I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 159. DI RUMAH SAKIT



Carlos dan Dewi berniat ingin langsung melihat kondisi kesehatan Nyonya Anjani. Setelah mendapat kabar dari Tuan Baskoro kalau Nyonya Anjani saat ini sudah mulai sadarkan diri di rumah sakit. Kabar itu didapatkan oleh Tuan Baskoro, dari salah satu anak buahnya, yang selalu memantau perkembangan kesehatan Nyonya Anjani.


Setelah pasca kecelakaan itu terjadi.


Tuan Baskoro meminta kepada salah satu anak buahnya untuk tetap memantau perkembangan kesehatan Nyonya Anjani. Di samping anak buah Tuan Baskoro yang memberitahu kondisi Nyonya Anjani, pihak rumah sakit juga sudah menghubungi Tuan Baskoro.


"Sayang lebih baik kamu langsung siap-siap saja. Habis ini, kita langsung ke rumah sakit. siapa tahu Mami membutuhkan bantuan kita. mami pasti membutuhkan support dari kita." ujar Dewi kepada Carlos.


Carlos menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta. Ia seolah tidak ingin berpisah dari istrinya. "Sayang kita sama-sama ke rumah sakit ya sayang. Mas tidak ingin berjauhan dengan kamu.


"Ya mas, kita sama-sama ke rumah sakit melihat kondisi mami. Tidak mungkin juga Dewi tidak ikut ke sana.


"lebih baik, Mas langsung kabari Bisma saja. Kalau mas tidak memberitahu Calista atau Bisma, mereka pasti akan mencari kita nanti." ujar Dewi sembari membereskan barang bawaan mereka.


Carlos langsung mengirim pesan Whatsapp kepada Bisma. Setelah menghubungi Bisma beberapa kali dan tak kunjung mendapat jawaban. Sehingga ia pun harus mengirimkan pesan Whatsapp untuk memberitahu kalau mereka sudah pulang Karna akan pergi kerumah sakit. Tetapi Carlos tidak memberitahu di pesan WhatsApp itu kalau mereka ingin mengunjungi Nyonya Anjani .


****


Di sepanjang perjalanan Dewi memberikan kekuatan kepada Carlos. Berharap Carlos tidak menyimpan dendam kepada Nyonya Anjani. Ia tahu di dalam lubuk hati Carlos saat ini masih gundah gulana. Karena nyonya Anjani tega meninggalkannya dan Tuan Baskoro saat Carlos masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu yang tulus.


Tetapi itu tidak didapatkan Carlos dari Nyonya Anjani. Justru Nyonya Katarina Dona lah yang selalu memberikan perhatian kepada Carlos. Oleh karena itulah Carlos menganggap Nyonya katerina Dona seperti ibu kandungnya sendiri. Begitu juga dengan Tuan Zulkarnain yang begitu perhatian terhadap Carlos saat Itu Carlos benar-benar membutuhkan kasih sayang sepenuhnya.


Perhatian yang diberikan oleh Nyonya Katrina Dona kepada Carlos. Membuat Carlos tidak merasa kekurangan perhatian dari seorang ibu. Nyonya Katarina Dona tidak pernah membeda-bedakan Bisma dengan Carlos saat masih kecil.


Apalagi usia Carlos dan Bisma tidak terlalu jauh. Membuat Bisma dan Carlos begitu dekat. Mulai sejak kecil Bisma dan Carlos berteman baik. Tidak ada di antara mereka pertengkaran. Walaupun Carlos bukan anak kandung dari Nyonya Katarina Dona. Bisma tidak pernah merasa cemburu kepada Carlos walaupun Nyonya Katarina Dona memperlakukannya seperti Bisma sendiri.


"Sudahlah mas, jangan menyimpan dendam kepada mami. Cobalah berdamai dengan keadaan dan terima Mami di dalam hati Mas. Karena bagaimanapun, Mami adalah wanita yang melahirkan Mas ke dunia ini. Dewi mengecup punggung tangan suaminya. menatapnya dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Terima kasih sayang, kamu sudah menguatkanku. Jika tidak ada kamu, entah apa yang aku perbuat kepada Mami saat ini. Di sepanjang perjalanan Dewi selalu berusaha meminta suaminya agar tidak menyimpan dendam kepada Nyonya Anjani.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 35 menit, akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit. Carlos dan Dewi turun dari mobil yang mereka tumpangi berniat menghampiri Nyonya Anjani.


" Permisi mbak, Saya ingin bertemu dengan pasien yang bernama nyonya Anjani.


"Oh Nyonya Anjani yang sempat, di ruang ICU selama 3 minggu ya?" ucap salah satu suster yang bertugas di rumah sakit itu.


" Iya kalau boleh tahu di mana ruangan Nyonya Anjani? setelah dipindahkan dari ruang ICU. Karena saya mendapat informasi kalau Nyonya Anjani saat ini sudah sadarkan diri. Dan ada di ruang melati nomor 201 silakan melihatnya ke sana." ujar Suster itu sambil menunjukkan arah kamar yang ditempati oleh Nyonya Anjani.


Jantung Carlos berdegup kencang ketika dirinya sudah tiba di hadapan kamar Melati 201 yang sudah diinformasikan oleh suster yang bertugas disana. "Mas kenapa berhenti? Dewi bertanya kepada Carlos karena tiba-tiba langkah Carlos terhenti begitu saja di hadapan ruang melati 201 itu.


Carlos meraih tubuh Dewi kepelukannya lalu memberikan kecupan hangat di kening Dewi.


Ceklek....


Sekali hentakan pintu ruang melati 201 langsung terbuka. Nyonya Anjani menatap kedatangan kami dengan mengerutkan keningnya. Karena Nyonya Anjani sama sekali tidak mengenali Dewi dan juga Carlos.


" Selamat siang mami!" sapa Dewi sembari menghampiri Nyonya Anjani dan memberikan kecupan hangat di kening Nyonya Anjani. Tetapi Nyonya Anjani tidak dapat merespon apa-apa. Rasanya tubuhnya terasa kaku dan kesulitan untuk bergerak. Mungkin karena sudah terlalu lama Nyonya Anjani tertidur panjang. Sehingga tubuhnya semuanya terasa kaku.


"Mom...., ini Dewi istri dari mas Carlos Putra kandung mami. Apa mami masih ingat dengan mas Carlos?


Terlihat nyonya Anjani meneteskan air matanya. Dewi menarik tangan Carlos agar mendekat kepada nyonya Anjani.


"Siang mom!" sapa Carlos sambil memberi salam kepada Nyonya Anjani.


Ditubuh Nyonya Anjani, sudah terpasang berbagai salam dan alat-alat medis lainnya. untuk memantau perkembangan kesehatan Nyonya Anjani dan membantu memasukkan obat ke tubuh Nyonya Anjani melalui jarum infus yang tertancap di punggung tangan Nyonya Anjani.


Air bening mengalir begitu deras di wajah pucat Nyonya Anjani. Sepertinya Nyonya Anjani ingin mengungkapkan sesuatu kepada putranya dan juga Dewi. Tetapi ia tidak mampu melakukannya. Sehingga Nyonya Anjani meneteskan air matanya merespon kedatangan Putra dan menantunya, yang selama ini sudah Iya sia-siakan begitu saja. Hanya untuk mengejar impiannya.


Penyesalan Selalu Datang terlambat. Tetapi namanya manusia tidak luput dari kesalahan. Carlos berharap Nyonya Anjani menyadari segala kesalahan yang sudah Nyonya Anjani lakukan kepada Tuan Baskoro dan juga Carlos.


"Mom bagaimana kondisi mami saat? apa Mami sudah baikan? Carlos berharap Mami cepat pulih kembali.


"Iya mom, kami semua menyayangi Mami. cepat sembuh ya mam." ucap Dewi kepada Nyonya Anjani, dibalas tatapan sendu dari Nyonya Anjani.


Nyonya Anjani berusaha meraih tangan Carlos dengan menggerakkan jari tangannya. tetapi sepertinya Nyonya Anjani kesulitan untuk melakukannya. Dewi yang melihat Nyonya Anjani berusaha untuk meraih tangan Carlos pun langsung meraih tangan Carlos dan mendekatkannya kepada nyonya Anjani. Nyonya Anjani berusaha untuk berbicara walaupun terbata-bata.


"Ca... ca Carlos anakku! Panggil Nyonya Anjani dengan terbata-bata. Membuat Carlos terhenyak mendengar Nyonya Anjani sudah mulai mengeluarkan suaranya.


"Ya mom, ini Carlos putra mami yang mami tinggalkan begitu saja bersama Papi Baskoro." sahut Carlos sambil meneteskan air matanya. Membuat Nyonya Anjani semakin merasa bersalah. Air bening mengalir di wajah pucat Nyonya Anjani tanpa henti-hentinya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏