
Tiwi berniat makan siang di kantin dekat kantor. Tetapi ketika Tiwi ingin melangkahkan kakinya keluar dari kantor, Ia terhenyak melihat Kehadiran Dokter Gibran disana.
"Sayang mau kemana?" tanya Dokter Gibran karena melihat Tiwi ingin melangkah keluar dari kantor.
Tiwi nyengir." Eh dokter tampan Ku datang ternyata. Rencananya tadi mau makan sendiri.
Kalau dokter tampanku sudah datang, lebih baik makan berdua saja deh. Pasti lebih nikmat rasanya. Apalagi makannya dengan orang yang paling berarti di hidup Tiwi." ucap Tiwi membuat Dokter Gibran langsung meraih tubuh Tiwi kepelukannya dan mengacak-acak rambut Tiwi.
"Aduh rambut Tiwi jangan di acak dong Pak Dokter tampan Ku sayang." gerutu Tiwi sambil tertawa cengengesan.
"Ya sudah, lebih baik kita langsung pergi makan saja. Pasti kamu sudah lapar kan?" ucap Dokter Gibran kepada Tiwi dibalas anggukan dari Tiwi.
Tiwi dan Dokter Gibran masuk ke mobil milik dokter Gibran menuju rumah makan sederhana, yang sering di datangi Tiwi beserta kawan kawan untuk menikmati makan siang. Tanpa mereka sadari, ketika Tiwi dan Dokter Gibran sedang bercanda gurau di lobby kantor, seseorang memperhatikan keduanya.
Siapa lagi kalau bukan Alexa yang berniat mendepak Tiwi dari kantor Zulkarnain group. Karena Alexa merasa terancam di Zulkarnain Group, tidak dapat menjalankan misinya selama ada Tiwi di Kantor Zulkarnain Group.
"Siapa laki laki itu?
"Tidak mungkin kekasihnya. Tidak mungkin lelaki setampan itu mau pacaran dengan OG seperti Tiwi. Walaupun Tiwi cantik sih, tapi mulutnya itu pedas seperti cabe rawit." gumam Alexa dalam hati. Sambil memperhatikan Tiwi dan dokter Gibran masuk ke dalam mobil berlalu dari lokasi Zulkarnain group.
"Aku tidak akan membiarkan Tiwi menghancurkan rencana yang sudah lama aku susun dengan matang. Bagaimanapun caranya aku akan berusaha mendepak Tiwi dari kantor ini." Alexa bermonolog sendiri.
Alexa belum mengetahui siapa sosok ini di kantor Zulkarnain Group. Ia hanya menganggap kalau Tiwi hanya karyawan rendah yang bekerja sebagai office girl di Zulkarnain Group.
Kring....
Kring ...
Kring...
Suara deringan ponsel milik Alexa terdengar jelas di telinga Alexa. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi nomor ponselnya. nomor ponsel seseorang yang bekerjasama dengan Alexa untuk menghancurkan rumah tangga Bisma. Entah dendam apa Alexa kepada Bisma, sehingga dirinya ingin menghancurkan kebahagiaan Bisma dengan Calista, yang sedang berbahagia dengan kabar kehamilan Calista.
"Ada apa?
"Apa semuanya berjalan dengan lancar?
"Sejauh ini masih aman. Pokoknya serahkan semua urusannya kepada Alexa. Tidak perlu kwatir. Pasti semua akan berhasil." ucap Alexa kepada seseorang yang berada di ujung telepon selulernya.
"Sudah, tidak perlu kwatir. Serahkan saja sama Gue." ucapnya sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya, karna melihat kehadiran pak Nando Disana.
Ia mengira Kalau pak Nando belum mendengar segala apa yang dibicarakan Alexa dengan lawan bicaranya. Padahal Pak Nando sudah mendengar semuanya. Tetapi pak Nando pura pura tidak mendengar dan memilih untuk masuk keruang kerjanya.
Tetapi Pak Nando berjanji dalam hati, kalau Pak Nando akan berusaha menggagalkan rencana Alexa. Alexa belum mengetahui kalau Pak Nando merupakan ayah mertua Bisma sendiri. Tidak terpikir, oleh Alexa kalau Calista yang merupakan istri dari Bisma merupakan anak dari Pak Nando.
****
"Mas....!
"Ya sayang!" ini sudah jam dua Loh apa mas tidak balik ke kantor? tanya Calista yang melihat suaminya masih santai menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.
"Ngak sayang. Mas ingin bareng kamu di rumah." ucap Bisma kepada Calista sambil meraih tubuh Calista kepelukannya. kemudian Bisma memberikan kecupan hangat di bibir manis istrinya. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Membuat Calista tidak dapat menahan desahannya. hingga Calista pun merespon kecupan dari suaminya.
Lidah mereka saling bertautan di sana. tangan Bisma sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar Calista. membuat Calista semakin mende$@h. Hal itu membuat Bisma semakin melancarkan aksinya. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan siang itu.
Bisma langsung menggendong tubuh istrinya naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size itu. Ia benar-benar ingin melanjutkan permainan mereka yang berada di sofa. Calista tidak dapat menolak, sekalipun dirinya saat ini sedang hamil muda.
Tetapi sepertinya Calista juga menginginkan sentuhan dari suaminya. Apalagi dokter juga mengizinkan Mereka bercinta walaupun Calista sedang hamil muda.Tetapi dokter menganjurkan agar melakukannya dengan selembut mungkin.
Bisma menikmati gerakan-gerakan lembut dari istrinya. Begitu juga dengan Calista, ia benar-benar menikmati segala apa yang dilakukan suaminya terhadapnya. Yang mampu membuat dirinya merasa puas akan menikmati percintaan mereka siang itu.
"Kamu memang benar-benar keluar biasa sayang, tahu apa yang Mas inginkan." ucap Bisma langsung memainkan adik kecil Bisma ke bagian sensitif Calista. Hingga keduanya benar-benar mencapai puncaknya.
"Terima kasih sayang kamu sudah menjadi istri terbaik untuk mas. Mas sangat mencintaimu." ucap Bisma sambil memberikan kecupan hangat di kening Calista.
"Calista juga sangat mencintai mas." sahut Calista sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏 i
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏