
Drama makan malam telah usai. Kini ketiga pasangan rumah tangga muda itu sudah kembali ke kamar mereka masing-masing. Terlihat Gibran sudah tidak sabar ingin tiba kamar. "Sayang mas menagih janji kamu. Awas kalau tidak benar-benar ditempatin." ancam Gibran kepada Tiwi dibalas tawa cengengesan dari Tiwi.
"Jangan tertawa. Lakukan seperti yang kamu janjikan tadi. Dokter Gibran langsung meraih Tubuh Tiwi masuk ke dalam kamar pengantin baru itu. Tapi mas kaki Tiwi masih terasa nyut-nyutan.
"Tidak perlu berbohong kepada suami kamu ini sayang, dari jalan kamu saja Mas mengetahui kalau kakimu sudah tidak nyut-nyutan lagi. Karena mas sudah mengoles salep. Kamu lupa ya sayang, kalau Mas ini seorang dokter? tentunya mas tidak dapat dibohongi kalau yang namanya sakit penyakit.
Tiwi menepuk jidatnya. Ia tersadar kalau dirinya menikah dengan seorang dokter, yang lebih paham dengan namanya kesehatan pasti tidak dapat dibohongi mengenai kesehatan." gumamnya dalam hati. Tiwi duduk di atas sofa yang ada di kamar itu. Dokter Gibran yang merasa dibohongi oleh Tiwi, langsung tidur di sofa dengan kepala berada di paha Tiwi.
Kamu berani membohongi suami kamu sayang!" dokter Gibran merasa komplain. "Tidak Mas, Tiwi tidak membohongi mas Tetapi tidak mungkin kita main kuda-kudaan baru saja, kita siap makan. Yang iya nya kalau kita langsung main kuda-kudaan, kita muntah sahutnya beralasan.
Dokter Gibran pun mengembangkan senyumnya. Pertanda Iya juga mengetahui kau dikatakan Tiwi benar adanya. Jika baru siap makan, tidak bagus untuk main kuda-kudaan. Tetapi karena adik kecil milik Dokter Gibran sudah mulai bangkit melihat tubuh seksi istrinya dengan menggunakan lingerie yang sudah disediakan oleh dokter Gibran sebelumnya.
Dokter Gibran memainkan jemarinya di rambut Tiwi yang indah. Sesekali ia mencium harum rambut Tiwi, yang tergerai panjang. "Rambut kamu indah banget sayang. Pakai shampo apa sih? tanyanya sambil menggulung-gulung rambut Tiwi yang bagai candu bajunya.
"Samponya sama saja seperti yang mas pakai." "Tapi rambutmu begitu indah membuat aku candu." ucap dokter Gibran sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh gairah.
Tiwi mengelus rambut suaminya. Perlahan demi perlahan, mereka bercerita tentang cinta mereka. Dokter Gibran menikmati elusan dari istrinya. Merasa tidak tahan lagi melihat bibir manis Tiwi, membuat dokter Gibran langsung mengecup bibir manis Tiwi.
Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Membuat Tiwi akhirnya membuka rongga mulutnya. Agar dokter Gibran lebih leluasa memainkan lidahnya di sana. Tiwi menikmati segala gerakan demi gerakan yang dilakukan dokter Gibran kepadanya.
Tangannya sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar Tiwi. Sudah bagai candu baginya gunung kembar Tiwi yang berukuran sedang itu, membuat desiran yang cukup hebat di tubuh dokter Gibran. Kini keduanya larut dalam keadaan. Hingga Tiwi tidak dapat menahan de$@hannya. "Ah mas! seru tiwi. seolah dirinya meminta lebih dan lebih lagi.
Hal itu membuat dokter Gibran semakin melancarkan aksinya. Sungguh kebahagiaan tersendiri bagi dokter Gibran. Tiwi merespon segala apa yang ia lakukan. Tiwi mulai memberanikan diri memainkan jemarinya di bagian adik kecil milik dokter Gibran.
Membuat dokter Gibran merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Tiwi pun melahap adik kecil dokter Gibran dengan menggunakan mulutnya bak memakan eskrim yang lezat. Sama seperti apa yang ia tonton sebelumnya.
Karena sebelum pernikahan Tiwi, Dewi dan Calista pernah menonton film Bagaimana cara malam pertama semestinya. Tiwi melakukan seperti yang apa yang ia tonton. membuat dokter Gibran merasa terbang ke langit ketujuh, menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Tiwi kepadanya.
"Ah kamu memang sangat luar biasa sayang. dokter Gibran, seorang dokter ternama di rumah sakit menikmati gerakan yang dilakukan tiwi. Seperti yang sudah berpengalaman sebelumnya.
Tetapi dokter Gibran tidak mengetahui dari mana Tiwi mengetahui cara-cara yang sangat hebat menurut dokter Gibran. Karena biasanya yang mampu melakukan gerakan seperti yang dilakukan Tiwi, bisanya wanita yang sudah berpengalaman. Membuat dokter Gibran meragukan Tiwi kali ini.
Kini saatnya dokter Gibran yang memimpin permainan. Keraguannya saat ini pupus sudah. Karena ternyata kecurigaan nya terhadap Tiwi salah. Masih dokter Gibran yang merenggut kesucian Tiwi. Itu dapat ia rasakan dan pastikan ketika dirinya berusaha untuk menembus tembok pertahanan Tiwi, Yang tak kunjung dapat ia tembus sampai bercak darah segar keluar dari sana.
Membuat dokter Gibran yakin kalau dokter Gibran yang merenggut kesucian Tiwi saat ini. Sekali dua kali dokter Gibran gagal ketika dirinya berusaha menembus tembok pertahanan Tiwi. Dokter Gibran berusaha tapi tetap masih gagal.
Ia merasa dirinya paling bodoh di muka bumi ini, yang tak dapat menembus tembok pertahanan milik Tiwi. Perlahan Ia pun mengingat cara-cara yang ia pelajari di dunia kedokteran, ketika dirinya mempelajari bagaimana caranya agar adik kecil miliknya dapat menembus tembok pertahanan milik Tiwi. Dan akhirnya pun berhasil membuat dokter Gibran merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
"Oh nikmatnya!" ucap dokter Gibran sembari mengecup bibir manis Tiwi yang merasa dirinya terbang ke langit ketujuh, hingga keduanya mencapai puncaknya. "Terima kasih sayang kamu memang benar-benar wanita yang sangat luar biasa, mampu menjaga diri kamu untuk Mas.
"Sebelumnya Mas meminta maaf karena mas sempat meragukan kamu kalau kesucian kamu sudah direnggut oleh pria lain. Tetapi setelah mas mengetahuinya, Mas merasa berdosa telah suudzon kepadamu." ucap Dokter Gibran sambil mengecup kening Tiwi.
"Memangnya Mengapa mas menganggap diri seperti itu? tanya Tiwi penuh dengan selidik. "Karena gerakan demi gerakan yang kamu lakukan itu benar-benar sangat luar biasa. seolah-olah kamu sudah pernah berpengalaman." ucap dokter Gibran yang dapat membuat Dewi langsung mengembangkan senyumnya.
"Maaf ya Mas, tetapi sebelum pernikahan kita berlangsung Tiwi, Dewi, dan Calista nonton bareng bersama.Bagaimana cara cara melayani suami ketika malam pertama." Tiwi berterus terang kepada dokter Gibran membuat dokter Gibran pun kembali langsung memeluk istrinya menghujani wajah cantik Tiwi dengan kecupan demi kecupan.
"Ada-ada saja ide kamu Sayang, nggak nyangka kamu memiliki ide seperti itu.
" Ya iyalah Mas, daripada malu tidak tahu melayani suami di atas ranjang ketika malam pertama, seperti pengalaman Calista dulu. Calista cerita sedikit kaku di malam pertama mereka.
Hingga Tuan Bisma harus bekerja keras menuntun Calista saat itu. Agar mereka sama-sama menikmati malam pertama mereka." ucap Tiwi sambil cengengesan membuat dokter Gibran semakin gemas melihat istri kecilnya.
Dokter Gibran kembali mengecup kening Tiwi. "I love you my wife." ucapnya sambil mengembangkan senyumnya." I love you too my husband." sahut Tiwi dengan senyuman Manis dari Tiwi. Membuat dokter Gibran semakin sayang dan cinta kepada Tiwi.
Bersambung....
Hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏