
"Mana suami kamu? Apa kamu tidak datang bersama dia ke sini?" tanya ibu Intan.
"Ya sendiri lah Bu," tidak mungkin Mas Bisma bisa datang kemari siang-siang begini, Bukan? Ibu tahu sendiri Mas Bisma sibuk di kantor." ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya.
Menutupi permasalahan apa yang terjadi antara Calista dengan Bisma saat ini. Ibu Intan menganggukkan kepalanya pertanda dia paham kalau saat ini Bisma benar-benar sibuk sama seperti yang dikatakan Calista sebelumnya.
Apa suami kamu mengetahui kamu disini?" tanya ibu intan kepada Calista.
"Tidak Bu," Calista hanya sebentar saja disini.
Calista hanya kangen anak sama ibu, Karna sudah beberapa hari tidak bertemu dengan ibu." ucap Calista sambil kembali memeluk ibu Intan.
Ibu intan membalas pelukannya. Ia tidak ingin kalau Calista bahagia hidup berumah tangga dengan Bisma Zulkarnain.
"Apa suami kamu baik sama kamu?" tanya Ibu intan penuh selidik.
"Ya Bu," mas Bisma baik kok. Calista bahagia hidup di sana. semua benar-benar menyayangi Calista seperti keluarga sendiri."ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya ia tidak ingin permasalahannya dengan musnah diketahui oleh Ibu Intan.
Setelah berbicara beberapa menit dengan Ibu Intan, Calista kembali berpamitan kepada Ibu Intan untuk kembali ke rumah utama keluarga Zulkarnain. Ia tidak ingin kalau Bisma akan mendatanginya ke sana. Dan Ibu Intan mengetahui permasalahan mereka saat ini.
"Bu," aku pamit pulang dulu. Nanti mami Katarina dona dan Papi Zulkarnain mencariku Karena aku terlalu lama. Aku datang ke sini karena bosan di kantor Mas Bisma. menunggu Mas Bisma meeting." ucap Calista sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Ya sudah," kalau begitu. jangan lupa sampaikan salam ibu kepada ibu dan ayah mertua kamu. Begitu juga dengan Bisma. Calista menganggukkan kepalanya Ia pun langsung menaiki taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya.
Calista melambaikan tangannya ke arah Ibu Intan. Setelah masuk ke dalam taksi online. "Pak, antarkan saya ke rumah utama Tuan Zulkarnain sesuai dengan alamat yang saya buat aplikasi."
"Baik Nona!" ucap driver taksi online itu sambil langsung melajukan taksinyake arah jalan raya menuju kediaman Tuan Zulkarnain.
Di sepanjang perjalanan hati Calista berkecamuk ia tidak tahu alasan apa yang akan dia beritahu kepada Nyonya Katarina Dona hari ini. Karena dirinya terlebih dahulu pulang dibandingkan Bisma. Calista tidak mengetahui kalau saat ini Bisma sudah berada di rumah karena mengejar Calista. Ia mengira Kalau Calista sudah pulang ke rumah keluarga Zulkarnain.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit, dengan menggunakan taksi online. Calista tiba di rumah utama keluarga Zulkarnain. Ia terhenyak melihat mobil Bisma sudah ada di sana. Terlihat Carlos juga berada di sana. Itu artinya Bisma berada rumah utama Zulkarnain.
"Selamat siang nona," Nona Dari mana saja Tuan Bisma mencari anda sedari tadi. muter-mutar sekotak Jakarta." ucap Carlos sambil menatap Calista dengan tatapan penuh tanya. Calista sama sekali tidak menjawab. Ia hanya diam dan berlalu meninggalkan Carlos di sana.
Calista masuk ke rumah utama. Terlihat Tuan Zulkarnain sudah berkacak pinggang seperti mengintrogasi Bisma Zulkarnain.
"Selamat siang Mom, pi." sapa Calista sambil memberi salam kepada tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona.
"Kamu sudah pulang sayang? kamu dari mana saja? ucap Nyonya Katarina Dona kepada Calista. Calista mengembangkan senyumnya. "Calista Tidak kemana-mana kok mom cuman tadi ada sesuatu yang penting yang harus Calista kerjakan." ucap Calista tentunya berbohong. Ia tidak memberitahu hari ini dirinya pergi ke rumah Pak Nando dan juga bu Intan.
"Tidak ada apa-apa mom," kami baik-baik saja kok." ucap Calista sambil melirik ke arah Bisma. Sementara Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona sudah mengetahui masalah di antara Bisma dan juga Calista selama berada di rumah sakit sampai ke kantor.
Nyonya Katarina Dona menghela nafas berat. Ia tahu kalau saat ini Calista tentunya berbohong. Terlihat dari jari Calista yang sedari tadi pulas, itu merupakan ciri Calista jika dirinya berbohong.
Lebih baik kalian selesaikan masalah kalian sekarang. Papi dan Mami tidak ingin melihat kalian seperti ini. Makanya dari awal Mami dan Papi sudah katakan lebih baik kalian Pergi Ke bulan madu, biarkan urusan kantor menjadi urusan Papi dan Carlos untuk sementara waktu.
Sepertinya papi masih sanggup untuk melakukannya." ucap Tuan Zulkarnain kepada Bisma dan juga Calista yang melihat situasi rumah tangga baru putranya sudah dirunduk masalah.
Bisma melirik ke arah Calista seolah dirinya meminta persetujuan dari istrinya. Mami, papi sepertinya Calista agak lelah dan gerah Calista ingin istirahat dulu." ucap Calista berniat untuk menghindari segala permintaan Nyonya Katarina Dona dan juga tuan Zulkarnain.
Nyonya Katarina Dona mengerutkan keningnya. lalu ia pun menganggukkan kepalanya, pertanda ia memberikan izin kepada Calista meninggalkan mereka di sana.
lebih baik kamu terus terang kepada Mami daripada harus berbohong seperti ini. ucap Nyonya Katerina Dona kepada Bisma setelah Calista meninggalkan mereka di ruang tamu.
lalu Bisma pun menceritakan apa yang terjadi di antara Calista dengan sejujur-jujurnya. Berawal dari kecemburuan Bisma terhadap dokter Gibran membuat Bisma mendiamkan Calista sepanjang perjalanan menuju kantor Zulkarnain group.
Setelah tiba di kantor, Ia juga masih diam kepada Calista. Walaupun Calista berusaha untuk menegurnya. Tetapi Bisma tetap saja dia membisu seolah tidak menganggap Calista berada disampingnya. Sehingga Calista pun membalas Apa yang dilakukan Bisma terhadapnya. Padahal Calista sendiri tidak mengetahui apa penyebabnya sehingga Bisma mendiamkannya.
Tuan Zulkarnain langsung memberikan tamparan yang sangat keras di wajah tampan Bisma. Membuat Nyonya Katarina Dona terhenyak. "Apa yang kamu lakukan?baru saja kamu menikah 3 hari, sudah seperti ini. Bagaimana jika sudah bertahun atau berbulan?
Papi sudah tidak mengetahui bagaimana rasa cemburumu terhadap Calista. Papi sangat mengenal dokter Gibran. Dia salah satu teman kecil Calista. Kami sudah pernah saling berbicara. Dan benar memang dokter Gibran mencintai Calista. Tetapi sejak awal Calista tidak pernah menerima rasa cinta dokter Gibran kepadanya.
Karena Calista sama sekali tidak mencintainya. Bukan Papi tidak mengetahui hal itu sebelum Papi menjodohkan kamu dengan Calista. Papi mencari tahu siapa yang dekat dengan Calista sebelumnya. Jadi kamu jangan asal menuduh Calista yang bukan bukan, tanpa kamu memiliki bukti yang kuat.
Calista sama sekali tidak salah. Karena Gibran yang mencintainya bukan Calista. lagian Calista tidak pernah memberikan harapan kepada Gibran. Karena ia benar-benar sudah berterus terang kepada Gibran. Emosi Tuhan Zulkarnain kini meluap membuat Nyali seorang Bisma menjadi menciut.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA.
mampir juga ke karya teman emak