I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 178. USAHA DOKTER GIBRAN



Setelah mempersiapkan segalanya, Bisma pun akhirnya diterbangkan ke Jakarta bersama beberapa orang asistennya. Untuk segera mendapatkan perawatan di sana. Tuan Zulkarnain tidak ingin terjadi sesuatu kepada Putranya. Putra yang sangat ia sayangi. Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona akan melakukan apapun untuk menyelamatkan putranya.


"Setelah tiba dirumah sakit, tepatnya rumah sakit milik Tuan Zulkarnain sendiri, Bisma langsung dibawa keruang operasi. Karna saat itu Juga Bisma harus menjalani operasi, untuk mengeluarkan pecahan pecahan kaca yang masuk menusuk bagian perut Bisma.


Dan bagian tangan Bisma mengalami patah tulang.


"Terlihat Dokter ahli sudah datang untuk melakukan tindakan operasi. Tetapi sepertinya dokter itu tidak yakin dengan kemampuannya. Mampu menyelamatkan Bisma. Dokter itu menghubungi Dokter Gibran yang bertugas rumah sakit lain.


"Ketika dokter Gibran dihubungi salah satu dokter ahli dari pihak rumah sakit milik Tuan Zulkarnain. Dokter Gibran langsung bergegas menuju rumah sakit milik Tuan Zulkarnain. Sepuluh menit kemudian Gibran tiba dirumah sakit. Ia langsung menuju ruang operasi.


Dokter Gibran terhenyak kalau pasien yang akan ia tangani merupakan suami dari sahabatnya sendiri yaitu Bisma. " Apa yang terjadi? tanya Dokter Gibran kepada dokter yang bertugas dirumah sakit itu.


"Tuan Bisma korban bencana gempa bumi yang di puncak." ucap Sang dokter, membuat Dokter Gibran terhenyak. Ia tidak menyangka kalau Bisma salah satu korban gempa bumi yang terjadi di puncak. Karna Dokter Gibran sama sekali tidak mengetahui kepergian Bisma kepuncak.


Tuan Zulkarnain memaksakan diri masuk ke ruang operasi. "Tolong selamatkan Putra saya. Saya akan memberikan apapun yang kalian inginkan, jika kalian berhasil menyelamatkan Putra Saya." mohon Tuan Zulkarnain kepada dokter Gibran dan dokter yang bertugas di sana.


"Jangan seperti ini Tuan, kami akan melakukan tugas dan tanggung jawab kamu semaksimal mungkin . Tanpa Tuan meminta, kami akan melakukan yang terbaik kepada Bisma. Apalagi Bisma merupakan suami daripada sahabat saya sendiri.


"lebih baik bantu doa saja agar proses operasinya berjalan dengan lancar." mohon dokter Gibran agar Tuan zulkarnain segera keluar dari ruang operasi. Supaya mereka lebih konsentrasi untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya menyelamatkan Bisma saat itu juga.


"Dokter denyut nadi Tuan Bisma semakin melemah." suster yang memeriksa kondisi Bisma memberitahu kepada dokter Gibran, kalau denyut nadi Bisma sudah semakin melemah. Hal itu membuat dokter Gibran langsung mempersiapkan dirinya untuk melakukan tindakan operasi. Transfusi darah pun mereka lakukan karena sebelumnya donor untuk Bisma sudah dipersiapkan oleh pihak rumah sakit sebelumnya.


Ketika Bisma belum diterbangkan ke Jakarta, Tuan Zulkarnain sudah meminta persediaan darah untuk putranya. Kepada pihak manajemen Rumah Sakit. Dokter Gibran dan dokter ahli yang ada di Rumah Sakit, berusaha untuk menyelamatkan Bisma. mengeluarkan pecahan kaca yang tertancap di dalam perut Bisma.


Satu persatu pecahan kaca itu dikeluarkan Dokter Gibran dari bagian perut Bisma. tentunya itu bukan mudah bagi dokter Gibran. Tetapi ia harus melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter menyelamatkan seorang pasien yang membutuhkan pertolongan.


"Selama melakukan tindakan operasi, dokter Gibran terus berdoa agar dirinya mampu menyelamatkan suami dari sahabatnya. Ia juga berdoa agar bisa dapat bertahan. Dua jam sudah berlalu, operasi yang dilakukan dokter Gibran akhirnya berhasil. Membuat dokter Gibran bernafas lega.


Dokter Gibran keluar dari ruang operasi, setelah operasi terhadap Bisma berhasil dilakukan, walau awalnya memiliki kendala.


Tuan Zulkarnain dan Nyonya Katarina Dona menghampiri Dokter Gibran.


"Bagaimana kondisi anak saya dokter?


"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Tetapi untuk tangan Bisma yang mengalami patah Tulang, kami sudah memasang pen, berharap tangan Bisma dapat berfungsi dengan baik.


"Tuan Zulkarnain dan nyonya katarina Dona akhirnya bernapas lega. Sementara Antonio dan yang lainya yang juga sedang mendapatkan perawatan dirumah sakit yang sama dengan Bisma merasa bersyukur. Ketika Antonio mengetahui operasi terhadap Bisma berhasil. Itu artinya besar kemungkinan,Bisma bisa selamat.


Tuan Zulkarnain Dan nyonya katarina Dona, merasa bersyukur Dokter Gibran berhasil melakukan tindakan operasi terhadap Bisma.


"Trimakasih dokter!" ucap Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona kepada dokter Gibran.


"Sesuai dengan janji saya, saya akan memberikan apapun yang anda minta jika anak saya selamat." ucap Tuan Zulkarnain


"Tidak Tuan, tidak perlu seperti itu karena bagaimanapun bisa merupakan sahabat saya. Jika Bisma tidak sahabat saya, Saya pasti melakukan hal yang sama berusaha untuk menyelamatkan pasien. Itu sudah menjadi sumpah saya menjadi seorang dokter." ucap dokter Gibran sambil mengembangkan senyumnya.


****


Di rumah utama keluarga Zulkarnain, Calista masih setia menunggu kabar dari suaminya. Calista tak henti hentinya menangis sambil menonton pemberitaan di televisi.


"Baby Andan masih membutuhkan Nyonya, saya yakin Tuan Bisma pasti selamat nyonya."


"lihat bangunan villa tempat mas Bisma sudah rusak parah. "ucap asisten rumah tangga yang berusaha menenangkannya sambil menunjukkan pemberitaan yang ada di layar televisi.


"Nyonya tenang saja. Bibi memiliki keyakinan Kalau Tuan Bisma pasti selamat dari bencana itu." ujar Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Zulkarnain.


"Ya Alloh selamatkan suami hamba. Hamba tidak ingin kehilangan suami hamba Ya Alloh. Dimasa lalu engkau terlalu cepat untuk memanggil orang orang yang aku sayang.


Untuk saat ini, apakah engkau akan membiarkan hamba ini dilanda kesedihan Lagi. Jujur calista sulit untuk menjalani hari hari Calista, ketika ditinggal pergi oleh Ayah, Ibu,kakak yang aku sayangi ya Alloh. Jangan engkau biarkan aku kehilangan Mas Bisma lagi." ratap Bisma Solah Calista berbicara kepada sang pencipta.


"Calista berniat menghubungi nomor ponsel Nyonya Katarina Dona. Berharap Nyonya katarina Dona sudah mendapatkan informasi tentang Bisma. Tetapi yang di hubungi tak kunjung diangkat. Calista semakin kwatir akan kondisi Suaminya.


"Karna tak kunjung ada jawaban dari Nyonya Katarina Dona. Calista menghubungi nomor ponsel Tuan Zulkarnain. Mendengar suara deringan ponsel miliknya Tuan Zulkarnain langsung meraih ponselnya yang ada disaku celananya.


Tuan Bisma sebenarnya tidak tega memberitahu kondisi Bisma sekarang kepada Calista. Tetapi Calista juga memiliki hak mengetahui apa yang terjadi terhadap Bisma. karna Bisma merupakan suami calista.


"Tuan Bisma menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Calista.


"Hallo Assalamualaikum nak!" Sapa Tuan Zulkarnain di rumah sakit tempat Bisma saat ini dirawat.


"Waalaikumsalam Pi, papi dimana? masih dipuncak? bagaimana mas Bisma Pi? pertanyaan demi pertanyaan langsung dilontarkan Calista kepada Tuan Bisma membuat Tuan Zulkarnain merasa kewalahan menjawab pertanyaan Calista.


"Kamu tenang saja nak, Bisma baik baik saja." sahut Tuan Zulkarnain berbohong. Karna Tuan Zulkarnain tidak ingin Calista terlalu mengkawatirkan Bisma.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN