya Dokter Gibran seolah tidak percaya apa yang dikatakan oleh ibu Sarinah.


"Ibu tidak ingin dua kali berbicara. lebih baik lakukan apa yang ibu katakan. Sebelum hatiku berubah kembali." ucap ibu Sarinah kepada dokter Gibran. dokter Gibran langsung memeluk Tiwi. Ia bersyukur akhirnya Ibu Sarinah menerima Tiwi menjadi pendamping hidup putranya.


"Apa yang dikatakan oleh ibu Sarinah kepada dokter Gibran Calista dan Bisma juga sangat bahagia mendengarnya. Karena dokter Gibran dan Tiwi akhirnya mendapat restu dari ibu Sarinah


"Alhamdulillah akhirnya Ibu Sarinah paham apa yang saya katakan tadi." gumam Calista dalam hati sembari terus memperhatikan interaksi dokter Gibran dan juga Tiwi. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Gibran dan juga Tiwi ketika mendengar keputusan dari ibu Sarinah.


Kebahagiaan yang sangat luar biasa menurut Gibran. Ia tidak menyangka kalau ibu Sarinah dapat berubah keputusannya. Padahal biasanya jika Ibu Sarinah mengatakan tidak maka akan tetap tidak. Tetapi untuk kali ini sepertinya keputusan Ibu Sarinah berbeda.


*****


Keesokan harinya Ibu Sarinah dan pakai Khairul Hamzah berniat untuk menemui kedua orang tua Tiwi. Ibu Sarinah dan Pak Khairul Hamzah sudah mempersiapkan segalanya termasuk seserahan yang akan diberikan kepada keluarga Tiwi.


Ketika dokter Gibran dan kedua orang tuanya sudah tiba di kediaman keluarga Tiwi. Pak Khairul dan ibu Sari terhenyak melihat kehadiran dokter Gibran dan orang asing datang ke rumahnya.


"Eh dokter Gibran!, Ada apa rame-rame datang ke rumah ini?" sapa Ibu Sari kepada dokter Gibran sambil mengembangkan senyumnya. Senyuman manis yang selalu menyapa setiap orang yang datang ke rumah keluarga Tiwi.


"Perkenalkan Bu, ini kedua orang tua Gibran sahut dokter Gibran memperkenalkan Ibu Sarinah kepada Ibu Sari.


Ibu Sarinah menjulurkan tangannya berniat memberi salam kepada Ibu Sari.


"Saya Sari! sahut Ibu Sari ibu kandung dari Tiwi


"Sari?


"Kok nama kita hampir mirip ya?


"Serius?


"Iya saya serius tidak mungkin saya berbohong." ucap Ibu Sarina kepada Ibu Sari.


"Entahlah dulu ibu saya memberi nama saya Sari karena kedua orang tua saya harus mencari nafkah untuk kehidupan kami sehari-hari." ucap Ibu Sari memberitahu siapa mereka sebelumnya sambil tertawa cengengesan.


"Saya Khairul Hamzah." ucap ayah kandung dari dokter Gibran memperkenalkan kepada setiap orang yang ada di sana agar mereka mengetahui kalau Khairul Hamzah merupakan ayah kandung dari dokter Gibran.


"Saya Khairul, lebih tepatnya Khairul bakti. ucap ayah kandung dari Tiwi.


"Mirip sekali nama kita, saya juga bernama Khairul..lebih tepatnya Khairun Hamzah ucap ayah kandung dari dokter Gibran.


" Kok bisa kebetulan ya nama bapak mirip sekali dengan nama saya. Dan nama istri saya juga mirip dengan istri anda? tanya Pak Khairul Hamzah kepada Pak Khairul Bakti. Mereka akhirnya tertawa ngakak. Membayangkan mengapa nama kedua belah pihak mirip sekali..


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏