
Ketika Bisma dan Calista tiba di bandara Wellington yang lokasinya di Suburban Rongatai Wellington. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sekitar Delapan Jam perjalanan, Terlihat Calista Dan Bisma sudah turun dari dalam jet pribadi milik Tuan Zulkarnain.
Terlihat Calista bingung dengan lokasi yang ada. "Mas kita bukannya ada di negara Selandia baru ya? sepertinya begitu ini persis seperti yang ada di tv-tv yang aku tonton di salah satu film Bollywood. Katanya ini di new Zealand." ucap Calista sembari memperhatikan Dimana lokasi mereka saat ini.
Bisma mengembangkan senyumnya. iya kita berada di bandara internasional Wellington. sahut Bisma. Berarti dari awal Mas sudah mengetahui tujuan kita pergi bulan madu ke sini?
Bisma menggelengkan kepala. Mas juga tidak mengetahui Kalau Mami dan Papi memberikan hadiah perjalanan bulan madu ke negara Selandia baru ini. Mas mengetahuinya ketika pramugari yang mengatakan kepada mas lalu Mas juga melihat itu." ucap Bisma sembari menunjukkan nama bandara terpampang besar di atas gedung.
Calista hanya nyengir. Ia memang benar belum memperhatikan nama bandara ia injak kali ini. Ada rona bahagia di hati Calista. ternyata iya benar-benar ada di negara yang ia impikan semenjak kecil.
Sering menonton di layar kaca film-film Bollywood yang menayangkan syuting filmnya berada di New Zealand membuat Calista memiliki impian untuk melakukan perjalanan ke sana kelak ia sudah berhasil. sekarang impiannya kenyataan entah dari mana Nyonya Katarina Dona mengetahui kalau Calista ingin sekali melakukan perjalanan ke sana.
Yang pasti Calista belum pernah bercerita kepada Nyonya katarina Dona mengenai keinginannya sejak kecil. tapi sekarang Calista bener-bener bahagia Ia pun langsung memeluk suaminya.Thanks my husband, thanks to you I was able to make my wish come true when I watched Bollywood movies since I was little I dreamed of coming here." ucap Olivia kepada Bisma.
Bisma pun meraih tubuh istrinya keburukannya. lalu mereka berjalan keluar dari bandara. Di sana mereka sudah ditunggu seseorang yang sudah diperintahkan oleh Tuan Zulkarnain. Untuk menemani keduanya melakukan perjalanan selama berada di negara Selandia Baru.
Sejujurnya Bisma benar-benar buta akan negara ini. Tuan Zulkarnain juga belum pernah memberitahu kepada Bisma kalau di negara ini Tuan Zulkarnain memiliki hotel yang cukup mewah. ketika mereka sudah disambut dengan seseorang, Bisma sedikit bingung.
Orang yang menyambut dirinya berasal dari negaranya sendiri."Maaf Ka Bisma kita langsung ke mana saat ini? tanya seseorang yang bukan asing buat Bisma. Ia lelaki yang menjemput Bisma dan Calista di bandara, merupakan sepupu Bisma. Dari hubungan keluarga Nyonya Katarina Dona.
"Bukannya Mami dan Papi sudah memberitahu perjalanan yang akan kamu jalani?
"Sudah Ka tetapi saya ingin bertanya kepada Tuhan apa kita langsung istirahat dulu atau langsung melakukan perjalanan wisata? Tanya Alvin sang adik sepupu kepada Bisma.
"Sepertinya antarkan kami langsung ke penginapan. Besok saja melakukan perjalanan wisata. karena kami sudah merasa lelah setelah melakukan perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta selama 8 jam ke bandara Wellington.
Alvin mengangguk paham. Ia pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju hotel tempat Bisma dan Calista menginap. Tentunya setelah memastikan barang bawaan Calista dan Bisma sudah berada di dalam mobil.
Tidak menunggu lama mereka tiba di salah satu Hotel ternama di negara impian Calista.
"Mas kita beneran menginap di sini?
"Memangnya kenapa sayang?
"Ini kan Hotel lokasi syuting yang di film-film Bollywood yang sering Kalista tonton ketika kecil?
Bisma tertawa ngakak mendengar istrinya menyukai film Bollywood. Ia mengira Calista hanya menyukai drama Korea seperti wanita-wanita lainnya. Ternyata istrinya tidak. Justru lebih menyukai film Bollywood dibandingkan drama Korea yang lagi ramai diperbincangkan di sosial media.
"Mas kok tertawa?
"Mas tidak suka dengan film Bollywood? Bisma mengerikan bahunya. Membuat Calista bingung suaminya menyukai atau tidak.
Ketika mereka sudah berada di dalam hotel terlihat beberapa pegawai dan mengajar yang bertugas di sana memberi hormat kepada Bisma Calista dan juga Alvin. Ya selama ini Alvin yang mengelola Hotel itu. Walaupun pemiliknya Nyonya Katarina Dona.
Hotel ini merupakan warisan dari orang tua Nyonya Katarina Dona kepadanya. Tetapi selama ini Bisma sama sekali tidak mengetahuinya. Bisma mengerenyitkan keningnya. Ia tidak menyangka mereka disambut dengan hormat di sana. sebelumnya Alex sudah memberitahu kalau anak pemilik Hotel itu akan menginap di sana.
Membuat setiap karyawan yang bertugas di hotel itu menjadi bersiaga untuk menerima tugas dari Bisma. "Kenapa kita disambut sedemikian rupa? tanya Calista bingung. Bisma meminta seorang office boy untuk membawa barang bawaan Calista dan Bisma ke kamar yang sudah di desain sedemikian rupa layaknya kamar pasangan pengantin baru.
Kamar itu dikhususkan untuk tempat jika Tuan Zulkarnain dan nyonya Katrina Dona melakukan perjalanan ke New Zealand. Calista dan Bisma mengikuti Alvin berjalan masuk ke dalam lift.
"Kak Bisma Berapa lama tinggal di sini? Bisma menggelengkan kepalanya. saya belum mengetahuinya. Saya akan berkonsultasi kepada istri saya. Jika istri saya merasa nyaman di sini, mungkin kami akan lebih lama melakukan perjalanan wisata di sini." Sahut Bisma kepada adik sepupunya.
"Di kamar yang ukurannya sangat luas itu terlihat Calista merasa diperlakukan seperti Ratu. "Sayang ini beneran kita akan menginap di kamar yang indah ini? tanya Calista yang belum percaya begitu saja."Maaf kakak ipar memang ini kamar kakak ipar dengan Kak Bisma selama berada di kota ini. Ini biasanya kamar yang ditempati oleh Tante Katarina dengan om Zulkarnain.
"Kakak ipar?
"Tante? maksudnya apa ini mas?
Bisma menghela nafas. Maaf ya Sayang sudah dari tadi Mas belum memperkenalkan Alvin kepadamu. Alvin ini merupakan adik sepupu dia anak dari adik Mami Katarina Dona." sahut Bisma memberitahu kepada Calista.
"Oh....oh pantasan Alvin memanggilku kakak ipar."sahu Calista
"Jangan katakan kalau hotel ini milik adik ipar. ucap Calista kepada Alvin.
Alvin mengembangkan senyumnya. Hotel ini bukan milikku kakak ipar. Aku hanya mengelola saja. lebih tepatnya hotel ini milik tante Katarina Dona.
Calista menatap Bisma seolah dirinya meminta penjelasan dari suaminya. Tetapi Bisma hanya mengerdikkan bahunya.
"Ih Mas, sejak tadi Calista tanya terus bilangnya tidak mengetahui. Gimana sih?" gerutu Calista lalu Alvin berpamitan kepada sepasang suami istri itu, yang belum lama melakukan pesta pernikahan di Indonesia.
"Aku pamit kakak ipar, Kak Bisma. Nikmati bulan madu kalian." ucap Alvin sambil langsung berlalu meninggalkan Calista dan Bisma di kamar yang sudah dipersiapkan khusus untuk pasangan yang mengadakan perjalanan bulan madu.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.