I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.26 PESAN WHATSAPP



Keesokan harinya Calista meminta bantuan kepada pak Nando agar pak Nando memberitahu kepada Bisma kalau Calista tidak masuk hari itu. Mengingat kalau Calista ada sidang skripsi. Dan jam sidangnya sekitar jam 09.00 pagi.


Membuat jadwalnya sedikit berantakan. Calista sengaja minta bantuan kepada pak Nando agar Bisma tidak marah-marah kepada sahabatnya Tiwi. Calista merasa bersalah kepada Tiwi dengan kejadian yang sudah berlalu.


Karena membantu Calista meminta izin tidak masuk kerja membuat Tiwi si omel Bisma habis-habisan.


"Pa..... ,Calista bisa minta tolong tidak?tanya Calista kepada Pak Nando.


Mau minta tolong apa Putri papa yang cantik? Tanya pak Nando kepada Calista


"Begini pa, pagi ini Calista ada sedang skripsi di kampus dan jadwal Calista pagi ini sekitar pukul 09.00 pagi. Jadi Calista tidak bisa masuk kerja hari ini. Calista bisa minta tolong papa memberitahu pak Bisma kalau hari ini Calista izin bolos kerja." ucap Calista kepada pak Nando.


"Loh, kan bisa kamu sendiri yang minta izin sayang!"


"Nggak sempat pergi ke kantor pa, waktunya sudah mepet bangat. Ini mau jam 08.00 Calista takut telat pa." sahut Calista


"Loh kan bisa via telepon sayang.


"Tidak ada nomor ponsel pak Bisma sama Calista pa. lagian Calista nggak mau harus bicara sama bos sombong itu. Apalagi Pak Bisma seperti es kutub utara itu." ucap Calista mengingat Bisma yang selalu ingin mencari masalah kepada Calista.


"Loh kok gitu sayang? Tidak boleh gitu ah. masa Putri papa tidak punya keberanian bicara sama atasannya sendiri, untuk minta izin!"ucap pak Nando kepada Calista.


"Bukan begitu pa, Calista malas hadapi orang yang ribet seperti pak Bisma. lagian Calista tidak punya nomor ponselnya juga." jawab Calista


"Oh kalau masalah nomor ponsel papa ada. kok nomor ponsel pak Bisma. Nih kamu save aja di ponsel kamu. Supaya bisa langsung bicara sama pak Bisma." ucap Pak Nando sembari memberikan ponselnya kepada Calista menyalin nomor ponsel milik Bisma ke layar ponselnya.


Calista membuka layar ponselnya dan langsung menekan nomor yang sudah diberikan pak Nando kepada Calista


Tut....


Tut....


Tut .... Kira-kira begitu bunyinya. Tetapi ketika nomor ponsel milik Bisma di hubungi Calista, tidak ada sahutan dari seberang. lalu Calista kembali mencoba menghubungi nomor ponsel itu.


Tetapi tidak ada sahutan juga sampai beberapa kali Calista menghubungi nomor ponsel Bisma, tetapi tetap tidak ada jawaban juga. lalu Calista mengirim pesan kepada pak Bisma. "Selamat pagi pak, ini Calista saya mau minta izin tidak masuk kerja hari ini. karena ada urusan penting." Pesan Whatsapp dikirimkan Calista kepada Bisma.


Setelah selesai mengirim pesan whatsapp Calista langsung bersiap berangkat ke kampus. Ia berharap Bisma membaca isi pesannya. Calista pun berangkat ke kampus untuk mengikuti sidang skripsinya berharap Calista lulus dan memiliki nilai yang bagus.


Beberapa jam kemudian sidang skripsinya pun berjalan dengan lancar.Calista pun lulus setelah menghadapi ujian sidang skripsinya. Hati Calista sangat lega dan bahagia bisa menyelesaikan kuliahnya sesuai dengan target Calista sendiri.


Calista menemui temannya Andita. Yang sedari tadi menunggu Calista untuk mengetahui hasil sidang skripsi apakah Calista lulus atau tidak. Ia Sudah mondar mandir di depan ruangan tempat ujian sidang skripsi itu diadakan.


Calista terdiam dan tidak langsung menjawab untuk ngepreng temannya Andita. Gimana Calista, kamu lulus tidak? Andita kembali bertanya.


"Hmmmmm....aku aku lulus Anita sayang." jawab Calista sambil memeluk sahabatnya Andita


"Ih.... kamu ini, sudah buat Andita khawatir ucap Andita sambil menoyor kepala Calista yang sedari tadi membuatnya khawatir dan bingung.


"He.....he.....he, Calista tertawa karena sudah berhasil mengerjai Andita. Kalau begitu sebentar lagi giliran aku sidang nih. Aku jadi deg-degan." ucap Andita


"Sudah tenang saja. Kau berdoa saja, semoga sidang Mu lancar tanpa kendala apapun." ucapkan Calista menyemangati Andita.


Andita akhirnya masuk kedalam ruangan untuk mengikuti sidang skripsi yang sudah lama ia nanti nantikan. Berharap Andita dapat menyelesaikan sidang skripsinya dengan baik. Satu jam kemudian setelah Andita masuk keruang sidang skripsi itu, akhirnya Andita keluar dari ruangan.Calista dengan setia menunggu Andita di luar ruangan.


Sungguh kebahagiaan tersendiri bagi kedua sahabat itu. Akhirnya mereka dapat menyelesaikan sidang skripsi Meraka dengan lancar tanpa kekurangan apa pun.


"Bagaimana untuk merayakan ini, kita pergi makan makan." ujar Andita kepada Calista.


"Tapi aku belum gajian, lagi bokek ni." ucap Calista berterus terang kepada Andita.


"Sudah kamu tenang saja. Untuk saat ini aku yang bayarin kamu." ucap Andita kepada Calista. Karena ia benar benar bersyukur dapat menyelesaikan sidang skripsinya dengan baik. Itu semua berkat bantuan Calista yang selalu membantu Andita untuk menyelesaikan skripsinya.


Andita benar benar bahagia mendapat teman seperti Calista yang begitu memahaminya. Padahal selama ini setiap kali Andita memiliki teman pasti ada sesuatu yang diinginkan darinya. Jika temannya itu memberikan bantuan kepadanya. Berbeda dengan Calista dia selalu tulus membantu Andita jika Andita membutuhkan sesuatu darinya.


Hal itu yang membuat Andita merasa nyaman berteman dengan Calista. Walaupun Calista kuliah di kampus Gunadarma, hanya mengharapkan beasiswa yang diraihnya selama ini. Dan bekerja sebagai OG di salah satu perusahaan bernama di kota ini. Tetapi Andita tidak pernah merasa enggan berteman dengan Calista.


Justru Andita benar-benar merasa nyaman setelah berteman dengan Calista. Segala tugas yang diberikan dosen, kepada mereka ia dapat mengerjakannya karena mendapat bantuan dari Calista. Calista selalu setia untuk membantu Andita mengerjakan tugas-tugas dari dosen.


Semenjak Andita berteman dengan Calista, nilai Andita memiliki peningkatan yang cukup drastis. Hal itu yang membuat para dosen yang melihat kedekatan mereka merasa bersyukur. Karena Andita mengalami peningkatan.


"Calista Jujur aku sangat bersyukur mengenal kamu berkat kamu aku dapat menyelesaikan studiku di kampus ini." ucap Andita berterimakasih kepada Calista.


"Santai aja, tidak perlu berterima kasih. Kamu itu sahabatku. Sudah sewajarnya kita saling membantu. Kamu juga sering aku repotkan kan. Sering juga aku meminta kamu ngeprint tugas-tugas kita." ucap Calista kepada Andita sambil mengembangkan semuanya.


"Mudah-mudahan kamu berhasil meraih impian kamu ya Calista." ucap Andita kepada Calista. Karena ia mengetahui apa cita-cita Calista selama ini yang menginginkan kalau dirinya dapat membenahi desanya Yang tertinggal. Karena sebelumnya Calista pernah memberitahu kepada Andita mengenai apa impiannya selama ini.


"Terima kasih atas dukunganmu kepadaku Andita. Mudah-mudahan kita dapat meraih cita-cita yang kita impikan selama ini." ucap Calista kepada Andita sembari mereka berlalu dari kampus, berniat untuk merayakan keberhasilan Mereka menyelesaikan sidang skripsi yang berjalan hari ini.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏