I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 156 MAKAN BERSAMA



Terlihat ketiga pasang rumah tangga muda itu berada di sebuah restoran yang ada di hotel itu juga. Sesuai dengan kesepakatan mereka. Setelah mendapat omelan dari Carlos dan juga Bisma, Dokter Gibran mendudukkan bokongnya di samping Carlos. Sementara Tiwi duduk di sebelahnya. Terlihat mereka menikmati menu makan malam yang dihidangkan di sana.


Pelayanan khusus untuk Bisma dan teman temannya. Terlihat para karyawan begitu antusias melayani apa yang mereka inginkan. Karena mereka mengetahui tamu yang ada di ruang VVIP merupakan pemilik hotel.


Seru juga ya, jika kita bepergian ke mana-mana untuk sekedar liburan seperti ini! kapan ya kira-kira kita bisa pergi bareng seperti bulan madu gitu?" tanya Bisma kepada Carlos dan dokter Gibran. Membuat Tiwi, Calista, Dewi langsung tertawa ngakak mendengar pertanyaan Bisma kali itu.


"Ada apa sih kok kalian tertawa? Memangnya ada yang lucu ya dengan diimpianku yang menginginkan kita pergi liburan bersama?" gerutu Bisma yang melihat ketiga wanita yang ada di samping mereka menertawakan mendengar Apa yang diucapkan Bisma.


"Tidak ada yang lucu Suamiku sayang, pikiran kamu itu terlalu jauh sampai ke sana. Memangnya seorang Bisma Zulkarnaen bisa meninggalkan perusahaannya begitu saja tanpa adanya asisten yang mewakilkannya? Tidak Kan suamiku yang tampan!" ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya kepada suami yang sangat ia cintai.


Carlos langsung tertawa ngakak. " Bagaimana mungkin saya bisa ikutan liburan bersamamu Kamu bro, jika saya ikut denganmu, terus siapa yang akan menangani kantor? itu artinya Kakak meminta kantor untuk libur." ucap Carlos Sambil tertawa cengengesan.


Bisma terdiam. Ia sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Carlos kepadanya. Karena apa yang dikatakan Carlos benar adanya. Jika Bisma tidak dapat hadir di kantor Zulkarnain group, biasanya Carlos lah yang nama yang menangani kantor. Begitu juga sebaliknya keduanya saling membutuhkan.


Tiba-tiba seorang wanita cantik datang menghampiri mereka. Sepertinya wajahnya tidak asing bagi mereka.


"Wulan! pekik Bisma ketika melihat Wulan Masuk menghampiri mereka ke ruang VVIP. Wulan berjalan dengan gayanya berlenggak-lenggok.


"Dicariin di rumah Ternyata kalian ada di sini. kalian lagi ngedate bareng ya? tanya Wulan penuh dengan selidik.


"Ada apa kamu mencari Kakak?


"Ada sesuatu hal penting yang akan aku bicarakan kepada kakak. Tetapi sepertinya momennya tidak pas. Lebih baik kalian nikmati saja malam indah kalian ini. Wulan kira Kakak dan kakak ipar hanya berdua saja di sini, sehingga Wulan datang menyusul.


"Ada apa sih bikin kepo saja? tanya Carlos yang tidak ingin ketinggalan berita dari Wulan.


"Jangan terlalu kepo akan urusan orang lain Kak Carlos. lebih baik Kakak nikmati saja bulan madu kedua kalian. Dan berusahalah agar menyusul Calista. Agar ada Carlos Junior." ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya kepada Dewi dan mengedipkan matanya sebelah.


Dewi menatap Wulan dengan tatapan tanya. Dewi memang tidak terlalu mengenal Wulan tetapi Calista pernah bercerita kepada Dewi Kalau Wulan merupakan adik sepupu Bisma dari Nyonya Katarina Dona. Yang menjalankan restoran dan hotel milik Bisma yang ada di Sumatera.


Tanpa menikmati menu makan malam yang terhidang di atas meja, Wulan berpamitan kepada Bisma,, Carlos, dan semua orang yang ada di sana. "Kok kamu langsung pergi sih? tidak makan dulu? tanya Bisma.


" Nanti saja kak. Nikmati saja makan malam kalian dan kalau boleh, Ada waktu kakak besok temuin Wulan di rumah utama." ujar Wulan sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruang VVIP yang ada di restoran itu.


"Ada apa ya Mas? hal penting apa yang ingin dibicarakan Wulan kepada mas? tanya Calista penasaran apa yang ingin dibicarakan Wulan kepada suaminya. "Paling juga masalah dia pacaran yang tak kunjung dapat restu dari tante.


"Maksudnya?


Calista marhela nafas panjang. "Memangnya kenapa Tante dan Om tidak menyetujuinya Mas?


"Hubungan di antara Wulan dan kekasihnya berbeda keyakinan. Tante dan om tidak menyetujuinya. Padahal sudah 5 tahun lamanya mereka menjalin hubungan kekasih.


Tetapi hingga sekarang belum mendapatkan restu dari om dan tante. Karena si pria sepertinya mempertahankan keyakinannya. sementara Wulan bersedia untuk mengikuti keyakinan pria itu, dan itu ditolak keras oleh om dan tante.


"Agak sulit sih untuk menanggapi yang namanya cinta, berbeda keyakinan seperti ini. Karena menurut Calista keyakinan itu pribadi. tidak ada yang bisa mencampuri keyakinan kita. Sekalipun itu orang tua kita sendiri, atau suami kita. Yang pasti mereka hanya memberikan pandangan hidup. Supaya tidak terjerumus ke hal yang tidak diinginkan oleh Allah.


"Itulah yang berat dipikirkan tante dan om akan hubungan Wulan dengan kekasihnya. Karena sepertinya Wulan sudah mulai belajar keyakinan pria itu.


"Maksud Mas?


"Iya seperti yang Wulan beritahu sebelumnya kepada mas, kalau ia ingin sekali mengikuti keyakinan kekasihnya. Dan sepertinya ia menikmati keyakinannya sekarang.


Tetapi saat ini keyakinan Wulan belum sah dimata hukum dan agama. Karena di KTP masih tetap keyakinan yang sama dengan om dan tante. Tetapi Wulan sudah tidak melaksanakan agama yang ia anut di KTP melainkan menjalankan keyakinannya seperti keyakinan kekasihnya selama kurang lebih 4 tahun. Sulit bagi om dan tante melepaskan Wulan dengan seorang pria yang tak seiman dengan mereka.


Tiwi, Dewi, dan Calista terdiam mendengar penuturan dari Bisma. Mengenai masalah yang ingin dibicarakan Wulan kepada Bisma saat ini. Kini giliran Dewi yang angkat bicara. "Memang kalau yang namanya cinta kita dapat melakukan apapun untuk orang yang kita cintai termasuk untuk berpindah keyakinan. Pertanyaan besar sekarang, Apa memang Wulan sudah benar benar menerima dalam hatinya keyakinan yang dianut kekasihnya? atau karena dirinya takut kehilangan pria itu karena Wulan sangat mencintainya? yang mengetahui hanya Wulan sendiri.


Hal itukah sehingga om dan tante ragu akan keputusan yang dilakukan oleh Wulan yang ingin berpindah keyakinan. Jika memang benar keyakinannya ke situ, menurut Dewi itu tidak masalah dan kita tidak dapat melarangnya. Karena keyakinan itu masalah pribadi dengan Tuhan.


Seperti yang kita ketahui, masuk ke dalam surga itu tidak bisa bareng-bareng bersama orang tua kita, atau sanak saudara. Kita pribadi mendapatkan penghasilan dari Alloh. Alloh yang akan memperhitungkan dosa-dosa apa yang kita lakukan selama ada di dunia ini.


Tetapi masalahnya sekarang apakah Wulan benar-benar dengan keyakinannya saat ini? itu saja yang Mas tanyakan kepada Wulan nanti, jika Wulan meminta pendapat kepada mas." ucap Dewi kepada Carlos dan juga Bisma yang ada di sana.


Bisma menganggukkan kepalanya. Pertanda apa yang dikatakan Calista dan Dewi benar adanya. Saat ini Bisma ingin sekali langsung berbicara kepada Wulan. Tetapi Wulan sudah kembali ke rumah utama keluarga Zulkarnain.


Tidak ada niatan kembali ke rumah kedua orang tuanya. Karena setiap pulang ke rumah kedua orang tuanya, pertengkaran yang terjadi. Sehingga Wulan memilih setiap kembali ke Jakarta, Wulan selalu menginap di rumah utama keluarga Zulkarnain.


"Ya sudah, lebih baik kita berdoa yang terbaik kepada Wulan dan kekasihnya." ujar Calista sembari menyelesaikan makan malamnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏