I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB .43 PERSAHABATAN



"Jadi ibu saja nih yang dipeluk Papa tidak? ucapan Nando merasa komplain karena Calista tak kunjung memeluk Pak Nando. padahal Pak Nando juga sangat merindukan putrinya Calista.


"Ih si Papa begitu saja merajuk seperti anak kecil saja." pekik Ibu Intan membuat Calista sontak tertawa ngakak kemudian Calista pun langsung memeluk Pak Nando. Tak lupa memberi salam kepada pak Nando.


Melihat interaksi ketiganya Bisma mengebangkan senyumnya.


"Betapa bahagianya Pak Nando dan Bu Intan semenjak adanya Calista ditengah tengah keluarga Meraka." Gumam Bisma dalam hati.


Kemudian Bisma langsung berpamitan kepada Pak Nando dan bu Intan begitu juga kepada Calista. Agar Bisma langsung menuju kediaman Tuan Zulkarnaen yang mana Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona sudah menunggu kehadirannya untuk membicarakan rencana pernikahan Calista dengan Bisma.


Sebelumnya Calista sudah meminta kepada Bisma kalau pernikahan mereka akan diselenggarakan secara sederhana. Dan itu disanggupi oleh Bisma. Tetapi tidak untuk Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.


Mereka ingin menyelenggarakan acara pernikahan putranya dengan Calista secara mewah agar mereka dapat mengundang kolega bisnis perusahaan milik Tuan Zulkarnain dan juga beberapa wartawan untuk meliputi acara pernikahan Bisma dengan Calista.


Setelah tiba di rumah, terlihat Nyonya Katarina Dona langsung menyambut putranya dengan senyuman manis.


"Wah ternyata Putra Mami sudah pulang nih. Bagaimana perjalanannya di Sumatera apa semuanya lancar?" tanya Nyonya Katarina Dona kepada Bisma.


"Semuanya berjalan dengan lancar Mom, walaupun akses jalan menuju desa Calista cukup menguras tenaga. Tetapi itu menjadi pengalaman yang berarti buat Bisma. Agar Bisma dapat lebih bersyukur akan apa yang sudah Bisma terima saat ini.


"Alhamdulillah kalau Putra Mami akhirnya sadar dan dapat bersyukur akan apa yang sudah ia terima dari Allah. Sungguh kebahagiaan tersendiri buat mami, Putra Mami akhirnya menyadari segalanya. Untung saja Mami dan Papi menjodohkan kamu dengan Calista." ucap Nyonya Katarina Dona kepada Bisma.


Bisma langsung memeluk Nyonya Katarina Dona sembari langsung mengucapkan terima kasih atas niat baik nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain untuk menjodohkan Bisma dengan Calista.


"Terima kasih Pa, Terima kasih mom sudah membuka jalan untuk Bisma dapat berjodoh dengan wanita sebaik Calista. Jujur Bisma baru menemukan wanita yang mampu menjaga kehormatannya. Walaupun mendapat berbagai godaan." ucap Bisma kepada Nyonya Katarina Dona. Membuat Nyonya Katarina Dona bingung akan apa yang dikatakan Bisma kepada tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.


"Maksud kamu apa sayang? tanya Nyonya Katarina Dona yang masih bingung dengan pernyataan Bisma. Kemudian Bisma pun menceritakan kepada Nyonya Katarina Dona tentang ketika Bisma dan Calista berada di desa dan juga di hotel milik Bisma di kota Medan.


Calista benar-benar mampu menjaga kehormatannya, walaupun Bisma berusaha untuk menggodanya. Padahal setiap wanita yang selama ini dekat dengan Bisma dengan mudahnya mereka tergoda akan apa yang dimiliki Bisma saat ini.


lain halnya dengan Calista. Justru Calista memohon agar pernikahan mereka diselenggarakan secara sederhana, hanya cukup dihadiri kerabat dekat dan juga para tetangga. Semua wanita menginginkan pernikahan mereka dilaksanakan secara mewah. Tetapi tidak buat Calista.


****


Keesokan harinya Bisma memulai aktivitasnya seperti biasanya di Zulkarnain Group. Begitu juga dengan Calista Ia tetap bekerja sebagai asisten Bisma di kantor. Pagi itu Pak Nando dan Calista berangkat ke kantor bersama.


Tiwi dan Dewi sudah menunggu kehadiran Calista di kantor. Karena sudah beberapa hari Calista tidak hadir di kantor. Membuat kedua sahabatnya itu sangat merindukan sosok Calista.


Ketika Calista sudah turun dari mobil milik Pak Nando, Ia pun langsung berpamitan kepada Pak Nando. Agar lebih dulu menemui kedua sahabatnya yang ada di lantai sepuluh. tepatnya di ruang pantry.


Tentunya kedua sahabatnya itu sudah menyelesaikan tugasnya membersihkan seluruh ruangan yang ada di lantai sepuluh. lain dengan ruangan Bisma. Hanya Calista yang dapat membersihkan ruangan itu. Tak satupun petugas kebersihan yang berani masuk ke ruang kerja Bisma, kalau tidak mendapat perintah dari Bisma sendiri.


Calista menaiki lift khusus karyawan. Tanpak setiap karyawan menatap Calista dengan tatapan penuh tanya. Karena kebetulan Calista kali ini tidak menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan sama seperti yang digunakan oleh Dewi dan Tiwi.


Apalagi dengan Tiwi yang selalu ingin sekali memiliki suami seperti Bisma. Ada rasa khawatir di hati Calista. Ia kwatir jika Tiwi mengetahui perjodohan Calista dengan Bisma, membuat Tiwi kecewa kepada Calista.


Tetapi Calista berusaha memberitahu yang sebenarnya tetapi ia belum sanggup memberitahu hingga ia memilih untuk tetap diam dan tidak memberitahu kepada kedua sahabatnya. Karena ia tidak ingin kehilangan sahabat baiknya, selama bekerja di kantor Zulkarnain grup.


"Hai semuanya apa kabar?tanya Calista ketika dirinya sudah tiba di ruang pantry


"Calista Aku kangen banget sama kamu." ucap Tiwi sambil berhamburan memeluk Calista. Dewi juga tidak ingin ketinggalan. Ia pun langsung memeluk Calista dengan erat ketiganya pun berpelukan bak Teletubbies.


"Kamu dari mana saja Calista? sudah beberapa hari kamu tidak masuk kerja? tanya Tiwi penuh selidik


"Maaf kalau aku sudah membuat kalian menjadi double job. Karena aku beberapa hari ini kembali ke kampung." sahut Calista


Kemudian Calista pun menceritakan tujuannya kembali ke kampung untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya dan juga kakaknya. Ia juga memberitahu kepada kedua sahabatnya kalau rumah yang disita oleh rentenir yang ada di desanya, sudah ia tebus membuat kedua sahabatnya pun merasa bahagia mendengar apa yang dikatakan Calista.


Yang ternyata Calista sudah berhasil kembali merebut rumah peninggalan kedua orang tuanya. Ya, Calista pernah bercerita kepada kedua sahabatnya Mengapa Calista sampai berada di kota Jakarta dan tinggal bersama Pak Nando.


"Syukurlah kamu bisa menebus rumah peninggalan kedua orang tua kamu. Pasti kedua orang tua kamu bangga kepada kamu mampu berjuang sendiri.


Jujur ketika kamu menceritakan segala apa yang terjadi di keluarga kamu, aku jadi merasa kurang bersyukur kepada Allah Yang ternyata hingga saat ini aku masih merasakan kasih sayang kedua orang tuaku.Walaupun kehidupan kami hidup sederhana." ucap Dewi kepada Calista sambil kembali memeluk sahabatnya


Tanpa mereka sadari, sosok Bisma sudah melihat interaksi ketiganya


"Ehemmmm.....,!suara deheman Bisma terdengar jelas di telinga ketiga sahabat itu. sontak mereka Langsung terdiam dan melihat ke arah suara itu


"Eh Pak Bisma!" Maaf ada yang bisa kami bantu pak?" tanya Tiwi dan Dewi berusaha mengembangkan senyumnya.


Bisma langsung menarik tangan Calista. tanpa menjawab pertanyaan Tiwi dan Dewi


"Ikut aku!" ucap Bisma dengan nada yang lembut. Tidak seperti biasanya membuat Tiwi dan Dewi mengerutkan keningnya, mendengar suara Bisma yang begitu lembut kepada Calista.


Padahal selama ini Bisma selalu memperlakukan Calista dengan kasar. Bahkan setiap apa yang di kerjakan Calista selalu salah di matanya.


"Kamu ngapain di pantry sayang? tugas kamu menjadi asistenku bukan menjadi OG lagi."ucap Bisma kepada Calista sambil menatap Calista dengan tatapan penuh cinta


"Bukan mas, hanya saja Calista rindu kepada mereka berdua. Sudah beberapa hari aku tinggalin. Biasanya kami bercanda gurau selama bekerja di kantor ini kalau jam istirahat.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏