I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 168. HASILNYA POSITIF



Dokter Gibran yang notabennya seorang dokter. Ia langsung mengambil alat medis miliknya yang berada di dalam mobil untuk mengukur tensi dan memeriksa kondisi kesehatan istrinya saat ini. Sebelum Tiwi dibawa ke rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.


Ketika dokter Gibran sudah mengambil alat medis seadanya yang ada di dalam mobil miliknya. Ia kembali menghampiri Tiwi yang sudah terlihat lemas dan pucat, berada di kamar tamu rumah utama keluarga Zulkarnain.


Dokter Gibran langsung memeriksa kondisi kesehatan istrinya di hadapan Dewi, Carlos dan juga Bisma. "Sayang haid kamu lancar tidak? Tanya Dokter Gibran kepada Tiwi karena ia menemukan sesuatu yang aneh, ketika dokter Gibran berusaha memeriksa atau menganalisa sakit yang dialami oleh Tiwi saat ini.


"Entah Mas, tetapi bulan yang lalu Tiwi sama sekali belum haid dan sepertinya Tiwi sudah telat." sahut Tiwi mengingat-ingat kalau Dewi sudah telat 2 Minggu. "Memangnya kenapa mas? " menurut pemeriksaan mad sepertinya Gibran junior akan hadir di tengah-tengah keluarga kita sayang.


Tetapi untuk memastikannya kita harus terlebih dahulu memeriksakannya ke dokter kandungan. Takut analisa mas salah." ucap dokter Gibran kepada Tiwi, yang dapat didengar Carlos Dewi dan Bisma.


Terlihat Dewi bersorak kegirangan mendengar apa yang dikatakan dokter Gibran saat itu. Apalagi dengan pengakuan Tiwi kalau Tiwi sudah telat 2 minggu, itu berarti besar kemungkinan kalau Tiwi saat ini sedang hamil.


"Ya Allah terima kasih ya Allah, ternyata doa-doa kita engkau kabulkan." ucap Dewi merasa bersyukur mendengar apa analisa dokter Gibran. "Saya belum bisa memastikannya. Tetapi menurut analisa saya sepertinya Tiwi hamil.


Nanti kita akan segera ke rumah sakit. Untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, agar kita mengetahui yang sebenarnya." ucap dokter Gibran kepada Dewi karena melihat Dewi bersorak kegirangan.


Bisma pun meminta kepada dokter Gibran agar segera membawa Tiwi ke rumah sakit. Untuk melakukan pemeriksaan. Karena mereka tidak ingin menduga-duga mengenai apa yang dialami oleh Tiwi saat ini.


Calista yang baru mendengar apa yang dikatakan oleh dokter Gibran, mengenai kondisi kesehatan Tiwi dari Bisma. Calista tersenyum bahagia. Ia berharap analisa dokter Gibran tidak salah dan Tiwi benar benar hamil. Dokter Gibran berpamitan kepada Bisma, Tuan Zulkarnain dan anggota keluarga lainnya yang hadir di kediaman rumah utama keluarga Zulkarnain.


Dokter Gibran dan Tiwi berlalu dari rumah utama keluarga Zulkarnain, pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi Tiwi. Dokter Gibran melajukan mobil miliknya ke arah jalan raya, menuju rumah sakit. Dimana selama ini dokter Gibran mengabdikan diri sebagai dokter.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit, mereka tiba di rumah sakit. Dokter Gibran menuntun Tiwi turun dari mobil miliknya, berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Sebelumnya dokter Gibran sudah menghubungi dokter kandungan yang ada di rumah sakit itu. Terlihat pasien yang ingin memeriksakan kandungan mengantri di depan ruang pemeriksaan dokter kandungan.


"Masya Allah rame banget sayang." ucap Tiwi kepada suaminya. Kamu tenang saja sayang, tidak perlu khawatir. Suami kamu seorang dokter tidak mungkin istri dokter dibuat ngantri oleh mereka." ucap dokter Gibran sambil menatap istrinya yang merasa khawatir. Karena melihat antrian pemeriksaan cukup panjang.


"Kamu serius Mas." sahut Tiwi sambil memonyongkan bibirnya karena melihat antrian yang cukup panjang. Ia sayang nomor antrian kita sudah dipegang oleh suster yang biasa menemani Dokter Eka." sahut dokter Gibran yang mampu membuat Tiwi langsung mengembangkan senyumnya.


Dokter Gibran langsung menggendong tubuh istrinya masuk ke ke ruang dokter, tanpa peduli dengan antrian yang cukup panjang. Hal itu membuat para pasien yang sudah mengantri merasa komplain.


"loh dia baru datang, Kenapa dia terus masuk?" gerutu seorang wanita yang sedang hamil karena merasa nomor antriannya dilangkahi oleh Tiwi dan dokter Gibran.


Suster yang berada di sana pun mengembangkan senyumnya. "Maaf Nyonya, bukan bermaksud untuk melangkahi nomor antrian nyonya. Tetapi karena memang nomor antrian mereka yang duluan daripada nyonya. dan lagian tidak mungkin istri seorang dokter,dan pemilik saham di rumah sakit ini dibuat ngantri oleh dokter Eka." ucap Suster itu sambil mengembangkan senyumnya menatap ibu muda yang merasa komplain.


Apa?


"Jadi lelaki tadi dokter?


"Iya nyonya, dia dokter Gibran salah satu pemilik saham di rumah sakit ini." sahut Suster itu membuat pasien yang lagi mengantri di sana pun langsung terdiam tidak mampu berkata-kata.


Sejujurnya Tiwi juga tidak mengetahui kalau dokter Gibran memiliki saham yang lumayan besar di rumah sakit itu. Yang ia tahu suaminya Hanya bekerja sebagai dokter di sana.


"Ia benar-benar tidak mengetahui kalau dokter Gibran memiliki saham sebesar 55% di rumah sakit itu. "Sayang apa mereka nanti tidak komplain kita masuk duluan?" tanya Tiwi merasa khawatir jika pasien yang ngantri di sana akan merasa dilangkahi.


"Sudah tidak apa-apa Nyonya, dokter Gibran. sekarang lebih baik kita langsung periksa. Apa ada keluhan Nyonya?" Tanya Dokter Eka sambil mengembangkan senyumnya. kemudian dokter Gibran pun memberitahu kepada dokter Eka mengenai analisanya tentang kondisi Tiwi saat ini.


Hingga Dokter Eka pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Tiwi. "lebih baik kita langsung USG saja dokter Gibran." ujar Dokter Eka kepada dokter Gibran. Dokter Gibran setuju apa yang dikatakan oleh dokter Eka kepadanya.


Dan saat itu juga,dokter Eka langsung melakukan USG terhadap Tiwi. Dan dari analisa dan hasil USG bahwa Tiwi benar benar hamil. Membuat dokter Gibran bersorak kegirangan dan langsung memeluk Istrinya.


Dokter Gibran pun menghujani Tiwi dengan kecupan demi kecupan di wajah cantik Tiwi Karena rasa bahagianya. Ia seolah tidak peduli adanya dokter Eka dan suster di sana. Tetapi Dokter Eka merasa maklum.


Ia memahami kalau saat ini dokter Gibran merasa bahagia, mendapat kabar Kalau saat ini dia akan segera menjadi seorang ayah. "Selamat ya dokter Gibran." ucap Dokter Eka kepada dokter Gibran sambil memberi salam kepada dokter Gibran dan juga Dewi.


"Terima kasih Dokter Eka. Jujur saat ini saya sangat bahagia." ucap dokter Gibran kepada dokter Eka yang sudah melakukan pemeriksaan kepada Tiwi. Untuk saat ini Nyonya Tiwi, jangan terlalu kecapean.


Karena usia kandungan Nyonya masih jalan 2 bulan dan itu rentan jika melakukan aktivitas yang berlebihan. Sepertinya saya tidak perlu menerangkannya, karena suami nyonya juga seorang dokter. Setidaknya pasti ia memahami apa yang terbaik untuk nyonya." ucap dokter Eka sambil mengembangkan senyumnya.


Dokter Eka memberi resep obat dan vitamin yang akan dikonsumsi oleh Tiwi untuk menguatkan janin yang ada di dalam rahimnya. "Tolong vitaminnya dimakan dengan rutin. Karena ini sangat penting untuk janin nyonya." ucap Dokter Eka kepada Tiwi sambil menyerahkan resep obat dan vitamin yang sudah ditulis oleh dokter Eka.


Setelah selesai berbicara dan konsultasi kepada dokter Eka, apa saja yang dapat dilakukan Tiwi saat hamil muda. Mereka pun berpamitan untuk segera kembali. Karena antrian pasien masih banyak yang mengantri saat itu.


"Terima kasih Dokter Eka yang cantik dan kece badai." ucap Tiwi Sambil tertawa cengengesan membuat Dokter Eka pun mengembangkan senyumnya. Karena menurut dokter Eka, Tiwi merupakan wanita yang kocak dan suka bercanda.


" Hati-hati nyonya." ucap Dokter Eka sambil melambaikan tangannya kepada Tiwi dan dokter Gibran. Dokter Gibran menuntun istrinya keluar dari ruang pemeriksaan itu, berjalan melewati para pasien yang ngantri di sana.


Tak ada yang berani komplain setelah suster memberitahu siapa jati diri dokter Gibran dan juga Tiwi saat itu. Tetapi Tiwi yang merasa tidak anak hati kepada para pasien yang antri di sana pun, meminta maaf kepada mereka.


" Maaf sudah membuat kalian menunggu dan sudah melangkahi nomor antrian kalian. Padahal kalian yang sudah lebih dulu tiba di sini." ucap Tiwi meminta maaf kepada para pasien yang sudah mengantri di sana.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏