I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.87 BICARA NGAWUR



Pagi ini, Tiwi datang menjemput Dewi kerumah kontrakan yang ditempati keluarga sahabatnya itu. Ketika Tiwi sudah berada di depan gang Tiwi menghentikan motor matic miliknya di sana. lalu berjalan menelusuri gang kecil masuk ke rumah kontrakan yang ditempati keluarga Dewi.


Ketika Tiwi sudah tiba, Dewi keluar iya sama sekali tidak mengetahui kalau pagi ini Tiwi datang menjemputnya.


"Ayo kita berangkat bareng."ucap Tiwi ketika melihat Dewi keluar dari dalam rumah. Ibu Sarah yang melihat kedatangan Tiwi pun menghampirinya.


"Eh ada nak Tiwi .Ada apa Nak pagi-pagi seperti ini sudah datang ke sini? tanya ibu Sarah penasaran.


"Tidak apa apa bu. Hanya ingin berangkat bareng saja dengan Dewi." sahutnya singkat. lalu mereka berpamitan kepada Ibu Sarah agar pagi itu mereka segera berangkat ke kantor.


"Ayo naik!" ucap Tiwi ketika mereka sudah tiba di depan gang.


"Kamu enak ya Tiwi, sudah bisa beli kendaraan sendiri. Sementara aku sampai sekarang belum bisa beli apa apa. Bahkan bayar kontrakan pun terkadang harus nunggak karena gajiku hanya cukup untuk biaya kehidupan kami sehari-hari.


Ibuku sudah tidak bisa bekerja lagi. Tinggal mengharapkan gajiku saja." ucap Dewi sambil memperhatikan motor matic memilikinya. Kamu tenang saja. Suatu saat lebih dari sini pasti bisa kamu miliki. Yang penting kamu optimis jangan pesimis dan berdoa kepada Allah agar Allah memberikan rezeki yang melimpah." ucap Tiwi bijak.


Kedua sahabat itu pun sudah berada di atas motor matic milik Tiwi. "Sudah Dewi?


"Sudah, tarik sis...... semongko, lalu Tiwi melajukan motornya ke arah jalan raya menuju kantor Zulkarnain Group. Sinar mentari menelisik tubuh mereka di atas motor matic itu, kebetulan pagi itu matahari sangat cerah. Padahal jam baru menunjukkan pukul 07.30 pagi


"Sepertinya Pagi ini cerah sekali. Mudah-mudahan rezeki hari ini juga cerah." ucap Tiwi sambil cengengesan di dalam motor matic miliknya. Dewi hanya mendengar ocehan dari Tiwi. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit, kedua sahabat itu pun tiba di kantor. Tiwi memarkirkan motor matic miliknya di parkiran khusus karyawan.


Tiwi dan Dewi berjalan masuk ke dalam kantor gedung pencakar langit itu. Mereka tidak menyadari seseorang sudah memperhatikan interaksi keduanya."


Tiwi dan Dewi masuk ke dalam lift khusus karyawan. Terlihat suasana Kantor masih sepi tidak ada pegawai yang sudah datang, selain mereka berdua dan petugas keamanan.


"loh petugas kebersihan yang lain di mana ya? Tanya Tiwi penasaran sambil meneliti seisi ruangan. Tetapi tidak ada satu orang pun yang ia temukan di sana. Membuat Tiwi sedikit penasaran padahal Jam sudah menunjukkan pukul 07.40 pagi.


Tetapi mereka berdua tidak ambil pusing. mereka memilih untuk mengerjakan tugas mereka sebelum para petinggi perusahaan tiba di kantor. Keduanya begitu bersemangat mengerjakan segala pekerjaan mereka.


"Sepertinya pekerjaan kita sudah kelar nih lebih baik kita istirahat." ucap Tiwi sembari duduk di kursi yang ada di pantry.


Dewi membuka kotak bekal miliknya. kebetulan pagi itu Dewi belum sarapan pagi. Ia berniat untuk menyantap menu sarapan pagi yang sudah ia masak sebelumnya. Nasi goreng ala Dewi, membuat indra penciuman langsung mengarah ke sana.


Kamu membawa bekal? tanya Tiwi sembari langsung menghampiri Dewi. Dewi menganggukkan kepalanya. Aku tidak sempat tadi sarapan. Jadi aku lebih baik membawa kotak bekal, daripada harus jajan di luar. Jika aku mengeluarkan uang jajan untuk sarapan pagi, keuanganku tidak akan mencukupi sebelum tanggal gajian.


Tiwi mengangguk paham. lalu ia pun mengambil roti bekalnya untuk ia santap sembari membuat secangkir teh manis hangat. Agar tubuh mereka kembali fit, setelah mengerjakan pekerjaan mereka pagi itu sebelum sarapan pagi.


"Jangan makan sendiri dong." Celetuk Carlos langsung meraih makanan yang hendak disendok oleh Dewi ke mulutnya. Carlos langsung merebut sesuap nasi goreng itu ke mulutnya."Ada-ada saja Pak Carlos. Memangnya pak Carlos belum sarapan? Carlos menggelengkan kepalanya. Sambil terus menyantap nasi goreng jatah sarapan pagi milik Dewi.


Dewi hanya menatap heran melihat sosok Carlos yang begitu lahap memakan nasi goreng buatannya. "Pak Carlos lapar? tanya Dewi Kaena ia melihat Carlos memakan nasi goreng sarapan paginya, seperti orang kelaparan yang sudah tidak makan berbulan bulan.


Carlos hanya nyengir menatap Dewi. lalu ia terus menyantap nasi goreng itu. Dewi hanya menggelengkan kepalanya. Baru beberapa suap ia makan nasi goreng jatah sarapan paginya, kini nasi gorengnya sudah dikuasai Carlos.


"Terimakasih nasi gorengnya!" ucap Carlos sambil langsung meneguk air minum bekas Dewi."Pak itu bekas minum saya."


"Emangnya kenapa kalau bekas minum kamu?


"Pak Carlos tidak merasa jijik?


"Memangnya kamu memiliki penyakit menular?


"Enak aja ngatain aku memiliki penyakit menular. Aku tidak pernah memiliki penyakit menular seperti yang Pak Carlos katakan.


Sementara Dewi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Haduh.... terpaksa deh aku memakan separuh jatah makan siangku." ucap Dewi sambil menatap sahabatnya Tiwi dengan tatapan penuh arti.


Tiwi hanya tertawa ngakak, ketika mengingat Carlos dengan lahap memakan nasi goreng milik Dewi. "Kamu nyadar nggak sih, kalau Pak Carlos benar-benar jatuh cinta kepadamu? buktinya saja bekas makan dan minum kamu, dia tidak merasa jijik memakannya." celetuk Tiwi yang mampu membuat Dewi menatapnya dengan tatapan tajam


"Kalau bicara itu jangan asal bicara. Sudah berapa kali aku katakan kepada mu. Itu tidak akan mungkin. Kami bagai Bumi dan langit.


"ih pesimisi amat sih jadi orang. Harus optimis dong. Sekarang aku tanya sama kamu. Jika Pak Carlos benar-benar mencintaimu apa Kamu menerimanya walaupun usia kalian terpaut 18 tahun? tanya Tiwi sambil nyengir.


"Pertanyaan macam Apa itu Tiwi? dari kemarin kamu ngawur saja bicaranya. lebih baik kita kembali bekerja daripada membahas yang tidak penting seperti ini." gerutu Dewi sambil beranjak dari tempat duduknya.


Setelah ia memakan separuh jatah makan siangnya, kini perut sudah terasa kenyang tenaga sudah pulih. Membuat Dewi kembali bersemangat untuk mengerjakan pekerjaannya.


"Dewi tolong ke ruangan Pak Carlos. Katakan kepadanya kalau meeting akan segera dimulai." ucap Pak Nando kepada Dewi dibalas anggukan dari Dewi. Dewi langsung berlalu meninggalkan Pak Nando, yang sudah bersiap menuju ruang meeting.


Tok....


Tok...


Tok....


Tok....suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Carlos.


"Masuk!" teriak Carlos dari dalam ruang kerjanya.


Dewi masuk. "Maaf Pak Carlos saya mengganggu pekerjaan anda. Tetapi Pak Nando memintaku untuk memberitahu kepada Pak Carlos, kalau saat ini Pak Carlos ditunggu di ruang meeting." ucap Dewi sambil membungkukkan badannya.


Kemudian ia berniat ingin berlalu meninggalkan Carlos begitu saja.


"Tunggu!" teriak Carlos membuat Dewi sontak membalikan badannya.


"Ya ada apa Pak Carlos? Apa ada yang bisa saya bantu? tanya Dewi kepada Carlos.


"Nanti makan siang bareng ya. Aku yang akan traktir kamu. Hitung-hitung sebagai ganti nasi goreng kamu yang sudah aku habiskan tadi."


"Tidak perlu Pak Carlos. Dewi membawa bekal untuk makan siang kok. Pak Carlos santai saja." ucap Dewi sambil mengembangkan senyumnya. senyuman manis itu membuat Carlos semakin terpesona melihat sosok Dewi yang begitu sederhana, tetapi dapat menarik perhatian Carlos.


"Tidak, Saya harap kamu mau makan siang denganku. Kalau tidak aku akan semakin merasa bersalah kepadamu. Karena sudah menghabiskan nasi goreng jatah sarapan pagi Mu." ucap Carlos membuat Dewi mengerutkan keningnya.


" Ya sudah Pak!" tidak apa-apa Nanti kabari saja Dewi, mau makan di mana siang ini." ucap Dewi sambil berpamitan meninggalkan Carlos di sana.


Senyum sumringah terlihat jelas di wajah Carlos ketika mendengar Dewi bersedia makan siang dengannya. Ada rona bahagia di wajah Carlos pagi ini. Ia melangkah keluar menuju ruang meeting, seperti yang dikatakan oleh Dewi sebelumnya. Kalau Carlos saat ini sudah ditunggu di ruang meeting.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP KEMBALI, YUK MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK CERITANYA SERU LOH.