
Carlos kembali ke ruang kerjanya. Setelah selesai berbincang-bincang dengan Pak Nando. Terbersit di dalam benak Carlos tentang apa yang dikatakan oleh Pak Nando kepadanya. Karena yang dikatakan Pak Nando memang benar adanya. Tidak semua wanita sama seperti ibu kandungnya yang mampu menghianati cinta kasih tulus dari ayah kandungnya.
Carlos bingung apa yang harus ia lakukan saat ini. Di usianya sudah menginjak 39 tahun. Apalagi ayahnya sudah tidak muda lagi. Terkadang ayahnya selalu meminta Carlos agar segera menikahi seorang wanita yang ia cintai. Tetapi Carlos selalu menjawab dengan jawaban yang sama dari hari-hari sebelumnya.
Hingga tuan Baskoro sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa. Apalagi semenjak istrinya meninggalkan mereka berdua, Tuan Baskoro memilih tidak menikah lagi dan membesarkan Carlos dengan single parent. Kekurangan kasih sayang dari seorang ibu, membuat sosok Carlos menjadi lelaki yang kuat dan mandiri.
Sama halnya seperti Tuan Baskoro. Ia mampu menjadi ibu dan ayah buat Carlos semenjak kecil. Tetapi bagaimanapun Carlos juga membutuhkan pendamping hidup di usia Tuan Baskoro yang sudah tidak muda lagi. Ia menginginkan Carlos segera melepas masa lajangnya dan menikah dengan wanita yang ia cintai.
Tuan Baskoro ingin menimang cucu di akhir hayatnya. Walaupun mantan istrinya tidak memperdulikan kehidupan mereka berdua. Setelah memutuskan menikah dengan lelaki lain. "Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan saat ini. Ternyata benar apa yang dikatakan papa. Aku juga membutuhkan pendamping hidup." Carlos membatin.
Tiba-tiba Bisma masuk ke ruang kerja Carlos, yang sedari tadi memikirkan apa yang dikatakan Pak Nando dan mengingat apa yang dikatakan Tuan Baskoro kepadanya.
Carlos tidak menyadari kehadiran Bisma di ruang kerjanya. Sehingga membuat Bisma melihat sahabatnya merasa heran.
"Hello .... !Saya dari tadi memanggil kamu. Kamu ku panggilin tidak dengar sama sakali. lagi mikirin apa sih? tanya Bisma yang tiba-tiba menghentakkan Tangannya di atas meja kerja Carlos. Membuat Carlos langsung tersentak.
"Ada apa sih Pak Bos? ngagetin orang saja gerutu Carlos. Ketika dirinya terhentak akibat sentakan yang dilakukan oleh Bisma. "Kamu sih dari tadi saya panggilin tetapi kamu sama sekali tidak mendengarnya. Memangnya lagi mikirin apa? tanya Bisma penuh selidik. Carlos menggelengkan kepalanya.
Ia enggan memberitahu apa yang ia pikirkan kepada Bisma. Padahal selama ini Bisma selalu terbuka kepadanya. Bahkan dalam mencari solusi apapun, dia selalu meminta pendapat dari sosok Carlos.
"Kamu tidak perlu menyembunyikan sesuatu kepadaku. Aku tahu kamu pasti memiliki beban pikiran. Coba katakan kepadaku siapa tahu aku bisa membantu." ujar Bisma sembari duduk di hadapan meja kerja Carlos.
" Pak Bos jangan duduk di situ dong, nggak enak jadinya. Lebih baik kita duduk di sofa." ujar Carlos sambil beranjak dari kursi kerjanya. Carlos meminta kepada Bisma agar segera duduk di sofa dan mengobrol bersama di sana.
"Ini masalah pribadi bro etis kita membicarakan hal pribadi di kantor seperti ini. Apa kata orang nanti. Lain halnya kita bicara pribadi ketika kita di jam istirahat." ucap Carlos kepada Bisma.
"Eitsss apa kamu bilang? Apa kamu lupa Ini kantor saya? suka-suka hati saya melakukan apa di kantor saya sendiri." ucap Bisma yang mampu membuat Carlos melototkan matanya. Ini memang kantor kamu.
Tetapi kamu juga harus menjaga jika para bawahanmu, melihat kita membahas masalah pribadi. Maka tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan hal yang sama. karena bos menjadi panutan bawahan." ucap Carlos untuk mengelak pertanyaan dari Bisma.
Tidak perlu kau mencari alasan kepadaku. Aku tahu kamu ingin mengalihkan pembicaraan. lebih baik kamu terus terang sekarang juga kepadaku. Apa yang kamu pikirkan? Jika kamu benar-benar masih menganggapku sebagai sahabat Mu." sahut Bisma yang mampu membuat Carlos langsung membelalak.
Carlos langsung tertawa ngakak. Memang kamu manusia tidak pernah bisa dibohongi. Jujur aku bingung apa yang harus aku lakukan saat ini. Papa memintaku segera menikah dan Pak Nando juga membicarakan hal yang sama kepadaku tadi.
"Ya kamu tinggal menikah saja. Kan gampang!" sahut Bisma dengan enteng.
"Ya Allah Pak Bos. Memangnya asal menikah saja. Menikah sama siapa Pak Bos? tanya Carlos sambil nyengir.
"Ya kamu menikah dengan Dewi lah. Kamu kan cocok dengan dia." sahut Bisma asal membuat Carlos melototkan matanya.
" Bos ada-ada saja. Tidak mungkin Dewi mau menikah dengan lelaki sepertiku yang usianya jauh berbeda dengannya. Dewi saja masih berumur sekitar 22 tahun sedangkan aku 39 tahun.
Bagaimana caranya dia mau menikah denganku? pasti dia mencari yang seumuran dong dengannya." sahut Carlos pesimis.
"Ya Allah, kamu pesimis banget sih jadi orang. lihat di usiaku yang hampir kepala 4 saja istriku masih sang umuran dengan Dewi. lihat istriku Justru lebih dewasa dibandingkan aku." sahut Bisma yang mampu membuat Carlos terpelongo mendengar apa yang dikatakan Bisma kepadanya.
"Bos mah enak. Dijodohin sama Tuan Zulkarnain dengan Ayah angkat Calista. Nah gue siapa yang jodohin? papaku saja tidak mengenal Dewi. Bagaimana mungkin aku bisa dijodohkan ayahku sendiri.
"Loh Itu saja kamu ribet. Kalau begitu Biarkan saya dan Calista yang menjodohkan kalian." sahut Bisma dengan enteng. Membuat Carlos menggelengkan kepalanya. Ia bingung dengan jalan pikiran sang Big Bos yang yang ingin menjodohkannya dengan Dewi.
"Yang pasti aku tidak akan menikah dengan wanita yang sama sekali tidak mencintaiku. Aku tidak ingin hal yang sama yang dialami ayahku sama yang aku alami Nantinya. Jadi aku rasa Aku ingin mencari wanita yang benar-benar tulus mencintaiku." sahut Carlos sambil mengembangkan senyumnya.
Bisma menjitakkan tangannya ke atas udara. "Good!" itu baru yang namanya sahabatku. dan juga asistenku." sahut Bisma sembari menatap sahabat sekaligus asistennya itu dengan tatapan penuh arti.
Aku yakin kamu pasti menemukan sosok wanita yang tulus mencintai kamu. Tetapi satu hal yang harus kamu Ingat. Jangan lihat dari segi rupa, ekonomi, dan juga jabatan yang dimiliki wanita itu. Karena uang bisa dicari. Tetapi cinta dan kasih sayang yang tulus tidak dapat dibuat-buat begitu saja.
Semoga kamu mendapatkan jodoh yang benar-benar cinta dan sayang kepadamu. Kata-kata itu keluar juga dari mulut Bisma sama seperti yang dikatakan oleh Pak Nando dan juga tuan Baskoro. Yang mampu membuat Carlos benar-benar yakin kalau suatu saat dirinya akan menemukan sosok wanita yang benar-benar tulus mencintainya.
"Terimakasih bro!" kamu sudah membuatku sedikit tenang dan lega. Mudah-mudahan benar apa yang kalian katakan kepadaku." ucap Carlos sambil menatap Bisma dengan tatapan yang penuh arti.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏