I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.105 DEWA PENYELAMAT



Ketika Pak Nando sudah mengetahui permasalahan yang dihadapi keluarga Dewi, setelah Tiwi berterus terang kepada Pak Nando, Pak Nando langsung berlalu masuk ke ruang kerja Carlos.


"Apa kamu sedang sibuk?


"Lumayan Ada apa Pak Nando?sepertinya ada sesuatu yang ingin Pak Nando sampaikan kepada saya.


Pak Nando duduk tepat di hadapan meja kerja Carlos.


"Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan kamu.


"Apa itu Pak?


"Pak Nando Menghela nafasnya dan memberitahu apa yang sudah diketahuinya dari Tiwi tentang keluarga Dewi saat ini.


Dan Pak Nando juga memberitahu kepada Carlos kalau Dewi tidak akan dapat bekerja di kantor Zulkarnain group jika mereka tidak melunasi hutang-hutang almarhum ayah kandung Dewi. Dan Dewi akan di paksa menikah dengan lelaki yang sudah sepantasnya menjadi ayahnya.


Jika mereka tidak mampu melunasi hutang hutang Ayahnya kepada Pak lase yang merupakan rentenir yang paling kejam sejagat bumi.


"Apa?


"Pak Nando serius?


"Memangnya berapa hutang yang harus dilunasi Dewi sehingga Pak lase sampai melakukan itu kepada keluarga mereka?


"Kalau masalah itu, saya kurang mengetahuinya. Tetapi saat ini sepertinya Dewi harus bersedia bekerja di rumah pak Lase untuk menyicil hutang keluarganya. Tetapi sebelumnya Tiwi memberitahu kepada saya kalau lelaki itu tidak akan membiarkan Dewi bebas begitu saja. Jika dirinya bekerja di rumahnya.


Jika Dewi tidak bersedia bekerja di rumahnya, maka Ibu Sarah yang merupakan ibu kandung Dewi akan dijebloskan ke dalam penjara. Sepertinya kita harus memberikan pinjaman kepada keluarga Dewi. Karena bagaimanapun Dewi merupakan karyawan teladan di kantor ini ." ucap Pak Nando kepada Carlos berharap Carlos bersedia mengabulkan permohonan pinjaman yang dikatakan Tiwi.


Carlos bangkit berdiri lalu menemui Tiwi untuk bertanya benar tidaknya apa yang disampaikan oleh Pak Nando kepadanya. Carlos meninggalkan Pak Nando dan langsung berlari masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan setelah mendapatkan keterangan dari Tiwi.


Ketika Carlos sudah berada di parkiran mobil, ia langsung menghidupkan mesin mobilnya. Melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju tempat tinggal Dewi. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, Kini Carlos sudah tiba di gang tempat tinggal Dewi berada.


Dengan langkah tergesa-gesa Carlos berjalan menelusuri gang kecil masuk ke rumah kontrakan yang ditempati keluarga Dewi.


Suara ricuh berasal dari rumah kontrakan yang ditempati keluarga Dewi saat ini terdengar jelas di telinga Carlos.


Pak Lase sudah berusaha menarik paksa Dewi keluar dari dalam rumah agar segera mengikutinya.


"Hentikan!" teriak Carlos yang baru tiba di sana.


"Siapa kamu ikut campur urusan saya? Jangan pernah menghalangiku kamu tidak tahu siapa saya? ucapan Pak Lase sambil menatap Carlos dengan tatapan tajam.


Carlos tidak peduli. Ia langsung memeluk Dewi. "Ada apa Sayang apa yang terjadi? Dewi tidak menjawab ia hanya terus menangis sesunggukan dipelukan Carlos


"Kak Carlos!" pekik Mia


"Ya Mia . Ada apa sebenarnya? tolong cerita kepada kakak.


Mia akhirnya angkat bicara memberitahu apa yang terjadi kepada keluarga Dewi. Sehingga diri ditarik paksa oleh Pak lase keluar dari rumah untuk mengikutinya bekerja di rumah pak Lase.


Rahang Carlos mengeras ketika mendengar apa yang dikatakan Mia kepadanya. kalau Pak Lase hampir saja melecehkan Dewi wanita yang sangat ia cintai.


"Katakan kepada saya berapa nominal hutang mereka." ucap Carlos dengan rahang mengeras seolah dirinya ingin memberikan Tonjokan diwajah lelaki tua bangka yang menginginkan Dewi menjadi pendamping hidupnya.


" Kalau saya memberitahunya kepada kamu berapa jumlah hutang Meraka, Apa kamu mampu membayar hutang hutang mereka yang begitu besar kepadaku? ucap Pak lase meremehkan Carlos.


Carlos tersenyum sinis menatap laki-laki dengan tatapan yang menjijikan.


"Katakan saja nominalnya berapa. Dan berapa aset yang anda miliki semuanya. Saya akan membeli. Sebutkan saja nominal aset bapak semua." ucap Carlos dengan nada sombong.


"Saya tidak peduli anda siapa. Katakan saja berapa hutang-hutang mereka dan Berapa Aset anda? saya pasti akan membayarnya sekarang juga." ucap Carlos dengan menatap Pak Lase dengan tatapan tajam.


Sementara dua orang anak buah Pak lase yang sudah dari tadi ikut-ikutan berbicara kasar kepada keluarga Dewi, bahkan kedua anak buah itu menghempaskan beberapa barang-barang milik keluarga Dewi yang ada di rumah kontrakan itu. Sehingga barang-barang yang dipunya keluarga Dewi dirusak oleh mereka begitu saja.


"Mengapa anda diam katakan saja berapa nominal utang mereka." bentak Carlos


" Hutang mereka sebesar 50 juta Apa kamu mampu membayarnya?


"Apa 50 juta?


"Hanya segitu? Saya kira mereka memiliki hutang kepadamu satu triliun. Sehingga kamu berani bertindak kasar kepada mereka.


"Mana nomor rekening kamu? saya akan membayarnya sekarang dan enyah dari sini. dan jangan lupa katakan berapa aset yang anda miliki? katakan saja saya pasti akan membayarnya Sekarang juga. dengan catatan jangan pernah mengganggu mereka dan enyah dari sini." ucap Carlos membuat nyali pak Lase menjadi menciut.


Pak Lase langsung meminta anak buahnya untuk memberikan nomor rekening miliknya. agar Carlos mentransfer hutang dari keluarga Dewi kepadanya.


"Saya sudah transfer. Cek sekarang rekening anda. Dan mulai saat ini jangan pernah mengganggu keluarga ini lagi. Jika kamu berani datang lagi ke sini, maka nyawa kamu yang akan saya cabut." ucap Carlos sembari menekan dagu Pak Lase dan menghempaskan Nya begitu saja.


Nyaris saja, pak Lase tidak dapat bernapas karna Carlos menekan dagu dan lehernya terlalu keras. Pak Lase dan anak buahnya langsung lari terbirit-birit. Mia langsung memeluk Carlos dan mengucapkan terimakasih kepada Carlos.


"Terimakasih kak!" Isak Mia. Sementara Dewi hanya terdiam. Seolah dirinya merasa trauma akan perlakuan pak Lase terhadapnya dan terhadap Ibu sarah. Pak Lase dengan beringas nya kepada wanita berbeda generasi itu.


Apalagi tamparan di wajah cantik Dewi masih membekas diwajah Dewi. Membuat Dewi belum menyadari kepergian Pak Lase. Ia merasa ketakutan dan tidak dapat berbicara apa apa saat ini.


"Sayang kamu tidak apa apa? tanya Carlos sambil langsung memeluk Dewi dan mengusap air matanya yang terus mengalir di wajah cantik Dewi.


"Sudah sayang, jangan takut. Mereka sudah pergi dan mereka tidak akan kembali ke rumah ini lagi. Kamu tenang saja. Ada Mas di sini melindungi kamu dan keluarga yang ada di sini." ucap Carlos sembari mengecup kening Dewi.


Dewi masih tetap terdiam. Carlos menuntun Dewi masuk kembali ke rumah. Setelah Pak Lase berhasilnya menyeretnya hingga teras rumah.


"Terima kasih nak Carlos. Lagi lagi nak Carlos menjadi dewa penilaian keluarga kami. Mungkin kalau tidak ada nak Carlos, entah apa yang sudah terjadi kepada keluarga kami. Jujur Ibu tidak tahu bagaimana membalas Budi Baik pak Carlos ke keluarga ini.


"Jangan berbicara seperti itu Bu. sudah kewajiban sesama umat untuk saling membantu." ucap Carlos sambil mengembangkan senyumnya menatap Ibu Sarah dengan tatapan penuh arti.


Sean yang baru pulang dari sekolah merasa heran melihat suasana rumah yang mereka tempati selama ini.Ia merasa ada seseorang yang terjadi, yang belum ia ketahui. sungguh berbeda menurutnya. Bahkan beberapa peralatan rumah tangga berpecahan di sana.


Membuat Sean penasaran apa yang terjadi di keluarga itu. Siswa yang masih duduk di sekolah dasar itu, pun menghampiri Ibu Sarah. "Apa yang terjadi Bu? Mengapa rumah kita begitu berantakan? Padahal selama ini Kak Dewi dan Kak Mia selalu membuat rumah kita Rapi. sekalipun mereka sudah tampak lelah." ucap Sean sambil meneliti seisi rumah kontrakan.


"Sudah," lebih baik kamu ganti pakaian. Kamu tidak perlu banyak bertanya." ujar Mia agar Sean segera mengganti baju dinas sekolah yang digunakan oleh Sean.


Sean mengangguk paham. lalu berlalu masuk ke dalam kamar, berniat untuk mengganti baju dinas sekolahnya.


"Terima kasih Mas. lagi-lagi Dewi keluarga Dewi, kembali merepotkan mas." ucap Dewi mulai angkat bicara kepada Carlos.


"Jangan berbicara seperti itu. Mas akan melakukan apapun untuk melindungi kamu dan keluarga kamu." ucap Carlos kepada Dewi sambil kembali memeluk Dewi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓💓


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


sambil menunggu karya ini up lagi mampir yuk ke karya teman emak