I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB . 37 KASUR LUSUH



Malam harinya Calista dan Bisma beserta beberapa asisten Bisma menginap di rumah gubuk peninggalan orang tua Calista. Mereka bercerita panjang lebar tentang kehidupan Calista sewaktu berada di desa.


Tanpa mereka sadari jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam.


" Pak kita tidur saja ya, aku sudah mulai ngantuk." ucap Calista. lalu Calista mempersilahkan Bisma tidur di kasur lusuh bekas tempat tidur Calista sewaktu tinggal di desa.


"Kalau aku tidur di sini kamu mau tidur di mana sayang? Ucap Bisma kepada Calista.


"Kalau masalah itu gampang. Kan bisa tidur di kamar sebelah kamar almarhum ibu." sahut Calista sambil mengembangkan senyumnya.


"Sayang lebih baik kita tidur di sini.Soalnya aku belum terbiasa di sini. Aku nggak bakalan ngapa-ngapain kamu kok."ucap Bisma kepada Calista.


Sekilas Calista tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Bisma yang terkenal dingin ternyata bisa hangat.


"Ternyata pak Bisma tidak seburuk yang aku pikirkan."gumam Calista dalam hati.


"Sayang kok senyum sih ada yang salah ya dengan perkataanku?"tanya Bisma penasaran mengapa Calista tersenyum menatapnya.


"Hummm.... ngak kok."sahut Calista singkat.


"Cie illeh sok-sokan bilang nggak biasa di sini. Bilang saja kamu takut!" iya kan?pekik Calista sambil tertawa cengengesan berniat untuk menjahili Bisma.


"He he he sedikit." sahut Bisma singkat.


"Ya sudah kalau begitu kamu tidur di kasur biar aku yang tidur di bawah pakai tikar." jawab Calista.


"Jangan sayang aku saja yang tidur di bawah kamu di kasur jawab Bisma yang tidak enak hati membiarkan Calista tidur di lantai hanya beralaskan tikar yang ada di rumah gubuk peninggalan kedua orang tua Calista.


"Aku kan sudah biasa tidur seperti ini pak!" tidak seperti kamu yang hidup dengan harta berlimpah jadi kamu saja yang tidur di kasur."sahut Calista


"Begini saja deh biar adil kita sama-sama tidur di kasur nggak apa-apa sempit jawab Bisma.


"Pak Bisma ada-ada saja bagaimana mungkin kita tidur satu kasur. Secara kasurnya sempit banget. Lagian kita belum sah suami istri." ucap Calista mengingatkan kepada Bisma kalau mereka belum layak untuk tidur satu ranjang.


"Aku janji tidak akan ngapa-ngapain kamu. Hanya saja aku merasa tidak nyaman jika aku harus tidur sendiri di sini. Apalagi kamu tahu baru kali ini aku ke desa ini ucap Bisma kepada Calista dibalas anggukan dari kami.


Calista pun mengiyakannya"tapi aku jangan diapa-apain ya pak."ucap Calista sambil menatap Bisma dengan tatapan mengintimidasi.


"Ya ampun sayang nggak percaya amat sih sama aku. Aku nggak sebejat itu kali. Kalau aku mau banyak perempuan di luar sana. Tapi aku tidak mau karena bagiku itu dosa yang sangat besar. Apalagi melakukannya tanpa ada ikatan pernikahan.


Aku ingin melakukannya sama orang yang benar-benar aku cintai dan sudah ada ikatan pernikahan."jawab Bisma untuk meyakinkan Calista.


Akhirnya drama perdebatan itu pun tidak Calista lanjutkan lagi. Karena Calista sudah mulai mengantuk. Akhirnya Calista merebahkan tubuhnya di samping Bisma. Tidak lama kemudian Calista tertidur pulas mengarungi alam mimpinya diikuti dengan Bisma juga ikut tertidur pulas.


***


Sinar mentari pagi sudah mulai menampakkan wajahnya. Sehingga sinar matahari mulai masuk dari sela-sela bambu dinding kamar Calista.


"Hummmm..... ternyata sudah pagi." gumam Calista dalam hati. Calista melihat Bisma masih tertidur di sebelahnya. Calista khawatir takut terjadi sesuatu malam itu.


Tetapi ketika Calista melihat semua pakaiannya masih tetap utuh.Ia pun merasa lega karena pakaiannya masih tutup melekat di badannya itu artinya tidak ada terjadi sesuatu malam itu.


" Hummm ternyata masih aman."gumam Calista dalam hati. Calista melirik ke arah Bisma iya memandangi wajah Bisma dengan seksama.


"Ternyata dia tampan juga."gumam Calista dalam hati.


"Sudah puas memandangi wajahku sayang? Sudah tidak perlu dipandangi memang aku sudah tampan dari sononya."ucap Bisma menyombongkan diri yang mengetahui dirinya sudah terlihat tampan dari lahir.


"Hah.... Kok bisa dia tahu? Gumam Calista dalam hati. Yang ternyata Bisma sudah bangun sudah dari tadi. Tapi memilih pura-pura tidur hanya untuk melihat tingkah Calista.


"Hum... Tidak perlu GR deh siapa juga yang memandangi kamu." jawab Calista karena sudah merasa malu kepergok memandangi Bisma.


Dipandangi terus juga nggak apa-apa sayang, nggak ada yang marah kok. lagian wajarlah kamu memandangi aku, secara kan aku tampan, kaya dan bla bla bla."ucap Bisma membuat Calista sedikit kesal mendengar ocehan Bisma.


"Ih mulai deh sombongnya


"He....he ....he, gak usah marah sayang ." ucap Bisma sambil duduk dan merangkul tubuh Calista dari samping.


"Oh ya sayang habis sarapan kita jadikan ke rumah pak kades? tanya Bisma kepada Calista


"Coba deh." jawab dengan jujur apa tujuan kamu bertemu dengan pak kades?


"Boleh nggak kamu merubah panggilan kamu kepadaku apalagi ini di luar kantor. Kamu ini calon istriku sudah berapa kali aku katakan jangan panggil aku dengan sebutan pak. Jangan membuatku kesal lagi sayang."mohon Bisma karena dirinya sangat kesal mendengar Calista selalu memanggilnya dengan panggilan pak.


Calista hanya nyengir.


"Jawab dong pertanyaanku sayang apa tujuanmu menemui kepala desa di sini? Tanya Calista kepada Bisma.


Iya Calista saat ini sudah mulai merubah panggilannya terhadap Bisma apalagi setelah Bisma memberikan ultimatum kepada Calista kalau dirinya tidak suka dipanggil dengan sebutan pak jika berada di luar kantor.


"Begini sayang aku berniat untuk mensponsori desa ini untuk memperbaiki akses jalan di desa ini. Agar tidak terjadi seperti yang kita alami kemarin. Kalau jalan di sini sudah bagus otomatis kendaraan akan mudah melaluinya sayang jawab Bisma sambil membayangkan ketika mereka terhambat oleh lumpur yang dalam.


Calista langsung kembali memeluk Bisma dan mengucapkan banyak berterima kasih karena Bisma memperhatikan desa kelahirannya. Apalagi inilah salah satu impian Calista dan listra saat masih duduk di bangku sekolah. Membunuh desa dari ketertinggalan.


"Terima kasih banyak calon suamiku sayang."ucap Calista memurnikan diri memberikan kecupan hangat di wajah tampan membuat Bisma langsung mengembangkan senyumnya mendapat kecupan pertama sekali dari Calista.


"Jujur mas sebenarnya itu adalah impian terbesarku selama ini. Jadi sekali lagi Calista ingin mengucapkan terima kasih kepada mas ucapkan ustad kepada Bisma.


"Tidak perlu berterima kasih sayang dan ini desa kelahiran istri aku ya sudah sewajarnya aku memperhatikannya juga. Lagian kan kalau jalannya bagus kita akan lebih mudah datang berziarah ke makam ayah ibu dan kakak kamu sahut , Bisma.


Aku diam tak habis-habisnya aku mengucap syukur karena sudah dipertemukan dengan pak Bisma. Yang ternyata orangnya yang baik dan juga dermawan walaupun pertemuan mereka diawali dengan perdebatan dan asal ketemu selalu saja berdebat dan berantem.


Akhirnya setelah selesai sarapan mereka pun pergi menemui pak kades ke rumahnya. Ternyata pak kades sudah berada di kantor kepala desa yang ada di desa Kalista.


Calista dan teman-temannya


Akhirnya setelah sarapan pagi mereka pun pergi menemui pak kades ke rumahnya ternyata pak kades sudah berada di kantor kepala desa yang ada di desa mereka.


"Selamat siang pak kades siapa


"Eh kamu Calista ya ampun sudah lama kita nggak ketemu nak ucap pak kalisambel mendekati dan Calista pun memberi salam kepada pak kades.


"Iya pak kades sudah hampir 4 tahun juga semenjak kejadian itu jawab Calista sambil mengingat kejadian yang memerlukan itu.


"Ayo dulu duduk dulu nak. Ucap pak kades membersihkan Calista dan Risma duduk.


'"Oh ya nak ini siapa ?tanya pak kades sambil menunjuk ke arah Bisma.


Oh Ya hampir lupa mengenalkannya kepada bapak pak kades ini.Pak Bisma calon suami Calista. Sayang ini pak kades." ucap Calista memperkenalkan Bisma kepada pak kades yang ada di desa kelahiran Calista.


Saya Bisma Zulkarnain pak." ucap Bisma memperkenalkan diri sambil memberi salam kepada pak kades.


"Saya kades di sini. Panggil saja pak kades biasa orang-orang di sini memanggil saya begitu"sahur pak kades sambil tersenyum menatap Calista dan juga Bisma.


"Oh iya nak Calista bapak minta maaf ya tidak bisa berbuat banyak sewaktu kejadian untuk ucap pak kades kepada Calista.


"Nggak apa-apa kok.pak kan tidak salah bapak juga."sahut Calista.


"Oh iya nak yang Calista sebenarnya ada apa nak Calista sampai datang kemari?


"Sayang kamu saja ya yang jelasin sama pak kades." ucap Calista mempersilahkan Bisma untuk membicarakan rencana.


"Begini pak kades tujuan kami kemarin membicarakan bahwasanya saya berniat untuk mensponsori desa ini dalam perbaikan akses jalan masuk desa kepada pak kades.


"Kamu serius nak?


"Ya pak saya serius karena ini merupakan impian Calista selama ini jadi saya ingin mewujudkan impian istri saya.


"Aduh kami sangat bersyukur, nak Bisma karena Bisma berempati melihat desa kami yang tertinggal ini. Jujur selama ini saya sudah sering mengusulkan ke kecamatan agar jalan ke desa ini diperbaiki.


Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari pemerintah. Selama ini hanya masyarakat setempat yang bergotong-royong untuk menutupi lubang-lubang dan lumpur yang ada.


Apalagi kalau musim hujan tiba. Jalan masuk menuju desa tidak bisa dilalui kendaraan. karena banyak jalanan berlumpur jelas pak kades kepada mereka.


"Jadi mulai kapan kita bisa mulai perbaikan jalan pak? tanya. Bisma


"Kalau menurut saya terserah bapak saja. lebih cepat lebih baik." sahut pak kades.


Pak Bisma mengambil ponsel yang ada di saku celananya berniat untuk menelpon seseorang.


"Halo persiapkan segala sesuatu untuk perbaikan jalan menuju desa kelahiran calon istri saya. Saya mau semuanya cepat selesai." ucap Bisma kepada salah satu tuntunan anak cabang perusahaannya. Ya anak cabang Zulkarnain group sudah ada di mana-mana termasuk di kota Medan dan kota Pematangsiantar yang paling dekat di desa kanista


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏