
Dewi dan Carlos sudah mendengar kabar Calista sudah lahiran. Dewi merasa Bahagia mendengar kabar bahagia itu. Tiwi juga tidak kalah bahagia mendengar kalau proses persalinan Calista berjalan dengan lancar, walaupun penuh dengan perjuangan.
****
Empat hari sudah berlalu pasca Calista melahirkan. Calista dan bayinya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. sementara dikediaman Zulkarnain, tampak Nyonya Katarina dan beberapa anggota keluarga lainnya sibuk mempersiapkan penyambutan anggota baru keluarga Bisma Zulkarnain. Mereka sangat antusias menyambut Bisma junior. Yang sudah lama mereka nanti nantikan.
"Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona menjemput Calista dan cucunya.
" Nak semuanya sudah beres?" tanya Tuan Zulkarnain kepada Bisma
"Sudah Pi.....semuanya sudah beres sekarang sudah bisa pulang kok! iya kan sayang?" ucap Bisma kepada Calista
"Iya Pi, Calista dan dede bayi sudah diperbolehkan pulang."sahut calista
Suster membawa baby Adnan Bisma Zulkarnain. Ya nama yang diberikan oleh Bisma kepada putranya bernama Adnan Bisma Zulkarnain. Yang artinya kebahagiaan dan suster membawanya keruangan rawat inap Calista.
Karna Adnan dan Calista sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit oleh dokter yang merawat Calista dan Adnan Bisma Zulkarnain cucu pertama Tuan Zulkarnain calon pewaris zulkarnain group.
"Wah ....cucu Oma tampan sekali." ucap nyonya Katarina Dona sambil meraih tubuh mungil baby Adnan dari gendongan suster.
" Iya mom cucu kita tampan ya seperti opanya." ucap Tuan Zulkarnain
"Hus bukan seperti opanya tapi seperti papi dan maminya dong." kata nyonya Katarina Dona yang tidak setuju kalau Adnan mirip dengan tuan Jose Miller.
"Ha..... ha..... ha itu saja mami komplain." Ucap nyonya tuan Zulkarnain berniat untuk menjahili istrinya sambil tertawa.
"Itu aja kok jadi masalah sih? kita pulang aja yuk. Calista sudah bosan dirumah sakit nih." ucap Calista sambil beranjak dari tempat tidurnya.
"Hati hati sayang!"ujar Bisma sambil meraih tubuh Istrinya
" Mas calista sudah kuat kok sudah bisa jalan sendiri." sahut Calista berharap agar Bisma membiarkannya jalan sendiri.
Tetapi Bisma tidak memperdulikan ocehan Calista . Ia langsung menggendong tubuh mungil Calista keluar dari rumah sakit menuju mobil mewah miliknya. Yang ia inginkan istrinya tidak merasa kelelahan dan cepat pulih kembali pasca melakukan persalinan
Tuan Zulkarnain hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Bisma dan calista yang rada rada lebay. Lain halnya dengan nyonya Katarina Dona. Ia hanya tersenyum melihat tingkah putra dan menantunya.
"Semoga kalian bahagia selamanya." gumam nyonya Katarina Dona dalam hati sambil mengikuti langkah Bisma keluar dari rumah sakit dengan menggendong cucunya Adnan Bisma Zulkarnain
Sementara tuan Tuan Zulkarnain Mambawa barang barang yang digunakan Calista selama dirumah sakit.
"He....he ...he papi jadi tukang bawa barang." kata Nyonya Katarina Dona menertawakan suaminya.
Padahal tuan Zulkarnain pengusaha kaya raya dan juga beberapa anak cabang perusahaan dan mall. Tetapi Tuan Jose Zulkarnain tidak merasa malu dengan apa yang dilakukanya.
Hal itu membuat orang orang yang yang melihat tuan Zulkarnain merasa heran. Bahkan ada yang berbisik bisik "Hah....seorang pemilik rumah sakit dan pengusaha kaya raya melakukan itu." gumam salah satu saudara pasien yang dirawat dirumah sakit milik Tuan Zulkarnain
Tetapi Tuan Zulkarnain tidak perduli apa penilaian orang tentangnya. Ia terus saja berjalan mengikuti istri dan cucunya dari belakang sembari tersenyum kepada orang yang ia lewati.
Setelah tiba di mobil milik Bisma , Tuan Zulkarnain memasukkan barang bawaannya ke bagasi mobil milik Bisma. Kemudian, setelah Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona sudah berada didalam mobil sang sopir pribadi melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju rumah utama keluarga Zulkarnain.
lima belas menit kemudian merekapun tiba rumah utama keluarga Zulkarnain. Disana sudah ada Dewi, Tiwi, Carlos dan juga Dokter Gibran dan beberapa anggota keluarga lainya. Antusias menyambut baby Adnan Bisma Zulkarnain. Ketika nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain sudah keluar dari mobil milik Bisma dengan menggendong tubuh mungil baby Adnan tampak Ibu Intan dan Pak Nando yang sudah berada di sana menghampiri mereka. "Cucu Oma sayang" ucap Ibu Intan karna kegirangan menyambut kedatangan cucunya yang sudah lama ia nanti nantikan.
"Hai sayang bagaimana kabar mu?"tanya pak Nando kepada calista sambil langsung memeluk tubuh Calista dan memberikan selamat kepada calista.
"Alhamdulillah calista baik Pi?
" Calista rindu sama papa " ucap calista berterus terang kalau dirinya benar-benar merindukan Pak Nando dan Ibu intan
"Papa juga merindukanmu nak" Sahut pak Nando sambil mengebangkan senyumnya
Ibu Intan yang tidak mau ketinggalan dari Pak Nando langsung kembali memeluk calista "Selamatnya sayang, ibu bahagia banget cucu laki laki ibu sudah hadir ditengah tengah keluarga kita " ucap ibu Intan sambil berterimakasih kepada Calista
"Oh iya kita langsung masuk yuk, Sampai lupa sangking senangnya." ucap ibu Intan sambil nyengir. Dirumah Tiwi dan Dewi sangat bergembira mereka langsung memeluk calista
"Selamat ya besty ku, kamu sudah menjadi ibu." Tiwi dan Dewi sambil kembali memeluk calista
"Trimakasih atas dukungan dan doa kalian" sahut calista kepada kedua sahabatnya. sementara Carlos langsung memberi selamat kepada Bisma atas bertambahnya Anggota keluarga di tengah tengah keluarga Bisma Zulkarnain
"Selamat ya bro semoga baby Adnan menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada orangtua." ucap Carlos dan dokter e
"Trimakasih juga pak Dokter tanpanya Tiwi, oh iya Gimana dengan Tiwi sudah ada hasil belum kamu nanam ubinya? tanya Bisma sambil nyengir. "Belum tau bro....Tapi belum ada tanda tanda." ucap dokter Gibran berterus terang. Padahal dirinya juga sudah sangat ingin memiliki keturunan sama seperti Bisma. diantara ketiga sahabat itu, hanya Tiwi yang belum ada tanda tanda Anggota keluarga akan tambah. Kalau usia kandungan Dewi saat ini sudah menginjak tiga bulan.
Ketika Bisma, Carlos dan Dokter Gibran asyik ngobrol, Tiwi dan Dewi tampak sedang sibuk menghidangkan menu makan siang penyambutan baby Adnan. "Bu makanannya sudah siap" kata Tiwi kepada ibu Intan agar mereka segera makan. Mengingat jam makan siang sudah tiba.
Ibu Intan pun minta anggota keluarga lainnya agar langsung menuju ruang makan. Dengan hati yang begitu bahagia, mereka menyantap makanan yang dimasak langsung oleh ibu Intan dibantu dengan Tiwi dan Dewi.
ketika mereka sedang menikmati hidangan tangis baby Adnan terdengar jelas ditelinga mereka. Calista langsung beranjak dari tempat duduknya menuju kamar baby Adnan.
Ternyata baby sitter yang bertugas menjaga baby Adnan sedang mengganti popok baby Adnan . " Tidak apa apa nona, tidak perlu kwatir saya hanya mengganti popoknya saja kok." kata baby sitter yang bertugas menjaga dan merawat baby Adnan.
" Mbak boleh saya gendong bayi saya?" tanya Calista
"Tentu nona" ucap baby sitter sambil memberikan baby Adnan kepangkuan calista
Kemudian Calista kembali keruang makan dengan membawa baby Adnan bersamanya.
"Loh sayang....kok putra kita dibawa kesini? memangnya mbaknya dimana? tanya Bisma sambil clingak clinguk mencari keberadaan baby sitter.
" Oh ada dikamar kok mas, cuma Calista hanya ingin makan bersama baby Adnan." kata Calista sambil mencium baby Adnan.
" Tiba tiba Tiwi mual dan pengen muntah. Tiwi langsung berlari masuk kekamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya. Membuat Tiwi terlihat lemas dan keringat dingin. Hal itu membuat Dokter Gibran merasa kwartir dengan kondisi istrinya.
Dokter Gibran langsung menggendong tubuh Zahra masuk kamar tamu."Kamu kenapa sayang? apa yang kamu rasakan?" tanya Carlos penasaran akan apa yang dirasakan istrinya.
"Tidak tau mas, tiba tiba saja Tiwi merasa mual dan muntah." sahut Tiwi dengan nada parau karna dirinya merasa kecapean mengingat Tiwi muntah muntah sampai beberapa kali.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏