
Jam sudah pukul 08.00 malam. Bisma dan asistennya Antonio berniat untuk segera kembali ke Jakarta. Tetapi Antonio sedikit ragu untuk kembali malam itu ke Jakarta apalagi saat ini cuaca sangat buruk.
"Tuan, sepertinya cuaca sangat buruk dan hari sudah malam. Apa kita tetap melanjutkan perjalanan kita kembali ke Jakarta malam ini?" tanya sopir pribadi Bisma.
Terlihat Pak Karyo sedikit khawatir jika mereka memaksakan kembali ke Jakarta malam itu. Akan terjadi sesuatu kepada mereka. Tetapi karena Bisma yang meminta, sehingga mereka pun harus segera kembali ke Jakarta. Kerinduan Bisma terhadap Calista dan juga putranya membuat dirinya ingin segera kembali ke Jakarta. Sesuai dengan janji Bisma kepada Calista. Kalau urusan di puncak telah usai, Bisma akan segera kembali.
"Iya Kak, sepertinya lebih baik kita menginap di sini. Kakak lihat saja cuaca sangat buruk. takut di jalanan ada tanah longsor." ujar Antonio meminta pertimbangan dari Bisma. Bisma tampak berpikir sejenak. Lalu akhirnya Bisma mengambil keputusan untuk menginap di Villa miliknya yang ada di sana.
Sebelumnya Bisma menghubungi nomor ponsel Calista untuk Memberitahu kalau malam ini, mereka tidak bisa kembali ke Jakarta. Apalagi situasi saat ini tidak memungkinkan untuk segera kembali ke Jakarta malam itu juga.
Bisma meminta kepada Pak Karyo untuk menghantarkan mereka ke Villa keluarga Zulkarnain yang ada di kawasan puncak. Dan Setelah tiba disana, Bisma dan Antonio berniat untuk Langsung istirahat. Suara petir dan hujan yang begitu lebat terjadi di kawasan puncak.
Bisma meminta kepada Antonio untuk segera istirahat. Karena esok pagi mereka akan segera kembali ke Jakarta, setelah cuaca membaik. Terlihat penjaga Villa datang menghampiri Bisma.
"Selamat malam Tuan Bisma!
"Eh Pak Yono apa kabar? tanya Bisma penuh selidik.
" Alhamdulillah kabar saya baik Tuan. Bagaimana dengan Tuan dan keluarga di Jakarta apa semuanya baik-baik saja? tanya Pak Yono yang sudah lama setia menjaga Villa keluarga Zulkarnaen yang ada di kawasan puncak.
"Alhamdulillah kabar keluarga baik-baik saja di Jakarta." sahut Bisma sambil mengembangkan senyumnya.
"Oh iya Tuan di luar hujan sangat lebat. Apa Tuan sudah makan malam?" tanya Pak Yono penuh selidik. Suara perut Bisma Yang keroncongan terdengar jelas di telinga Pak Yono.
Membuat Pak Yono pun mengembangkan senyumnya. "Sepertinya Tuan Bisma sudah lapar, sebentar ya Pak. Saya akan meminta Istri saya untuk menyiapkan menu makan malam untuk Tuan dan yang lainnya." Ucap pak Yono sambil berlalu meninggalkan Bisma menuju paviliun yang ada di kawasan Villa.
Sekitar 40 menit kemudian, Pak Yono kembali menghampiri Bisma. "Maaf Tuan makanan sudah siap untuk disantap. Tapi maaf seadanya saja, karena persediaan bahan makanan di kulkas terbatas." Ucap pak Yono sambil mengembangkan senyumnya, mempersilahkan Bisma dan yang lain untuk menyantap menu makanan yang sudah disediakan istri Pak Yono.
Tampak Bisma masuk ke ruang makan dan diikuti oleh Antonio dan juga Pak Karyo sopir pribadi Bisma. Bisma menikmati makan malam Saat itu, entah karena faktor sudah sangat lapar dan cuaca sangat dingin membuat Bisma berselera untuk menyantap menu makanan yang disediakan oleh istri Pak Yono.
Ketika Bisma dan yang lain menikmati Menu makan malam yang disediakan oleh istri Pak Yono, tampak getaran yang cukup hebat terjadi di sana. Hingga barang-barang pun banyak berjatuhan. "Astaghfirullah Ya Allah ada apa ini? teriak Antonio dan Bisma.
Tampak suasana semakin mencekam karena terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat di daerah kawasan puncak. Terlihat kerusakan yang sangat hebat di villa keluarga Zulkarnain. Dan ketika Bisma, Antonio dan yang lainnya berniat untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan Itu, tampak Bisma ditimpa reruntuhan bangunan membuat Bisma kewalahan untuk keluar.
Tidak hanya Villa milik keluarga Zulkarnain yang hancur. Tetapi banyak bangunan yang ada di daerah kawasan puncak hancur berantakan dan tanah-tanah longsor menutupi akses jalan membuat suasana semakin mencekam. "Ya Allah selamatkanlah hamba." doa Bisma dalam hati sembari berusaha untuk bertahan dan meloloskan diri dari reruntuhan bangunan itu.
Terlihat Antonio juga berusaha untuk terlepas dari reruntuhan bangunan. Antonio berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari reruntuhan itu dan Akhirnya dia berhasil. Antonio mencari keberadaan Bisma. Tetapi ia tak menemukan Bisma membuat Antonio semakin khawatir. Darah segar yang mengalir dari pangkalan paha Antonio, tidak ia hiraukan yang penting ia berharap dapat menyelamatkan Kakak sepupunya Bisma.
"Kak Bisma....., Kak Bisma.....! teriak Antonio berharap Bisma mendengar suaranya. Ketika Antonio berusaha mencari Bisma suara parau terdengar jelas di telinganya meminta tolong untuk diselamatkan.
"Tolong....tolong .... tolong aku!" teriak salah satu pria yang ada di reruntuhan bangunan. Tampak Antonio berusaha untuk mengangkat reruntuhan bangunan yang menimpa pria itu. ia terhenyak ketika melihat Pak Karyo yang tertimpa reruntuhan.
Pak Karyo akhirnya selamat dari reruntuhan bangunan itu. Kini saatnya mereka mencari keberadaan Bisma. Kondisi Pak Karyo lebih parah dari Antonio. Antonio menghubungi nomor ponsel milik Bisma. Berharap ia dapat mengetahui posisi Bisma saat ini.
Ketika Antonio menghubungi nomor ponsel Bisma, suara deringan ponsel terdengar jelas di telinga Antonio yang lokasinya tidak jauh dari Antonio berdiri. Suasana begitu gelap hanya penerangan senter ponsel saja yang ada. Ia akhirnya melihat reruntuhan bangunan itu yang menimpa tubuh Bisma.
Membuat Antonia khawatir akan kondisi Bisma. "Masya Allah Kakak!" teriak Antonio ketika melihat kondisi Bisma saat ini begitu mengenaskan. Tubuh Bisma terlihat sudah sangat lemah, dan tidak sadarkan diri lagi. Antonio berusaha untuk mengeluarkan Bisma dari reruntuhan bangunan itu.
Satu persatu reruntuhan bangunan itu ia angkat. Ingin meminta bantuan Tetapi ia bingung meminta bantuan kepada siapa. karena masyarakat di sana juga mengalami hal yang sama. "Ya Allah selamatkanlah Kak Bisma. Aku tidak tahu harus mengatakan apa nanti kepada Kak Calista dan juga om dan tante." tangis Antonio sambil terus berusaha mengangkat reruntuhan bangunan yang menimpa tubuh Bisma.
Setelah sekian lama akhirnya Antonio berhasil mengeluarkan Bisma dari reruntuhan bangunan itu. Tampak kondisi Bisma saat ini sangat mengkhawatirkan. Ia berharap mendapat bantuan medis disana. Tetapi ketika ia menghubungi tim medis yang lokasinya tidak jauh dari sana, Tim medis meminta untuk bersabar menunggu mereka.
Sementara di tempat lain tepatnya di kota Jakarta. Terlihat Tuan Zulkarnain terhenyak mendengar pemberitaan kalau di kawasan puncak mengalami gempa yang cukup dahsyat membuat Tuan Zulkarnain begitu mengkhawatirkan putranya.
Tuan Zulkarnain memanggil Nyonya Katarina Dona untuk menonton layar kaca yang ada di kamar miliknya. Nyonya Katarina Dona tampak menangis histeris ketika mengetahui terjadi gempa di kawasan puncak tempat saat ini putranya.
Papi sekarang juga kita ke sana. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Putraku. Minta tim medis langsung dari rumah sakit kita, ikut ke sana." perintah Nyonya Katarina Dona kepada tuan Zulkarnain. Saat itu juga tuan Zulkarnain meminta kepada tim medis yang ada di rumah sakit miliknya, untuk ikut bersama mereka ke kawasan puncak. Guna memberikan bantuan kesehatan terhadap korban bencana alam yang ada disana.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN