I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 180. DIRUMAH SAKIT



Ketika Carlos sudah memberitahu kejadian yang sebenarnya menimpa Bisma, Calista menangis histeris seolah langit runtuh. Ia tidak mampu menopang bobot tubuhnya. Jika Carlos tidak langsung menangkap tubuh Calista, ia akan jatuh dengan menggendong putranya baby Adnan. "Kakak ipar harus kuat dan yakin, kalau Kak Bisma akan baik-baik saja. Percaya kepada Carlos."


Saat ini yang menangani Kak Bisma dokter Gibran suami Tiwi. Dokter Gibran bela-belain tidak jadi berangkat ke kota Medan, hanya untuk menyelamatkan Kak Bisma. Padahal hari itu, dokter Gibran dan Tiwi akan segera berangkat ke Medan bersama Pak Hamzah dan ibu Sarinah. Tetapi keberangkatan mereka ditunda setelah mendapat kabar tentang Kak Bisma yang membutuhkan yang membutuhkan pertolongan dari dokter Gibran.


"Kakak tenang saja, dokter Gibran dan dokter ahli lainnya, yang ada di rumah sakit kita. sudah menangani Kak Bisma dengan baik. Jika kakak tidak percaya, Carlos bersedia menghantarkan Kakak menemui Kak Bisma." ucap Carlos meminta kepada Calista untuk lebih tenang dan percaya kalau Bisma akan baik-baik saja.


Hari itu juga tanpa mengindahkan apa yang dikatakan oleh Tuan Zulkarnain kepada Carlos, Carlos membawa Calista ke Rumah Sakit bersama baby Adnan. Berharap dengan kedatangan Calista dan baby Adnan dapat memicu Bisma akan segera sadar.


Padahal sebelumnya Tuan Zulkarnain sudah mengatakan kepada Carlos untuk tidak memberitahu kepada Calista sebelum Bisma sadarkan diri. Karena Tuan Zulkarnain khawatir Calista akan menangis histeris melihat kondisi suaminya yang sangat memprihatinkan saat ini.


Patah tulang di bagian tangan Bisma sudah ditangani oleh dokter. Pemasangan pen di tangan Bisma dilakukan dokter ahli di bidangnya. dilakukan Berharap tangan Bisma kembali seperti semula.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit, dari rumah utama keluarga Zulkarnain menuju Rumah Sakit tempat Bisma dirawat saat ini. Carlos dan Calista sudah tiba di rumah sakit. Terlihat Calista berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah Carlos. baby sitter baby Adnan selalu mengikuti Calista kemanapun Calista pergi membawa Baby Adnan.


Tuan Zulkarnaen dan nyonya Katarina Dona terhenyak melihat kehadiran Calista dan Baby. Adnan di sana."Sayang kenapa kamu ke sini? tanya Nyonya Katarina Dona sambil langsung memeluk menantunya yang sangat ia sayangi.


" Dimana Mas Bisma mom? Mengapa Mami dan Papi tega membohongi Calista dan tidak memberitahu tentang mas Bisma kepada Calista?" ucap Calista sambil terus menangis sesungguhkan. Tampak Baby sitter baby Adnan pun meraih tubuh baby Adnan, agar Calista lebih leluasa berinteraksi dengan Nyonya Katarina Dona.


"Bukan maksud Mami membohongi kamu sayang, mami hanya ingin kamu tidak terlalu memikirkan kondisi Bisma. Mami ingin kamu fokus merawat cucu mami baby Adnan. Karena Baby Adnan benar-benar butuh kasih sayang dari kamu. Percayalah Bisma tidak akan kenapa-kenapa. Dia akan baik-baik saja." ucap Nyonya Katarina Dona kepada Calista.


Ketika Tim medis sudah mengizinkan Calista masuk menjenguk Bisma yang berada di ruang ICU, dengan menggunakan jubah yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Calista masuk melihat kondisi Bisma yang berusaha tetap bertahan untuk istri, anak dan orang-orang yang menyayangi dirinya.


"Sayang!" tangis Calista ketika melihat wajah pucat suaminya yang sudah banyak dibaluti Perban. Di tangan, kaki dan kepalanya membuat Calista merasa tidak tega melihat kondisi suaminya yang begitu mengenaskan. Apalagi ditubuh Bisma terpasang berbagai selang dan alat-alat medis lainnya membuat karista semakin tidak tega melihat suaminya yang berjuang sendirian di dalam ruang ICU


"Mengapa ini harus terjadi kepadamu Mas? cobaan apa ini Ya Alloh yang kau berikan kepadaku? Baru saja aku merasa bahagia setelah kehadiran baby Adnan, engkau sudah memberikan cobaan yang begitu berat bagi keluarga kami." rapat Calista.


"Sayang bertahanlah untuk Calista dan Putra kita. Kamu tahu bukan, kalau Calista sangat mencintai Mas. Kamu harus bangun demi Calista dan Putra kita." mohon Calista sambil terus menghujani wajah pucat suaminya dengan kecupan demi Kecupan. Yang terlihat lebam dan membiru akibat luka dan hantaman benda berat yang menimpa Bisma.


"Mas ayo bangun! apa mas tidak merindukan Calista dan putra kita? ucap Calista seolah Bisma dapat mendengarkan. Ia memeluk suami."Ayo sayang kamu bangun." mohon calista sambil terus memberikan kecupan hangat di wajah Bisma. Air bening mengalir begitu saja di wajah cantik Calista. Hingga menetes ke bibir Bisma. "Ayo sayang plessss kalau mas memang benar benar mencintai Calista, mas harus bangun." tangis Calista.


Sementara di luar ruang ICU, terlihat Tiwi tergesa-gesa untuk melihat kondisi Bisma saat ini. Setelah mendapat informasi dari suaminya dokter Gibran mengenai kondisi Bisma yang sebenarnya. Membuat Tiwi sangat khawatir akan kondisi suami Dari sahabatnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏🙏


JANGAN PERNAH LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓